Share

Terjebak Asmara Bersama Istri Bos
Terjebak Asmara Bersama Istri Bos
Penulis: Wendy

Bab 1

Penulis: Wendy
“Chris, bantu aku, tubuhmu sehat, ‘kan? Aku akan kasih kamu kesempatan malam ini, tolong buat anak dengan kakak iparmu.”

Bosku yang menderita azoospermia demi memperebutkan harta warisan keluarga, malah menyuruhku meniduri istrinya. Jika belum berhasil menghamilinya, aku tak boleh pulang.

“Kalau kamu bisa menghamili istriku, imbalan untukmu nggak bakal kurang begitu semuanya berhasil.”

Aku berdiri di depan pintu vila dengan menggenggam kunci cadangan milik bosku, Zafri. Jantungku berdegup kencang bagaikan disambar petir.

Istri bos, Winny… sebenarnya aku sudah lama diam-diam memperhatikan wanita ini. Di luar, dia selalu berpakaian sangat rapi dan formal.

Namun, pakaian kerja yang rapi dan kaku itu tetap tak bisa menyembunyikan lekuk tubuhnya yang sangat indah.

Saat bos mengajukan tawaran ‘meminjam benih’ itu, aku kebetulan berpapasan dengan Winny saat keluar dari ruangan kantor.

Hari ini, dia memakai setelan kerja hitam dengan rok span dengan potongan yang pas di tubuhnya. Kaki jenjangnya dibalut stoking hitam yang tipis.

Seiring langkah kakinya, samar-samar warna kulit di balik stoking tipis itu terbayang di depan mataku.

Dada yang begitu montok seolah hendak keluar dari kerahnya, memancarkan pesona dewasa yang sangat memikat dan mematikan.

Sebelumnya, aku mungkin hanya akan mencuri-curi pandang sekilas dan selesai.

Namun, ucapan Zafri tadi masih terus terngiang di kepalaku, sampai-sampai diriku kehilangan fokus dan hanya bisa terbengong menatap stoking hitam yang tersingkap di balik roknya.

“Tak… tak….”

Suara ketukan sepatu hak tingginya mendadak terhenti. Aku mendongak dan langsung berpapasan dengan tatapannya yang dingin.

Detik berikutnya, sebuah tamparan mendarat keras di pipiku.

Aku memalingkan wajah, pipiku terasa panas membakar.

Sementara wanita itu hanya mengerutkan kening, lalu perlahan menyeka tangannya dengan sapu tangan.

“Jaga tatapan mesummu itu, dasar menjijikkan.”

Ucapan wanita itu bercampur dengan suara langkah sepatu hak tingginya yang berjalan pergi, terdengar sangat dingin.

Aku menatap tempat sampah di depanku, melihat sapu tangan yang baru saja dia gunakan terbuang di sana.

Seketika, amarahku pun terpancing.

Mengingat kembali pengalaman dihina oleh wanita ini saat itu, aku pun menggertakkan gigi. Sisa-sisa rasa bersalah di dalam hatiku pun lenyap tak berbekas.

Aku membuka pintu, aroma alkohol langsung menyerang indra penciumanku.

Demi menciptakan kesempatan untukku, Zafri sengaja membuka beberapa botol alkohol impor yang kadar alkoholnya tinggi saat makan malam. Dengan alasan merayakan peringatan hari pernikahan, dia memaksa Winny minum sampai mabuk berat.

Setelah itu, dia beralasan harus buru-buru melakukan inspeksi dadakan ke kantor cabang di luar kota, lalu mengemas barang-barangnya dan pergi malam itu juga.

Aku memegang kunci cadangan, melangkah di atas karpet, berjalan menuju lantai dua langkah demi langkah.

“Klik.”

Kamar tidur utamanya sangat mewah hingga membuat orang tercengang. Udara di dalam ruangan dipenuhi aroma parfum kelas atas khas Winny, yang saat ini bercampur dengan aroma alkohol yang memabukkan.

Winny sudah selesai mandi dan memakai gaun tidur sutra berwarna maroon. Kainnya yang sangat tipis menempel ketat pada lekuk tubuhnya yang montok.

Rambut panjang yang biasanya disanggul rapi, kini terurai di atas bahu indahnya. Wajah dingin yang tadi siang memperlakukanku dengan hina di depan mal siang tadi, kini tampak merona kemerahan. Tanpa sedikitpun kewaspadaan, dia berbaring menyamping di ranjang besar dan tertidur dengan lelap.

Aku melangkah pelan mendekati ranjang, menatap dari atas ke arah wanita anggun yang menghinaku tadi siang.

Saat ini, dia terbaring di bawah bayanganku, tak ada kewaspadaan dan sikap dingin seperti biasanya.

Dia seperti domba yang pasrah siap disembelih. Perubahan status yang begitu drastis ini membuat niat jahatku tiba-tiba membumbung tinggi.

Aku mengulurkan tangan, meraba bahunya yang mulus perlahan-lahan. Lalu, menyusuri kulitnya yang sangat halus dan licin terus ke bawah.

Tubuhnya agak gemetar, tapi kesadarannya yang sudah dilumpuhkan alkohol membuat tubuhnya hanya bisa bergetar mengikuti setiap gerakanku. Mulut yang tadinya hanya bisa mengucapkan kata-kata pedas itu, kini mengeluarkan desahan yang halus… persis seperti mainan yang diciptakan khusus untukku.

Karena merasa tak nyaman, dia pun agak meringkuk. Salah satu kakinya menekuk hingga ujung roknya tersingkap hingga ke perut bagian bawah, memperlihatkan kakinya yang mulus dan celana dalamnya yang tipis.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Terjebak Asmara Bersama Istri Bos   Bab 10

    Usia kandungannya sudah memasuki bulan ketujuh, perutnya sudah semakin membesar, tapi kedua tangan dan kakinya tetap terlihat ramping. Seluruh tubuhnya memancarkan aura keibuan yang sangat memikat.Wanita dingin dan anggun yang dulu selalu bersikap angkuh dan pernah menunjuk-nunjukku, sambil memakiku di depan pintu gedung kantor, kini hanya tersisa kepatuhan yang manis di tatapannya.“Sayang, kopinya sudah jadi, hati-hati masih panas.”Dia berjalan mendekat ke sisiku, lalu meletakkan cangkir kopi itu dengan hati-hati.Aku merangkul pinggangnya yang berisi, lalu menariknya ke dalam pelukanku hingga dia duduk dengan nyaman di atas pangkuanku.Telapak tanganku reflek mengelus perutnya yang membesar, merasakan gerakan halus dari kehidupan kecil di dalamnya.“Sayang, kamu lagi mikirin apa?”Winny bersandar dengan patuh di dadaku. Jarinya memainkan dasiku dengan lembut, sambil bertanya pelan.“Nggak ada, hanya teringat beberapa kejadian masa lalu.”Aku tersenyum tipis. Pandanganku melintasi

  • Terjebak Asmara Bersama Istri Bos   Bab 9

    “Ini… ini nggak mungkin… dia bilang asal aku melahirkan anak ini, setengah dari harta keluarga bakal jadi milikku….”Tubuh Winny gemetar hebat, jarinya mencengkeram erat pinggiran ponsel hingga ujung jarinya memucat.“Nggak mungkin?”Aku tertawa dingin, menatapnya seperti menatap seekor ulat yang malang.“Winny, kamu benar-benar mengira dirimu seberharga itu di matanya? Kamu itu hanya alat melahirkan yang sah! Begitu perutmu dibelek dan anak itu dibawa pergi, kamu bakal diusir dari keluarga ini seperti anjing terlantar, bahkan tanpa diberi sepeserpun!”“Dan aku….”Aku menunjuk hidungku sendiri, kilatan kejam terpancar di mataku.“Aku bakal mati dalam kecelakaan mobil yang dia rencanakan, tenggelam ke dalam laut bersama mobinya untuk jadi makanan ikan!”“Ja… jangan….”Winny menangis histeris sambil menutup wajahnya. Suara tangisnya yang tertahan bergema di dalam kamar tidur yang mewah itu, penuh dengan keputusasaan dan rasa takut.Aku menatapnya menangis dengan dingin. Setelah dia menan

  • Terjebak Asmara Bersama Istri Bos   Bab 8

    Melihat wanita yang dulunya tak tersentuh ini, kini rela merendahkan dirinya hingga menjadi seperti ini, hanya demi mendapatkan sedikit belas kasihan dariku.Hasrat untuk menaklukkannya tiba-tiba meledak dahsyat di dalam dadaku.Aku langsung menggendongnya dan membuangnya dengan keras ke atas ranjang tunggal yang murahan itu.….Dua bulan kemudian, sebuah kabar datang dan membuat Zafri gembira bukan main.Winny hamil.Sambil memegang alat tes kehamilan yang menunjukkan dua garis merah, Zafri sangat terharu hingga meneteskan air mata bahagia. Malam itu juga, Zafri menyewa seluruh ruangan di klub malam paling mewah di kota.Dia menggelar pesta besar dan mengundang banyak tamu untuk merayakan keluarganya yang bernilai triliunan miliar akhirnya memiliki calon ahli waris.Sebagai ‘pahlawan besar’, tentu saja diriku diajak olehnya ke klub malam tersebut.Setelah beberapa putaran minum, akhirnya Zafri mabuk berat. Sambil merangkul beberapa wanita pendamping, dia dengan sempoyongan melemparkan

  • Terjebak Asmara Bersama Istri Bos   Bab 7

    Wajah Zafri memerah karena mabuk. Sambil mengunyah kepiting, dia dengan bangganya memberikan janji-janji manis padaku.“Ini semua berkat arahan Pak Zafri, sudah seharusnya aku melakukannya.”Aku menyendok nasi putih di piringku dan menjawab dengan sopan, tapi pandanganku diam-diam melirik ke arah Winny yang duduk tepat di seberang Zafri.Hari ini Winny memakai baju rajut wol bergaya anggun, rambutnya disanggul rapi di belakang kepala dan wajahnya dipoles riasan tipis yang elegan.Dia sedang menikmati sarang burung walet di mangkuknya dengan perlahan.Namun, tepat saat Zafri sedang asik membual tentang masa depan… di bawah meja makan….Sebuah kaki indah yang dibalut stoking hitam, entah sejak kapan sudah menjulur mendekat dan mengait betisku.Tanganku yang memegang sendok sempat terhenti sejenak.Kaki itu bergerak lincah bagaikan seekor ular, menyusuri celana kainku dan merayap naik. Dengan godaan yang sangat lihai, kaki itu berhenti di posisi yang sangat berbahaya.Memberikan gesekan l

  • Terjebak Asmara Bersama Istri Bos   Bab 6

    “Kamu mau apain?!” Suara Winny terdengar panik.Aku tak memedulikan pertanyaannya dan langsung masuk ke dalam ruang belakang yang luas.“Chris! Kamu sudah gila?! Ini parkiran kantor! Karyawan berlalu lalang di sini!” Winny ketakutan setengah mati hingga wajahnya pucat. Dia langsung melepas kacamata hitamnya, matanya memancarkan kepanikan luar biasa.Dia reflek mencoba meraih gagang pintu mobil, tapi aku langsung menahan pergelangan tangannya dan menariknya kembali ke atas kursi dengan kasar.“Emangnya kenapa? Mobil ini pakai kaca film. Selama kamu nggak memecahkan kacanya, mana ada yang tahu apa yang sedang kita lakukan di belakang sini?”Aku mencengkeram lehernya, lalu mencoba membuka kancing kemejanya satu per satu.Tanganku dengan sangat lancang merayap naik dari betisnya yang terbungkus stoking hitam, lalu berhenti tepat di ujung rok spannya.“Nyonya, saat tengah malam kemarin, waktu kamu mendesah liar dan memohon-mohon menyuruhku nggak berhenti, kok nggak kelihatan sikap angkuhmu

  • Terjebak Asmara Bersama Istri Bos   Bab 5

    Dia tak bisa lagi menahan gigitan bibirnya dan suara desahan melengking yang sangat nikmat tanpa bisa dikendalikan pun keluar dari tenggorokannya.Desahan ini bercampur antara rasa hina dan kenikmatan yang melayang, terdengar sangat jelas dan terkirim melalui mikrofon ponsel.Di balik telepon, Zafri sempat terdiam sejenak. Tapi tak lama kemudian, dia malah melepaskan suara tawa yang sangat puas.“Hahaha! Bagus! Chris, sepertinya kamu benar-benar berusaha keras! Kerjakan dengan baik, hajar terus, pastikan benihmu benar-benar tertanam di sana!”“Tenang saja, Pak Zafri.”Aku tertawa dingin, lalu langsung mematikan panggilan telepon.Panggilan telepon tadi seolah memutus belenggu terakhir di dalam hati Winny yang bernama ‘moralitas’ dan ‘harga diri’.Seluruh tubuhnya terkulai lemas di atas ranjang yang berantakan, matanya menatap sayu ke arah langit-langit, sementara dadanya bergerak naik turun dengan cepat.Aku menatapnya dari atas.“Dengar, ‘kan? Nyonya, ini permintaan bos sendiri, jadi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status