登入Setelah dimohon oleh bosku terus-menerus, akhirnya aku menyetujui permintaannya untuk ‘meminjamkan benihku’. Di atas ranjang besar kamar utama, istri bos yang biasanya selalu bersikap angkuh, hanya memakai gaun tidur. Air mata penghinaan menggantung di sudut matanya, tapi sepasang kakinya yang putih mulus dan jenjang malah gemetar tak terkendali di bawah kendaliku. “Awas… berani-beraninya kamu menyentuhku….” ujarnya sambil berusaha menahan tangisan, masih mencoba mempertahankan kesombongannya yang konyol itu. Aku tertawa dingin, lalu tanpa ragu membuka kain terakhir yang menutupi tubuhnya. “Nyonya, jangan buru-buru. Pak Zafri yang bilang sendiri, demi meningkatkan peluang keberhasilannya, aku bebas melakukan apa saja malam ini.” Seiring dengan gerakanku, wanita itu mendongakkan lehernya, menghembuskan napas tertahan yang penuh kepasrahan. ….
查看更多Seven years has passed when Jate was kicked out of the family. Because of framing up by his own clan elders.
They despised him because of jealous, and the one who will become the next head of the family. The reason is Woods family is one of the top class wealthiest clan in the world.
Clan elders begun scheming against Jate Woods accused for spending/ wasting tens of billions in gambling etc.
They did everything to destroy his reputation. After successfully doing it Jate Wood was kicked out to the family. They've faked the evidences so they can assured that the favorite grandson ot the family head get exiled.
Jate Woods was the most favorite grandson of his grandfather the family head. Because he is so respectful, and responsible to him even in the whole family members.
His father is the Eldest son of the family, and Jate is the eldest grandson. They favoured him because of his ability and skills in business and even in martial arts. But in sad reality, this was all destroyed because of selfishness and greed.
Jate felt so hopeless, he he did everything for the family yet because of greed his reputation came down and destroyed.
He worked hard for the family, but in the end he was exiled.
But Before leaving in the family he blurted out to them that in the near future he will cameback and clean his name to prove that his innocent, and those who framed him up will definitely pay for their grave wrong doings.
''Hah ha ha! You think you are innocent? Then what about these evidences? Aren't this fakes? Dream on you bastard!'' Anton Woods sneered. Te was one of the elders who framed him up.
Anton Woods an ambitious man and a second brother of his father Peter Woods. He was known for his infamous title in business which is the "Destroyer" because every time someone offends him, got easily crippled.
His Grandfather Edward Woods wad very angry at him, but he had a soft and kindhearted side.
Edward Woods was helpless that he tcoudnt do anything because it could ruin his authority to the family.
He raised these family from nothingness to successful and top class family.
But when he heard his grandsons statement before leaving the family, he feel releived and was hoping that one day he can clear his name and innocence. But of course he didnt show in it hides it in his mind.
"Then leave, make sure and prove that you are innocent, and comeback here to clear your name!"
"But father!" Anton blurted out in dissatisfaction.
''Stop the crap Anton. I know that there was evidences but im not convinced about it."
"Dismissed!" Edward Woods ended the gathering after Jate Woods left.
In the next room after the gathering.
"HA HA HA! LETS CELEBRATE! Brother you've than a great job for kicking that bastard out of the family!" Mark Woods cheered up.
Mark Woods is cousin of my Anton and Jate's father Perter Woods.
"YEAH! YOU'RE RIGHT COUSIN, this is just a first part of my plan, the next is becoming the head of the family! HAHAHAHAHHHH! LETS DRINK TONIGHT MY TREAT! "WOOOAAOHH""..
On that time Jate Woods didn't know where to go, in a deep thoughts while walking on the street. His well suited attire is now like a like a beggar that don't have anything. After walking along the street he met an old man who's more than 83 years old, the old man fell off the ground and Jate quickly helped him and have him sit in the wooden chair.
"Are you okay?" Jate asked.
The old man nodded. "Thank you grandson."
Most of all old generation used to call a granson to the youngsters nowadays.
And then they exchanged coversation for almost halfday and nearly evening.
His name is Albert Winston. He is a richman, noble and a first class family.
Albert Winston is an acquaintance of Jate's grandfather. After Jate left the house Edward quickly called his friend Albert and planned what to do to help his grandson Jate. Edward Woods is an influencial man and Albert couldn't do anything but to agree to this arrangemen, all he could do is to accept ed it wholeheartedly.
After learning the truth Jate couldn't refused and agreed to the arrangements of his grandfather and this oldman Albert Winston.
The two old man wanted Jate to come to Winston family and marry the young lady named Angela Winston.
After planning and to execute the arrangements they decided to hide Jate's true identity, and only revealed at the right time.
Usia kandungannya sudah memasuki bulan ketujuh, perutnya sudah semakin membesar, tapi kedua tangan dan kakinya tetap terlihat ramping. Seluruh tubuhnya memancarkan aura keibuan yang sangat memikat.Wanita dingin dan anggun yang dulu selalu bersikap angkuh dan pernah menunjuk-nunjukku, sambil memakiku di depan pintu gedung kantor, kini hanya tersisa kepatuhan yang manis di tatapannya.“Sayang, kopinya sudah jadi, hati-hati masih panas.”Dia berjalan mendekat ke sisiku, lalu meletakkan cangkir kopi itu dengan hati-hati.Aku merangkul pinggangnya yang berisi, lalu menariknya ke dalam pelukanku hingga dia duduk dengan nyaman di atas pangkuanku.Telapak tanganku reflek mengelus perutnya yang membesar, merasakan gerakan halus dari kehidupan kecil di dalamnya.“Sayang, kamu lagi mikirin apa?”Winny bersandar dengan patuh di dadaku. Jarinya memainkan dasiku dengan lembut, sambil bertanya pelan.“Nggak ada, hanya teringat beberapa kejadian masa lalu.”Aku tersenyum tipis. Pandanganku melintasi
“Ini… ini nggak mungkin… dia bilang asal aku melahirkan anak ini, setengah dari harta keluarga bakal jadi milikku….”Tubuh Winny gemetar hebat, jarinya mencengkeram erat pinggiran ponsel hingga ujung jarinya memucat.“Nggak mungkin?”Aku tertawa dingin, menatapnya seperti menatap seekor ulat yang malang.“Winny, kamu benar-benar mengira dirimu seberharga itu di matanya? Kamu itu hanya alat melahirkan yang sah! Begitu perutmu dibelek dan anak itu dibawa pergi, kamu bakal diusir dari keluarga ini seperti anjing terlantar, bahkan tanpa diberi sepeserpun!”“Dan aku….”Aku menunjuk hidungku sendiri, kilatan kejam terpancar di mataku.“Aku bakal mati dalam kecelakaan mobil yang dia rencanakan, tenggelam ke dalam laut bersama mobinya untuk jadi makanan ikan!”“Ja… jangan….”Winny menangis histeris sambil menutup wajahnya. Suara tangisnya yang tertahan bergema di dalam kamar tidur yang mewah itu, penuh dengan keputusasaan dan rasa takut.Aku menatapnya menangis dengan dingin. Setelah dia menan
Melihat wanita yang dulunya tak tersentuh ini, kini rela merendahkan dirinya hingga menjadi seperti ini, hanya demi mendapatkan sedikit belas kasihan dariku.Hasrat untuk menaklukkannya tiba-tiba meledak dahsyat di dalam dadaku.Aku langsung menggendongnya dan membuangnya dengan keras ke atas ranjang tunggal yang murahan itu.….Dua bulan kemudian, sebuah kabar datang dan membuat Zafri gembira bukan main.Winny hamil.Sambil memegang alat tes kehamilan yang menunjukkan dua garis merah, Zafri sangat terharu hingga meneteskan air mata bahagia. Malam itu juga, Zafri menyewa seluruh ruangan di klub malam paling mewah di kota.Dia menggelar pesta besar dan mengundang banyak tamu untuk merayakan keluarganya yang bernilai triliunan miliar akhirnya memiliki calon ahli waris.Sebagai ‘pahlawan besar’, tentu saja diriku diajak olehnya ke klub malam tersebut.Setelah beberapa putaran minum, akhirnya Zafri mabuk berat. Sambil merangkul beberapa wanita pendamping, dia dengan sempoyongan melemparkan
Wajah Zafri memerah karena mabuk. Sambil mengunyah kepiting, dia dengan bangganya memberikan janji-janji manis padaku.“Ini semua berkat arahan Pak Zafri, sudah seharusnya aku melakukannya.”Aku menyendok nasi putih di piringku dan menjawab dengan sopan, tapi pandanganku diam-diam melirik ke arah Winny yang duduk tepat di seberang Zafri.Hari ini Winny memakai baju rajut wol bergaya anggun, rambutnya disanggul rapi di belakang kepala dan wajahnya dipoles riasan tipis yang elegan.Dia sedang menikmati sarang burung walet di mangkuknya dengan perlahan.Namun, tepat saat Zafri sedang asik membual tentang masa depan… di bawah meja makan….Sebuah kaki indah yang dibalut stoking hitam, entah sejak kapan sudah menjulur mendekat dan mengait betisku.Tanganku yang memegang sendok sempat terhenti sejenak.Kaki itu bergerak lincah bagaikan seekor ular, menyusuri celana kainku dan merayap naik. Dengan godaan yang sangat lihai, kaki itu berhenti di posisi yang sangat berbahaya.Memberikan gesekan l
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.