Share

Bab 21

Seorang pria lajang, berjalan sendirian di tepi pantai. Masih pantai yang sama sejak tiga hari yang lalu. Ia sama sekali tak peduli dengan lalu lalang orang yang silih berganti melewatinya. Pandangannya beredar ke setiap sudut pantai, namun tak ada yang mampu membuat hatinya tertarik. Deburan ombak yang keras dan angin pantai yang menderu seakan mewakili rasa sakit hatinya yang tak kunjung mereda.

Tiba-tiba matanya menangkap sepasang manusia yang sedang menikmati makan siang mereka di sebuah restoran tepi pantai. Hatinya kembali bergemuruh. Kalau saja ia tak ingat posisi, pasti akan ia lempar pasangan itu dengan alas kaki yang ia kenakan. Namun nyatanya, hanya dengan melihat mereka saja sanggup membuat dirinya hilang tenaga. Luka itu masih sama, dan sakit itu juga masih terasa. Namun sudah tak ada lagi air mata. Entah karena sudah kering, atau karena hatinya yang telah semakin kuat.

Ada setitik tanya yang membuatn

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status