LOGIN---
Jam 20.15, Ruang Perawatan Ibu dan Anak.Lampu ruangan temaram. Velia terbaring dengan selimut tebal, wajahnya pucat tapi senyumnya tidak pernah lepas sejak 1 jam yang lalu. Di dadanya, bayi laki-laki 3,2 kilo itu tidur pulas dengan topi biru kecil, mulutnya masih mengecap-ngecap mencari ASI.Di samping ranjang, kursi besi rumah sakit diduduki oleh seorang Komandan Batalyon yang baru saja bertempur.Arga Adiwijaya.Seragam PDL lorengnya sudah iSekarang ritual kebun nambah satu. Habis siram, ngecek jantung.Jam dua pagi, Blok C No 12 terang, motor listrik belum muter, empat orang udah di kebun tanah dua puluh meter pakai senter semua.Velia, Arga, Bima kelas lima, sama Arka umur dua tahun pas jongkok di bawah pohon pisang yang kemarin gundul habis panen raya tiga ratus biji."Yang ini udah gede Yah," bisik Velia nunjuk jantung pisang kecil warna ungu yang kemarin baru muncul dua biji, sekarang jadi empat biji.Arga ngitung pakai senter, "Satu, dua, tiga, empat. Empat jantung Bu."Bima kelas lima yang paling tinggi di antara anak-anak, jingjit liat, "Bu, yang ini mau mekar Bu, daunnya udah kebuka dikit."Arka umur dua tahun pas gak ngerti jantung apa, dia taunya pisang. Dia nyeret ember merah kecilnya, siram jantung itu juga."Tumbuh gede ya biar banyak Bu!" katanya.Velia ketawa, "Iya Dek, biar panen raya lagi."Jam lima pagi ruko biru merah buka kayak biasa. Papan tulis kecil tulisan Bima: JANTUNG BARU 4 - TUNGGU PANEN LAGI
Jam satu pagi Blok C No 12 berisik lagi. Setelah sehari gelap karena libur, hari ini terang lagi.Velia bangun paling pagi, jam satu lewat lima, langsung ke dapur. Bukan karena disuruh, karena kangen."Kangen goreng Yah," bisiknya ke Arga yang masih ngorok.Arga bangun, "Iya Bu, kemarin libur sehari rasanya seminggu."Bima kelas lima juga bangun cepet, celemek biru merah barunya udah dipakai lagi, padahal kemarin pakai baju biasa ke alun-alun.Arka yang udah umur dua tahun pas bangun terakhir, tapi langsung nyeret ember merahnya, "Jualan Bu!"Velia ketawa, "Iya jualan lagi Dek, kemarin libur sehari aja."Foto keluarga tiga puluh ribu yang dibeli di alun-alun kemarin udah ditempel di dinding ruko biru merah, di sebelah kaleng biru sama kaleng merah. Jadi ruko makin rame.Jam dua pagi, kebun dulu. Enam pohon pisang di tanah dua puluh meter yang kemarin habis panen raya tiga ratus biji sekarang udah mulai muncul jantungnya lagi, kecil-kecil.Velia kaget, "Yah liat Yah, udah muncul lagi!"
Papan tulis kecil di depan ruko biru merah hari ini tulisannya beda.Bukan tulisan Bima kelas lima yang biasanya BUKA JAM 5 atau PANEN RAYA 300 BIJI. Hari ini tulisannya: TUTUP SEHARI - JALAN-JALAN KELUARGAVelia yang nyuruh tulis gitu semalam. Arga kaget, Bima kelas lima kaget, Arka umur dua tahun pas malah tepuk tangan."Libur Bu?" tanya Bima."Iya, libur sehari aja," jawab Velia pelan, "dari punya ruko belum pernah libur."Sejak beli ruko biru merah seratus juta, renov tiga juta, panen raya tiga ratus biji untung enam juta, tabungan kuliah Bima sembilan juta setengah, tabungan PAUD Arka tiga juta — belum pernah libur. Tiap hari goreng, tiap hari ludes jam tujuh, jam delapan, jam sepuluh.Hari ini Velia bilang libur. Gak ada goreng, gak ada motor muter delapan kali.Jam dua pagi Blok C No 12 gelap. Pertama kali gelap lagi sejak punya ruko.Jam enam pagi, bukan jam dua, baru bangun. Enak, gak buru-buru.Arka yang udah umur dua tahun pas bangun pertama, nyeret ember merah kecilnya ke
Jam satu pagi Blok C No 12 berisik banget. Bukan berisik goreng, berisik ayam tetangga.Velia, Arga, Bima kelas lima, sama Arka yang udah umur dua tahun pas, empat-empatnya udah bangun jam satu, pakai senter semua.Kenapa? Hari ini panen raya.Enam pohon pisang di tanah dua puluh meter yang udah jadi milik sendiri itu berbuah barengan semua. Bukan satu sisir, bukan dua sisir. Enam sisir sekaligus. Pertama kali selama punya kebun.Velia nyenterin satu-satu dari bawah, "Ya Allah Yah, enam-enamnya mateng barengan."Arga manjat pelan-pelan pakai tangga bambu, Bima kelas lima megangin tangganya dari bawah, Arka umur dua tahun pas megang ember merahnya sambil teriak, "Pisang banyak Bu!"Satu sisir dipotong, gede banget, jatuh gedebug ke tanah. Bima tangkep. Dua sisir, tiga sisir, sampai enam sisir. Tanah belakang penuh pisang.Dihitung kasar sama Bima, lebih dari tiga ratus biji. Paling banyak seumur-umur.Habis panen, Arka umur dua tahun pas siram lagi, padahal udah gak ada buahnya, tingga
Pagi ini jam dua pagi Blok C No 12 terang, tapi yang bangun pertama bukan Arka.Bima.Bima kelas lima bangun jam dua, langsung pakai celemek biru merah, tapi bukan mau goreng. Mau nyiapin bekal adeknya."Bekal Arka apa Bu?" tanya Bima ke Velia yang masih ngulek bumbu."Roti pisang aja Kak, yang kemarin," jawab Velia.Arka yang udah umur dua tahun pas masih pulas, peluk ember merah sama sepatu putih cit citnya yang baru. Velia bangunin pelan."Dek, sekolah lagi ya hari ini," bisik Velia.Arka buka mata, diem sebentar, terus inget kemarin nangis. Mukanya langsung agak cemberut."Gak nangis ya Dek, Kakak tungguin di depan kelas," kata Bima sambil sodorin roti pisang.Arka angguk pelan, masih ngantuk, "Ada ember merah Bu?""Ada banyak di sekolah," jawab Velia.Jam dua lewat, kebun dulu. Ritual gak pernah ketinggalan.Enam pohon pisang di tanah dua puluh meter itu udah tinggi banget sekarang, daunnya rimbun. Dua hari lagi mau panen lagi.Arka umur dua tahun pas siram cepet hari ini, gak pa
Pagi ini ruko biru merah gak buka jam lima. Tutup.Velia pakai baju bunga-bunga lagi, Bima kelas lima izin gak masuk sekolah pagi, Arga pakai kemeja yang cuma dipakai pas kondangan, dan Arka umur dua tahun pas pakai baju baru warna kuning, sepatu baru kecil warna putih yang bunyinya cit cit kalau jalan."Bu mau kemana?" tanya Arka bingung, biasanya jam segini udah di kebun siram."Mau daftar sekolah Dek," jawab Velia sambil nyisir rambut Arka yang masih jarang.PAUDnya di belakang SD tempat Bima sekolah kelas lima, jalannya lima menit dari ruko biru merah. Gedungnya kecil warna warni, ada gambar kelinci di pintunya.Velia gendong tas hitam kecil isinya bukan buku tabungan 102 juta, isinya akte Arka yang baru jadi dua tahun pas, sama fotokopi KK Blok C No 12.Sampai sana, Bu Guru PAUDnya udah nunggu, Bu Siti, masih muda."Namanya siapa?" tanya Bu Siti ke Arka.Arka umur dua tahun pas ngumpet di belakang kaki Velia, gak jawab. Malu."Arka Bu," jawab Velia, "umur dua tahun pas hari ini p







