Home / Romansa / Terjebak Permainan Sang Presdir / Bab 113. Rencana Berhasil

Share

Bab 113. Rencana Berhasil

Author: Romero Un
last update Last Updated: 2025-02-13 15:42:23

Tepuk tangan membahana menyambut Raffael yang akan berpidato singkat.

Sang presdir terlihat berdiri setelah mengecup puncak kepala Manda, membuat semua orang terkesan.

“Well, saya presdir baik hati yang susah payah mewakili direktur.”

Raffael membuka pidatonya dengan gurauan singkat, membuat para tamu terkekeh. Bahkan beberapa direktur saling tunjuk menertawakan rekan sejawatnya.

Setelah mengomentari kinerja perusahaan yang sangat baik dan mengumandangkan visi jangka pendek perusahaan, Raffael menyudahi dengan sebuah informasi.

“Pemberitahuan singkat,” ujar Raffael sambil memberi isyarat ke arah Regan.

Sang bodyguard tiba-tiba meminta Manda berdiri, membuat gadis itu tertegun tak paham. “Kenapa Regan?”

“Anda harus naik ke stage, Nona.”

Netra Manda membelalak. “Ha?! Jangan gila—”

“Ini perintah, Nona.”

Para penghuni mejanya pun hanya tersenyum seolah tahu bahwa hal ini akan terjadi.

“Bahwa hari ini saya ingin menjernihkan kesalahpahaman. Catherine setiap hari ke kantor saya untuk m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Terjebak Permainan Sang Presdir   Bab 114. Ayo, Menikah!

    Sementara Manda memilih untuk pulang ke apartemennya, keluarga Indradjaya langsung mengadakan rapat di kamar Adam dan Seria. Tentu saja, Raffael tak berniat ikut dalam pertemuan yang sudah jelas isi topik pembicaraan akan memberatkan posisinya. Seria memekik marah. “Anak kurang ajar!” tukasnya geram. “Kita harus bagaimana setelah ini, Pa?”Adam memijat dahinya yang mulai terasa pening setelah memikirkan ulang kejadian di pesta tadi. Sejak dulu Raffael memang selalu ekstrim. Jika sudah mendapatkan apa yang ia mau, tidak ada yang bisa melarang.“Papa nggak tahu harus bagaimana menghadapi anak itu. Camelia, bagaimana menurutmu?”Camelia baru saja akan menjawab, tetapi Seria menyerobot. “Sudah pasti kita harus kekang dia, Pa!”“Dia sudah bukan anak-anak, Mom!” Camelia mencoba menyadarkan sang ibu dari amarahnya. Melihat sang istri kewalahan menghadapi ibunya, Reinhart pun maju dan berkata, “Sebenarnya saya juga nggak bermaksud ikut campur, Mom, Dad. Cuma, saya dititipi pesan dari Raff

    Last Updated : 2025-02-13
  • Terjebak Permainan Sang Presdir   Bab 115. Kunjungan Tak Terduga

    “Cih! Lamaran macam apa ini, Raffael Indradjaya?” tegur Manda berpura-pura menolak. Lagi ia menambah daftar alasan menolak. “Celana kolor, kaos dalam, di meja yang berantakan dan penuh makanan.”Raffael nyengir lebar. “Kau suka gaya apa? Mau kudatangkan mawar merah kuning hijau di apartemen kita yang peach ini sampai kau tak bisa melihat lantai kamar?”“Ha?! Extravagant!” protes Manda yang merasa ide itu sangat membuang-buang uang dan menyusahkan di akhir.“Kalau begitu, makan malam di yacht? Mau ke Venice sekalian?”Manda menepuk dahinya sambil menggelengkan kepala. “Apa nggak ada ide yang biasa aja? Kamu ini lagi pamer kekayaan?”“O iya, dong! Harus itu. Kita hidup harus flexing!” Raffael mulai bermain drama, membuat Manda tergelak dengan tingkahnya. Ia kemudian menambahkan lagi, “Lagian, untuk kamu yang luar biasa, aku harus melakukan yang extravagant!” Ha! Ha! Ha!Manda tak bisa berhenti tertawa melihatnya bergaya ke sana ke mari. Begitu pun Manda malah ikut mengomentari kegila

    Last Updated : 2025-02-14
  • Terjebak Permainan Sang Presdir   Bab 116. Ketegangan Ibu dan Anak

    “Saya—”Cklak!Pintu apartemen tiba-tiba dibuka dari luar, membuat Manda cukup panik dan juga berharap Raffael akan datang lebih cepat dari perkiraan.Dan harapannya terkabul. Raffael masuk dengan wajah sinis yang langsung menatap sang ibu.“Ambush?”Seria tersenyum sambil mendengus geli. Ia baru saja dituduh melakukan penyergapan, oleh putranya. “Jauh dari rumah membuatmu tak tahu tata krama, Raffael?”Raffael terkekeh pelan. Ia menutup pintu dan berjalan mendekati Manda, lalu duduk di sampingnya. “Toh kalian yang membuatku jauh dari rumah,” balasnya, membuat Seria geram.Manda pun hampir dibuat susah bernapas karena ketegangan antara ibu dan anak tersebut. Ia jadi mensyukuri hidup sederhananya. Walau tidak kaya raya tapi orang tua menyayanginya.“Apa yang kau lakukan di sini, nyonya Seria?” tanya Raffael angkuh. Seria terlihat berusaha keras menahan amarahnya. Dan karena melihat kemungkinan mereka akan bicara lebih lama, Manda memutuskan untuk membuatkan minuman, tak peduli akan

    Last Updated : 2025-02-14
  • Terjebak Permainan Sang Presdir   Bab 117. Antara Percaya dan Tidak

    “Manda.”Raffael akhirnya kembali dari lobi, setelah mengantar sang ibu ke mobilnya. Mendengar namanya disebut, Manda melongok dari dalam kamar. “Kenapa? Kau lapar? Apa mau mandi?”Raffael terdiam, seperti menunggu sesuatu. Manda pun mengerutkan dahinya. “Kok diem? Mau makan apa mandi dulu?” tanya Manda lagi mengulangi.“Kukira bakal ada pilihan ‘atau kau mau aku?’, di usulanmu,” keluh Raffael sambil meniadakan jarak di antara mereka. Raffael memeluk gadis itu dan meminta maaf. “Apa kau takut tadi? Apa kau stres? Maafin aku. Ternyata Regan juga dibuat pingsan oleh pengawal Mom.”Manda membalas pelukan itu sama eratnya. Dia memang ketakutan. Seperti saat para dementor mengelilingi dan menghisap kebahagiaan kita. Seperti itulah rasanya tadi.“Semua sudah kejadian. Kau juga nggak salah, Raffa,” ujar Manda.Raffael mengecup kening Manda, kemudian bertanya, “Terus, apa yang kalian bicarakan sebelum aku datang?”“Ah … ya. Itu yang mau kubicarakan.” Manda menatap Raffael, seolah memintany

    Last Updated : 2025-02-14
  • Terjebak Permainan Sang Presdir   Bab 118. Keputusan Sedih

    Keesokan harinya. Manda menghadap Elena, atas keputusan Raffael semalam.“Jadi, kau benar-benar akan menikahi Pak Raffael, Manda?”Manda mengangguk dengan kepala tertunduk. Sementara itu, Elena menatap surat di tangannya. Surat pengajuan pengunduran diri dari Manda. Bukan hal sulit bagi perusahaan untuk langsung menyetujui surat itu, karena Manda masih dalam masa percobaan selama 3 bulan. Namun, Elena cukup berat melepas anak buahnya yang satu itu. Walau Manda masih baru bergabung, ia sudah merasa seperti bersahabat cukup lama dengan Manda. Tidak hanya hasil kerjanya yang tak pernah mengecewakan, tetapi juga karena sifatnya yang memang mudah bergaul. “Aku tahu ini memang harus dilakukan, kalau kau akan menikahi Pak Raffael. Aku hanya sedih harus kehilangan teman dan juga rekan kerja sepertimu, Manda.”Manda mengangkat kepala. Air mata pun sudah membanjirinya. Ia sendiri sangat menikmati waktunya bersama Elena dan dua rekan lainnya. Dan keputusan untuk tak lagi bekerja, cukup bera

    Last Updated : 2025-02-15
  • Terjebak Permainan Sang Presdir   Bab 119. Seria Berubah (?!)

    “Tempat apa ini?” tanya Manda begitu mereka tiba di depan sebuah bangunan kosong. “Untukmu. Kalau kau mau membuka usaha,” ujar Raffael sambil menggandeng tangan Manda. “Aku membelinya atas namamu. Anggap saja hadiah kecil dariku.”Manda bergerak maju. Ia melihat bagian dalam bangunan itu dan berkata, “Kecil?! Yang begini dibilang hadiah kecil?!”“Well, aku bisa membelikan pulau tak bernama di luar sana, kalau memang kau yang minta.”Manda langsung menggelengkan kepalanya. “Nggak, nggak.”Ia memutuskan untuk melihat-lihat lebih dalam bangunan itu. Sejak dulu, ia memang punya niat untuk membuka kafe yang bernuansa vintage. Bangunan yang dibuat dari kayu itu jelas cocok untuk mimpinya. “Apa kau tahu, kalau punya kafe adalah mimpiku? Aku merasa kau membeli ini karena kondisi itu.”Raffael terkekeh. “Aku kan cenayang.”Jawaban jenaka sang kekasih membuat Manda tergelak. Tak lama, ia pun menerima amplop coklat tebal dari pria itu. “Isinya surat-surat penting bangunan ini. Simpan baik-ba

    Last Updated : 2025-02-15
  • Terjebak Permainan Sang Presdir   Bab 120. Si Penakluk

    “Apa kau buta, Camelia?!” Raffael menggebrak meja kerjanya. Pagi ini, Camelia datang membawa berita yang menurut Raffael adalah sebuah omong kosong. “Kau bilang Mom berubah? Jabatan CEO ternyata nggak menjamin isi otak!” sentak Raffael murka. “Jangan sampai kudengar kau menanyakan hal yang sama pada Manda!”“Tapi, Raf … bukankah kalau kalian akan menikah, keluarganya harus tahu?” Camelia berusaha menjelaskan.Namun, Raffael semakin menaikkan volume suaranya. “Tidak berarti mereka harus bertemu! Aku nggak akan membiarkan mereka bertemu dengan singa licik seperti Mom!”“Raffa! Jangan bicaramu!” bentak Camelia. “Bagaimanapun dia ibu kamu!”“Ha! Kita lihat saja nanti! Kau atau aku yang salah!”Camelia segera keluar dari ruangan itu, membuat Elena dan dua anak buahnya terdiam membeku di tempat. Dan karena sekarang Manda sudah tidak lagi bekerja di sana, mereka semakin panik karena tak ada lagi yang bisa menenangkan sang presdir ketika mengamuk seperti sekarang.Benar saja, detik berikut

    Last Updated : 2025-02-15
  • Terjebak Permainan Sang Presdir   Bab 121. Hati Manda yang Sesungguhnya

    Secepat Tara melajukan mobilnya, tetap saja mereka tiba di sana setelah setengah pertemuan berlangsung. Sepanjang jalan, Manda hanya bisa berdoa agar Seria tidak menyakiti keluarganya. Raffael pun tak bicara apapun selain memeluk Manda. Karena tak ada yang bisa ia katakan. Seria adalah wanita yang mampu melakukan banyak hal tanpa jejak. ‘Kuharap dia nggak menggila, walau sudah kuperingatkan soal aku yang melepas nama keluarga,’ batin Raffael. Dan ketika mereka tiba di sana, Raffael yang sudah berniat akan langsung menyeret ibunya pulang, malah tertegun melihat harmonisasi kedua pihak orang tua mereka. Bahkan Adam ada di sana. “Oh? Kau menyusul Mom?” sapa Seria dengan wajah super manis. “Kemarilah. Katanya mereka belum tahu kau akan menikahi anak gadisnya, hm?”“Kau mempermalukan kami, Raffael.” Kalimat yang keluar dari mulut Adam in benar-benar lembut dan penuh pengertian. Walau terselip nada kecewa.Diana yang sepertinya sangat bahagia pun memaklumi. “Ohoho! Jangan terlalu kaku,

    Last Updated : 2025-02-16

Latest chapter

  • Terjebak Permainan Sang Presdir   Author's Note (Tamat)

    Hai! Romero Un menyapa!Novel ini akhirnya tamat ya ^_^Terima kasih buat para pembaca yang mendukung novel ini sampai selesai. Terima kasih juga untuk pembaca yang sudah memberikan komentar dan hadiah. Sampai ketemu di novel selanjutnya ya!Sayonara!

  • Terjebak Permainan Sang Presdir   Bab 260. Kebetulan, Aku Menikah Juga Hari Ini.

    “Bos, sudah keluar hasilnya.”Bintang mengangguk. Ia segera mengecek hasilnya dan menemukan komposisi larutan yang tertulis dapat menyebabkan kerusakan pada pita suara. Ia pun langsung memberitahu Dennis. “Segera suruh Luna menemui dokter Gilian. Kuharap belum terlambat memperbaiki pita suaranya.”“Black, tangkap Kanya dan 2 temannya. Bawa mereka ke kapten. Aku sudah malas mengurusi mereka.”“Baik, Bos!”Sepeninggalan Black, Bintang langsung menyandarkan kepala, sambil memijat-mijat dahinya yang mulai pusing. Dengan posisi tak berubah, ia mencoba meraih gagang telepon dan menghubungi Tiara. “Auntie, tolong ke ruanganku.”2 menit setelahnya, Tiara sudah duduk di hadapannya. “Ada apa, Pak Bintang?”“Aku mau keluarkan berita dan juga peraturan baru.”Sang sekretaris senior itu mengangguk.‘Apa ini masalah artis Luna itu? Kurasa memang sudah keterlaluan sekali Kanya itu.’ Tiara membatin, sementara tangannya membuka laptop di pangkuan.Dalam berita internal itu, Bintang menjelaskan perka

  • Terjebak Permainan Sang Presdir   Bab 259. Menciptakan Bukti

    “Oh! Lex, aku cari kamu. Ayo, ikut!”Bintang mengambil kesempatan untuk lepas dari Kanya. Ia segera pamit, menggeret adik perempuannya bersama. “Kau dikerjai si Kanya?” tanya Alexa setelah mereka cukup jauh dari target pembicaraan.Bintang menggeleng. “Sepertinya dia nggak suka dengan Lia dan membuat skandal untuk menghancurkan karir Lia sebelum debut.”Alexa mengerutkan dahi. “Kukira sasaran Kanya si Luna. Dia sering banget dipanggil Kanya sebelum latihan mulai. Dan pagi ini Luna kena marah karena suaranya tiba-tiba hilang.”Kali ini dahi Bintang yang berkerut tak mengerti. “Kenapa kau diam saja? Kanya sepertinya bukan perempuan yang baik, Lex. Hati-hati.”Alexa mendengus geli. “Siapa yang berani denganku?!”“Jadi, ini yang kemarin kakak tanyain ke aku? Skandal itu disengaja oleh Kanya?” Alexa kembali bertanya. Kepala Bintang bergerak naik-turun. “Kebetulan aku melihatnya.”Mereka terdiam sesaat, sebelum akhirnya Bintang memutuskan untuk pergi menemui Dennis. “Kau juga hati-hati. A

  • Terjebak Permainan Sang Presdir   Bab 258. Curiga

    “Aku nggak peduli.” Bintang membalas pertanyaan Adelia dengan pernyataan keras kepala. “Kita bisa menyembunyikan pernikahan ini, untuk sementara.”“Buat apa?” tanya Adelia tak mengerti. “Kalau aku menikah, aku ingin bisa menceritakannya pada semua orang.”Mendengar itu Bintang tak bisa berkelit. Ia tak menyangkal. Mungkin dirinya yang paling sulit untuk menyembunyikan hubungan mereka. Bahkan sejak awal, dirinya lah yang tak bisa menahan diri untuk mengumbar kedekatannya dengan Adelia. “Tapi kalau tunangan, kurasa aman. Gimana?” usul Adelia yang merasa bersalah setelah pertanyaannya tadi. Bagaimanapun, saat ini, seorang CEO besar melamarnya. Dia, yang hanyalah seorang gadis biasa.Namun, Bintang menolak usulannya. “Aku ingin menikahimu karena aku mau semalam-malamnya kamu pulang, aku ada di rumah.”Wajah Adelia bersemu merah. Sebuah senyum tak sadar terbentuk di sana. “Hanya karena alasan itu?” gumamnya tak percaya.“Itu bukan ‘hanya’, My dear.” Bintang memeluk tubuh sang kekasih er

  • Terjebak Permainan Sang Presdir   Bab 257. Mendadak

    “Bos, Regan mengitrogasiku. Sepertinya Bos Raffael mencari Anda.”Black melapor pada Bintang, tepat di saat ia yakin kalau Adelia sudah masuk ke kamar mandi hotel. Ini adalah hari kedua Bintang dan Adelia berada di hotel. Seharian kemarin mereka menikmati renang dan layanan spa dari hotel itu. Dan pagi ini, seperti yang sudah ia perkirakan akan terjadi. Foto dirinya melangkah keluar dari apartemen para artis RAFTEN sambil merangkul seorang perempuan tak dikenal, menghiasi halaman depan media berita artis ibukota.Tentu saja, Raffael dan Manda akan marah besar, mengira bahwa putranya berselingkuh di belakang Adelia. “Mereka pikir Anda membalas dendam atas skandal Nona Adelia.”“Ah ….” Bintang terkekeh geli dengan tebakan orang tuanya. “Aku mematikan ponselku. Kau saja yang beritahu mereka kalau foto itu adalah fotoku dengan Lia.”Black mengangguk. “Baik, Bos.”“Tapi, jangan kasih tahu kami di hotel ini,” tambah Bintang, mengingatkan. “Aku dan Lia sedang liburan.”“Siap, Bos!”Sege

  • Terjebak Permainan Sang Presdir   Bab 256. Pengalihan Skandal

    Ha! Ha! Ha! “Pertanyaan dari mana itu?” Bintang tergelak mendengar kenyataan bahwa Adelia tak merasakan cintanya.CEO RAFTEN bahkan tak bisa menyalahkan siapapun kecuali dirinya, karena sudah membuat Adelia bertanya demikian. Cinta yang ia berikan sepertinya tidak nyata. Seperti apa kata sang ibunda. Hambar.“Kau nggak tahu saja, tiap malam aku datang ke sini. Tapi kau nggak pernah ada.”Netra Adelia membulat kaget. “Bohong! Aku nggak pernah ketemu kamu! Nggak pernah ada tanda-tanda kamu mengunjungi apartemenku.”Bintang mengecup bibir sang kekasih, singkat. Kemudian berkata, “Aku malas kalau harus mengakui perbuatanku. Jadi, terserah kamu percaya atau nggak. Aku nggak masalah, Lia.”Melihat Bintang tidak bersikeras membuktikan ucapannya, Adelia memutuskan untuk percaya. “Terus, kenapa kau ke apartemenku nggak bilang-bilang?” tanyanya heran. Bibir Bintang bergerak ke kanan lalu ke kiri, menimbang apa juga yang membuatnya datang ke apartemen Adelia.“Awalnya mau kasih kejutan. Tapi

  • Terjebak Permainan Sang Presdir   Bab 255. Komunikasi Yang Terputus

    ‘... dia nangis karena sudah lama nggak bisa ketemu kamu, Kak.’Ucapan Alexa tadi kembali terngiang di telinga Bintang, walau sambungan telepon sudah terputus sejak tadi. Senyuman lebar tak bisa ia tahan. ‘Kurasa aku terlalu percaya pada hubungan kami. Percaya bahwa kami mengerti satu sama lain, tanpa perlu banyak interaksi.’“Ternyata aku salah,” keluhnya menyimpulkan apa yang terjadi. Dengan cepat ia mengirim pesan pada Tiara, sekretarisnya. To Tiara:Besok saya libur satu minggu. Jangan cari saya!Pesan terkirim!Kemudian ia juga mengirim pesan yang sama pada Theo, tetapi terkait Adelia. To Theo:Besok Adelia libur 3 hari. Jangan cari dia!Pesan terkirim!Bintang mematikan ponselnya dan juga Adelia begitu saja dan mulai fokus mengurus sang kekasih. Ia menggulung lengan kemejanya dan mulai menyeka bagian tubuh Adelia yang terlihat. Malam itu ia memutuskan untuk menemani sang kekasih, tidur di ranjang yang sama.‘Ah … sebaiknya aku juga ganti saja itu!’*** Keesokan paginya, Ad

  • Terjebak Permainan Sang Presdir   Bab 254. Di Balik Skandal

    ‘Kalau diingat-ingat … aku terakhir lihat Lia dari jendela pintu ruang latihan. 3 minggu lalu, kalau nggak salah.’Bintang menatap lurus tanpa berkedip. Pandangannya kosong, sementara ia menggenggam gelas wine di tangannya. Ia sedang duduk di sofa apartemen sang kekasih. Masih terdiam, pikirannya kembali mengingat hari itu. ‘Setelah itu, aku pergi dinas. Dennis bilang kalau Lia sangat bersemangat siap debut.’“Nggak ada yang salah dengan kami. Kurasa.”Pria yang tengah bingung dengan komentar ibu dan rekan kerjanya itu kembali menghela napas panjang. Ia tak tahu apa yang membuat hubungannya dicap hambar. Sejauh mereka belum menikah, jelas tidak ada yang bisa mereka lakukan selain pergi kencan. Sesekali berciuman atau tidur di kasur yang sama. “Apa aku harusnya menikahi Lia?” Lagi, ia berbicara dengan diri sendiri. “Tapi dia sedang bersiap debut. Bagaimana kalau langsung hamil dan merusak karirnya?”Sudah pukul 11 malam dan Adelia tak juga tiba di rumah. Mungkin penantian Bintang ma

  • Terjebak Permainan Sang Presdir   Bab 253. Hubungan Yang Hambar

    “Dia tidur sambil berendam.”Bintang menggelengkan kepala, heran dengan kelakuan absurd sang kekasih kecilnya. Sekarang ia tidak tahu harus berbuat apa untuk mengangkat tubuh Adelia tanpa melihat. “Lia.” Bintang mencoba membangunkannya. “Adelia!”Dengkuran halus malah menjadi jawaban dari panggilan itu. Membuat Bintang mulai kehabisan akal setelah beberapa kali mencoba membangunkannya. Ia memutuskan untuk mengambil handuk dan menutupi tubuh gadis itu setelah berhasil mengangkatnya dengan menutup mata. Setelah bekerja keras, Bintang pun berhasil membaringkannya di tempat tidur. Namun, sampai di sana, Adelia malah terbangun. “Kenapa kau baru bangun sekarang, hm?” keluh Bintang. “Kau mengerjaiku ya?”Adelia mengerjapkan netranya beberapa kali, kemudian tersadar bahwa ia sudah ada di kasurnya, masih dengan tubuh yang basah. “Astaga! Apa aku ketiduran?”Melihat dari respon Adelia, Bintang tahu kalau gadis itu pasti kelelahan setelah beberapa minggu terus berlatih dan hanya bisa tidur 2

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status