Chapter: Bab 155 | Khawatir Berlebih“Maaf, Tuan. Nyonya menolak makanannya lagi.”Beberapa hari sudah lewat setelah kejadian di acara pesta dansa. Bastiven baru tahu seperti apa kondisi yang mungkin dialami seorang wanita yang mengandung. Morning sick. Isolde menyebutnya dengan istilah yang asing di telinga Bastiven. Katanya, itu hal normal di dunianya. Namun, Bastiven tetap tidak tega melihat sang istri hanya tidur dan minum air putih saja. Hampir semua makanan tidak ada yang masuk ke tubuhnya, kecuali buah-buahan yang manis. Dan semua itu membuat tubuh Isolde semakin kurus dan lemah. “Berikan saja makanan terakhir yang bisa ia makan. Aku ingat dia minta bubur buah yang dingin dengan air asam manis.”Nirena mengangguk, menuruti perintah sang Duke. Ia bergegas menuju ke dapur dan meminta koki membuatkan menu itu lagi. Jus buah dingin. Sekitar 10 menit kemudian, Nirena kembali dengan semangkuk Jus buah dingin. Mereka menyebutnya bubur buah, karena Isolde memerintahkan mereka menghancurkan buahnya lalu memadukan den
آخر تحديث: 2026-05-15
Chapter: Bab 154 | Masa Mual“Ramai sekali!” gumam Isolde saat mengintip dari balik tirai kereta kuda. Setelah keputusan beberapa hari lalu mengenai posisinya sebagai kandidat Duchess Valmont, Isolde menemani Bastiven untuk bicara dengan Rolande terkait ucapannya untuk mundur. Pada akhirnya, Isolde meyakinkan Bastiven untuk tetap menjadi duke di utara. Ia akan tetap menemani Bastiven di utara. Ia berencana menempatkan seseorang yang terpercaya untuk menjadi wakilnya di wilayah Valmont.Saat ini, mereka tengah berada di tengah perjalanan menuju istana. Festival besar pun digelar di seluruh ibukota. Merayakan pelantikan Gillard sebagai kaisar yang baru. “Mereka pasti lega, sudah tidak ada manusia seperti Thalric lagi,” ujar Carla. Nona muda dari keluarga Soren itu masih kesal jika mengingat apa saja yang dilakukan Thalric pada Isolde dan banyak orang. Dengan mudahnya ia membunuh mereka yang sudah tidak berguna.Isolde tersenyum singkat. Ia tidak membantah ucapan Carla, karena memang itulah yang terdengar dari p
آخر تحديث: 2026-05-12
Chapter: Bab 153 | Berkompromi“Hm? Bas?” gumam Isolde setelah ia terbangun keesokan harinya. “Kenapa dahinya berkerut begini? Padahal lagi tidur.” Isolde menyentuh dahi Bastiven dan mengusap pelan dengan ibu jarinya. Berharap kerutan itu hilang. “Sepertinya lagi banyak pikiran ya?” Isolde bicara sendiri. Menebak-nebak apa yang membuat tidur sang suami terganggu seperti ini. Mulai merasakan sentuhan di wajahnya, Bastiven pun membuka mata. Kerutan itu hilang, digantikan dengan senyuman tipisnya. “Sol, selamat pagi!” Isolde memeluk sang suami dengan manja seraya membalas sapaannya itu, lalu bertanya, “Kau sedang susah tidur? Dahimu terus berkerut selama tidur tadi.” Bastiven membulatkan mata sesaat kemudian bangun dan menghindar dari tatapan sang istri. “Tidak apa-apa. Aku hanya sedikit memikirkan sesuatu. Aku akan bersiap di kamarku, Sol.” Bibir Isolde mengerucut. “Kau sedang menghindariku ya?” Pertanyaan Isolde langsung membuat Bastiven berbalik dan berniat membantahnya. Namun, sang istri sudah me
آخر تحديث: 2026-05-11
Chapter: Bab 152 | Keputusan Yang Tertutupi Awan Gelap “Apa?!” pekik Rolande tidak percaya. “Kau bilang apa barusan?!”Suara menggelegar manta duke wilayah utara itu langsung menarik perhatian para prajurit, termasuk Bjorden. Melihat lawan bicara sang ayah adalah kakaknya, Bjorden pun langsung menghampiri mereka. “Dad, kenapa teriak-teriak?”Rolande menatap Bjorden kemudian Bastiven, lalu menepuk dahinya sebelum menggosok wajah dengan kasar. “Hngh! Ayo bicara di ruang kerja!” tukas Rolande sambil berbalik dan langsung pergi begitu saja. Begitu pun, ia sempat berteriak, “Kau juga ikut, Bjor!”Bjorden yang tidak tahu apa-apa hanya tertegun heran. Ia menatap Bastiven penuh tanya, tetapi kakaknya itu malah beranjak pergi tanpa menjelaskan apapun. Melihat wajah Bastiven yang serius, Bjorden tidak berani bertanya. Ia memutuskan untuk mendengarkan saja apa yang akan mereka bahas setelah sampai di ruang kerja. Di dalam ruang kerja, Rolande berdiri membelakangi mereka. Bastiven masuk tanpa ragu dan duduk di sofa. Berpikir mungkin ucapannya
آخر تحديث: 2026-05-10
Chapter: Bab 151 | Beban Baru“Tuan Bastiven, Pontifex Agung datang untuk menemui Nyonya.”Bellen, penanggung jawab kediaman Devereux di ibukota, melapor pada sang duke. “Cih! Belum ada satu minggu, mereka sudah tidak sabar menemui istriku?” gerutu Bastiven kesal. Baru kemarin sidang mantan kaisar berlangsung, hari ini mereka sudah datang ke kediaman Devereux. Bastiven beranjak dari kursi kerjanya dan berkata, “Minta mereka menunggu di ruang penerimaan tamu. Aku akan mengecek keadaan Isolde.”Bellen membungkuk sedikit. Menerima perintah tersebut. Setelah melihat Isolde, Bastiven langsung menjelaskan permintaan Pontifex Agung sehari sebelum hari ini. “Dia mau menemuiku?” tanya Isolde dengan tatapan heran. “Apa yang mau dia bicarakan ya?”“Aku tidak yakin aku tahu, Sol,” timpal Bastiven dengan wajah kecewa. “Tapi kalau kau tidak mau menemui mereka, aku bisa mengusir—”“Jangan, jangan!” tahan Isolde meringis. “Mungkin dia hanya ingin melihat kondisiku saja mumpung dia ada di ibukota. Iya, ‘kan?”Bastiven tidak y
آخر تحديث: 2026-05-09
Chapter: Bab 150 | Persidangan Tak BiasaDua hari berlalu. Hari ini adalah persidangan mantan kaisar Valtherion. Thalric Albein. Dia bukan lagi kaisar Valtherion, jadi harus kembali ke nama keluarga asalnya. Hanya saja, Grand duke Fignus sudah menyatakan tekad bulatnya untuk mencabut nama keluarga Albein dari Thalric. “Persidangan ini tidak lagi membahas salah atau benar!” seru Pontifex Agung, Magnus Luminaris. “Dari semua bangsawan yang hadir, apakah ada yang tidak setuju dengan adanya persidangan ini?!”Ruang sidang jatuh dalam sunyi sesaat sebelum seorang pria tua berkumis berdiri dan berkata, “Kami butuh bukti! Tidak mungkin yang mulia Kaisar melakukan hal seperti itu!”Dia adalah Count Tovka. Wajahnya terlihat percaya diri. Bastiven yang duduk di deretan belakang hanya mengamati dengan mata elangnya. Terpengaruh dengan ucapan itu, beberapa mulai mengangkat tangan. Setuju untuk dihadirkan bukti-bukti. Pontifex Agung mengangguk, kemudian memberi isyarat agar staf persidangan segera membawa bukti-bukti yang sudah dis
آخر تحديث: 2026-05-08
Chapter: Side Story 4 (End)“Gimana sekolah barumu, Demitri?” Hilde bertanya sambil menyekop nasi ke atas piring anak yang ia akui anak lelakinya itu. Sudah hampir 1 bulan Demitri pindah ke sekolah baru dan ia merasa hidupnya sangat luar biasa, dibandingkan dulu.“Well, mereka terlalu banyak memuji-muji aku, Madam Hilde,” keluh Demitri kesal. “Penjilat sepertinya.”Hilde tertawa mendengar komentar polos itu. “Biarkan saja mereka. Jangan sampai kamu diperalat mereka karena statusmu di keluarga ini, Demi.”Demitri mengangguk paham. Pasti akan banyak orang mendekatinya demi harta. Walau semua orang tahu dia hanyalah anak angkat Henry Lou, tetap saja mereka berjaga-jaga kalau-kalau Demitri bisa naik sebagai penerus di masa depan. “Madam, di mana ayahku?” tanya Demitri sambil menyuap makanan yang sudah diambilkan Hilde tadi. “Sepertinya dia ada di ruangan tetua Yi Fan,” jawab Hilde yang mulai ikut makan berhadapan dengan Demitri. “Selesai makan mau ke sana?”“Mau. Aku ingin tanya apa dia sudah dapat kabar soal ib
آخر تحديث: 2025-10-09
Chapter: Side Story 3. Yang Nyata dan Tipuan“Gila!”Dari 5 calon penerus keluarga Lou lainnya—Lann, Ferran, Armyn, Hoven dan Giorgie, 3 di antara mereka tidak menyetujui kehadiran Demitri.“Kau masih mudah, Henry! Buat apa kau angkat anak laki-laki?!” tanya Giorgie, salah satu yang tidak setuju dengan tindakan sang kakak. “Kau masih bisa menikah!”Henry memutuskan untuk mengakui Demitri sebagai anak angkat, dengan alasan memenuhi keinginan terakhir ibunya yang sangat menginginkan cucu laki-laki.Tentu saja, akan ada banyak kebohongan-kebohongan yang terucap di masa depan nanti. Semua itu karena Henry yang sangat ingin berada dekat dengan Demitri, sambil berusaha melindunginya.“Jangan sembarangan, Giorgie! Aku tidak bisa mengkhianati Hilde!” Lagi, sebuah kebohongan terucap.Henry memang sayang pada istri sahnya itu, tetapi hanya seperti keluarga. Karena hatinya hanya terisi penuh oleh satu orang wanita.Hanya Gladys yang ia cintai sebagai seorang pria memandang wanita.“Sudahlah!” Lann sebagai yang tertua dibandingkan mereka se
آخر تحديث: 2025-09-23
Chapter: Side Story 2. Ayo, Buat Papamu Bangkrut!“Demitri! Kau kenapa lagi kali ini?!” tukas Gerald panik melihat anak lelaki dari Gladys dan Henry babak belur pulang sekolah.Alih-alih menjawab pertanyaan itu, Demitri mengulangi keluhan yang sama. “Paman, kenapa aku harus sekolah di sana sih?! Mereka itu nggak suka denganku!”“Dem, kalau kau berusaha, mereka pasti melihat hatimu!”“Persetan dengan itu, Paman!” raung Demitri frustrasi. Ia berlari ke kamarnya sambil berteriak lagi, “Aku tidak mau masuk sekolah besok!”Di saat bersamaan, sebuah mobil yang dikenal Gerald, berhenti di depan rumahnya. Ia pun panik. Mobil itu adalah mobil yang dibelikan Henry untuk Gladys dan Demitri.Namun, beberapa bulan lalu Gladys menghilang. Ia hanya menuliskan pesan singkat di secarik kertas agar Gerald mau menampung Demitri sementara waktu.Jadi, kalau mobil itu ada di depan rumahnya sekarang, hanya ada 1 orang yang pegang kunci kedua.Henry Lou.Benar saja. Sahabat karibnya itu turun dengan tergesa dan meneriaki nama Gerald. “Di mana Gladys dan pu
آخر تحديث: 2025-09-21
Chapter: Side Story 1. Masa Lalu Kelam Keluarga Lou“Bulan depan kau menikah dengan Hilde! Kamu dengan Mama, Henry?!”Henry muda, yang masih berusia 30 tahun itu tak menjawab Verschane—ibunya. Ia berdiri dengan kesal dan pergi begitu saja. Kepalanya penuh dengan dua kalimat yang saling beradu. Ucapan sang ibu dan pemberitahuan dari Gladys—sekretaris sekaligus wanita yang dicintai Henry.“Aku hamil, Hen!” Itu yang dikatakan Gladys 4 bulan lalu. Wajah wanita yang masih menjabat sebagai sekretaris utama Henry itu begitu bahagia. Dan sekarang, Henry harus menelan pil pahit dengan melepaskan Gladys untuk menikahi wanita pilihan ibunya. Demi melindungi Gladys dari sang ibu. Garis keturunan Verschane mengandung darah anggota mafia terkenal di dunia bawah. Dia bisa melenyapkan orang tanpa dunia tahu. “Aku harus berhati-hati,” gumam Henry gugup. "Kalau Mama tahu, dia pasti melenyapkan Gladys."Ia berjalan menuju kamar pribadi lalu menutup pintu dibelakangnya dan segera menghubungi Gladys. Tak sampai 2 detik, suara riang sang pujaan hati te
آخر تحديث: 2025-09-20
Chapter: Cerita TambahanHai! Aku kembali! Sambil menunggu ide untuk buku baru, kupikir ada baiknya menambahkan detail cerita ruwet yang terjadi antara Henry Lou dan Demitri Sharone Lou. Anak angkat yang bukan anak angkat. Buat kalian yang penasaran, ditunggu ya beberapa bab selanjutnya ^_^ Salam, Romero Un.
آخر تحديث: 2025-09-19
Chapter: Bab 160. Lahirnya CEO Termuda!Tak lama setelah mengirim pesan mengenai kelahiran putranya, Max sudah mendapati dua pria tua itu di depan kaca ruang bayi. Max terkekeh geli. “Kalau sudah datang itu, kabari aku, Dad, Grandpa, Papa, Kakek!” Keempat lelaki tua itu menoleh dan tersenyum lebar. “Max! Gemas sekali putramu, Nak!” Netra Mozart sudah berair. Kayleon adalah cucu pertamanya. Pertama kali lagi, setelah kelahiran Lian, ia akan menggendong bayi mungil. Raymond mengangguk setuju. “Aku bisa lihat hidungnya mancung seperti Bebby. Tapi rambutnya sepertimu, Max!” “Sudah jelas! Keturunan keluarga Lou tidak pernah mengecewakan!” tukas Henry dengan bangganya. Kali ini Mozart tak berusaha membantah. Memang semua keluarga Lou tidak ada yang kecantikan dan ketampanannya di bawah rata-rata. Semua keturunannya berwajah sekelas model dunia. Termasuk Max dan Lian. “Ya, ya, ya. Terima kasih untuk gen kalian, Pa!” kekeh Mozart dengan tatapan yang melekat pada bayi mungil di dalam ruang kaca itu. “Lalu kapan aku bisa
آخر تحديث: 2025-09-18
Chapter: Bab 51. Skill Memasak (S2)“Apa thesis-mu belum selesai?” Ivy melirik kesal ke arah Lexton yang menanyakan hal konyol itu. Ia baru akan memasuki bulan ke 8 S2-nya dan sudah ditanya soal thesis. “Mata pelajarannya saja belum semua kuambil, Om Lex! Jangan tanya aneh-aneh deh!” Lexton pun menarik Ivy ke dalam pelukannya dan pura-pura menangis. “Huwaaa! Lagian siapa yang suruh kamu ambil S2? Setelah kubilang kutunggu lulusmu, kau malah tidak lulus juga!” Ivy terkekeh sambil menepuk-nepuk punggung tunangannya itu. Tahun lalu ia sudah menyelesaikan S1-nya. Namun, melihat dunia cyber semakin berkembang dan tuntutan pekerjaan yang semakin luas, Ivy merasa perlu bekal tambahan untuk melangkah ke dunia orang dewasa itu. Karena itulah, ia perlu melanjutkan kuliahnya ke jenjang yang lebih tinggi. Kali ini ia mengambil jurusan cybersecurity & digital forensics. “10 bulan lagi aku lulus. Sabar aja, Om Lex!” Lexton tak mungkin melarang dan hanya bisa menerima kenyataan bahwa pernikahan yang sudah ia bayangkan bebera
آخر تحديث: 2026-05-07
Chapter: Bab 50 | Kutunggu Lulusmu!“Ivy!”Teriakan familiar itu membuat Ivy menoleh dengan senyum mengembang. “Morning, Sam! Tess!”Samantha terlihat nyengir lebar. “Mom bilang hari ini ada makan-makan di rumah. Lu wajib datang. Nanti cari baju sama gue!”“Eh?! Lagi?” Dahi Ivy mengernyit. Heran kenapa mereka senang sekali membuat acara.Samantha pun ikut bingung. “Nggak biasanya juga ada banyak acara dalam minggu yang sama.”“Bisa jadi ini cuma perayaan kecil,” ujar Tessa menebak-nebak. “Buat rayain hubungan Ivy sama Om Lexton yang udah di-acc!”Wajah Ivy memerah mendengarnya. ‘Berarti hubungan kami sudah resmi ya? Jantung gue nggak bisa tenang jadinya.’“Bisa jadi. Pokoknya, lu jangan pulang dulu nanti!” tukas Samantha mengingatkan. “Tunggu gue kelar! Oke?!”Ivy hanya bisa mengangguk paham. “Oke! Ketemu di kantin biasa ya!”“Sip!”Bertepatan dengan janji mereka, entah sebuah kebetulan atau apa, dosen mereka tidak datang untuk mengajar. Baik dosen Samantha dan Tessa, maupun dosen Ivy. Begitu masuk kelas masing-masing,
آخر تحديث: 2026-01-17
Chapter: Bab 49 | Rencana“Sam!” seru Ivy yang langsung menerobos kerumunan. Sekali lagi, bagi Ivy, Samantha datang bak pahlawan. Kali ini, ia diselamatkan dari mereka yang tengah penasaran dengan jati diri di balik status mahasiswinya.“Lu nggak apa-apa?!” tanya Samantha sambil mengecek kondisi Ivy. “Gue nggak nyangka jadi begini.”“Nggak apa-apa. Semua udah beres, Sam! Tenang aja!” ujar Ivy, nyengir lebar. Kemudian, Ivy berjinjit sedikit dan berbisik pada Samantha. “Tolong bawa gue ke Om Lexton aja. Keluarga lu yang lain pada sibuk nanyain gue.”Samantha mengangguk. Dengan gaya protektifnya, ia membawa Ivy ke dekat Lexton duduk. “Ivy! Finally, kamu lepas dari mereka!” seru Lexton sambil merentangkan tangan, menyambut Ivy. Ivy pun hanya terkekeh. Sejak tadi, Lexton berusaha mengamankan Ivy, tetapi Jeremy selalu melarang. Sepertinya Samantha lebih terlihat sangar ketimbang Lexton, sehingga mereka tidak berani mendekati Ivy.“Kamu udah pulang, emang kuliah udah selesai?” tanya Giana pada Samantha. “Aku bol
آخر تحديث: 2026-01-17
Chapter: Bab 48 | Selamat, Anda Sudah Dicampakkan!Pekikan paling kencang terdengar dari arah pintu. Ternyata Lexton muncul bersamaan dengan pengakuan Ivy. Jeremy yang melihat putranya ikut kaget, merasa kesal. “Kau katanya punya hubungan dengan anak ini, tapi kenapa kau saja tidak tahu hal mendasar seperti jurusan kuliahnya, Lexton?!”Lexton yang ternganga kemudian tergelak. “Gila ya! Hidup punya banyak kejutan buatku!”Dengan langkah angkuh, ia mendekati Ivy dan merangkulnya erat. Berberapa peserta rapat yang masih tidak setuju dengan hubungan Lexton dan Ivy hanya bisa mengernyitkan hidung mereka. “Kamu nggak biarin mereka bully kamu, kan?” bisik Lexton sedikit keras. Jeremy yang mendengar itu pun geram dibuatnya. “Lexton!”“Kami cuma diskusi, Om Lex!” jawab Ivy riang. “Sekalian perkenalan.”“Hahaha! Aku tidak sangka semua ini!” Aloysius terlihat seperti orang yang baru saja memenangkan lotere. “Dunia benar-benar kecil, Nona Helix!”Suasana mulai terasa ringan setelah Aloysius menerima kehadiran Ivy sebagai orang penting di ruang
آخر تحديث: 2026-01-15
Chapter: Bab 47 | Hedera Helix“Nona Ivy, Kepala keluarga Tan memanggil Anda.”Ivy segera mematikan ponselnya dan mengikuti kepala pelayan pria yang menjemputnya. Walau terlihat tenang seolah cuek, sebenarnya hati Ivy berdebar cukup cepat. Ia tidak bisa membayangkan apa yang akan ditanyakan padanya. Sang kepala pelayan mengetuk satu kali, lalu berkata dengan suara sedikit keras. “Nona Ivy Adinata sudah datang, Tuan Jeremy.”Ivy memutar otaknya lagi. Ia sudah membaca semua data anggota keluarga Tan. Ingatannya merujuk pada kepala keluarga Tan, saat mendengar nama itu. ‘Berarti dia ayah Om Lexton,’ batin Ivy. Sebuah kenyataan pun menghantamnya. ‘Berarti dia itu kakek-kakek nggak sih?! Oh my God! Kenapa juga gue suka sama om-om kayak Lexton?!’’Pintu sudah terbuka, tetapi Ivy belum siap dengan kenyataan yang baru saja disadarinya. Ivy melihat Giana memberi isyarat padanya. Kakak tertua Lexton tersebut ternyata sudah menyiapkan kursi untuknya. Namun, Jeremy tidak setuju.“Nona muda, kau bisa duduk di sebelahku,” uj
آخر تحديث: 2026-01-14
Chapter: Bab 46 | Di Saat Lexton PergiPada akhirnya Lexton tidak pernah menuruti ucapan sang ayah dan pamannya yang meminta Ivy datang ke rapat. Rapat bulan terkait, Lexton dengan santainya datang tanpa membawa Ivy. Ia menerima banyak ocehan dan keluhan, tapi tetap tidak peduli. Baginya, Ivy tidak perlu menghadapi semua ini. Dan hari ini, rapat bulanan kembali diadakan. Tanpa sepengetahuan Lexton. Di saat ia tengah pergi dinas ke luar negeri. Sekitar pukul 9 pagi, sebuah mobil sedan hitam berhenti di depan gerbang kediaman Ivy. Bertepatan dengan jadwal Ivy berangkat ke kampus. “Nona Ivy Adinata?” sapa seorang pria paruh baya yang baru saja keluar dari mobil. Ivy mengangguk tenang. Dari para seniornya, Ivy sudah mendapat gambaran kemungkinan yang terjadi akibat pembangkangan Lexton terhadap para tua keluarganya. “Apa kalian orang suruhan keluarga Tan?” tanya Ivy terus terang. Si penjemput pun tersenyum lebar. “Senang, saya tidak perlu menjelaskan detail.”Pintu kabin mobil bagian belakang pun dibuka, dan orang itu m
آخر تحديث: 2026-01-14

Terjebak Permainan Sang Presdir
Season 1: Bab 1-208 [Manda dan Raffael]
"Wow! Siapa yang berani membayar mahal seorang Raffael Indradjaya, hm?"
“Aku dong! Memangnya gigolo setampan dia dibayar berapa, sih?” – Manda Adinata
Diselingkuhi sang kekasih, Manda Adinata (22) bermaksud mencari teman minum dengan meminta sahabatnya menyewa seorang gigolo. Terlalu mabuk, Manda bahkan tak sadar salah masuk ruangan. Malam itu, ia malah bercinta dengan pria asing yang tidak diketahui asal usulnya. Namun, ia bertemu lagi dengan pria itu yang ternyata adalah bos baru di kantornya.
Season 2: Bab 210 UP [Bintang]
“Kata manajer saya, saya diminta untuk menemani malam Pak Bintang.”
“Menemaniku? Sure. Apa yang kau mau, kucing kecil?”—Bintang Adinata
Dikelilingi banyak berita skandal, Bintang Adinata (30) yang kini menjabat sebagai CEO RAFT Entertainment menggantikan Raffael, bahkan belum pernah memiliki seorang kekasih. Dengan sifatnya yang santai dan wajah rupawannya, semua wanita menginginkannya.
Sampai di satu momen, seorang artis tak terkenal tiba-tiba mendatangi kamar hotelnya dan menawarkan diri untuk menemani malam sang CEO.
Mungkinkah Bintang mengulang kesalahan Raffael dulu?
قراءة
Chapter: Author's Note (Tamat)Hai! Romero Un menyapa!Novel ini akhirnya tamat ya ^_^Terima kasih buat para pembaca yang mendukung novel ini sampai selesai. Terima kasih juga untuk pembaca yang sudah memberikan komentar dan hadiah. Sampai ketemu di novel selanjutnya ya!Sayonara!
آخر تحديث: 2025-04-30
Chapter: Bab 260. Kebetulan, Aku Menikah Juga Hari Ini.“Bos, sudah keluar hasilnya.”Bintang mengangguk. Ia segera mengecek hasilnya dan menemukan komposisi larutan yang tertulis dapat menyebabkan kerusakan pada pita suara. Ia pun langsung memberitahu Dennis. “Segera suruh Luna menemui dokter Gilian. Kuharap belum terlambat memperbaiki pita suaranya.”“Black, tangkap Kanya dan 2 temannya. Bawa mereka ke kapten. Aku sudah malas mengurusi mereka.”“Baik, Bos!”Sepeninggalan Black, Bintang langsung menyandarkan kepala, sambil memijat-mijat dahinya yang mulai pusing. Dengan posisi tak berubah, ia mencoba meraih gagang telepon dan menghubungi Tiara. “Auntie, tolong ke ruanganku.”2 menit setelahnya, Tiara sudah duduk di hadapannya. “Ada apa, Pak Bintang?”“Aku mau keluarkan berita dan juga peraturan baru.”Sang sekretaris senior itu mengangguk.‘Apa ini masalah artis Luna itu? Kurasa memang sudah keterlaluan sekali Kanya itu.’ Tiara membatin, sementara tangannya membuka laptop di pangkuan.Dalam berita internal itu, Bintang menjelaskan perka
آخر تحديث: 2025-04-30
Chapter: Bab 259. Menciptakan Bukti“Oh! Lex, aku cari kamu. Ayo, ikut!”Bintang mengambil kesempatan untuk lepas dari Kanya. Ia segera pamit, menggeret adik perempuannya bersama. “Kau dikerjai si Kanya?” tanya Alexa setelah mereka cukup jauh dari target pembicaraan.Bintang menggeleng. “Sepertinya dia nggak suka dengan Lia dan membuat skandal untuk menghancurkan karir Lia sebelum debut.”Alexa mengerutkan dahi. “Kukira sasaran Kanya si Luna. Dia sering banget dipanggil Kanya sebelum latihan mulai. Dan pagi ini Luna kena marah karena suaranya tiba-tiba hilang.”Kali ini dahi Bintang yang berkerut tak mengerti. “Kenapa kau diam saja? Kanya sepertinya bukan perempuan yang baik, Lex. Hati-hati.”Alexa mendengus geli. “Siapa yang berani denganku?!”“Jadi, ini yang kemarin kakak tanyain ke aku? Skandal itu disengaja oleh Kanya?” Alexa kembali bertanya. Kepala Bintang bergerak naik-turun. “Kebetulan aku melihatnya.”Mereka terdiam sesaat, sebelum akhirnya Bintang memutuskan untuk pergi menemui Dennis. “Kau juga hati-hati. A
آخر تحديث: 2025-04-30
Chapter: Bab 258. Curiga“Aku nggak peduli.” Bintang membalas pertanyaan Adelia dengan pernyataan keras kepala. “Kita bisa menyembunyikan pernikahan ini, untuk sementara.”“Buat apa?” tanya Adelia tak mengerti. “Kalau aku menikah, aku ingin bisa menceritakannya pada semua orang.”Mendengar itu Bintang tak bisa berkelit. Ia tak menyangkal. Mungkin dirinya yang paling sulit untuk menyembunyikan hubungan mereka. Bahkan sejak awal, dirinya lah yang tak bisa menahan diri untuk mengumbar kedekatannya dengan Adelia. “Tapi kalau tunangan, kurasa aman. Gimana?” usul Adelia yang merasa bersalah setelah pertanyaannya tadi. Bagaimanapun, saat ini, seorang CEO besar melamarnya. Dia, yang hanyalah seorang gadis biasa.Namun, Bintang menolak usulannya. “Aku ingin menikahimu karena aku mau semalam-malamnya kamu pulang, aku ada di rumah.”Wajah Adelia bersemu merah. Sebuah senyum tak sadar terbentuk di sana. “Hanya karena alasan itu?” gumamnya tak percaya.“Itu bukan ‘hanya’, My dear.” Bintang memeluk tubuh sang kekasih er
آخر تحديث: 2025-04-30
Chapter: Bab 257. Mendadak“Bos, Regan mengitrogasiku. Sepertinya Bos Raffael mencari Anda.”Black melapor pada Bintang, tepat di saat ia yakin kalau Adelia sudah masuk ke kamar mandi hotel. Ini adalah hari kedua Bintang dan Adelia berada di hotel. Seharian kemarin mereka menikmati renang dan layanan spa dari hotel itu. Dan pagi ini, seperti yang sudah ia perkirakan akan terjadi. Foto dirinya melangkah keluar dari apartemen para artis RAFTEN sambil merangkul seorang perempuan tak dikenal, menghiasi halaman depan media berita artis ibukota.Tentu saja, Raffael dan Manda akan marah besar, mengira bahwa putranya berselingkuh di belakang Adelia. “Mereka pikir Anda membalas dendam atas skandal Nona Adelia.”“Ah ….” Bintang terkekeh geli dengan tebakan orang tuanya. “Aku mematikan ponselku. Kau saja yang beritahu mereka kalau foto itu adalah fotoku dengan Lia.”Black mengangguk. “Baik, Bos.”“Tapi, jangan kasih tahu kami di hotel ini,” tambah Bintang, mengingatkan. “Aku dan Lia sedang liburan.”“Siap, Bos!”Sege
آخر تحديث: 2025-04-30
Chapter: Bab 256. Pengalihan SkandalHa! Ha! Ha! “Pertanyaan dari mana itu?” Bintang tergelak mendengar kenyataan bahwa Adelia tak merasakan cintanya.CEO RAFTEN bahkan tak bisa menyalahkan siapapun kecuali dirinya, karena sudah membuat Adelia bertanya demikian. Cinta yang ia berikan sepertinya tidak nyata. Seperti apa kata sang ibunda. Hambar.“Kau nggak tahu saja, tiap malam aku datang ke sini. Tapi kau nggak pernah ada.”Netra Adelia membulat kaget. “Bohong! Aku nggak pernah ketemu kamu! Nggak pernah ada tanda-tanda kamu mengunjungi apartemenku.”Bintang mengecup bibir sang kekasih, singkat. Kemudian berkata, “Aku malas kalau harus mengakui perbuatanku. Jadi, terserah kamu percaya atau nggak. Aku nggak masalah, Lia.”Melihat Bintang tidak bersikeras membuktikan ucapannya, Adelia memutuskan untuk percaya. “Terus, kenapa kau ke apartemenku nggak bilang-bilang?” tanyanya heran. Bibir Bintang bergerak ke kanan lalu ke kiri, menimbang apa juga yang membuatnya datang ke apartemen Adelia.“Awalnya mau kasih kejutan. Tapi
آخر تحديث: 2025-04-29