LOGINTiba di rumah Anjar, Nova dibuat terkejut dengan keberadaan Rivan di sana. Bagaimana tidak, ia mendatangi Anjar untuk minta dipertemukan dengan sepupunya yang bisa melacak keberadaan seseorang. Dalam hal ini, Nova ingin melacak keberadaan Rivan yang ia pikir sudah pergi ke tempat yang jauh untuk menemukan Salma. Namun, Rivan ada di sini sehingga Nova tak memerlukan pelacakan apa pun lagi.“Mas Rivan....”“Kenapa kamu ke sini?” tanya Rivan pada Nova, lalu pria itu menoleh ke arah Anjar dan bertanya, “Kamu memberi tahu saya ada di sini?”“Enggak. Nova bilang mau diantar buat ketemu sepupu saya, Pak.”Tentu Rivan tahu sepupu Anjar bisa melacak keberadaan seseorang. Itu juga yang menjadi alasannya bekerja sama dengan Anjar untuk menemukan Salma. Secara tak langsung, Rivan juga butuh bantuan sepupu Anjar untuk menemukan sang istri.“Kalau begitu, sampai bertemu hari Jumat, kita berangkat bersama,” balas Rivan seraya berdiri. “Saya pamit sekarang.”Rivan dan Anjar memang sudah janjian untuk
Ada istilah sepandai apa pun seseorang menyembunyikan bangkai, pada akhirnya tercium juga baunya. Semua tergantung pada waktu, bukan? Nova pikir, apa yang telah ia tutup rapat, akan sangat aman sehingga tak bisa terbongkar oleh siapa pun. Namun, sekarang semuanya bukanlah rahasia lagi. Nova ketahuan dan ia tak bisa mengelak lagi.“Kak Giri menyukaiku. Bukannya aku membela diri, tapi dia yang pertama merayuku, mengubah hubungan kakak-beradik menjadi pria dengan wanita,” jelas Nova.“Itu udah terjadi sejak bertahun-tahun lalu, Yah. Saat kami masih remaja, dia terus meyakinkanku bahwa kami bisa bersama, bahwa kami boleh bersama.”Nova kembali menjelaskan, “Aku udah berusaha menghindari sebisaku, Yah. Tapi kegigihan Kak Giri perlahan membuatku membuka pintu untuknya. Sampai akhirnya, kami bersama.”“Tunggu, kamu bilang sejak remaja?”Nova mengangguk-angguk. “Aku tahu kami nggak waras, Yah. Tapi sungguh, aku pun nggak tahu ke mana akal sehatku. Bisa-bisanya aku menjalin hubungan dengan Kak
Nova tak bisa tenang melihat berita yang meledak tak terkendali. Ia yang tak terima karena merasa beritanya salah besar ... tanpa ragu melakukan klarifikasi.Enggak! Aku nggak bundir dan nggak pernah kepikiran bundir! Jangan fitnah, please.Setelah melempar ponselnya sembarangan ke tempat tidur, Nova beranjak keluar kamar. Di sana ada Septi, Farhana serta ayah dan ibu tirinya.“Aku nggak tahu kabar yang beredar itu berasal dari mana, tapi sumpah ... nggak banget! Bisa-bisanya aku dibilang koma gara-gara bunuh diri,” jelas Nova pada semua yang ada di sana.Selama ini, tidak ada siapa pun yang menyinggung tentang bunuh diri. Septi memang tidak tahu-menahu, karena yang mengetahui tentang bunuh diri hanya empat orang—Salma, Rivan, Fahmi dan Farhana. Farhana pun tahu karena dirinya adalah perawat Nova.Ah, Aruni juga baru tahu belakangan saat Fahmi menceritakan kebenarannya. Sampai detik ini, Ibu tiri Nova tersebut sebenarnya masih tak menyangka.“Tapi tunggu, jangan bilang kalian semua me
Dugaan Salma benar, tentang Rivan yang pasti akan datang menyusul ke apartemen. Itu sebabnya Salma bersyukur telah meninggalkan Skyline Residence tak lama setelah Anjar mengantarnya. Bahkan, demi mencegah Anjar membuntutinya, Salma sengaja membuat pria itu sibuk dengan meminta tolong dibelikan ini dan itu.Sampai sore begini ... Rivan dan Anjar kompak tak henti-hentinya berusaha menghubungi Salma untuk menanyakan di mana wanita itu sekarang. Pesan demi pesan terus bergulir, membuat notifikasi ponsel Salma tak kunjung berhenti sejak tadi siang.Tak hanya dua pria itu, sang ayah juga tak henti-hentinya mengirimkan pesan yang tak jauh berbeda dengan Rivan dan Anjar, yakni menanyakan keberadaan Salma saat ini.Septi dan Mama Li pun tak ketinggalan. Mereka berharap Salma merespons setidaknya salah satu pesan dari mereka. Namun, di antara semua pesan itu tak satu pun yang Salma balas. Malah wanita itu sedang mempertimbangkan untuk menonaktifkan ponselnya.Bagi Salma, yang penting dirinya su
“Jadi, seperti inilah kalian di belakangku. Seperti inilah kalian saat aku koma. Tega banget ya. Kak Salma, aku nggak nyangka kamu tega merebut Mas Rivan dariku!”Salma dan Rivan memang sama-sama terkejut dengan kemunculan Nova yang mereka pikir masih pingsan, tapi detik berikutnya Rivan bersikap santai. Ia justru lega kalau Nova menangkap basah mereka. Sejak sebelum kecelakaan, Rivan memang ingin Nova tahu, sayangnya Salma tidak mau hal itu. Dan sekarang ... Nova benar-benar melihat dengan mata kepalanya sendiri.“Nov, aku tahu aku salah. Aku bersumpah udah nggak mau berurusan dengan Mas Rivan lagi. Aku sadar dia milik kamu sejak awal dan aku hanya sementara menggantikan posisi kamu, bukan untuk memilikinya apalagi merebutnya darimu.”“Tapi barusan itu apa? Aku dengar semuanya, Kak!” Nova kembali menangis.“Kalau kamu dengar semuanya, artinya kamu juga tahu se-besar apa aku berusaha melepaskan diri dari Rivan. Memang benar aku pura-pura amnesia, itu aku lakukan demi kalian bisa bersa
Pembicaraan Rivan dengan Salma di seberang telepon sana, semuanya Nova dengar sejak awal hingga akhir. Jujur, ia sangat syok. Rasanya kaget se-kaget-kagetnya. Ibarat mimpi buruk yang menjadi nyata.Jadi ... selama ini mereka? Ya Tuhaaan!Rivan yang langsung memutus sambungan teleponnya dengan Salma begitu menyadari keberadaan Nova, saat ini berusaha mendekat pada wanita yang pernah ia cintai tapi sekarang sudah tidak lagi. Rivan sudah ingat semuanya.Satu hal yang pasti, perasaan Rivan berubah terhadap Nova bukan karena Salma. Justru Salma-lah yang mengobati kekacauan hati yang Rivan rasakan pasca pengkhianatan Nova.“Aku bisa jelasin,” ucap Rivan. “Bahkan, rencananya aku mau kasih tahu semuanya. Sejak awal, kesalahanku adalah menyembunyikan fakta. Andai kamu tahu sejak awal tentang pernikahan sementaraku dengan Salma yang penuh cinta, semuanya nggak akan begini.” “Mas Rivan, aku pikir kamu bakalan bilang kalau barusan aku salah dengar.” Nova mengatakannya sambil menahan tangis.“Eng
Di ball room sebuah hotel mewah, musik pengiring pernikahan masih bergema setelah Nova ‘palsu’ alias Salma dan Rivan dinyatakan resmi sebagai suami-istri. Tepuk tangan tamu undangan memenuhi ruangan, sedangkan pengantin baru itu berdiri berhadapan.Pernikahan palsu ini membuat Salma sangat gugup. B
“Sinting!” gumam Salma dengan nada kesalnya. Ia memang jarang mengikuti berita artis, sekalinya melakukan pencarian dengan keyword Nova Aurelia—saudara kembarnya yang telah sukses menjadi selebritas papan atas, kok bisa kebanyakan beritanya berisi hal-hal negatif semua?Padahal Nova sebentar lagi m
Meskipun Salma sudah mengatakan pada Rivan kalau dirinya tak ingin berdansa, pada akhirnya ia tetap melakukannya bersama pria itu. Salma tak kuasa menolak saat Rivan langsung membawanya ke lantai dansa untuk bergabung dengan pasangan-pasangan lain.Jujur saja, tatapan Rivan itu seolah penuh cinta, p
Sepuluh tahun yang lalu, orangtua Salma dan Nova memutuskan bercerai. Saat itu si kembar masih berusia 17 tahun dan sama-sama duduk di bangku kelas 2 SMA. Meskipun keduanya sempat menolak, pada akhirnya Salma setuju untuk ikut dengan sang ibu meninggalkan Jakarta dan pindah ke Senjaratu. Sedangkan







