MasukKira-kira itu cuma perasaan Anjar aja atau dia memang punya alasan yang jelas? Sampai2 menduga itu Salma.
Sejauh apa pun Salma berusaha berlari, bahkan ia juga sempat yakin keberadaannya tidak akan diketahui oleh Rivan, pada akhirnya pria itu berhasil menemukannya. Saat ini, di ruang tamu Salma dan Anjar masih terkejut dengan kemunculan Rivan yang sangat tiba-tiba.Rivan lalu menceritakan bagaimana cara dirinya tiba di rumah Salma. Ya, rupanya pria itu sudah menaruh curiga pada Anjar sejak awal. Entah kenapa, Rivan merasa Anjar menunjukkan gelagat membohonginya. Itu sebabnya Rivan memutuskan diam-diam mengikuti Anjar—yang bilangnya mau mencari udara segar.Mencari udara segar? Anjar kira Rivan akan semudah itu percaya. Justru menurut Rivan aneh Anjar tiba-tiba ingin mencari udara segar pada situasi ini. Dan pilihan Rivan untuk membuntuti Anjar ternyata sangat tepat. Sekarang ia berhasil menemukan Salma yang dicari-carinya.“Anjar, saya nggak akan mempertanyakan alasanmu membohongi saya dengan mengatakan lokasi Salma belum ditemukan. Itu urusanmu,” ucap Rivan. “Tapi setidaknya saya berteri
Salma mencintai Rivan dan itu merupakan fakta. Namun, keinginan Salma untuk mundur jauh lebih besar. Ia merasa bersalah pada Nova dan sudah mantap untuk mengembalikan Rivan pada sang pemilik yaitu adiknya. Tak peduli kalau Rivan menolak kembali bersama Nova dan hanya menginginkan dirinya.Ya, Salma tak peduli dengan apa pun. Ia sudah mantap menjauh dan menjalani hidupnya sendiri, menutup diri seperti sebelum ia ke Jakarta. Hamil? Itu tak akan menjadi masalah besar selagi tidak ada yang tahu. Salma yakin bisa mengurusnya sendiri.Dan baru saja Salma memberi tahu Anjar tentang kehamilannya. Ia sengaja memberi tahu pria itu agar mundur dan menemukan kebahagiannya sendiri. Ia yakin di luar sana banyak wanita yang lebih layak bersanding dengan Anjar.Sedangkan Salma ... apa pun alasannya mustahil bersanding dengan sang mantan. Selain karena cinta Salma bukanlah untuk Anjar, tentunya Anjar juga berhak mendapatkan wanita yang tulus mencintainya. Selain itu, bukankah kehamilan Salma seharusny
Anjar bersyukur karena Rivan percaya dirinya belum mendapatkan lokasi Salma yang sebenarnya. Bukannya Anjar bermaksud licik, ia tahu bagaimana Salma sehingga sangat yakin wanita itu akan kecewa jika keberadaannya ketahuan oleh Rivan.Namun, Anjar mustahil melarang Rivan mencari Salma. Itu sebabnya ia setuju dengan Rivan untuk bersama-sama menemukan Salma, termasuk mendatangi Senjaratu. Hanya saja, Anjar maunya sebatas itu saja.Selanjutnya, Anjar ingin mendatangi Salma sendiri. Tentunya pria itu tak punya pilihan selain membohongi Rivan, berpura-pura lokasi Salma belum ditemukan, padahal saat ini ia sedang naik taksi menuju ke sana.Tadi, sebelum sebelum pergi Anjar sempat mengatakan pada Rivan kalau dirinya ingin mencari udara segar. Anjar berpikir setidaknya ia harus memberi alasan agar Rivan tidak curiga. Kabar baiknya, Rivan sama sekali tak curiga.Anjar tak sabar ingin segera tiba di tempat Salma.Salma, aku datang....***Sementara itu, sudah seminggu lebih Salma kembali ke ruma
Tiba di rumah Anjar, Nova dibuat terkejut dengan keberadaan Rivan di sana. Bagaimana tidak, ia mendatangi Anjar untuk minta dipertemukan dengan sepupunya yang bisa melacak keberadaan seseorang. Dalam hal ini, Nova ingin melacak keberadaan Rivan yang ia pikir sudah pergi ke tempat yang jauh untuk menemukan Salma. Namun, Rivan ada di sini sehingga Nova tak memerlukan pelacakan apa pun lagi.“Mas Rivan....”“Kenapa kamu ke sini?” tanya Rivan pada Nova, lalu pria itu menoleh ke arah Anjar dan bertanya, “Kamu memberi tahu saya ada di sini?”“Enggak. Nova bilang mau diantar buat ketemu sepupu saya, Pak.”Tentu Rivan tahu sepupu Anjar bisa melacak keberadaan seseorang. Itu juga yang menjadi alasannya bekerja sama dengan Anjar untuk menemukan Salma. Secara tak langsung, Rivan juga butuh bantuan sepupu Anjar untuk menemukan sang istri.“Kalau begitu, sampai bertemu hari Jumat, kita berangkat bersama,” balas Rivan seraya berdiri. “Saya pamit sekarang.”Rivan dan Anjar memang sudah janjian untuk
Ada istilah sepandai apa pun seseorang menyembunyikan bangkai, pada akhirnya tercium juga baunya. Semua tergantung pada waktu, bukan? Nova pikir, apa yang telah ia tutup rapat, akan sangat aman sehingga tak bisa terbongkar oleh siapa pun. Namun, sekarang semuanya bukanlah rahasia lagi. Nova ketahuan dan ia tak bisa mengelak lagi.“Kak Giri menyukaiku. Bukannya aku membela diri, tapi dia yang pertama merayuku, mengubah hubungan kakak-beradik menjadi pria dengan wanita,” jelas Nova.“Itu udah terjadi sejak bertahun-tahun lalu, Yah. Saat kami masih remaja, dia terus meyakinkanku bahwa kami bisa bersama, bahwa kami boleh bersama.”Nova kembali menjelaskan, “Aku udah berusaha menghindari sebisaku, Yah. Tapi kegigihan Kak Giri perlahan membuatku membuka pintu untuknya. Sampai akhirnya, kami bersama.”“Tunggu, kamu bilang sejak remaja?”Nova mengangguk-angguk. “Aku tahu kami nggak waras, Yah. Tapi sungguh, aku pun nggak tahu ke mana akal sehatku. Bisa-bisanya aku menjalin hubungan dengan Kak
Nova tak bisa tenang melihat berita yang meledak tak terkendali. Ia yang tak terima karena merasa beritanya salah besar ... tanpa ragu melakukan klarifikasi.Enggak! Aku nggak bundir dan nggak pernah kepikiran bundir! Jangan fitnah, please.Setelah melempar ponselnya sembarangan ke tempat tidur, Nova beranjak keluar kamar. Di sana ada Septi, Farhana serta ayah dan ibu tirinya.“Aku nggak tahu kabar yang beredar itu berasal dari mana, tapi sumpah ... nggak banget! Bisa-bisanya aku dibilang koma gara-gara bunuh diri,” jelas Nova pada semua yang ada di sana.Selama ini, tidak ada siapa pun yang menyinggung tentang bunuh diri. Septi memang tidak tahu-menahu, karena yang mengetahui tentang bunuh diri hanya empat orang—Salma, Rivan, Fahmi dan Farhana. Farhana pun tahu karena dirinya adalah perawat Nova.Ah, Aruni juga baru tahu belakangan saat Fahmi menceritakan kebenarannya. Sampai detik ini, Ibu tiri Nova tersebut sebenarnya masih tak menyangka.“Tapi tunggu, jangan bilang kalian semua me
Sepuluh tahun yang lalu, orangtua Salma dan Nova memutuskan bercerai. Saat itu si kembar masih berusia 17 tahun dan sama-sama duduk di bangku kelas 2 SMA. Meskipun keduanya sempat menolak, pada akhirnya Salma setuju untuk ikut dengan sang ibu meninggalkan Jakarta dan pindah ke Senjaratu. Sedangkan
“Sinting!” gumam Salma dengan nada kesalnya. Ia memang jarang mengikuti berita artis, sekalinya melakukan pencarian dengan keyword Nova Aurelia—saudara kembarnya yang telah sukses menjadi selebritas papan atas, kok bisa kebanyakan beritanya berisi hal-hal negatif semua?Padahal Nova sebentar lagi m
Secepatnya Rivan meletakkan kembali ponsel Salma di tempat semula. Ia duduk di sofa sambil menunggu aplikasi Langit Fiksi terpasang di ponsel miliknya. Selesai memasang, mau tidak mau Rivan harus mendaftar akun lantaran penasaran dengan cerita yang Salma tulis.Terlebih judulnya Love in Contract, b
Di ball room sebuah hotel mewah, musik pengiring pernikahan masih bergema setelah Nova ‘palsu’ alias Salma dan Rivan dinyatakan resmi sebagai suami-istri. Tepuk tangan tamu undangan memenuhi ruangan, sedangkan pengantin baru itu berdiri berhadapan.Pernikahan palsu ini membuat Salma sangat gugup. B







