MasukMama Li : Jodoh itu harus dijebak! Ta-tapi kalau Nova bangun gimana hayo, Ma?
Sepertinya Salma benar-benar terlena oleh kehidupan barunya yang seratus delapan puluh derajat sangat berbeda. Di Senjaratu, Salma hanyalah gadis kesepian yang menghabiskan waktu di kamar bersama tokoh-tokoh fiksi yang ditulisnya. Ia sungguh tak punya siapa-siapa, juga tak nyaman untuk ke mana-mana karena semua orang pasti mengenalinya sebagai Nova.Kalaupun harus keluar rumah, Salma harus cosplay menjadi ‘ninja’ dengan hoodie dan masker yang tak boleh ketinggalan agar wajahnya jangan sampai terlihat langsung oleh orang lain. Sungguh, dunia luar itu sangat asing bagi Salma. Padahal yang artis itu Nova, tapi Salma sangat tidak nyaman jika ada yang tahu kalau adiknya punya saudara kembar yaitu dirinya.Selama ini, Salma hampir tak pernah benar-benar menikmati hidupnya. Padahal secara finansial, Salma tidak kekurangan sama sekali. Malah income hasil menulisnya, nyaris tak pernah ia gunakan untuk hal-hal duniawi yang membuatnya puas dan bahagia. Namun, semenjak menjadi Nova, yang awalny
Bagaimana cara kabur dari sini tanpa ketahuan?Salma tahu dirinya harus meninggalkan rumah ini secepatnya, tapi bagaimana caranya? Saat Rivan mengajak Nova meninggalkan dapur, hal itu membuat Salma seolah mendapatkan angin segar untuk pergi. Namun, tanpa diduga Nova dan Rivan terdengar sedang berciuman. Sungguh, tanpa melihat pun Salma tahu kalau Nova dan Rivan berciuman cukup intens.Seharusnya Salma tidak merasa heran dengan hal itu. Walau bagaimana pun Nova dan Rivan adalah pasangan yang sudah lama tidak bertemu, terlebih Nova terbaring koma untuk waktu yang tidak sebentar. Bahkan, seharusnya mereka sudah menikah. Namun, hati Salma tak bisa bohong. Rasanya seperti sedang dikhianati padahal dirinyalah yang aslinya telah menjadi orang ketiga di antara mereka.Ya ampun....Perasaan Salma hancur sehancur-hancurnya. Hatinya sungguh tidak baik-baik saja. Salma menutup mulutnya menggunakan telapak tangan, berusaha tidak berteriak, tapi kepalanya malah membentur meja, membuat persembunyian
Di kolong meja, sambil berjongkok dan menunduk, Salma memeluk pakaiannya yang belum satu pun ia kenakan. Perasaannya campur aduk saat mendengar suara yang sangat ingin didengarnya.Itu suara Nova....Selama beberapa saat, Salma mencoba memastikan dirinya tidak salah dengar atau bukan sedang berhalusinasi. Sampai kemudian ia sangat yakin bukan sedang bermimpi apalagi berhalusinasi.Meski tak melihat secara langsung, tapi Salma yakin itu memang Nova. Pertanyaannya, bagaimana mungkin Nova ada di sini? Sekalipun Salma tahu kalau Nova pulangnya besok, tapi ia sama sekali tak tahu kalau saudara kembarnya itu sudah sadar. Sungguh, Salma menduga kalau Nova masih terbaring koma.Gila, apa ini masuk akal?Berulang kali dipikirkan pun Salma tidak pernah satu kali pun menduga semua akan begini. Kini isi hati Salma seolah terbagi menjadi dua sisi. Di satu sisi ia senang adiknya telah sadar dari komanya, bahkan sepertinya Nova sudah mulai pulih sepenuhnya.Namun, di sisi lain, Salma juga sedih kare
Sebagai brand ambassador Ellona, sebuah merek skincare lokal yang sedang naik daun, tentu bukan hal aneh bagi Anjar untuk hadir di setiap event yang dilaksanakan di dalam maupun luar kota. Dan hampir sebulan belakangan Anjar berkeliling ke berbagai kota menghadiri event tersebut sebagai perwakilan merek untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat agar mengenal lebih jauh Ellona sehingga berminat untuk menggunakan produknya.Sejujurnya Anjar sempat kesal karena kegiatan berkeliling kota cukup melelahkan dan menyita waktunya, tapi dampak baiknya ia bisa menenangkan diri sambil melupakan skandal yang sempat menimpanya. Terbukti, orang-orang yang membicarakan video ciumannya di basemen yang viral, kini berkurang. Terlebih skandalnya mulai tertutup oleh berita-berita lainnya.Ada dampak baik, tentu saja ada juga dampak buruknya. Sampai detik ini, Anjar belum berhasil menjelaskan segala kesalahpahaman pada Salma. Anjar sendiri agak heran, kenapa Salma seolah menutup akses komunikasi? Apa Sa
“Untungnya aku nggak amnesia, seperti yang selama ini diberitakan. Jadi, aku bisa langsung masuk karena ingat password pintu pagar maupun pintu utama,” ucap Nova yang sudah berdiri di depan pintu, bersiap menekan password yang sangat ia ingat.“Kalaupun kamu lupa, aku juga tahu password-nya,” kekeh Farhana.“Ah iya, benar juga. Bisa-bisanya aku lupa kalau Mbak Farha selalu menjagaku di mana pun aku dirawat, entah di rumah ini atau di rumah sakit. Tentu bukan hal aneh kalau Mbak Farha tahu kode akses masuknya.”Bersamaan dengan Nova yang hendak menekan password, ponsel Farhana bergetar lantaran ada panggilan masuk. Nova spontan menoleh pada sang perawat yang sudah ia anggap selayaknya kakak sendiri.“Siapa, Mbak?” tanya Nova penasaran.“Anak saya,” jawab Farhana sambil menunjukkan layar ponselnya ke arah Nova. “Dia tahu saya mau pulang dalam waktu dekat, jadi setiap hari terus-terusan bertanya kapan saya pulang.”“Angkat aja, Mbak. Biar aku yang masuk duluan.” Nova mempersilakan.Farha
Selama masa rehabilitasi dan pemulihan, Nova tidak terlalu fokus dengan apa yang terjadi di internet, termasuk segala aktivitas Salma yang menggantikannya, ia benar-benar tidak terlalu memperhatikan. seingat Nova, bisa dihitung jari berapa kali ia stalking media sosialnya sendiri yang diambil alih oleh saudara kembarnya.Dari semua konten yang diunggah, Nova sama sekali tidak merasa terganggu dengan unggahan tentang keseharian, syuting, hal yang berhubungan dengan iklan atau kerja sama brand maupun endorsement dan paid promote. Sungguh, Nova sama sekali tidak terganggu dengan semua itu.Satu-satunya jenis konten yang membuat Nova merasa tidak nyaman adalah ... unggahan Salma saat bersama Rivan. Sekalipun itu wajahnya juga karena mereka se-mirip itu, tapi tetap saja hati Nova seakan tak bisa menerima kalau Salma dan Rivan pernah berada di momen sedekat itu yang sampai diabadikan melalui foto.Sejak dulu hingga detik ini, Nova sangat peduli dan sangat menyayangi Salma. Hanya saja, kalau
Di ball room sebuah hotel mewah, musik pengiring pernikahan masih bergema setelah Nova ‘palsu’ alias Salma dan Rivan dinyatakan resmi sebagai suami-istri. Tepuk tangan tamu undangan memenuhi ruangan, sedangkan pengantin baru itu berdiri berhadapan.Pernikahan palsu ini membuat Salma sangat gugup. B
Sepuluh tahun yang lalu, orangtua Salma dan Nova memutuskan bercerai. Saat itu si kembar masih berusia 17 tahun dan sama-sama duduk di bangku kelas 2 SMA. Meskipun keduanya sempat menolak, pada akhirnya Salma setuju untuk ikut dengan sang ibu meninggalkan Jakarta dan pindah ke Senjaratu. Sedangkan
Meskipun Salma sudah mengatakan pada Rivan kalau dirinya tak ingin berdansa, pada akhirnya ia tetap melakukannya bersama pria itu. Salma tak kuasa menolak saat Rivan langsung membawanya ke lantai dansa untuk bergabung dengan pasangan-pasangan lain.Jujur saja, tatapan Rivan itu seolah penuh cinta, p
“Sinting!” gumam Salma dengan nada kesalnya. Ia memang jarang mengikuti berita artis, sekalinya melakukan pencarian dengan keyword Nova Aurelia—saudara kembarnya yang telah sukses menjadi selebritas papan atas, kok bisa kebanyakan beritanya berisi hal-hal negatif semua?Padahal Nova sebentar lagi m







