Share

58. Pulang

last update Last Updated: 2025-12-26 22:55:39

Mita, Gara dan Samudra masuk ke mobil. Pintu tertutup satu per satu. Sunyi mengendap, lebih padat dari tadi di restoran.

Gara duduk di balik kemudi. Tangannya menggenggam setir, tapi kunci belum diputar. Lampu dashboard mati. Jalanan di depan seperti menunggu keputusan.

“Aku antar ke mana?” Suara Gara rendah, serak, memecah keheningan yang menyakitkan itu.

Di kursi belakang, Mita dan Samudra saling lempar pandang. Hanya sedetik, namun dalam tatapan itu terpantul kengerian yang sama.

Di mata itu masih ada sisa huru-hara siang tadi. Bayangan wajah Pram yang lebam, teriakan makian yang masih terngiang dan ancaman yang belum padam.

Samudra, yang tampak jauh lebih dewasa dari usianya malam ini, berdeham pelan. “Kalau… kita menginap di hotel dulu saja bagaimana, Ma?” bisiknya ragu.

Mita meremas tali tasnya hingga jemarinya kaku. Ide itu masuk akal. Hotel berarti ada resepsionis, ada sekuriti, ada dinding tebal yang memisahkan mereka dari kemungkinan pintu yang didobrak paksa tengah malam na
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
Mita setelah keperluan Sam diambil sebaiknya rumah itu ditinggalkan dulu.sampai suasana mereda
goodnovel comment avatar
Rania Humaira
pendek banget. kayaknya 1 episode dipecah menjadi 3 episode. jadi nanggung banget
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Terjerat Cinta Anak Selingkuhan Suamiku   83. Segera Bersatu

    Gara mencengkeram kemudi hingga buku-buku jarinya memutih. Di dalam benaknya, sebuah memori berputar layaknya kaset rusak, bayangan sang mama, wanita yang seharusnya ia muliakan, sedang mengusap perut buncitnya sembari menekan tombol transfer di ponsel. Sejumlah uang dengan digit fantastis mengalir ke rekening Pram.“Siapa sebenarnya yang memanfaatkan siapa?” batin Gara liar.Apakah Pram adalah predator ulung dengan jaringan wanita simpanan yang ia kuras hartanya demi gaya hidup kelas atas?Ataukah pria itu hanyalah parasit narsistik yang membangun istananya dari puing-puing hati yang ia manipulasi?Pikiran itu meracuni darah Gara, membuatnya mual.Keheningan di kabin mobil itu terasa mencekam, seolah oksigen perlahan tersedot keluar. Mita, yang duduk tepat di samping Gara, menangkap perubahan drastis itu.Ibu satu anak itu melihat raut wajah Gara yang pucat pasi, tatapan matanya kosong namun penuh kegelisahan yang meledak-ledak.Rasa penasaran yang selama ini terkunci di dasar hati M

  • Terjerat Cinta Anak Selingkuhan Suamiku   82. Tak Akan Luluh

    Langkah Pram terasa berat, seolah beton konveksi Buana Busana baru saja runtuh menimpa bahunya.Untuk pertama kalinya dalam belasan tahun pernikahan mereka, Pram menyadari satu hal yang selama ini ia sepelekan, Mita bukan sekadar istri yang penurut, tapi dia adalah otak di balik kejayaannya.Dan kini, otak itu telah berbalik menyerangnya dengan presisi yang mematikan.Pram kalah langkah. Total. Mita tidak hanya pergi membawa luka, tapi juga membawa seluruh amunisi yang Pram butuhkan untuk bertahan hidup.Pram pulang dengan harapan mendapatkan perlindungan di pelukan Amara. Namun, yang menyambutnya di apartemen bukanlah ketenangan, melainkan rentetan kalimat tajam yang terasa begitu panas di telinga."Apa kau bilang? Sertifikat ruko?" Amara berdiri di tengah ruang tamu, matanya yang biasa terlihat menggoda kini membelalak penuh tuntutan. "Untuk apa, Pram?""Amara, dengarkan aku dulu...""Kau sudah memberikan ruko itu padaku sebagai jaminan masa depanku! Aku tidak akan menyerahkannya ke

  • Terjerat Cinta Anak Selingkuhan Suamiku   81. Terusir

    Sebagai laki-laki dan suami, tentu ucapan Mita menyentil ego dan harga diri Pram.Pram menunduk dalam, menyadari kemungkinan untuk bersama kembali sangatlah kecil.Pram mendongak, matanya memerah. Alih-alih memohon maaf, ia justru memilih senjata lama para pengecut, pengalihan isu."Mengapa kau jadi sekeras batu begini, Mit?" suaranya rendah, bergetar antara frustrasi dan intimidasi."Jangan-jangan... kau sudah memiliki laki-laki lain yang menjanjikan surga padamu? Siapa dia? Gara?"Nama itu disebut. Bayangan Gara, pria yang selalu ada saat Pram menorehkan luka yang begitu dalam,sempat melintas cepat di benak Mita.Namun, Mita tidak membiarkan riak emosi itu naik ke permukaan. Ia justru menyunggingkan senyum sinis yang penuh ejekan, sebuah senyuman yang belum pernah Pram lihat selama belasan tahun pernikahan mereka."Luar biasa," bisik Mita pelan, hampir seperti desis. “Yang jelas-jelas selingkuh itu kamu, Mas. Kenapa sekarang malah menuduh aku?”Mita menggeleng perlahan, matanya men

  • Terjerat Cinta Anak Selingkuhan Suamiku   80. Munafik

    “Aku tidak akan membiarkan Tante hanya berdua dengan pria brengsek itu.”Suara Gara rendah, namun penuh penekanan yang bergetar. Tangannya mengepal di sisi tubuh, urat-urat di lehernya menegang saat tatapannya menghunus tajam ke arah sosok pria yang duduk angkuh di sofa ruang kerja Mita.Mita menghela napas, menyentuh lengan Gara dengan lembut, sebuah gestur menenangkan yang justru membuat Gara semakin enggan beranjak.“Tenang saja, Gara. Semua akan baik-baik saja.”“Tenang?” Gara berbalik, menatap Mita dengan mata yang memerah. “Tante lupa apa yang terjadi beberapa hari yang lalu? Dia hampir mencelakai Tante!”Ada rasa cemburu yang mengiris di balik proteksinya. Dia takut, bukan hanya karena fisik Mita yang terancam, tapi dia takut pada sisa-sisa kenangan yang mungkin masih tersimpan di hati Mita. Dia takut Mita akan goyah.“Dia tidak akan berani melakukannya lagi,” ucap Mita, suaranya begitu tenang, seolah dia sudah mengendalikan keadaan. “Jika dia melakukannya lagi, itu akan menjad

  • Terjerat Cinta Anak Selingkuhan Suamiku   79. Memaksa Bertemu Mita

    Pram merasakan seolah oksigen di ruangan itu mendadak menguap.Dunia yang selama ini ia kendalikan mendadak goyah, miring, dan siap menimpanya. Jantungnya berdegup liar, menghantam rongga dada dengan ritme yang menyakitkan.Jadi, anak Amara tahu.Pikiran itu menyengatnya seperti bisa ular. Selama ini ia merasa paling cerdik, merasa telah menidurkan lawan-lawannya dalam kenyamanan palsu.Namun sekarang, kenyataan pahit menghantamnya, dialah yang selama ini sedang ditidurkan, dibiarkan terbuai dalam rasa aman yang semu, hanya untuk diseret ke meja eksekusi pada saat yang paling tidak terduga.Pram menelan ludah, tenggorokannya terasa seperti dipenuhi pecahan kaca. Ia berusaha keras mengatur napas, membusungkan dada untuk menutupi gemetar halus di tangannya.“Kau lancang,” desis Pram. Suaranya serak, mencoba memungut sisa-sisa kuasa yang sudah remuk. “Di mana Mita?”Gara tidak berkedip. Ia justru tersenyum tipis, sebuah senyum yang dingin, hampa, dan sama sekali tidak menyentuh matanya y

  • Terjerat Cinta Anak Selingkuhan Suamiku   78. Gara vs Pram

    Gemericik air dari shower menghantam bahu Pram dengan ritme yang menyakitkan.Setiap tetesnya seolah menekan luka memar di dadanya yang belum pulih benar sisa dari pukulan gara yang nyaris merenggut nyawanya minggu lalu. Namun, rasa perih di kulitnya tak sebanding dengan kekosongan yang menganga di ulu hati.Pram menyandarkan dahi pada dinding keramik yang dingin. Napasnya berat, berasap tipis di udara kamar mandi yang lembap.Perceraian ini bukan sekadar akhir dari janji suci. Ini adalah eksekusi mati bagi masa depannya. Mita tidak hanya ingin pergi, dia ingin membumihanguskan seluruh dunia Pram sebelum melangkah keluar pintu."Sialan..." desis Pram, suaranya parau.Mita telah menguras segalanya. Brankas di ruang kerja kini melompong. Namun, yang membuat jantung Pram seolah diremas adalah hilangnya map biru berisi rancangan Proyek Amara.Itu bukan sekadar tumpukan kertas, itu adalah detak jantung kariernya, hasil begadang berbulan-bulan yang ia susun bersama Amara, rekan kerja sekali

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status