بيت / Romansa / Terjerat Cinta Ayah Mertua / Bab 95 — Mempermainkan

مشاركة

Bab 95 — Mempermainkan

مؤلف: Onigiri
last update آخر تحديث: 2026-01-05 18:20:15

"Kamu terlalu banyak berpikir, Meyra," jawab Glen dengan tenang.

Meyra menggeleng, masih merasakan sisa-sisa kekhawatiran di dadanya.

Namun Glen sudah lebih dulu menerima panggilan dari Evan, bahkan dengan sengaja menekan tombol pengeras suara. Sehingga Meyra pun bisa mendengarnya.

"Halo?"

Meyra memejamkan mata sejenak, berusaha menutup bibirnya rapat-rapat. Jantung berdegup kencang mendengar suara Evan dari ponsel itu.

"Pah, aku bisa minta tolong buat pertemuan sama CEO Gray Evander?"

Glen mengernyit, begitu pun Meyra. Mereka saling menatap, sama-sama bingung dengan permintaan itu.

"CEO Gray Evander susah buat janjinya. Entah sibuk atau dia emang jarang mau ketemu klien secara langsung," jawab Glen.

Seketika terdengar helaan nafas panjang dari Evan di seberang telepon.

Meyra juga demikian, dia merasa lega karena ternyata Evan tak menelepon untuk menanyakannya.

"Emang kenapa? Kamu bikin salah atau apa sama mereka?" kali ini Glen yang bertanya, dengan lantang tanpa basa-basi.

Pertanyaa
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Terjerat Cinta Ayah Mertua   Bab 106 — Demi Erina

    Tubuh Evan refleks bangkit dengan cepat dari kasur."Jangan!" teriaknya, terdengar sedikit panik.Terlihat Meyra sudah memegang ponsel di tangannya, dengan cepat Evan merebutnya kembali dengan sedikit kasar.Meyra mengerjap kaget, tak menyangka reaksi sekeras itu. Matanya langsung menyipit tajam, penuh dengan rasa curiga."Kenapa jangan? Kamu nyembunyiin sesuatu?"Evan menelan ludah. Namun dia tetap bersikap tenang, mengatur ekspresinya seperti biasa."Nggak. Cuma di sini ada banyak dokumen penting perusahaan. Nggak bisa sembarangan dibuka," jelasnya dengan nada sesantai mungkin, meski jantungnya masih berdegup kencang.Namun Meyra masih menatap Evan dengan wajah datar yang tak bisa dibaca. Dengan cepat pria itu turun dari tempat tidur, sambil mengulurkan tangannya."Mending kita jalan-jalan di luar, yuk. Sunset di sini katanya bagus," ajak Evan mencoba mengalihkan pembicaraan, senyum dipaksakan di bibirnya.Meyra tak menanggapi uluran tangan itu dan bertanya hal lain. "Kopernya giman

  • Terjerat Cinta Ayah Mertua   Bab 105 — Erina Terus

    "Pfft!" Meyra menahan tawa mendengar panggilan Lisa. "Urin? Air kencing, dong?""Ya emang. Nama Erina terlalu bagus buat pelakor kayak dia. Aku baca gosip katanya dia mau balik lagi ke dunia perfilman," balas Lisa dengan ketus. Dia tak segan-segan jika sudah membenci seseorang.Tawa Meyra memelan. Sebelah alisnya terangkat sedikit penasaran. "Oh, ya?""Iya. Dia upload tumpukan naskah di story-nya. Idih banget," ejek Lisa dengan nada jijik.Meyra tersenyum tipis sambil menghela napas pelan. "Biarin aja lah. Aku nggak peduli asal dia nggak ngusik aku.""Tapi aku masih nggak rela bestie polosku bakal di-unboxing sama cowok brengsek!" balas Lisa sedikit menggerutu.Meyra memutar bola matanya, berpikir sejenak. Bibirnya sembari menahan senyuman. Dalam hatinya ia bergumam.'Udah sih sebenernya. Walau bukan sama cowok brengsek itu.'"Tenang aja, Lis. Aku bisa jaga diri, kok," jawab Meyra, jauh berbeda dengan yang ia pikirkan.Di tengah percakapan mereka, tiba-tiba terdengar teriakan Evan dar

  • Terjerat Cinta Ayah Mertua   Bab 104 — Tujuan Asli Evan

    Wajah Meyra langsung merona merah, sedikit tersipu oleh bisikan Glen yang terlalu menggoda. Pipinya memanas. Dan dia bisa merasakan denyut jantungnya berdebar kencang di telinganya sendiri."B-bukan gitu, mas. Tangannya jangan nakal gitu, dong," seru Meyra, langsung menahan tangan Glen.Glen hanya terkekeh pelan. Dia menurutinya, lalu menarik tangannya kembali. Dia lebih penasaran akan sesuatu."Tapi kenapa kamu bisa di sini? Mana Evan?""Mas Evan berangkat lebih pagi ke kantor. Nggak mau kena macet katanya," jelas Meyra.Glen mengangguk paham, wajahnya sedikit mengejek. "Pasti bakal telat banget kalau nggak berangkat sekarang. Kesian."Meyra merapatkan bibirnya menahan tawa mendengar kata terakhir pria itu. 'Padahal kerjaannya sendiri yang bikin dia harus pergi jauh,' batinnya. Namun saat itu Meyra tersadar akan satu kemungkinan."Jangan-jangan mas yang sengaja pindahin mas Evan ke Lovata, ya?" tebak Meyra. Matanya menatap Glen dengan tatapan menyelidiki.Glen memiringkan kepalanya,

  • Terjerat Cinta Ayah Mertua   Bab 103 — Kucing Nakal

    Keesokan harinya. Meyra terbangun mendadak saat mendengar suara nyaring di dekatnya, serta guncangan kasar di pundaknya."Meyra, bangun!""Hm .... Apa, sih?!" gumam Meyra kesal sambil mengerjap perlahan. Matanya masih sedikit terkantuk-kantuk, penglihatan kabur oleh sisa tidur."Bangun dulu. Dasi aku yang di sini mana?" tanya Evan mendesak.Pria itu berdiri di sisi tempat tidur dengan setelan kerja lengkap kecuali dasi.Meyra mendengus, membalikkan tubuhnya."Ya di laci kayak biasalah," jawabnya ketus. Lalu Meyra kembali memejamkan mata, berusaha kembali ke alam mimpi."Nggak ada. Aku maunya yang warna merah maroon. Kamu cariin dong. Aku buru-buru," seru Evan sedikit memaksa.Tanpa menunggu jawaban, pria itu langsung pergi ke arah koper besar di sudut kamar. Barang-barangnya dari kemarin masih belum dirapikan.Dengan sangat terpaksa, Meyra membuka matanya lagi lalu turun dari tempat tidur. Langkahnya sedikit malas menuju lemari besar, dan membuka salah satu laci. Dengan mudah dia mene

  • Terjerat Cinta Ayah Mertua   Bab 102 — Mau Hadiah?

    "Meyra!"Evan celingukan di ruangan yang setengah gelap. Saat melewati ruang makan, langkahnya terhenti karena hanya di sana yang paling terang oleh lampu gantung yang masih menyala. Dia menoleh ke sekeliling. Tidak ada siapa-siapa."Dia ke mana, sih? Cepet amat jalannya," gumam Evan sedikit menggerutu. Kembali melanjutkan langkah ke kamarnya.Setelah kepergiannya, suasana ruang makan tetap hening.Di balik meja dapur yang lebar, Meyra kini terduduk di pangkuan Glen saat pria itu menariknya ke bawah dengan gerakan cepat tadi. Tubuh mereka tersembunyi dari pandangan Evan.'Untung aja dia nggak nyadar,' batin Meyra menghela napas lega. Pandangan Meyra kemudian menoleh pada pria di dekatnya."Mas kenapa, sih?! Kalau ketahuan mas Evan, gimana?" protesnya dengan suara pelan.Glen masih diam menatap tajam ke arahnya. Namun tiba-tiba dia menunduk, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Meyra.Meyra mengerjap bingung, tangannya yang terangkat tak tahu harus berbuat apa. Kali ini sikap Glen ta

  • Terjerat Cinta Ayah Mertua   Bab 101 — Bujukan

    "Kok ikut? Nanti ketahuan Meyra gimana?" tanya Evan keheranan.Bibir Erina langsung cemberut, matanya menyipit kembali merasa curiga. "Ya kita beda penerbanganlah. Atau jangan-jangan kamu emang mau macem-macem sama dia, hah?"Evan refleks menggeleng cepat."Nggak, dong. Ya udah boleh. Nanti aku pesenin kamar yang nggak jauh dari tempat aku nginep, ya," ujar Evan akhirnya mengizinkan, tak ingin memperpanjang masalah.Seketika wajah Erina kembali tersenyum cerah."Makasih, sayang!" seru Erina gembira, langsung memeluk Evan lebih erat.Namun di balik pelukan itu, sudut bibirnya berubah menjadi seringai jahat.'Kamu nggak bakal bisa dapetin Evan, Meyra!' batinnya dengan bangga penuh rasa kemenangan.Sedangkan Meyra sendiri, dia sama sekali tak peduli dengan drama mereka.Di kejauhan lantai dua restoran, Meyra malah menggelengkan kepala melihat mereka berpelukan mesra usai berdebat. Rasanya seperti menonton sinetron murahan.'Duh. Kesian ya harus diem-diem gitu kalau ketemu. Padahal dia ar

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status