Share

BAB 4

Penulis: Yuhani
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-28 23:41:21

Pintu kamar terbuka, Anne terkejut melihat Valerie tergeletak di lantai tak sadarkan diri, tubuh polos Valerie membuat ia menutupinya dengan selimut. Hingga Anna menyadari, darah segar keluar dari pergelangan tangan Valerie. 

Anna berteriak meminta pertolongan, segera membawa Valerie ke rumah sakit. 

“Wanita ini benar-benar bodoh, mengapa sampai melukai dirinya! Tuan James, pasti akan sangat marah, hidupmu tidak akan pernah bebas, Valerie!” geram Anna. Tidak menyangkan Valerie berani mengakhiri hidupnya.

James mendapat laporan jika Valerie mencoba mengakhiri  hidupnya, membuat James tertawa dengan kencang. Pria kejam itu tidak merasa iba atau bahkan kasihan. James justru semakin tertarik pada Valerie, karena berani berbuat sejauh itu, berani menantang dirinya. 

Berbeda dengan wanita lain yang berada di pelukannya, mereka justru berlomba menjadi wanita kesayangan James, yang akan diberikan kemewahan sehingga hidupnya akan bahagia. Valerie tidak menginginkan hal itu, bahkan mungkin tidak pernah terlintas olehnya untuk menjadi wanita kesayangan James. 

“Orang seperti apa kau, Valerie?” geram James. “Bagaimana keadaannya sekarang?” 

“Masih kritis, tapi untungnya masih bisa diselamatkan,” jelas sekretaris James, Leon.

“Pastikan wanita itu hidup, jika harus mati, harus melalui tanganku sendiri!” ujar James, tersenyum dengan seringainya. 

“Tuan James…” ucap Leon, seolah ragu mengatakan apa yang sudah didapatkan olehnya, sebuah informasi.

“Apa, katakan!” 

“Maaf, sebelumnya aku masih menyelidikinya. Ada yang sedang mencari keberadaan Nona Valerie, bahkan Lukas-ayah tiri Valerie, ditangkap oleh mereka,” jelas Leon membuat James menyunggingkan senyumannya. 

“Mencari wanitaku? siapa orang itu? polisi?” tanya James berturur.

“Saya rasa tidak, tapi aku yakin mereka bukan orang biasa, karena informasinya sulit dilacak,” jelas Leon kemudian. 

James tertawa, membuat Leon takut, karena ia tahu James adalah pria yang kejam yang bisa melakukan apapun yang diinginkan olehnya. Tawa James, bukan sesuatu yang baik.

“Valerie… siapa kau sebenarnya, siapa mereka, apa ingin membawamu dariku? tidak akan pernah terjadi!” geram James. “Leon, kita pergi ke rumah sakit!” 

Di rumah sakit…

Vale membuka matanya perlahan, ia mengerjapkan matanya, melihat dirinya  ia mendapati dirinya berada di rumah sakit.

“James…”  Pria itu  tidak akan melepaskannya, menyakitinya, dan lalu menyembuhkannya. 

“Aku mendapat kesempatan hidup?” ucap lirih Valerie, kini ia merasa harus memanfaatkan kesempatan itu. 

Valerie kemudian sadar, rumah sakit adalah tempat yang memiliki banyak celah agar bisa melarikan diri. Vale berharap ia bisa melakukan itu, bisa mendapat kesempatan untuk bisa bebas dari James.

Terdengar suara langkah yang memasuki ruang perawatannya, membuat Valerie dengan cepat kembali menutup kedua matanya.

“Bagaimana keadaanya?” tanya James pada Anna yang bertugas menjaga Valerie. 

“Untunya, goresan kaca itu tidak begitu dalam, Tuan.  Selain itu, Nona Valerie tubuhnya sudah lemas, hampir tidak ada nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya. Semua akan baik-baik saja,” jelas Anna, James menganggukkan kepalanya.

“Jaga dia, jangan sampai di melarikan diri,” ucap tegas James. “Jangan biarkan orang lain masuk ke dalam ruangan ini, tanpa seizin dariku. Hubungi aku ketika dia sudah sadar!” perintah James pada Anna.

Sebelum benar-benar pergi, James menatap Valerie dengan tatapan yang sulit diartikan, perasaan marah, kepemilikan dan sesuatu yang lebih gelap lagi. Tapi yang pasti saat ini James tidak mau Valerie pergi darinya.

“Siapa yang mencarimu, Vale? kau berhubungan dengan orang lain? keluargamu?” tanya James penuh kebingungan. “Apapun itu, kau tidak akan pernah lepas dariku, kau harus ingat itu, Valerie!” James pun pergi dari ruangan itu, membiarkan Valerie menyembuhkan dirinya.

Anna mendengar perkataan James,  ikut merasa bingung, karena yang ia tahu Vale tidak lagi memiliki keluarga, Lukas–ayah tiri Valerie bahkan sudah tidak terlihat lagi, dan tidak mungkin mencari Valerie. Lalu siapa yang mencari Valerie?

Begitupun dengan Valerie, dalam diamnya, ia ikut merasa bingung. Mengapa ada yang mencarinya.

“Siapa, siapa yang mencariku?” bisik Valerie, bertanya dalam hatinya. 

Valerie tidak mau pusing memikirkan hal itu lebih dahulu, karena baginya lebih baik mencari cara untuk bisa lari dari James, bebas dari pria kejam itu. Valerie berharap akan ada cara untuk bisa melarikan diri dari rumah sakit, dengan penjagaan yang diberikan oleh James.

Ruangan itu mendadak hening, hanya terdengar suara mesin dekat dengan Valerie, dan helaan nafas berat dari Anna, mendesah kesal.

“Wanita ini benar-benar menyusahkan. Mengapa tidak dia menerima takdirnya, karena James sendiri pasti akan memberikan kemewahan padanya. Tapi kau malah memilih untuk melawan dan mati, hingga pada akhirnya kau akan benar-benar menjadi tawanannya,” ucap Anna tidak habis pikir dengan Valerie.

“Menerima, kemewahan? aku tidak mau jika hanya menjadi pemuasnya!” batin Vale. “Lebih baik aku mati!”

Lama Vale menunggu, hingga kesempatan itu datang, seorang perawat memasuki ruangan untuk mengganti botol infus Vale yang sudah hampir habis. Anna terlihat bahkan keluar dari ruangan menemui dua pengawal. 

Valerie tersenyum, karena kini tuhan berpihak padanya. Valerie memohon pada perawat itu untuk bisa membantunya. 

“Tolong aku, aku mohon… Tolong bantu aku keluar dari rumah sakit…” ucap Vale sedikit berbisik pada perawat itu, tatapannya penuh dengan harapan, dapat bantuan darinya.

Tapi, perawat itu hanya diam, ia tidak menjawab permintaan Valerie.

“Kumohon, bantu aku keluar dari sini!” ucap Vale kembali. 

Perawat itu  menatap datar Valerie, tanpa menjawab, ia memilih pergi begitu saja setelah selesai mengganti botol infusan tersebut. 

Vale mendesah kesal, tapi kemudian ia dengan cepat kembali menutup kedua matanya, Anna kembali mendekatinya, memeriksa keadaan Valerie.

“Mengapa wanita ini masih saja menutup matanya!” kesal Anna.

Tidak lama perawat itu datang kembali bersama seorang dokter, berkata jika Valerie harus menjalani pemeriksaan kembali, karena sampai saat ini Valerie belum sadarkan diri. 

Dokter dan perawat itu sempat khawatir, Anna akan mencurigai mereka, tapi pada akhirnya Anna setuju membiarkan Valerie diperiksa kembali.

Valerie pun dibawa oleh mereka dengan pengawalan ketat, serta Anna yang membuntutinya dari belakang. Hingga sampai di ruang pemeriksaan Anna dan pengawal lainnya dilarang masuk.

“Maaf Nona, demi kenyamanan, hanya pasien yang masuk kedalam,” ucap sang Dokter. 

“Aku harus menjaganya!” ucap Anna sinis, ia tidak bisa membiarkan Valerie bebas tanpa pengawasan darinya.

“Percayakan saja pada kami, Nona. Pasien ini akan baik-baik saja, pemeriksaan tidak akan lama. Ini sudah menjadi prosedur rumah sakit kami. Semoga Nona bisa mengerti,” ucap perawat itu meyakinkan Anna. 

Anna pun terpaksa membiarkan mereka membawa Valerie masuk ke ruang pemeriksaan tanpa pengawasan darinya. Ia setia menunggu di depan ruangan, hingga Valeria selesai diperiksa, tanpa merasa curiga sedikitpun. 

Saat di dalam ruangan, perawat itu tersenyum pada dokter, ia membuka maskernya. Menatap Valerie yang masih menutup kedua matanya. 

“Bukalah matamu, Nona kau sudah aman,” ucap perawat tersebut, sedikit berbisik.

Valerie membuka matanya perlahan, memastikan tidak ada anak buah James, dan ia tidak masuk ke dalam jebakan kembali.

“Aku kira kau tidak akan menolongku,” ucap Valerie menyadari perawat itu yang menolongnya. . 

“Jangan khawatir Nona Vale, penyelamatanmu memang sudah direncanakan,” ucap perawat itu membuat Valerie terkejut.  

“Apa? sudah direncanakan, oleh siapa?” tanya Valerie terkejut.

Perawat itu hanya tersenyum. “Nona akan tahu ketika keluar dari sini, lebih baik sekarang  kita ganti pakain lebih dahulu, untuk keluar dari sini sebelum mereka menyadarinya.” 

Dengan penuh kebingungan Valerie terpaksa menuruti perkataan perawat itu, mencoba mempercayai mereka jika akan menolongnya. Tanpa berlama-lama, mereka mengganti pakaiannya, Valerie mengikuti semua instruksi dari perawat tersebut. 

Mereka merencanakan semuanya dengan rapi, tanpa ada keributan yang akan mengganggu orang-orang di rumah sakit. Valerie duduk di kursi roda, dibantu dorong oleh perawat wanita itu, yang sudah mengganti pakaiannya, begitupun dengan dokter. 

Valerie, bersama dua orang yang membantunya, keluar dari pintu lainnya, dengan penuh kehati-hatian. 

Hingga Anna dan dua pengawal itu tidak menyadari kepergian Valerie. 

Valerie pada akhirnya bisa keluar dari rumah sakit dan bebas dari James, ia terlihat tersenyum dengan senang.

“Terima kasih, sudah menolongku,” ucap Valerie tulus.

“”Ini sudah tugas kami, Nona. Saya, Merry, dan ini Beni,” ucapnya memperkenalkan diri sambil menunjuk pria di sebelahnya.

“Valerie,” balas Valerie ikut memperkenalkan diri, tapi Valerie  masih merasa bingung dengan mereka seolah mereka memang bertanggung jawab untuk menyelamatkannya. Sedangkan Merry dan Beni hanya tersenyum melihat kebingungan Valerie. 

Dibalik kebebasan Valerie, James murka ketika tahu Anna dan pengawalnya kehilangan Valerie. 

“Brengsek! Apa saja yang kalian lakukan, menjaga satu orang saja tidak becus!” James sangat marah ketika mendengar laporan, jika Valerie tidak ditemukan dimanapun, disetiap sudut rumah sakit. 

Valerie berhasil melarikan diri, terbebas darinya. James tidak bisa menerimanya. 

Anna menundukkan kepalanya, takut dan sangat bersalah. “Maaf, Tuan, saya kira Nona Vale benar-benar sedang dalam pemeriksaan.”  Anna benar-benar merasa sudah dibodohi oleh seorang perawat serta dokter palsu yang membantu Valerie melarikan diri.

“Cari! cari wanita itu, cari sampai dapat, aku tidak mau tahu, kalian harus segera membawanya padaku, secepat mungkin!” titah James.

James sangat marah, ia tidak rela wanita yang dibelinya melarikan diri darinya, terlebih Valerie adalah wanita yang cukup membuatnya terkesan dengan perilaku yang berbeda dengan wanita lainnya. Valerie melawan padanya, tapi itu menjadi tantangan untuknya, untuk bisa membuatnya tunduk padanya. .

James kemudian teringat tentang seseorang yang sedang mencari Valerie. Tapi sayang James belum mendapat informasi apapun tentang siapa mereka yang mencari miliknya.

Pria itu sangat kesal, karena baru kali ini ia kesulitan dalam mencari informasi yang diinginkan olehnya. Orang yang mencari Valerie, terkesan misterius sehingga sulit mencari siapa mereka. Karena hal itu lah, James semakin penasaran dengan Valerie dan siapa sosok yang berada di belakangnya. 

James pun sudah mencoba mencari keberadaan Lukas, karena ia berpikir jika Lukas pasti mengetahui informasi yang dibutuhkan. Namun sayangnya, James pun tidak dapat menemukan Lukas dimanapun, bahkan ia mendengar jika Lukas telah dibawa oleh beberapa pria berjas hitam, dengan tubuh penuh luka, oleh mereka yang mencari keberadaan Valerie. 

“Siapa mereka, apa hubunganmu dengan mereka, Valerie ?” geram James.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Terjerat Cinta Casanova "Antara Dendam dan Cinta"   BAB 18

    James melangkah mendekati Valerie yang sedang menatap dirinya di sebuah cermin besar, gaun yang indah melekat di tubuhnya. James tiba-tiba memeluk Valerie dari belakang, ekspresi wajah datar dan dingin seketika berubah, dengan senyuman yang terukir di bibir Valerie. "Kau cantik dan sangat cocok dengan gaun ini, aku tidak sabar untuk segera berada di altar pernikahan," ucap James berbisik lembut di samping telinga Valerie. "Terima kasih, aku memang sudah cantik. James, pernikahan ini,apa kita mengundang banyak orang?" tanya Valerie. "Tentu, terutama kolega bisnisku dan juga dari perusahaan Russel, aku ingin mereka tahu siapa istriku," jawah James tanpa ragu, Valerie mengangguk mengerti.Orang-orang yang berada di butik itu, melihat jika mereka adalah pasangan serasi dan bahagia, bahkan setelah kejadian Grace yang melabrak Valerie. James yang membela calon istrinya dan membuang simpanannya, bahkan membuat Grace menyesal karena kini kehilangan segalanya. Hal itu membuat mereka yakin j

  • Terjerat Cinta Casanova "Antara Dendam dan Cinta"   BAB 17

    James tersenyum tipis ketika Valerie mulai menggunakannya, ia pun melangkah mendekati mereka. Grace melirik ke arah Valerie menatap, benar saja, James tidak jauh dari sana dan sedang mendekati mereka. Suasana di butik itu menjadi tegang, hening, beberapa orang memperhatikan mereka, seolah penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya. James kini sudah berada di antara mereka, berdiri di dekat Valerie. Sehingga membuat Grace semakin merasa terancam. Grace merasa bodoh karena berpikir Valerie tidak bersama dengan James. Ketika ia memasuki butik itu bersama salah satu temannya dan melihat wanita yang tidak asing baginya, Valerie dalam sebuah foto di galeri ponselnya yang didapatkan dari Eleanor. Grace yang kesal dan marah karena Valerie mengambil dan memiliki James seorang diri, naik menjadi istri sah James, wanita yang ia tahu baru yang dikenal oleh James. Mereka para wanita di sisi James, sama-sama merasa tidak adil karena seharusnya James memilih wanita diantara mereka, paling tidak

  • Terjerat Cinta Casanova "Antara Dendam dan Cinta"   BAB 16

    Valerie berjalan di samping James, memegang tangan Valerie seolah tidak ingin Valerie menjauh darinya. James benar-benar ingin membuat orang-orang yang mengenalnya tahu jika ia akan menikahi wanita di sampingnya. Memasuki sebuah butik yang cukup terkenal dengan rancangan gaun pengantinnya, Valerie sedikit terpukau dengan gaun-gaun yang indah dan cantik, elegan bahkan terkesan mewah. Sayangnya pernikahan dengan James bukanlah pernikahan impiannya, bukan pernikahan yang membahagiakan, melainkan perang melawan nasib buruknya bersama James Addison."Kau pilihlah, ada yang harus aku lakukan lebih dahulu," ujar James lembut bahkan mencium kening Valerie. Valerie mengangguk dan tersenyum tipis, melihat James yang kemudian menjauh sambil menerima telepon yang masuk ke ponselnya. "Nona, Anda ingin melihat agun seperti apa?" tanya salah satu pegawai di toko tersebut. "Pilihkan saja, yang paling baru dan paling mahal!" ucap Valerie dingin, ia tidak peduli apapun dengan bentuk gaun seperti ap

  • Terjerat Cinta Casanova "Antara Dendam dan Cinta"   BAB 15

    Valerie dan James kini sudah kembali ke rumah. James meninggalkan Valerie menuju ruang kerjanya, tanpa sepatah kata, sedangkan Valerie berjalan memasuki kamar. Di dalam kamar, Valerie duduk di depan meja rias, berniat untuk membersihkan riasannya.Terdengar langkah kaki yang mendekati Valerie, Anna, wanita disisi James sebagai asisten, yang memberikan obat perangsang pada dirinya, kini datang dan menemui Valerie kembali. 'Aku kira kau sudah tidak bekerja bersama James lagi, Anna?" tanya Valerie dingin."Hampir, Tuan James hampir membunuhku, karena kehilanganmu." Anna menjawab dengan sinis pada Valerie."Apakah kau akan bersikap sinis padaku, Anna? bukankah kau tahu, aku akan menjadi istri James, dan itukan yang kau inginkan?" tanya Valerie menatap Anna dengan senyum liciknya.Valerie ingat betul jika Anna ingin Valerie tunduk pada James, sehingga bisa menikmati kekayaannya. Namun nyatanya bukannya tunduk sebagai jalang, melainkan sebagai istri dan itu membuat Anna berada di bawahnya.

  • Terjerat Cinta Casanova "Antara Dendam dan Cinta"   BAB 14

    Langkah Valerie beriringan memasuki rumah besar itu, di dalam Henry sudah menunggu kedatangan mereka, tatapan Henry datar, seolah tidak peduli dengan apapun yang akan James lakukan, bahkan dalam hati kecilnya ia merasa takut. Maeva yang juga baru sampai setelah bertemu dengan Eleanor, terlihat menatap sinis dan tajam pada Valerie. Meskipun Valerie berasal dari keluarga kaya, tapi itu tetap tidak menguntungkan darinya. Karena hanya kekayaan dari Addison yang bisa membuatnya bertahan di posisi atas. "Seharusnya Eleanor yang ada di posisimu, gadis murahan!" bisik Maeva dalam hatinya, terlihat kebencian itu pada Valerie. "Kita langsung makan malam saja," ujar Henry tanpa mau berbasa-basi.Valerie mengernyit heran, melihat sikap ayah James, tapi dengan begitu ia tahu jika ayahnya benar-benar tidak bisa membantah James, anak laki-lakinya sendiri. James bahkan tatapannya lebih dingin dari yang ia kira, entah apa yang sebetulnya terjadi di keluarga Addison. Meski begitu, ia tidak begitu te

  • Terjerat Cinta Casanova "Antara Dendam dan Cinta"   BAB 13

    "Bukankah itu mereka? mereka bertengkar?" tanya Eleanor pada Maeva. Maeva melihat ke arah yang ditunjukan oleh Eleanor, benar saja disana ada James bersama wanita pilihannya. "Mereka akan menemui Henry malam ini," decak kesal Maeva setelah mendapat info dari Henry jika James akan memperkenalkan calon istrinya. "Lihatlah, wanita itu berlagak seperti seorang cinderella. James terlalu royal padanya, Ele, kau harus segera cari cara agar James hanya akan menjadi milikmu!""Aku tahu, tapi aku bingung bagaimana caranya, James, sangat sulit untuk aku perdaya!" kesal Eleanor. "Mengapa tidak kau berpura-pura hamil?" tanya Maeva. Eleanor berdecak kesal, " ada wanita yang melakukan cara itu, meskipun itu benar anaknya, tapi jika James tidak mau, maka tetap wanita itu akan disingkirkan olehnya. Menghadapi James sangatlah sulit, berada tetap di dekatnya saja itu sudah cukup bagus, tapi ketika wanita itu datang James malah langsung menyingkirkanku. Padahal sedikit lagi, aku mungkin aku bisa mem

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status