Share

BAB 5

Penulis: Yuhani
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-28 23:41:30

“Brengsek! Apa saja yang kalian lakukan, menjaga satu orang saja tidak becus!” hardik James sangat marah ketika mendengar laporan, jika Valerie tidak ditemukan dimanapun, disetiap sudut rumah sakit. 

Valerie berhasil melarikan diri, terbebas darinya. James tidak bisa menerimanya. 

Anna menundukkan kepalanya, takut dan sangat bersalah. “Maaf, Tuan, saya kira Nona Vale benar-benar sedang dalam pemeriksaan.”  Anna benar-benar merasa sudah dibodohi oleh seorang perawat serta dokter palsu yang membantu Valerie melarikan diri.

“Cari! cari wanita itu, cari sampai dapat, aku tidak mau tahu, kalian harus segera membawanya padaku, secepat mungkin!” titah James.

James sangat marah, ia tidak rela wanita yang dibelinya melarikan diri darinya, terlebih Valerie adalah wanita yang cukup membuatnya terkesan dengan perilaku yang berbeda dengan wanita lainnya. Valerie melawan padanya, tapi itu menjadi tantangan untuknya, untuk bisa membuatnya tunduk padanya. .

James kemudian teringat tentang seseorang yang sedang mencari Valerie. Tapi sayang James belum mendapat informasi apapun tentang siapa mereka yang mencari miliknya.

Pria itu sangat kesal, karena baru kali ini ia kesulitan dalam mencari informasi yang diinginkan olehnya. Orang yang mencari Valerie, terkesan misterius sehingga sulit mencari siapa mereka. Karena hal itu lah, James semakin penasaran dengan Valerie dan siapa sosok yang berada di belakangnya. 

James pun sudah mencoba mencari keberadaan Lukas, karena ia berpikir jika Lukas pasti mengetahui informasi yang dibutuhkan. Namun sayangnya, James pun tidak dapat menemukan Lukas dimanapun, bahkan ia mendengar jika Lukas telah dibawa oleh beberapa pria berjas hitam, dengan tubuh penuh luka, oleh mereka yang mencari keberadaan Valerie. 

“Siapa mereka, apa hubunganmu dengan mereka, Valerie ?” geram James.

***

Sementara itu, Vale yang kini sudah berada di sebuah mansion, membuatnya terpukau, menatap sekeliling yang penuh dengan kemewahan. Vale tidak yakin apa benar jika ia memiliki seorang kakek? 

Karena melihat bagaimana rumah itu, seperti sebuah istana yang megah, sementara dirinya selama ini hanya tinggal disebuah apartemen kecil di pinggiran kota.

“Apa benar, ini rumah kakekku, dan apa benar, aku cucunya? kalian tidak salah orang?” tanya Vale berturut-turut, ia merasa Merry dan Beni salah menemukan orang yang dicari oleh mereka. 

“Tentu, Nona kami tidak mungkin salah mendapatkan informasi. Ayah tiri Anda, bahkan sudah kami amankan,” jelas Beni membuat ekspresi wajah Vale berubah. 

Ekspresi yang penuh kebingungan kini berubah menjadi amarah, Vale terlihat ingin menghajar pria yang sudah menghancurkan masa depannya. Harta yang dijaga olehnya, direnggut paksa oleh pria bajingan, dengan membeli pada Ayah tirinya. 

“Apa Lukas dekat dengan kakek itu?” tanya Vale. 

Vale tidak mau jauh ke dalam perangkap untuk kedua kalinya, jika orang yang disebut kakeknya mendukung Lukas, maka Vale bisa dipastikan hidupnya akan semakin menderita.

“Dekat? tentu tidak nona, tapi Lukas, Ayah tiri Nona kini sedang mendekam di penjara bawah tanah,” ucap Merry.

Vale mendengar itu tersenyum, artinya, ia bisa membalas Lukas, dan kakek itu tidak berada di pihak Lukas. 

Namun, Vale masih harus berhati-hati, ia tidak tahu apakah kakek itu adalah orang baik, dan apakah memang kakek kandungnya atau hanya orang yang berpura untuk menginginkan dirinya, seperti James. 

Langkah demi langkah Vale memasuki mansion itu, terlihat ragu tapi Vale merasa tetap harus mencari tahu kebenarannya, apakah benar ia memiliki seorang kakek?

Hingga Vale sampai di ambang pintu mansion tersebut, langsung mendapat sambutan dari para pekerja yang ada di mansion itu. Sambutan hangat dan penuh senyuman. sehingga keraguan di hatinya, perlahan memudar, digantikan oleh senyuman, rasa haru, seolah kini ia sudah memiliki lagi keluarga yang baru. 

Tapi mengapa baru sekarang?

“Valerie…” suara berat terdengar oleh Vale, ia menoleh menatap kakek tua berjalan perlahan ke arahnya, dengan tongkat di tangannya. Kakek itu terlihat senang melihat Vale kini berada di hadapannya, setelah cukup lama ia mencari.

“Aku kakekmu, ayah dari Morgan, ayah kandungmu,” ucap sang kakek, membuat Vale teridiam.

Valerie terdiam, Morgan memang nama ayah kandungnya, dan sudah lebih dari 10 tahun Morgan meninggalkannya. Tapi mengapa kakek itu tahu, Vale adalah cucunya?

“Kau benar kakekku? lalu kemana kau selama ini?” tanya Vale, benar-benar tidak masuk akal.

“Ceritanya cukup panjang, Vale. Tapi kakek akan ceritakan secara singkat.” Kakek mengajak Vale duduk di sofa, untuk mendengarkan cerita darinya. “Morgan memilih pergi bersama ibu kandungmu, dan meninggalkan kemewahan ini. Kakek mengira kehidupan Morgan baik-baik saja, sampai… 2 tahun yang lalu, kakek kembali ke negara ini dan baru mengetahui Morgan telah tiada,” ucap sang kakek menjelaskan secara singkat pada Vale, tapi itu tidak membuat Vale percaya sepenuhnya. 

“Sampai kakek menemukan ibumu, tapi ia tidak mau kau bersama kakek, sehingga kakek hanya bisa mengawasimu dari jauh.  Tapi tidak  menyangka, Ibumu pergi lebih cepat, dan saat itu Kakek sedang berada di luar negeri. Sesampainya disini kakek langsung mencarimu, tapi pria brengsek itu malah menjualmu pada pria lain. Kakek menyesal, kakek terlambat menyelamatkanmu, Vale…”

Suara berat itu kini berubah menjadi isak tangis, Vale pun hanya bisa terdiam, baginya sulit mempercayai semua ini. 

Apa dan mengapa? 

Banyak pertanyaan yang melintas di benaknya, tapi Vale merasa jika ini bukan waktunya untuk mencari itu semua, Vale butuh waktu lebih lama untuk memahami semuanya.

“Sekarang ini adalah rumahmu, kau layak mendapatkan semua ini, kau adalah satu-satunya, penerus keluarga Russel,” ucap sang kakek, Smith.

Vale membeku, mendengar perkataan dari kakeknya, karena kini ia seolah mendapatkan anugerah yang luar biasa dari tuhan. Ia tidak percaya kisah tentang pewaris dialami olehnya. 

Setelah mendapatkan cobaan yang berat, kini tuhan seolah berpihak padanya, doa dan harapan yang sudah ia panjatkan, untuk bisa membalas mereka yang telah menyakitinya. 

Vale tersenyum, air matanya menetes, meski semua ini sangat membuatnya terkejut dan sempat tidak bisa mempercayainya, tapi Vale merasa beruntung, karena dengan apa yang dimiliki olehnya, ia bisa melakukan apa saja, terutama melawan orang kuat seperti James.

“Aku tidak tahu, Kek. Semua ini sangatlah mendadak, masih banyak pertanyaan di benakku. Tapi jika kakek mengizinkan, aku ingin menggunakan hak ini untuk membalas seseorang yang sudah merenggut masa depanku, hartaku yang paling berharga,” ucap Vale.

“Lakukan. lakukan apapun yang kamu mau, semua ini sudah kakek serahkan padamu, kau bisa memanfaatkannya dengan sebaik mungkin,” ujar Smith.

Vale tersenyum, ia mengangguk, meski dalam hatinya ia belum benar-benar bisa menerima Smith sebagai kakeknya, tapi ia akan mencoba untuk menerimanya. 

“Lukas, dimana orang itu? Aku ingin membunuhnya!” geram Vale, ia sangat ingin menemuinya. 

Smith pun membawa Vale ke ruang bawah tanah, dimana Lukas ditahan. Vale melihat Lukas meringkuk di atas tempat tidur yang hanya terbuat dari bambu yang berjajar rapi. Tubuhnya penuh luka, membuat Vale tersenyum tipis. 

“Aku kira kau bersenang-senang, Lukas?!” 

Lukas mendengar suara Vale terkejut, ia langsung terbangun dari tidurnya, ia menatap va;e seolah ingin meminta pertolongan. 

“Vale, kau disini, keluarkan aku cepat!” ujar Lukas, nada bicaranya masih sama pada Vale, meski dirinya kini tidak berdaya dalam sel tahanan.

“Keluar? tapi kau harus menjawab pertanyaanku dengan jujur, apa kau membunuh Ibuku?” tanya Vale, ia benar-benar sangat penasaran dengan kematian ibunya yang sangat mendadak.

“Ibu mati, dia terjauh sendiri!” jawab Lukas membuat Vale geram.

“Lebih baik kau mati disini!” desis Vale.

Lukas tertawa mendengar perkataan Vale. “Untuk apa kau bertanya pada ibumu, dia sudah mati. Mati karena meminum racun dariku, itu salahnya, karena tidak menuruti perkataanku!” 

Vale menggeram marah, apa yang dicurigainya ternyata benar, ayah tirinya telah membunuh Ibunya. “Kau benar-benar pria yang kejam, Lukas!”

“Tidak aku baik, karena kau sudah aku berikan pada pria kaya, kini kau bisa menikmati kehidupan sebagai orang kaya bukan, maka balas budilah padaku!”

“Balas budi? benar… Kakek, apa aku boleh mengahabisinya?” 

“Tentu, apapun untukmu, sayang…” jawab Smith.

Lukas membeku, apa yang dimaksud oleh Vale, apa dia akan membunuhnya? 

“Vale kau-?”

“Pergilah ke neraka, Brengsek!”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Yuhani
makin seru
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Terjerat Cinta Casanova "Antara Dendam dan Cinta"   BAB 18

    James melangkah mendekati Valerie yang sedang menatap dirinya di sebuah cermin besar, gaun yang indah melekat di tubuhnya. James tiba-tiba memeluk Valerie dari belakang, ekspresi wajah datar dan dingin seketika berubah, dengan senyuman yang terukir di bibir Valerie. "Kau cantik dan sangat cocok dengan gaun ini, aku tidak sabar untuk segera berada di altar pernikahan," ucap James berbisik lembut di samping telinga Valerie. "Terima kasih, aku memang sudah cantik. James, pernikahan ini,apa kita mengundang banyak orang?" tanya Valerie. "Tentu, terutama kolega bisnisku dan juga dari perusahaan Russel, aku ingin mereka tahu siapa istriku," jawah James tanpa ragu, Valerie mengangguk mengerti.Orang-orang yang berada di butik itu, melihat jika mereka adalah pasangan serasi dan bahagia, bahkan setelah kejadian Grace yang melabrak Valerie. James yang membela calon istrinya dan membuang simpanannya, bahkan membuat Grace menyesal karena kini kehilangan segalanya. Hal itu membuat mereka yakin j

  • Terjerat Cinta Casanova "Antara Dendam dan Cinta"   BAB 17

    James tersenyum tipis ketika Valerie mulai menggunakannya, ia pun melangkah mendekati mereka. Grace melirik ke arah Valerie menatap, benar saja, James tidak jauh dari sana dan sedang mendekati mereka. Suasana di butik itu menjadi tegang, hening, beberapa orang memperhatikan mereka, seolah penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya. James kini sudah berada di antara mereka, berdiri di dekat Valerie. Sehingga membuat Grace semakin merasa terancam. Grace merasa bodoh karena berpikir Valerie tidak bersama dengan James. Ketika ia memasuki butik itu bersama salah satu temannya dan melihat wanita yang tidak asing baginya, Valerie dalam sebuah foto di galeri ponselnya yang didapatkan dari Eleanor. Grace yang kesal dan marah karena Valerie mengambil dan memiliki James seorang diri, naik menjadi istri sah James, wanita yang ia tahu baru yang dikenal oleh James. Mereka para wanita di sisi James, sama-sama merasa tidak adil karena seharusnya James memilih wanita diantara mereka, paling tidak

  • Terjerat Cinta Casanova "Antara Dendam dan Cinta"   BAB 16

    Valerie berjalan di samping James, memegang tangan Valerie seolah tidak ingin Valerie menjauh darinya. James benar-benar ingin membuat orang-orang yang mengenalnya tahu jika ia akan menikahi wanita di sampingnya. Memasuki sebuah butik yang cukup terkenal dengan rancangan gaun pengantinnya, Valerie sedikit terpukau dengan gaun-gaun yang indah dan cantik, elegan bahkan terkesan mewah. Sayangnya pernikahan dengan James bukanlah pernikahan impiannya, bukan pernikahan yang membahagiakan, melainkan perang melawan nasib buruknya bersama James Addison."Kau pilihlah, ada yang harus aku lakukan lebih dahulu," ujar James lembut bahkan mencium kening Valerie. Valerie mengangguk dan tersenyum tipis, melihat James yang kemudian menjauh sambil menerima telepon yang masuk ke ponselnya. "Nona, Anda ingin melihat agun seperti apa?" tanya salah satu pegawai di toko tersebut. "Pilihkan saja, yang paling baru dan paling mahal!" ucap Valerie dingin, ia tidak peduli apapun dengan bentuk gaun seperti ap

  • Terjerat Cinta Casanova "Antara Dendam dan Cinta"   BAB 15

    Valerie dan James kini sudah kembali ke rumah. James meninggalkan Valerie menuju ruang kerjanya, tanpa sepatah kata, sedangkan Valerie berjalan memasuki kamar. Di dalam kamar, Valerie duduk di depan meja rias, berniat untuk membersihkan riasannya.Terdengar langkah kaki yang mendekati Valerie, Anna, wanita disisi James sebagai asisten, yang memberikan obat perangsang pada dirinya, kini datang dan menemui Valerie kembali. 'Aku kira kau sudah tidak bekerja bersama James lagi, Anna?" tanya Valerie dingin."Hampir, Tuan James hampir membunuhku, karena kehilanganmu." Anna menjawab dengan sinis pada Valerie."Apakah kau akan bersikap sinis padaku, Anna? bukankah kau tahu, aku akan menjadi istri James, dan itukan yang kau inginkan?" tanya Valerie menatap Anna dengan senyum liciknya.Valerie ingat betul jika Anna ingin Valerie tunduk pada James, sehingga bisa menikmati kekayaannya. Namun nyatanya bukannya tunduk sebagai jalang, melainkan sebagai istri dan itu membuat Anna berada di bawahnya.

  • Terjerat Cinta Casanova "Antara Dendam dan Cinta"   BAB 14

    Langkah Valerie beriringan memasuki rumah besar itu, di dalam Henry sudah menunggu kedatangan mereka, tatapan Henry datar, seolah tidak peduli dengan apapun yang akan James lakukan, bahkan dalam hati kecilnya ia merasa takut. Maeva yang juga baru sampai setelah bertemu dengan Eleanor, terlihat menatap sinis dan tajam pada Valerie. Meskipun Valerie berasal dari keluarga kaya, tapi itu tetap tidak menguntungkan darinya. Karena hanya kekayaan dari Addison yang bisa membuatnya bertahan di posisi atas. "Seharusnya Eleanor yang ada di posisimu, gadis murahan!" bisik Maeva dalam hatinya, terlihat kebencian itu pada Valerie. "Kita langsung makan malam saja," ujar Henry tanpa mau berbasa-basi.Valerie mengernyit heran, melihat sikap ayah James, tapi dengan begitu ia tahu jika ayahnya benar-benar tidak bisa membantah James, anak laki-lakinya sendiri. James bahkan tatapannya lebih dingin dari yang ia kira, entah apa yang sebetulnya terjadi di keluarga Addison. Meski begitu, ia tidak begitu te

  • Terjerat Cinta Casanova "Antara Dendam dan Cinta"   BAB 13

    "Bukankah itu mereka? mereka bertengkar?" tanya Eleanor pada Maeva. Maeva melihat ke arah yang ditunjukan oleh Eleanor, benar saja disana ada James bersama wanita pilihannya. "Mereka akan menemui Henry malam ini," decak kesal Maeva setelah mendapat info dari Henry jika James akan memperkenalkan calon istrinya. "Lihatlah, wanita itu berlagak seperti seorang cinderella. James terlalu royal padanya, Ele, kau harus segera cari cara agar James hanya akan menjadi milikmu!""Aku tahu, tapi aku bingung bagaimana caranya, James, sangat sulit untuk aku perdaya!" kesal Eleanor. "Mengapa tidak kau berpura-pura hamil?" tanya Maeva. Eleanor berdecak kesal, " ada wanita yang melakukan cara itu, meskipun itu benar anaknya, tapi jika James tidak mau, maka tetap wanita itu akan disingkirkan olehnya. Menghadapi James sangatlah sulit, berada tetap di dekatnya saja itu sudah cukup bagus, tapi ketika wanita itu datang James malah langsung menyingkirkanku. Padahal sedikit lagi, aku mungkin aku bisa mem

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status