Share

BAB 7

Penulis: Yuhani
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-08 16:20:31

Smith sudah menjelaskan pada Valerie tentang bisnis apa saja yang dipegang olehnya mulai saat ini. Tapi Valerie merasa jika ia masih belum pantas untuk menggantikan kakek Smith. Soal bisnis dan memimpin bukanlah hal yang mudah, maka dari itu Valerie memutuskan untuk bisa belajar dari bawah. 

Namun ia belum memutuskan untuk kapan bisa bekerja, karena satu tujuan yang ingin dilakukan olehnya, yaitu membalas James, menghancurkan apa yang dimiliki olehnya. 

"Vale, Kakek mengerti jika kamu ingin membalas rasa sakitmu pada James. Namun, James bukanlah orang yang mudah kita lawan, kita memang tidak kalah dalam hal uang, tapi ada sesuatu yang lain dalam diri James, yang tidak bisa kita lawan," jelas Kakek Smith saat mengerti kemana arah tujuan Valerie, yang ingin menghancurkan James Addison.

Valerie terdiam, bertanya-tanya, sekuat apa James itu? 

"Tapi aku yakin, James akan terus mengusikku, Kek. Entah mengapa, aku merasa James tidak akan melepaskan aku," ucap Valerie.  Ekspresi wajahnya terlihat sendu tapi ada perasaan kesal yang tidak bisa disalurkan olehnya. Kesal karena James kuat hingga tidak bisa dilawan olehnya?

Meskipun ia sudah memiliki Smith dan Russel di belakangnya, nyatanya Smith saja merasa itu sulit. 

"Apa tidak bisa jika melapor pada polisi, karena jelas itu adalah hal yang ilegal?" taya Valerie kembali mencari celah untuk menjebloskan James ke dalam penjara atau dengan cara lain yang menghancurkan James.

Smith menggelengkan kepalanya lemah, ia tahu bagaimana hidup seperti James, uang, kekuasaan bisa dimanfaatkan dalam sebuah hukum. "Percuma saja, jangan berpikir ke arah sana.Semua itu akan sia-sia. Bukti, Saksi, bahkan tidak ada. Di dunia ini. kau tidak bisa mempercayai siapapun. Karena jika kau nekat tanpa tahu bagaimana lawanmu, justru kamu lah yang akan hancur."

Valerie mengepalkan tangannya,  jelas ia  tahu tentang hal ini, orang yang memiliki banyak uang memang suka seenaknya. "Lalu aku harus bagaimana, aku tidak mau terus berada dalam jerat  pria jahat itu!"

Smith terdiam, ia pun masih memikirkan cara agar Valerie bisa bebas dan tenang menjalani hidupnya tanpa harus berhubungan dengan James. 

Hari berganti, kini Valerie harus lebih siap untuk bisa menjalani hidupnya. Meskipun James adalah ketakutan dalam dirinya, tapi ia tidak bisa terus bersembunyi. Valerie memutuskan bekerja di cabang perusahaan Russel, seperti apa yang sudah direncanakan olehnya, menjadi karyawan biasa.

Sehari bekerja, Valerie tidak memiliki masalah apapun, ia suka dan nyaman. Tapi saat pulang kerja, ia dikejutkan dengan sosok wanita yang menunggunya  lobi perusahaan.  Valerie terkejut dan takut, ia memiliki menghindari dari wanita itu, melewati jalan lain–basement.

Namun setelah menghindari wanita itu, justru Valerie malah bertemu dengan sosok pria jangkung dan tampan yang sudah merenggut masa depannya. 

James, pria itu perlahan berjalan ke arahnya, tubuh Valerie bergetar, ia tidak menyangka bahkan James berani datang ke wilayahnya.

"James! Untuk apa kau berada disini?" tanya Valerie. 

"Apalagi, untuk menemui wanita milikku! Vale, kau tidak akan bisa lepas dariku.  Kau sudah aku miliki, membeli dan dapatkan. Kau pikir aku akan melepasmu?" ucap James membuat Valerie kesal. 

"Kau pria brengsek, James!"

"Ya itu aku! aku bukan pria baik, aku hanya pria yang akan berusaha mendapatkan apa yang ingin aku miliki! Menghalangiku, menolakku, akan aku hukum dengan sangat kejam." 

James telah berada di hadapan Valerie, memegangi Valerie agar tidak menjauh darinya. James mencium tengkuk leher Valerie, membuat Valerie menghindar, tapi itu membuat James marah dan memaksa mencium bibir Valerie, tapi Valerie menggigit bibir James. 

Pria itu marah, tatapannya tajam pada wanita yang dijadikan miliknya. 

"Bukankah sudah aku katakan, jangan menolakku, Vale!" desis James mencengkram leher Valerie, sehingga Valerie kesulitan untuk bernafas. 

"Bunuh aku saja!" ucap Valerie membuat James semakin marah. 

"Nyawamu, hidupmu adalah milikku! Kau tidak bisa memutuskan seenaknya. Jika kau ingin mati, maka bukan nyawamu yang akan mati, tapi orang yang ada di sekitarmu. Aku yakin kau sudah tahu bagaimana aku dari Smith?" ujar James dengan senyum liciknya. "Akan aku berikan kamu contoh agar kau percaya."

Valerie menatap tajam James, mungkin ini adalah hal yang ditakuti oleh Smith, karena kekuasaan James yang tidak sepenuhnya diketahui oleh kakeknya. Smith memang bisa berlaku kejam, tapi melawan orang yang kuat pun itu bukan lah hal yang mudah.

"Jangan ganggu orang sekitarku!" desis Valerie. 

"Maka, jadilah gadis penurut, Valerie." James kembali mencium bibir Valerie dan kali ini tidak ada penolakan dari gadisnya. Hal itu membuat James senang.

"Begitu lebih baik, Sayang. Oh sungguh aku merindukan tubuhmu, tapi aku akan berikan kamu waktu untuk bisa bersantai, menikmati hidup barumu dengan harta berlimpah dari Russel. Setelah itu, aku akan datang kembali dan kita nikmati malam selanjutnya. Ah, mungkin pernikahan akan menjadi lebih baik," ucap James,

Valerie menatap tajam James, ia tidak mau semua itu terjadi, malam selanjutnya? Mimpi saja kau, James! bisiknya dalam hati.

James tersenyum dengan lick, ia sadar betul Valerie sangat membencinya tapi itu adalah hal yang menyenangkan darinya. Tantangan untuk membuat Valerie takluk padanya. 

James pergi meninggalkan Valerie yang masih menatap tajam padanya, memasuki mobil yang sudah menunggunya berbicara dengan Valerie. 

Selepas kepergian James, anak buah Smith yang ditugaskan untuk menjaga Valerie kini berlari ke arahnya, dengan ekspresi wajah khawatir pada tuannya karena sudah gagal mereka lindungi. Kini Valerie tahu, menyadari  jika James lah yang sudah menahan mereka. 

James, orang seperti apa kau? 

Apa aku benar-benar tidak bisa menghancurkanmu? 

Bahkan dia tahu, aku adalah penerus keluarga Russel.

"Apa yang harus aku lakukan?" bisik Valerie kemudian.

Sebuah notif di ponselnya mengejutkan Valerie, Merry serta Beni yang pernah menolong terbebas dari rumah sakit, kini berada ditangan James. 

Valerie menatap layar itu tanpa kedip, tangannya bergetar,  seluruh tubuhnya membeku.

Sebuah foto di pesan itu menelannya hidup-hidup.

Merry dan Beni.  Darah. Tali. Luka. Ketakutan di mata mereka.

Ponselnya berdering, lalu terdengar suaranya-James-dingin dan pelan seperti pisau yang diselipkan ke tulang belakangnya.

"Tenang, mereka masih hidup. Asal kau penurut, semuanya akan baik-baik saja.

 Seminggu lagi aku datang. Jangan buat aku marah."

Telepon terputus, Valerie pun terdiam sejenak. Namun kemudian Valerie jatuh berlutut, tangis dan amarah menyatu hingga suaranya tak lagi terdengar seperti manusia.

"James... aku akan membunuhmu."

Yuhani

Terima kasih sudah mampir, jika suka jangan lupa masukan ke dalam pustaka ya, dan jangan lupa komen juga. Berikan kritik dan saran kalian. Semoga kallian suka dan akan terus baca, cerita Valerie dan James :)

| Sukai
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Terjerat Cinta Casanova "Antara Dendam dan Cinta"   BAB 31

    Pagi harinya, Valerie yang sedang memandangi taman dari dalam rumah di lantai dua, dengan masih mengenakan lingerie. Tatapannya terlihat kosong, tidak ada semangat untuk menjalani hari-harinya yang penuh dengan ancaman. Valerie dipaksa harus terus tersenyum dengan rasa sakit yang bertubi-tubi datang padanya, penuh dengan ancaman, dari James pada orang-orang yang disayanginya.“Apa yang sedang kamu lamunkan, Sayang?” tanya James, tangannya melingkar di perut Valerie, memeluknya dari belakang.“Aku merindukan kakekku, kapan kau akan mengajakku kesana? Aku baru sebentar bertemu dengannya, tapi kau memisahkanku,” ucap Valerie dengan enggan menatap James, yang lebih memilih menatap taman dengan langit mendung.“Aku sibuk, akhir-akhir ini, jika senggang aku akan mengajakmu kesana. Vale, kau tidak perlu khawatir, kakekmu tidak akan apa-apa, pengobatan sudah aku berikan maksimal. Kau akan ke perusahaan sekarang?” tanya James, mengubah topik pembicaraan. Tidak mau Valerie terus menanyakan kebe

  • Terjerat Cinta Casanova "Antara Dendam dan Cinta"   BAB 30

    "Tidak, jangan membunuhku! James, kau tidak akan melakukan ini padaku bukan? bagaimanapun, aku adalah istri ayahmu, aku sudah menjadi ibu tirimu," ucap Maeva memohon agar James tidak membunuhnya.Maeva tidak pernah berpikir jika tindakan nekatnya akan membuat dirinya menerima amarah James, hingga nyawanya terancam. Maeva masih percaya jika siapapun wanita disisi James, tidak akan membuat James marah, dengan mencelakai atau menghilangkan nyawanya yang berharap Eleanor bisa menjadi istri James. Tapi sayangnya, pemikirannya salah, karena Valerie bahkan kini bertindak seperti James yang kejam dan tanpa belas kasih."Kau salah jika memohon pada James, Nyonya Maeva. Seharusnya, kau memohon padaku! Apa harus diulangi, jika semua ini tergantung padaku, bukan James!" desis Valerie, tatapannya tajam, membuat Maeva kesal, tidak terima. "Mengapa, mengapa kau membuat keputusan bodoh seperti itu, James. Bukankah selama ini kau hanya mempermainkan semua wanita sesukamu?" tanya Maeva pada James, tid

  • Terjerat Cinta Casanova "Antara Dendam dan Cinta"   BAB 29

    "Menyingkirkannya langsung?' tanya kembali James, memastikan pada sang istri. Valerie pun mengangguk, tanpa ingin berlama-lama berada di tempat yang cukup membuatnya tidak nyaman. Ketidaknyaman Valerie, tentu karena kehidupannya sangat jauh berbeda dari yang dulu, meski penuh dengan kemiskinan akan tetapi Valerie merasa bahagia, tidak ada masalah yang berat, bahkan jika harus menghukum orang. Valerie pada dasarnya adalah wanita yang baik, tapi memiliki keberanian. Namun, Valerie tidak pernah mengira jika keberaniannya kini akan dipakai untuk sesuatu hal yang di luar hati nuraninya. Hanya karena James, hanya karena ingin menyelamatkan nyawa yang berada di tangan James, dan hanya karena Valerie harus bisa kuat bahkan lebih kuat lagi dari James, agar bisa membalas dan melawan, bahkan sampai membuat James jatuh tunduk padanya.Jika Valerie lemah dan tidak bisa sekuat James, maka dipastikan Valerie akan kalah dari James. Valerie tidak mau itu terjadi. Maeva, Eleanor, dan juga Grace, mere

  • Terjerat Cinta Casanova "Antara Dendam dan Cinta"   BAB 28

    Maeva dibawa ke sebuah gudang kosong yang letaknya tidak jauh dari hotel tempat berlangsungnya pesta pernikahan James dan Valerie. Di gudang itu, sudah ada Eleanor dan juga Grace. Maeva terkejut melihat keadaan Grace dan Eleanor yang sudah tidak baik-baik saja. Wajah mereka terlihat lebam, seolah sudah mendapat pukulan yang menyakitkan. Tidak jauh dari mereka, seorang pria yang dibayar untuk menyentuh Valerie pun terlihat sudah tidak berdaya. "Kalian akan segera menjemput kematian. Tuan James, tidak pernah memberikan kesempatan pada orang yang mengusik ketenangan hidupnya. Terlebih Valerie, adalah wanita yang Tuan James miliki." Leon mengatakan pada mereka yang sudah merencanakan rencana licik dan jahat pada Velerie yang berharap pernikahan itu akan gagal, dan digantikan oleh Eleanor. "Tahu apa kau, Leon. Aku adalah ibu tiri James, dia tidak akan menghukumku!" desis Maeva. Leon mengangkat sebelah alisnya. Leon merasa lucu dengan percaya dirinya Maeva jika James tidak akan pernah m

  • Terjerat Cinta Casanova "Antara Dendam dan Cinta"   BAB 27

    "Bermain?" gumam Valerie tanpa mengalihkan pandangannya pada Maeva yang sedang ketakutan. "Permainan ini adalah keinginanmu? Kau yang memulai, maka kau lah yang harus mengakhiri. Vale, tunjukkan kalau kau memang layak berada disisi, di depan mereka!" ucap James dengan senyum seringainya.James menantikan, Valerie bertindak sebagai nyonya Addison yang tidak kalah kejam dengan dirinya.Valerie menatap James, ia tahu pria yang kini menjadi suaminya menginginkan dirinya menjadi istri yang sama jahatnya. Valerie tersenyum pada James, hingga semua orang mengira, Valerie benar-benar jatuh cinta pada James, wanita yang bahagia karena dipilih James sebagai pasangan hidupnya. "Aku akan ikuti apapun yang kamu mau, James, itukan yang kamu ingin dariku?""Benar, buat aku semakin menyukaimu, Valerie, jangan sampai aku membencimu, karena itu tidak akan baik untuk hidupmu!"Maeva yang masih duduk dengan tubuh membeku, merasa putus asa, entah apa yang harus dilakukan olehnya. Maeva membaca berkali-k

  • Terjerat Cinta Casanova "Antara Dendam dan Cinta"   BAB 26

    Pernikahan yang megah dan mewah dengan para tamu undangan yang menunggu sepasang pengantin yang akan memulai hidup baru mereka. Alunan musik klasik yang merdu, dengan dekorasi indah yang dihiasi kristal-kristal yang menggantung di langit-langit gedung, bunga-bunga mahal yang tersusun rapi menambah kesan keindahan. Sehingga mereka berpikir, jika pernikahan itu adalah pernikahan yang paling membahagiakan. Mereka tidak tahu, jika itu hanyalah sebuah permainan, sebuah keegoisan James.Para tamu tersenyum, kagum melihat semuanya, melihat James yang sudah siap menyambut pasangan pengantinnya.Mereka pun tidak menyangka jika James Addison, pada akhirnya menikah.Valerie berdiri di balik pintu besar, dengan gaun pengantin putih membuatnya terlihat sempurna, cantik dan elegan. Tapi semua itu terasa sia-sia jika hanya untuk terperangkap dalam jerat James Addison.Anna berdiri di belakangnya, membantunya melangkah hingga sampai pada Tuannya. "Sudah waktunya, Nona," ucap Anna singkat.Valerie m

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status