Home / Romansa / Terjerat Cinta Dosen Baruku / Bab 56. Libur yang Tak Pulang

Share

Bab 56. Libur yang Tak Pulang

Author: Elwy Canopus
last update Last Updated: 2026-01-13 23:41:38

“Ni anak, akhir-akhir ini kenapa jadi makin rewel sih?”

Leena mengumpat dalam hati. Terkadang selalu dibuat heran akan perubahan sikap Evan yang tiba-tiba terlihat posesif.

Evan masih mengangkat telepon. Alisnya tampak mengerut tipis seolah isi percakapan di layar bukan hal sepele.

Padahal, sebelum ponsel itu bergetar, Evan masih sibuk menanyai ini-itu ke Leena dengan nada setengah curiga dan setengah khawatir.

Leena menggaruk tengkuknya pelan. Ringisan kecil tersungging di wajahnya. Lebih terlihat heran daripada geli.

“Sejak kapan dia jadi kayak gini?” gumamnya lirih, hanya cukup untuk didengar sendiri.

Padahal, Evan adalah tipe yang santai. Cerewet iya, kepo juga iya, tapi tak sampai seperti saat ini. Sekarang ia bersikap seolah setiap gerak Leena perlu dipastikan.

Tak lama, Evan menutup telepon dan menjauhkan layar dari daun telinganya, lalu menghela napas pendek.

“Kayaknya... gue juga harus pergi sekarang, Na,” ucap Evan dengan nada pasrah.

Leena mengerjap seketika. “Hah?”

“Boka
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Cinta Dosen Baruku   Bab 60. Clue Pertama

    ‘Dasar otak sialan!’Leena membanting tubuhnya ke kasur asrama yang entah kenapa terasa jauh lebih keras dari biasanya. Ia memejamkan mata sejenak, merutuki diri sendiri yang bisa-bisanya memikirkan hal-hal yang jauh di luar batas urusan akademis hanya karena satu kata ‘puas’.Suasana kamar asrama lebih remang, kontras dengan gemerlap lampu di resto Saga yang baru saja ia tinggalkan.Jam menunjukkan pukul setengah sebelas malam. Tubuhnya pegal, tapi otaknya malah masih berputar kencang, memutar ulang setiap adegan di ruang Saga siang itu.“Fokus, Na. Fokus. Dia itu dosen lo, nggak lebih,” gumamnya sambil menepuk-nepuk pelan pipi yang masih terasa panas.Manik mata Leena seketika tertuju pada flashdisk hitam milik Zayn yang kini ada di genggaman.Sebelum pulang dari resto, Zayn melemparkan benda itu padanya disertai satu instruksi tajam: “Jangan sampai ada yang kelewat. Pelajari semuanya.”Lalu kemudian, Leena bangkit, menyeret kaki ke kursi belajar. Dengan gerakan terbata, ia menautk

  • Terjerat Cinta Dosen Baruku   Bab 59. Puas Dalam Hal Apa?

    “Ni orang tenangnya kalau lagi tidur aja. Kalau melek kerjaannya ngancem mulu...’ suara batin Leena mengomel, tapi bibirnya tetap terkunci.Zayn tak menanggapi. Pria itu hanya merapikan setelan kemejanya yang sedikit kusut, baru kemudian melangkah ke meja kerja Saga. Dari saku kemeja, ia mengeluarkan sebuah flashdisk hitam.Gerakannya tenang, seolah langkahnya sudah tak memiliki canggung lagi ketika menggunakan area kerja Saga.Leena hanya mengawasi dengan mata, tak beranjak dari tempat. Hanya manik matanya yang bergerak mengikuti setiap gerak Zayn.“Pindah ke sini.” Suara Zayn singkat, sambil menarik kursi kerja yang biasa dipakai Saga.Dengan spontan Leena menolak, “Lah, nggak sopan dong, Pak. Masa iya saya duduk di kursi bos sendiri.”Bukan lagi suara Zayn yang jadi jawaban, tapi tatapannya yang tajam dan menusuk, membuat Leena akhirnya menurut meski hatinya masih penuh tanda tanya. Leena menjatuhkan diri, tubuhnya terasa kaku.Layar monitor menyala, dan folder terenkripsi dibuka.

  • Terjerat Cinta Dosen Baruku   Bab 58. Murid Kesayangan?

    “Cih!” Leena ikut mendengus ketika Zayn tiba-tiba terdengar mengumpat. Dan untuk yang kedua kalinya, suara berat itu kembali jatuh, “...Bangsat!.”Otomatis Leena terperangah. Manik matanya membelalak, tak habis pikir kalau Zayn bisa semarah itu sampai mengucap kata kasar. Kedua tangan Leena refleks berkacak di pinggang, sambil dada naik turun menahan emosi. “Pak, saya tau saya salah. Tapi omongan bapak barusan—”Kalimat makian yang tertahan di ujung lidah Leena mendadak terputus, setelah langkahnya menyingkap sisi depan sofa. Dan disanalah ia melihat sesuatu yang membuatnya diam. Pria yang biasanya tampil dengan aura otoritas yang menindas itu ternyata sedang terlelap. Zayn tampak menyandarkan kepala di bantalan sofa dengan posisi duduk yang miring dan terlihat tak nyaman. Rambutnya kusut, beberapa helai jatuh menutupi kening, menambah kesan lelah yang jelas di rautnya.Tak ada tatapan tajam yang menghakimi, tak ada suara dingin yang menusuk. Yang ada hanya helaan napas sedikit

  • Terjerat Cinta Dosen Baruku   Bab 57. Tiga Puluh Menit

    "Di mana kamu?"Nada suara Zayn terdengar sedikit lantang dari seberang telepon, tajam dan tanpa basa-basi. Leena yang baru saja setengah duduk di ranjang langsung mengernyit heran, matanya masih berat oleh sisa kantuk.ia melirik ke arah ponsel sekali lagi. Nama Zayn tertera jelas.‘Pagi-pagi gini… ngapain dia nelpon, sih?’ tukasnya dalam hati.“Saya di asrama, Pak,” jawab Leena akhirnya dengan nada sedikit kaku. “Kenapa, emangnya?”Hari itu hari selasa, tepat lima hari sebelum ia kembali ke rutinitas kampus dan memulai semester baru dengan magang chapter dua.Libur masih berjalan, dan selama libur itu, Zayn bukan sepenuhnya menghilang, tapi juga bukan sosok yang rutin muncul.Leena masih bertemu pria dingin itu sesekali kalau dirinya mampir ke resto Saga. Itupun sebatas profesional. Hanya ada sapaan singkat, dingin dan seperlunya saja. Tak lebih. Bahkan semingguan terakhir, Zayn sama sekali tak muncul.Lalu, sekarang, tiba-tiba saja pria itu menelpon Leena.“Kamu kesini sekarang!”

  • Terjerat Cinta Dosen Baruku   Bab 56. Libur yang Tak Pulang

    “Ni anak, akhir-akhir ini kenapa jadi makin rewel sih?”Leena mengumpat dalam hati. Terkadang selalu dibuat heran akan perubahan sikap Evan yang tiba-tiba terlihat posesif.Evan masih mengangkat telepon. Alisnya tampak mengerut tipis seolah isi percakapan di layar bukan hal sepele. Padahal, sebelum ponsel itu bergetar, Evan masih sibuk menanyai ini-itu ke Leena dengan nada setengah curiga dan setengah khawatir.Leena menggaruk tengkuknya pelan. Ringisan kecil tersungging di wajahnya. Lebih terlihat heran daripada geli. “Sejak kapan dia jadi kayak gini?” gumamnya lirih, hanya cukup untuk didengar sendiri.Padahal, Evan adalah tipe yang santai. Cerewet iya, kepo juga iya, tapi tak sampai seperti saat ini. Sekarang ia bersikap seolah setiap gerak Leena perlu dipastikan.Tak lama, Evan menutup telepon dan menjauhkan layar dari daun telinganya, lalu menghela napas pendek.“Kayaknya... gue juga harus pergi sekarang, Na,” ucap Evan dengan nada pasrah.Leena mengerjap seketika. “Hah?”“Boka

  • Terjerat Cinta Dosen Baruku   Bab 55. Siluet Dibalik Kaca Mobil

    “Bentar, deh… ?” Langkah Evan mendadak tercekat. Tubuhnya mematung tepat di tengah tarikan Leena yang sedari tadi sudah setengah menyeretnya. Alis pria itu mengernyit dalam. Sorot mataya masih terkunci ke arah mobil yang terparkir di bahu jalan seberang. “Na, kok… kayaknya gue pernah liat mobil itu,” ucap Evan pelan. Nada suaranya tampak diturunkan, seperti sedang memaksa ingatan yang belum sepenuhnya menyatu. Jarak antara gedung asrama Leena dan bahu jalan seberang tepat Leena berhenti, untung saja cukup lebar. Dari titik mereka berdiri, cukup mustahil bagi Evan untuk bisa melihat dengan jelas. Apalagi dengan kaca mobil yang gelap, tak mungkin mudah untuk ditembus pandang dari jarak yang segitu jauh. Logikanya jelas.Namun justru karena itu, jantung Leena berdegup semakin tak beraturan. “Lo ngeyel banget sih, Van,” ketus Leena pada akhirnya. Lagi, Leena mendorong kuat-kuat tubuh Evan. Namun, percuma. Tubuh Evan tetap tak bergeming sedikit pun, seakan kakinya sudah men

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status