Share

bab 5 persiapan Pernikahan

Auteur: PRS Familly
last update Dernière mise à jour: 2025-12-21 11:11:07

Setelah menemukan surat ancaman di mobilnya, Alvian langsung memutuskan untuk bertindak cepat. Ia mengantar Rania pulang dengan aman, lalu segera pergi ke kantor perusahaan untuk melakukan penyelidikan sendiri. Ia tahu bahwa dia tidak bisa mempercayai siapapun lagi – setidaknya sampai dia menemukan siapa yang benar-benar bertanggung jawab atas semua ini.

Ketika tiba di kantor pusat yang terletak di pusat kota, Alvian langsung masuk ke ruang kerjanya dan membuka semua berkas yang berkaitan dengan hubungan bisnis perusahaan nya dengan perusahaan kosmetik tersebut. Ia menghabiskan seluruh malam untuk membaca dan menganalisis setiap detail dengan seksama. Sampai pagi hari, dia akhirnya menemukan sesuatu yang mengejutkannya.

Di dalam berkas rahasia yang tersembunyi di bawah tumpukan berkas lain, ada catatan lengkap tentang kesepakatan yang dilakukan oleh salah satu direktur utama perusahaan nya – Bapak Herman – dengan perusahaan kosmetik tersebut. Catatan itu menunjukkan bahwa Bapak Herman mengetahui bahwa bahan mentah yang digunakan berbahaya, tapi tetap menyetujui penggunaannya karena dia mendapatkan komisi besar dari kesepakatan itu.

Alvian merasa darahnya mendidih. Bapak Herman adalah teman lama ayahnya yang telah bekerja di perusahaan selama lebih dari 20 tahun. Dia tidak bisa membayangkan bahwa orang yang selama ini dia percayai ternyata bisa melakukan hal yang begitu keji hanya untuk mendapatkan uang lebih banyak.

Tanpa berpikir dua kali, Alvian langsung menghubungi polisi dan memberikan semua bukti yang dia miliki. Ia juga memanggil rapat darurat dengan semua anggota direksi perusahaan untuk memberitahukan tentang apa yang telah dia temukan dan rencananya untuk memperbaiki kesalahan tersebut.

“Kamu tidak bisa melakukan ini, Alvian!” teriak Bapak Herman saat Alvian menjelaskan semua yang terjadi di depan semua anggota direksi. “Kamu akan merusak perusahaan yang telah dibangun oleh ayahmu dengan susah payah!”

“Saya lebih memilih merusak perusahaan daripada membiarkan perusahaan ini menjadi alat untuk menyakiti orang lain, Pak Herman,” jawab Alvian dengan suara yang tegas dan penuh tekad. “Ayah saya mendirikan perusahaan ini dengan tujuan untuk membantu orang lain dan memberikan produk yang berkualitas. Saya tidak akan membiarkan tujuan itu tercoreng oleh keserakahan beberapa orang saja.”

Setelah rapat selesai, polisi datang dan membawa Bapak Herman untuk diadakan pemeriksaan lebih lanjut. Beberapa orang lain yang terlibat juga ditangkap dan diajukan ke pengadilan. Alvian tahu bahwa proses ini akan memakan waktu lama dan akan memberikan dampak besar pada perusahaan nya, tapi dia siap untuk menghadapinya.

Beberapa minggu kemudian, setelah semua masalah hukum mulai teratasi, Alvian memutuskan untuk melakukan perubahan besar dalam perusahaan nya. Ia membentuk tim khusus yang bertugas untuk memastikan bahwa semua produk yang dihasilkan oleh perusahaan memenuhi standar kesehatan dan keamanan yang paling ketat. Ia juga mengubah kebijakan perusahaan agar lebih fokus pada tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Selain itu, Alvian juga mendirikan yayasan bernama “Yayasan Indah” yang bertujuan untuk membantu korban keracunan zat kimia dan mendanai penelitian tentang pengobatan penyakit langka seperti yang diderita oleh Indah. Ia ingin memastikan bahwa cinta dan perhatian yang diberikan oleh istri nya tidak akan sia-sia, dan bahwa banyak orang akan mendapatkan manfaat dari apa yang telah dia alami.

Pada hari ulang tahun Indah yang pertama setelah dia pergi, Alvian mengunjungi pemakaman istri nya bersama Rania dan keluarga Indah. Mereka membawa bunga mawar merah muda – bunga kesukaan Indah – dan menyebarkannya di sekitar nisan kecil yang telah dirawat dengan baik.

“Kamu sudah melakukan yang terbaik untuk menghormati cinta mu padanya, mas Alvian,” ujar Rania dengan suara penuh rasa hormat. “Indah pasti akan bangga dengan apa yang kamu lakukan.”

Alvian mengangguk dan menatap nisan istri nya dengan senyum haru. “Aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan, Rania,” jawabnya pelan. “Indah selalu mengajarkanku untuk menjadi orang yang baik dan bertanggung jawab. Aku hanya ingin membuatnya bangga padaku.”

Setelah dari pemakaman, Alvian pergi ke rumah yang pernah dia tempati bersama Indah. Ia masuk ke kamar tidur mereka dan melihat sekeliling ruangan yang masih penuh dengan kenangan mereka berdua. Di bawah matras kasur, ia menemukan kotak kecil yang disebutkan oleh Indah dalam suratnya.

Di dalam kotak itu, ada semua surat cinta yang pernah dia kirimkan padanya – mulai dari surat pertama yang dia kirimkan saat mereka baru mulai pacaran hingga surat terakhir yang dia kirimkan beberapa hari sebelum Indah pergi. Ada juga beberapa barang kecil lain seperti pola baju untuk anak, buku catatan dengan catatan harian Indah tentang kehidupan mereka berdua, dan sebuah gelang kecil yang jelas dibuat dengan tangan sendiri.

Di bagian bawah kotak, ada sebuah surat lain yang belum terbuka. Amplop itu memiliki tulisan tangan Indah yang rapi: “Untuk Alvian – Dibuka hanya jika kamu sudah siap untuk melanjutkan hidup mu.”

Dengan hati yang penuh kerinduan dan rasa harapan baru, Alvian membuka surat itu. Di dalamnya ada tulisan yang membuat hatinya terasa hangat:

“Untuk sayangku Alvian…

Jika kamu sedang membaca surat ini, berarti kamu sudah siap untuk menerima cinta baru dalam hidup mu. Aku tahu bahwa kamu akan menemukan orang yang sempurna untukmu – seseorang yang akan mencintaimu dengan sepenuh hati dan membuatmu bahagia seperti yang aku lakukan. Jangan pernah merasa bersalah untuk mencintainya, karena aku akan selalu merestuiinya dari surga.

Ingat selalu bahwa cinta tidak pernah berakhir hanya karena seseorang pergi. Cinta akan selalu hidup dalam hati mereka yang mencintainya dengan tulus. Jadikan hidup mu sebagai bukti bahwa cinta itu benar-benar kuat dan bisa mengubah segalanya.

Aku akan selalu mencintaimu dan merawatmu dari sini. Selamat tinggal untuk sekarang, sayangku. Semoga kamu selalu bahagia dan sehat.

Dengan cinta sebesar-besarnya,

Indah.”

Setelah membaca surat itu, Alvian merasa ada beban yang lama menghantui dirinya akhirnya hilang. Ia tahu bahwa Indah memang benar-benar ingin dia bahagia, dan sekarang dia sudah siap untuk menerima hal itu.

Saat ia keluar dari kamar tidur, dia melihat seorang wanita muda dengan wajah cantik dan ramah sedang membersihkan ruang tamu. Wanita itu adalah Maya – perawat yang dia pecat untuk membantu merawat keluarga Indah setelah dia pergi. Maya melihatnya dengan senyum hangat dan memberikan secangkir teh hangat.

“Terima kasih, Maya,” ujar Alvian dengan senyum pertama yang sesungguhnya setelah lama tidak terlihat di wajahnya. “Kamu sudah banyak membantu aku dan keluarga Indah selama ini.”

“Sama-sama, mas Alvian,” jawab Maya dengan senyum lembut. “Indah adalah orang yang sangat baik. Saya hanya melakukan apa yang bisa saya lakukan untuk membantu orang yang dia cintai.”

Alvian menatap wajah Maya dengan pandangan baru. Dia melihat bahwa di mata wanita itu ada cinta dan perhatian yang tulus – sesuatu yang dia pikir sudah hilang selamanya dari hidup nya. Mungkin ini adalah awal dari sesuatu yang baru sesuatu yang diinginkan oleh Indah untuknya.

Namun saat mereka akan mulai berbincang lebih jauh, telepon Alvian berbunyi. Di layarnya muncul pesan dari nomor yang tidak dikenal: “Kita belum selesai, Alvian. Ada banyak rahasia lain yang belum kamu ketahui tentang perusahaan mu dan tentang Indah. Jangan berpikir bahwa kamu sudah menang.”

Alvian merasa jantungnya berdebar kencang lagi. Siapa yang bisa mengirim pesan itu? Dan apa rahasia lain yang mereka maksudkan? Ini adalah awal dari bab baru dalam hidup nya – bab yang akan penuh dengan tantangan baru tapi juga harapan untuk masa depan yang lebih baik.

 

 ******

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Latest chapter

  • Terjerat Cinta Duda Menyebalkan   bab 5 persiapan Pernikahan

    Setelah menemukan surat ancaman di mobilnya, Alvian langsung memutuskan untuk bertindak cepat. Ia mengantar Rania pulang dengan aman, lalu segera pergi ke kantor perusahaan untuk melakukan penyelidikan sendiri. Ia tahu bahwa dia tidak bisa mempercayai siapapun lagi – setidaknya sampai dia menemukan siapa yang benar-benar bertanggung jawab atas semua ini.Ketika tiba di kantor pusat yang terletak di pusat kota, Alvian langsung masuk ke ruang kerjanya dan membuka semua berkas yang berkaitan dengan hubungan bisnis perusahaan nya dengan perusahaan kosmetik tersebut. Ia menghabiskan seluruh malam untuk membaca dan menganalisis setiap detail dengan seksama. Sampai pagi hari, dia akhirnya menemukan sesuatu yang mengejutkannya.Di dalam berkas rahasia yang tersembunyi di bawah tumpukan berkas lain, ada catatan lengkap tentang kesepakatan yang dilakukan oleh salah satu direktur utama perusahaan nya – Bapak Herman – dengan perusahaan kosmetik tersebut. Catatan itu menunjukkan bahwa Bapak Herman

  • Terjerat Cinta Duda Menyebalkan   bab 4 DR. Reza

    Setelah mendengar kata-kata Dr. Reza Wijaya, Alvian merasa tubuhnya menjadi kaku seketika. Ia menatap wajah pria itu dengan mata penuh keraguan dan rasa penasaran yang luar biasa. Di sisi nya, Rania juga tampak tidak nyaman dan mulai menggenggam tangan Alvian dengan erat. “Informasi penting tentang Indah? Apa maksudnya, dokter?” tanya Alvian dengan suara yang tegas meskipun hatinya sudah mulai berdebar kencang. Dr. Reza menghela nafas dalam-dalam sebelum menjawab. “Mari kita masuk ke kedai kopi lagi saja ya, mas Alvian. Ini adalah cerita yang panjang dan mungkin akan sangat menyakitkan untuk kamu dengar.” Mereka kembali masuk ke kedai kopi yang sudah mulai ramai dengan pelanggan pagi hari. Setelah duduk di sudut yang lebih tenang, Dr. Reza mulai menceritakan semuanya dengan suara yang penuh kesedihan dan rasa tanggung jawab. “Saya pertama kali bertemu dengan Indah sekitar setahun yang lalu, ketika dia datang ke rumah sakit saya untuk pemeriksaan rutin,” ujar Dr. Reza sambil menat

  • Terjerat Cinta Duda Menyebalkan   bab 3 Surat Terakhir

    Setelah mendengar kata-kata wanita yang mengaku sebagai kakak kandung Indah, Alvian merasa tubuhnya sedikit gemetar. Ia menatap wajah wanita itu dengan cermat – memang ada sedikit kemiripan dengan wajah Indah yang pernah ia cintai, terutama pada bentuk mata dan bibirnya.“Kakak kandung Indah? Tapi kenapa aku tidak pernah mendengarnya dari Indah?” tanya Alvian dengan suara penuh keraguan. Selama bertahun-tahun bersama, Indah selalu mengatakan bahwa dia adalah anak tunggal dari orang tuanya. Tidak pernah ada cerita tentang saudara kandung apapun.Wanita yang bernama Rania itu menghela nafas dalam-dalam sebelum menjawab. “Karena adikmu menyembunyikannya dari semua orang, termasuk kamu, mas Alvian. Mari kita duduk saja di tempat yang lebih tenang ya, agar saya bisa menjelaskannya dengan jelas.”Mereka berdua pergi ke kedai kopi kecil dekat pemakaman. Tempat itu sepi, hanya ada beberapa pelanggan yang duduk berjauhan. Rania memesan dua gelas teh hangat, lalu mulai menceritakan dengan suara

  • Terjerat Cinta Duda Menyebalkan   bab 2 Pernikahan singkat

    Setelah kejadian di lokasi prewedding, tidak ada lagi yang bisa menyembunyikan kondisi Indah dari Alvian. Dalam sehari saja, pria itu telah mengatur segala sesuatu dari mengundurkan diri sementara dari posisi CEO perusahaan untuk fokus pada tunangannya, hingga mengajukan permohonan pernikahan cepat ke keluarga Indah.“Kamu tidak perlu melakukan ini, Al,” ujar ibu Indah dengan suara bergetar saat menerima lamaran resmi dari Alvian. Wanita itu menatap wajah pria muda itu yang penuh tekad, lalu melihat putrinya yang sedang duduk dengan tubuh yang semakin lemah di sofa ruang tamu. “Kita semua tahu bahwa waktu yang dimiliki Indah tidak banyak. Kamu masih muda, punya karir yang sukses – kamu tidak perlu terikat dengan pernikahan yang hanya akan menyakitkan hatimu nantinya.”“Bu, saya mencintai Indah dengan segenap hati saya,” jawab Alvian dengan tegas, mengambil tangan Indah dan memeluknya erat. “Saya tidak peduli berapa lama waktu yang kita miliki bersama. Yang penting, saya ingin memberi

  • Terjerat Cinta Duda Menyebalkan   bab 1 prewedding

    Pria pemilik perusahaan besar itu tengah sibuk mempersiapkan pernikahannya bersama sang tunangan, Indah. Hari ini, ia dan Indah akan melakukan prewedding – yang sudah dua kali mereka tunda karena kondisi kesehatan sang wanita. Alvian melihat cermin mobil, menyusun kembali dasi hitamnya dengan tangan yang sedikit gemetar. Di meja meja kantornya, tumpukan berkas kontrak perusahaan menunggu, tapi hari ini ia hanya fokus pada satu hal: membuat hari ini menjadi hari paling bahagia bagi Indah.“Jangan terburu-buru ya, sayang,” ujar Indah dari kursi belakang, tangannya pelan menyentuh bagian bawah perutnya. Ia sudah mengenakan baju kasual yang longgar agar tidak terasa sesak, meskipun sebenarnya ia sudah ingin sekali mengenakan gaun adat yang sudah disiapkan jauh-jauh hari.Alvian menoleh sebentar, senyumnya sedikit terpaksa. “Cuma mau cepat selesai aja, biar kamu bisa istirahat lebih banyak. Dokter bilang kamu perlu hati-hati.” Sepanjang perjalanan, musik yang biasanya mereka dengarkan bers

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status