Compartir

bab 4 DR. Reza

Autor: PRS Familly
last update Última actualización: 2025-12-21 06:04:16

Setelah mendengar kata-kata Dr. Reza Wijaya, Alvian merasa tubuhnya menjadi kaku seketika. Ia menatap wajah pria itu dengan mata penuh keraguan dan rasa penasaran yang luar biasa. Di sisi nya, Rania juga tampak tidak nyaman dan mulai menggenggam tangan Alvian dengan erat.

“Informasi penting tentang Indah? Apa maksudnya, dokter?” tanya Alvian dengan suara yang tegas meskipun hatinya sudah mulai berdebar kencang.

Dr. Reza menghela nafas dalam-dalam sebelum menjawab. “Mari kita masuk ke kedai kopi lagi saja ya, mas Alvian. Ini adalah cerita yang panjang dan mungkin akan sangat menyakitkan untuk kamu dengar.”

Mereka kembali masuk ke kedai kopi yang sudah mulai ramai dengan pelanggan pagi hari. Setelah duduk di sudut yang lebih tenang, Dr. Reza mulai menceritakan semuanya dengan suara yang penuh kesedihan dan rasa tanggung jawab.

“Saya pertama kali bertemu dengan Indah sekitar setahun yang lalu, ketika dia datang ke rumah sakit saya untuk pemeriksaan rutin,” ujar Dr. Reza sambil menatap cangkir kopi yang baru saja dipesannya. “Pada awalnya, kami menduga dia hanya mengalami anemia biasa. Tapi setelah melakukan tes lebih lanjut, kami menemukan bahwa dia menderita kanker darah yang sangat langka – jenis yang biasanya hanya terjadi pada orang dengan riwayat keluarga tertentu atau terpapar zat berbahaya tertentu.”

Alvian mengangguk pelan, sudah tahu tentang bagian ini dari surat dokter yang pernah ia temukan. Tapi dia merasa bahwa ada sesuatu yang lebih dalam yang akan diungkapkan oleh pria ini.

“Yang menjadi masalah adalah,” lanjut Dr. Reza dengan suara yang semakin pelan, “setelah kami melakukan tes genetik lebih lanjut, kami menemukan bahwa penyakit yang dideritanya bukan hanya karena faktor keturunan atau kebetulan. Ada bukti bahwa dia terpapar zat kimia berbahaya dalam jumlah besar selama beberapa bulan sebelum penyakitnya muncul.”

Alvian langsung membulatkan mata. “Terpapar zat kimia? Bagaimana bisa? Indah tidak bekerja di tempat yang berbahaya, dan dia sangat memperhatikan kesehatan dan kebersihan dirinya sendiri.”

“ Itu yang membuat kami sangat penasaran juga, mas Alvian,” jawab Dr. Reza dengan wajah yang serius. “Kami melakukan penyelidikan lebih lanjut dan menemukan bahwa zat kimia yang sama juga ditemukan dalam beberapa produk kosmetik yang sering digunakan oleh Indah – produk dari perusahaan kosmetik ternama yang ternyata memiliki hubungan bisnis dengan perusahaan kamu.”

Rania yang mendengarnya langsung terkejut. “Perusahaan kosmetik yang berhubungan dengan perusahaan mas Alvian? Tapi bagaimana bisa hal itu terjadi?”

“Saya sudah menyelidiki hal ini selama beberapa bulan terakhir,” ujar Dr. Reza sambil mengeluarkan sebuah berkas dari tasnya. “Ternyata perusahaan kosmetik tersebut menggunakan bahan mentah yang tidak memenuhi standar kesehatan dari salah satu anak perusahaan milik kamu, mas Alvian. Mereka tahu bahwa bahan tersebut berbahaya, tapi tetap menggunakannya karena harganya lebih murah dan bisa memberikan keuntungan yang besar.”

Alvian merasa seperti terkena petir di tengah hari. Ia tidak bisa membayangkan bahwa perusahaan yang telah dirintis oleh ayahnya dan dilanjutkan oleh dirinya ternyata menjadi penyebab utama sakitnya istri yang dicintainya.

“Kenapa saya tidak tahu tentang hal ini?” tanya Alvian dengan suara yang bergetar. “Saya selalu memastikan bahwa semua produk yang dihasilkan oleh perusahaan saya aman dan memenuhi standar yang berlaku.”

“Saya rasa ada orang dalam perusahaan kamu yang menyembunyikan informasi ini dari mu, mas Alvian,” jawab Dr. Reza dengan pandangan yang penuh rasa kasihan. “Mereka mungkin takut akan konsekuensi hukum atau kehilangan keuntungan besar. Saya sudah mengumpulkan semua bukti yang diperlukan dan akan melaporkannya ke pihak berwenang. Tapi saya merasa perlu memberitahumu terlebih dahulu karena kamu adalah pihak yang paling terkena dampak oleh kasus ini.”

Setelah mendengar semua itu, Alvian merasa seluruh dunia di sekelilingnya runtuh. Dia tidak bisa membayangkan bahwa kekayaan dan kesuksesan yang selama ini dia banggakan ternyata dibangun di atas penderitaan orang lain – bahkan istri nya sendiri.

“Saya akan melakukan apa saja untuk memperbaiki kesalahan ini, dokter,” ujar Alvian dengan suara yang penuh tekad. “Saya akan menghentikan semua hubungan bisnis dengan perusahaan kosmetik tersebut, menarik semua produk yang berbahaya dari pasar, dan memberikan kompensasi yang layak bagi semua korban – termasuk keluarga Indah.”

“ Itu adalah langkah yang benar, mas Alvian,” ujar Dr. Reza dengan senyum hangat. “Indah adalah pasien yang sangat kuat dan baik hati. Saat dia tahu tentang penyebab penyakitnya, dia tidak marah atau menyalahkan siapapun. Dia hanya mengatakan bahwa dia berharap kamu tidak akan pernah tahu tentang hal ini karena dia tidak ingin kamu merasa bersalah atau terganggu dalam menjalankan bisnis kamu.”

Alvian menangis lagi saat mendengar kata-kata itu. Indah selalu memikirkan kebahagiaan dia bahkan dalam kondisi paling sulit. Ia berjanji dalam hati bahwa dia akan melakukan segala yang bisa untuk menghormati keinginan istri nya yang sudah tiada.

Setelah Dr. Reza pergi, Alvian dan Rania tetap duduk di kedai kopi untuk beberapa saat. Mereka tidak bisa berkata apa-apa, masih tercengang oleh kenyataan yang baru saja mereka ketahui.

“Aku tidak bisa membayangkan bahwa semua ini terjadi, mas Alvian,” ujar Rania dengan suara lembut. “Indah adalah orang yang paling baik yang pernah aku kenal. Dia tidak pantas mendapatkan hal seperti ini.”

“Ya, kamu benar,” jawab Alvian dengan suara yang penuh kesedihan. “Tapi sekarang aku harus mengambil tanggung jawab atas semua ini. Aku akan memastikan bahwa tidak ada orang lain yang harus menderita seperti yang dialami oleh Indah.”

Saat mereka berjalan keluar dari kedai kopi, Alvian merasa ada beban baru yang harus dia pikul – beban untuk memperbaiki kesalahan masa lalu dan membangun masa depan yang lebih baik. Ia tahu bahwa perjalanan ini tidak akan mudah, tapi dia siap untuk menghadapinya dengan segala kekuatannya.

Namun saat mereka akan masuk ke mobil, Alvian melihat sebuah surat kecil yang tertancap di kaca depan mobil nya. Amplop itu tidak memiliki nama pengirim, hanya ada tulisan tangan yang kasar: “Jangan mencoba untuk membongkar rahasia perusahaan mu. Jika kamu tetap bersikeras melanjutkan penyelidikan, kamu akan kehilangan lebih banyak dari yang kamu bayangkan.”

Alvian meraih surat itu dengan tangan yang gemetar. Siapa yang bisa tahu tentang rencananya untuk memperbaiki kesalahan perusahaan nya? Dan apa ancaman yang sebenarnya mereka maksudkan? Ini adalah pertanyaan yang harus dia jawab segera sebelum terlambat.

*****

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • Terjerat Cinta Duda Menyebalkan   bab 5 persiapan Pernikahan

    Setelah menemukan surat ancaman di mobilnya, Alvian langsung memutuskan untuk bertindak cepat. Ia mengantar Rania pulang dengan aman, lalu segera pergi ke kantor perusahaan untuk melakukan penyelidikan sendiri. Ia tahu bahwa dia tidak bisa mempercayai siapapun lagi – setidaknya sampai dia menemukan siapa yang benar-benar bertanggung jawab atas semua ini.Ketika tiba di kantor pusat yang terletak di pusat kota, Alvian langsung masuk ke ruang kerjanya dan membuka semua berkas yang berkaitan dengan hubungan bisnis perusahaan nya dengan perusahaan kosmetik tersebut. Ia menghabiskan seluruh malam untuk membaca dan menganalisis setiap detail dengan seksama. Sampai pagi hari, dia akhirnya menemukan sesuatu yang mengejutkannya.Di dalam berkas rahasia yang tersembunyi di bawah tumpukan berkas lain, ada catatan lengkap tentang kesepakatan yang dilakukan oleh salah satu direktur utama perusahaan nya – Bapak Herman – dengan perusahaan kosmetik tersebut. Catatan itu menunjukkan bahwa Bapak Herman

  • Terjerat Cinta Duda Menyebalkan   bab 4 DR. Reza

    Setelah mendengar kata-kata Dr. Reza Wijaya, Alvian merasa tubuhnya menjadi kaku seketika. Ia menatap wajah pria itu dengan mata penuh keraguan dan rasa penasaran yang luar biasa. Di sisi nya, Rania juga tampak tidak nyaman dan mulai menggenggam tangan Alvian dengan erat. “Informasi penting tentang Indah? Apa maksudnya, dokter?” tanya Alvian dengan suara yang tegas meskipun hatinya sudah mulai berdebar kencang. Dr. Reza menghela nafas dalam-dalam sebelum menjawab. “Mari kita masuk ke kedai kopi lagi saja ya, mas Alvian. Ini adalah cerita yang panjang dan mungkin akan sangat menyakitkan untuk kamu dengar.” Mereka kembali masuk ke kedai kopi yang sudah mulai ramai dengan pelanggan pagi hari. Setelah duduk di sudut yang lebih tenang, Dr. Reza mulai menceritakan semuanya dengan suara yang penuh kesedihan dan rasa tanggung jawab. “Saya pertama kali bertemu dengan Indah sekitar setahun yang lalu, ketika dia datang ke rumah sakit saya untuk pemeriksaan rutin,” ujar Dr. Reza sambil menat

  • Terjerat Cinta Duda Menyebalkan   bab 3 Surat Terakhir

    Setelah mendengar kata-kata wanita yang mengaku sebagai kakak kandung Indah, Alvian merasa tubuhnya sedikit gemetar. Ia menatap wajah wanita itu dengan cermat – memang ada sedikit kemiripan dengan wajah Indah yang pernah ia cintai, terutama pada bentuk mata dan bibirnya.“Kakak kandung Indah? Tapi kenapa aku tidak pernah mendengarnya dari Indah?” tanya Alvian dengan suara penuh keraguan. Selama bertahun-tahun bersama, Indah selalu mengatakan bahwa dia adalah anak tunggal dari orang tuanya. Tidak pernah ada cerita tentang saudara kandung apapun.Wanita yang bernama Rania itu menghela nafas dalam-dalam sebelum menjawab. “Karena adikmu menyembunyikannya dari semua orang, termasuk kamu, mas Alvian. Mari kita duduk saja di tempat yang lebih tenang ya, agar saya bisa menjelaskannya dengan jelas.”Mereka berdua pergi ke kedai kopi kecil dekat pemakaman. Tempat itu sepi, hanya ada beberapa pelanggan yang duduk berjauhan. Rania memesan dua gelas teh hangat, lalu mulai menceritakan dengan suara

  • Terjerat Cinta Duda Menyebalkan   bab 2 Pernikahan singkat

    Setelah kejadian di lokasi prewedding, tidak ada lagi yang bisa menyembunyikan kondisi Indah dari Alvian. Dalam sehari saja, pria itu telah mengatur segala sesuatu dari mengundurkan diri sementara dari posisi CEO perusahaan untuk fokus pada tunangannya, hingga mengajukan permohonan pernikahan cepat ke keluarga Indah.“Kamu tidak perlu melakukan ini, Al,” ujar ibu Indah dengan suara bergetar saat menerima lamaran resmi dari Alvian. Wanita itu menatap wajah pria muda itu yang penuh tekad, lalu melihat putrinya yang sedang duduk dengan tubuh yang semakin lemah di sofa ruang tamu. “Kita semua tahu bahwa waktu yang dimiliki Indah tidak banyak. Kamu masih muda, punya karir yang sukses – kamu tidak perlu terikat dengan pernikahan yang hanya akan menyakitkan hatimu nantinya.”“Bu, saya mencintai Indah dengan segenap hati saya,” jawab Alvian dengan tegas, mengambil tangan Indah dan memeluknya erat. “Saya tidak peduli berapa lama waktu yang kita miliki bersama. Yang penting, saya ingin memberi

  • Terjerat Cinta Duda Menyebalkan   bab 1 prewedding

    Pria pemilik perusahaan besar itu tengah sibuk mempersiapkan pernikahannya bersama sang tunangan, Indah. Hari ini, ia dan Indah akan melakukan prewedding – yang sudah dua kali mereka tunda karena kondisi kesehatan sang wanita. Alvian melihat cermin mobil, menyusun kembali dasi hitamnya dengan tangan yang sedikit gemetar. Di meja meja kantornya, tumpukan berkas kontrak perusahaan menunggu, tapi hari ini ia hanya fokus pada satu hal: membuat hari ini menjadi hari paling bahagia bagi Indah.“Jangan terburu-buru ya, sayang,” ujar Indah dari kursi belakang, tangannya pelan menyentuh bagian bawah perutnya. Ia sudah mengenakan baju kasual yang longgar agar tidak terasa sesak, meskipun sebenarnya ia sudah ingin sekali mengenakan gaun adat yang sudah disiapkan jauh-jauh hari.Alvian menoleh sebentar, senyumnya sedikit terpaksa. “Cuma mau cepat selesai aja, biar kamu bisa istirahat lebih banyak. Dokter bilang kamu perlu hati-hati.” Sepanjang perjalanan, musik yang biasanya mereka dengarkan bers

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status