Accueil / Romansa / Terjerat Cinta Majikan Seksi / Bab 6 Selamat Jalan Tuan Sergio

Share

Bab 6 Selamat Jalan Tuan Sergio

Auteur: VILNOCTE
last update Dernière mise à jour: 2024-11-20 18:09:19

Langit tampak sendu sore itu. Awan kelabu menggantung rendah di atas kediaman Sergio Ortiz, seakan ikut berduka. Kemegahan rumah megah yang biasanya memancarkan kehidupan kini dibungkus hening dan berat.

Udara terasa dingin. Bukan karena cuaca, tapi karena kehilangan yang tak terucapkan.

Setiap sudut rumah, dari halaman depan hingga kolam renang yang biasanya ramai tawa, kini dibalut senyap. Para pekerja berdiri dalam diam.

Mata mereka sembab, beberapa menunduk, beberapa menggenggam tangan mereka sendiri seperti menahan agar kesedihan tidak tumpah terlalu dalam.

Namun di antara semua yang berduka, dua sosok tampak paling terpukul.

Diego duduk di salah satu bangku taman. Tubuhnya nyaris tak bergerak, matanya kosong menatap tanah, seakan tak mampu sepenuhnya memahami bahwa pria yang semalam menertawakan leluconnya kini telah tiada.

Ariana berdiri tak jauh dari pintu utama. Gaun hitam panjang membalut tubuh rampingnya, dan wajahnya… nyaris tak bisa dikenali.

Matanya bengkak. Napasnya pendek. Andrew berdiri di sampingnya, setia mendampingi, tanpa berkata apa pun. Ia tahu, tak ada kata yang bisa benar-benar menghapus luka sebesar ini.

Lalu, suara sirene terdengar. Ambulans tiba di pelataran rumah, memecah kesunyian dengan ketukan takdir.

Jenazah Sergio dibawa keluar. Tubuhnya terbungkus rapi, dikelilingi para staf yang berdiri berjajar.

Ariana menaiki mobil sedan hitam yang sudah menunggu, dikawal ketat oleh Andrew. Tujuannya, kediaman Miguel Ortiz, adik kandung Sergio, tempat para pelayat akan berkumpul.

Diego berdiri diam di halaman. Ia tidak ikut. Hanya menatap dari kejauhan saat mobil Ariana perlahan menjauh.

Sergio. Sosok yang baru beberapa hari dikenal, tapi sudah seperti keluarganya sendiri, pergi meninggalkan semua orang selamanya.

**

Satu jam berlalu. Diego duduk di ruang staf, matanya terpaku pada televisi yang menayangkan siaran langsung dari rumah Miguel Ortiz. Di bawah layar terpampang jelas tulisan,

TRAGEDI KELUARGA ORTIZ: SERGIO ORTIZ (61) MENINGGAL AKIBAT SERANGAN JANTUNG. DUNIA BISNIS DAN SOSIALITA BERDUKA.

Di sekeliling Diego, para karyawan lainnya juga duduk membisu, semua terpaku. Kamera televisi menyorot kerumunan pelayat, politisi, pengusaha, selebriti.

Wajah-wajah tenar berlalu satu per satu di layar, memberi hormat terakhir pada sosok yang dihormati banyak kalangan.

Ketika peti mati diturunkan ke dalam tanah, ruangan tempat Diego dan rekan-rekannya menonton terasa semakin sunyi. Semua mata berkaca-kaca. Beberapa menyeka air mata dengan tangan. Yang lain hanya menggigit bibir, menahan sesak.

Diego tak lagi bisa menahan air matanya. Tangannya mengepal di pangkuan, bahunya sedikit bergetar.

“Terima kasih... dan selamat jalan, Tuan Sergio,” bisiknya lirih.

**

Dua minggu berlalu. Aktivitas di rumah Sergio Ortiz perlahan kembali normal. Halaman kembali dirapikan, kolam dibersihkan, dan ruang-ruang kembali dibuka. Tapi sebagian atmosfer tetap terasa kosong. Ada ruang yang tidak bisa digantikan, dan mereka semua tahu itu.

Andrew belum kembali ke rutinitasnya. Begitu juga Ariana. Keduanya absen dari kegiatan harian, seolah masih tenggelam dalam ruang waktu yang berhenti sejak Sergio tiada.

Namun media tidak pernah menunggu.

Di layar ponsel Diego, berita demi berita bermunculan. Banyak yang hanya membahas warisan bisnis Grup Ortiz. Tapi satu headline membuatnya gemetar.

“Ariana Ortiz: Dari Istri Muda ke Pewaris Kerajaan Bisnis. Cinta atau Ambisi?”

Diego membanting ponselnya ke meja taman. Rahangnya mengeras.

“Media tolol… mereka tak tahu apa-apa tentang Nyonya Ariana.”

Pukul sepuluh pagi. Ketika Diego baru selesai merapikan taman depan, ia terlihat duduk sebentar di bangku yang biasa diduduki Sergio dulu, membiarkan angin pagi menyapu wajahnya.

Dalam benaknya, ia bisa membayangkan senyum Sergio, tawa renyahnya, dan percakapan ringan mereka yang tiba-tiba berhenti selamanya.

Hingga, suara mesin dari kejauhan membuyarkan lamunannya.

Diego menoleh cepat. Sebuah sedan hitam melintasi gerbang utama. Mobil itu...mobil yang sama yang membawa Ariana pergi dua minggu lalu.

Ia langsung berdiri, mempercepat langkahnya ke sisi jalan masuk. Jantungnya berdetak cepat, bukan karena takut, tapi karena rindu dengan wajah sang nyonya majikan.

Mobil berhenti. Andrew keluar lebih dulu. Lalu ia membuka pintu belakang.

Ariana turun.

DEG!

Wajah Diego berubah. Ia ingin menyambut, menyapa, mengatakan sesuatu. Tapi langkahnya terhenti.

Ariana berjalan perlahan menuju pintu masuk rumah. Wajahnya pucat. Matanya sembab, seperti belum tidur selama berhari-hari.

Tidak ada senyum. Tidak ada sapaan. Bahkan sekilas pandang pun tidak.

Diego hanya bisa berdiri di tempat, membiarkan Ariana melintas tanpa kata. Rasanya seperti berhadapan dengan orang lain, bukan lagi sang majikan yang ia kenal.

Setelah Ariana masuk ke dalam rumah, Diego baru menoleh pada Andrew, yang menyusul dari belakang.

“Tuan Andrew… Nyonya Ariana…”

Andrew menatapnya sejenak. Tatapannya tenang, tapi sorot matanya menyimpan beban.

“Beliau masih sangat terpukul, Diego.” Andrew menghela napas. “Dan kamu, nanti temui aku di ruanganku. Ada yang perlu aku sampaikan.”

Tanpa menjelaskan lebih jauh, Andrew melangkah masuk, meninggalkan Diego dengan tanda tanya yang belum sempat terucap.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Dan apa yang akan berubah… setelah ini?

Bersambung...

VILNOCTE

Jangan lupa follow Ig @Vilnocte ya.

| 3
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Latest chapter

  • Terjerat Cinta Majikan Seksi   Bab 93. Warisan Hati Untuk Masa Depan [TAMAT]

    Lima tahun kemudian.Matahari sore di Sevilla tidak pernah berubah, ia tetap menggantung rendah di ufuk barat, menumpahkan cahaya oranye keemasan yang memeluk kota tua itu dengan hangat. Namun, wajah kota di bawahnya telah berubah drastis.Di antara bangunan-bangunan klasik bergaya Moor dan Gotik, kini menyembul sabuk hijau yang membelah kota. Panel surya berkilauan di atap-atap gedung baru, taman-taman vertikal menghiasi dinding beton yang dulunya kusam, dan distrik industri yang dulu kumuh kini telah bertransformasi menjadi pusat inovasi ramah lingkungan.Di lantai teratas Gedung OBC, di balik dinding kaca yang menjulang dari lantai ke langit-langit, seorang pria berdiri diam menikmati pemandangan itu.Diego Martin tidak lagi mengenakan seragam cleaning service yang lusuh atau kemeja yang sedikit kebesaran. Tubuhnya kini dibalut setelan jas navy blue tiga bagian, dijahit khusus oleh penjahit terbaik di Madrid.Potongan rambutnya rapi, menampakkan uban tipis yang mulai muncul di peli

  • Terjerat Cinta Majikan Seksi   Bab 92. Janji di Antara Desah Napas [21+]

    Pintu ganda kamar utama Mansion Ortiz terbuka lebar dengan satu dorongan bahu yang kuat.Diego melangkah masuk sambil menggendong Ariana dalam dekapannya. Tawa Ariana meledak, renyah dan bebas, memantul di dinding-dinding kamar yang tinggi. Ekor gaun pengantinnya yang panjang dan berlapis-lapis menyapu lantai, memenuhi ambang pintu seperti ombak putih yang berbuih.“Diego! Hati-hati, gaun ini berat!” seru Ariana di sela tawanya, melingkarkan lengan di leher suaminya.“Bagiku kamu seringan kapas, Nyonya Martin,” balas Diego sambil menyeringai.Ia membawa Ariana ke tengah ruangan, lalu perlahan menurunkannya. Kaki Ariana menyentuh karpet tebal yang empuk, namun tubuhnya masih menempel rapat pada Diego.Suasana di dalam kamar itu telah berubah total. Andrew dan tim rumah tangga rupanya telah bekerja dalam diam saat pesta berlangsung.Cahaya lampu utama dimatikan, digantikan oleh puluhan lilin aroma terapi yang diletakkan di setiap sudut, menciptakan pendar keemasan yang hangat dan romant

  • Terjerat Cinta Majikan Seksi   Bab 91. Ikatan Abadi Para Pemenang

    Dua bulan kemudian...Udara di ruang ganti pria terasa padat, bukan karena sempit, melainkan karena ketegangan dua pria yang biasanya tak kenal takut menghadapi preman atau rapat direksi, kini justru gemetar menghadapi cermin.Diego berdiri kaku, jemarinya yang biasanya cekatan menandatangani kontrak miliaran kini kesulitan menyimpul dasi kupu-kupu sederhana."Sial," gumamnya pelan, menarik ujung kain sutra itu untuk ketiga kalinya.Di sebelahnya, Jorge tidak lebih baik. Pria kekar itu mondar-mandir di ruang terbatas, mengusap telapak tangannya yang berkeringat ke celana bahan mahalnya. Wajahnya pucat, seolah darahnya tersedot habis ke kaki."Bro... aku mau muntah," keluh Jorge, menyandarkan keningnya ke dinding yang dingin. "Serius. Perutku mulas. Apa aku bisa kabur lewat jendela?"Diego menoleh, menahan tawa melihat sahabatnya yang tampak seperti narapidana menjelang eksekusi mati."Kalau kamu kabur, Adele akan mengejarmu sampai ke ujung dunia dan mematahkan kakimu, Jorge. Dan aku a

  • Terjerat Cinta Majikan Seksi   Bab 90. Di Tempat Semuanya Bermula

    Mobil Rolls-Royce itu meluncur masuk ke halaman Mansion Ortiz. Bukan ke lobi utama yang megah, melainkan memutar ke jalan samping yang mengarah ke taman belakang.Ariana turun dari mobil dengan wajah bertanya-tanya. "Taman belakang? Diego, ada apa?"Diego tidak menjawab. Ia hanya mengulurkan tangan, mengajak Ariana berjalan. Ia melepaskan jasnya, menyampirkannya di lengan, membiarkan kemeja putihnya terkena angin sore yang hangat.Mereka berjalan menyusuri jalan setapak berbatu yang diapit oleh tanaman perdu yang rapi. Aroma rumput yang baru dipotong memenuhi udara, aroma yang sangat familiar bagi Diego."Kamu ingat tempat ini?" tanya Diego sambil memandang sekeliling.Ariana tertawa kecil. "Tentu saja. Ini rumahku.""Bukan itu maksudku," Diego tersenyum, matanya menerawang."Maksudku... ingat saat pertama kali kita bertemu di sini?"Langkah Ariana melambat. Ia melihat ke sekeliling, dan memori itu kembali."Ah..." Ariana menutup mulutnya, terkekeh geli."Waktu itu... kamu dan Jorge.

  • Terjerat Cinta Majikan Seksi   Bab 89. Janji di Atas Marmer Hitam

    Dua minggu telah berlalu sejak konfrontasi Diego dengan Javier. Waktu seolah berjalan dengan ritme yang lebih lambat, lebih tenang, memberikan ruang bagi kota itu untuk bernapas kembali.Mesin Rolls-Royce Phantom hitam itu menderu halus saat memasuki gerbang besi tempa Cementerio de San Fernando. Ini bukan kunjungan bisnis, bukan pula pamer kekuatan.Hari ini, Diego menyetir sendiri, tanpa sopir, tanpa pengawalan ketat. Hanya dia dan Ariana. Roda mobil melindas jalanan berkerikil dengan bunyi krak yang ritmis, memecah keheningan kompleks pemakaman elit yang dipenuhi pepohonan cypress tua yang menjulang tinggi.Sinar matahari pagi menyelinap di antara dedaunan, menciptakan pola cahaya yang menari di atas kap mobil.Ariana duduk di kursi penumpang, memandang ke luar jendela. Wajahnya tenang, tidak ada lagi gurat kecemasan yang selama berbulan-bulan menjadi topeng sehari-harinya. Ia mengenakan gaun hitam sederhana namun elegan, senada dengan setelan jas hitam Diego yang tanpa dasi.Mobil

  • Terjerat Cinta Majikan Seksi   Bab 88. Budak Bayang-Bayang [21+]

    Valentina menarik napas dalam-dalam, berusaha menekan isak tangis yang masih tersisa di tenggorokannya. Ia merapikan rambutnya yang sedikit berantakan, lalu dengan langkah gemetar namun penuh harap, ia mendekati pria yang duduk membelakangi pintu itu.Punggung tegap itu. Bahu lebar itu. Kemeja putih yang sedikit kusut itu. Semuanya seakan meneriakkan nama Diego."Diego..." panggilnya lirih, suaranya bergetar antara rindu dan putus asa. "Aku... aku tahu kamu masih-"Pria itu berhenti bergerak. Perlahan, ia memutar tubuhnya.Valentina menahan napas, senyum manis sudah ia siapkan di bibirnya.Namun, saat wajah pria itu sepenuhnya terlihat, dunia Valentina runtuh untuk kedua kalinya malam ini.Itu bukan Diego.Wajah pria itu biasa saja. Hidungnya sedikit bengkok, matanya sayu, dan ada bekas jerawat di pipinya. Sama sekali tidak memiliki ketajaman dan karisma yang dimiliki Diego saat ini. Pria itu menatap Valentina dengan kening berkerut bingung, mulutnya sedikit terbuka konyol."Maaf? Non

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status