Share

Bertemu si pengkhianat

Auteur: Sartika
last update Dernière mise à jour: 2025-12-02 12:09:00

“Oh?! Punya muka juga kamu datang ke sini lagi!”

Pagi ini, Seira datang ke kantor untuk mengambil sebagian barang miliknya yang masih tertinggal. Sekalian berpamitan pada rekan kerja yang lumayan akrab.

Baru saja ingin menekan tombol lift, suara seseorang yang sangat ia kenali terdengar. Seira membalikan badan.

Luna.

Mantan sahabatnya itu berdiri dengan pongah di hadapannya.

“Kamu nggak malu datang ke sini, setelah apa yang kamu lakuin pada pak Jordy?” Luna berkata seolah semua yang terjadi bukan kesalahan wanita itu.

“Memang apa yang aku lakuin?” Seira balik bertanya. “Seharusnya kamu yang malu karena sudah merebut tunanganku!”

Luna terdiam. Pandangannya melirik ke sekitar takut ada yang mendengar.

“Oh! Tapi aku nggak masalah kamu merebut Jordy. Aku nggak butuh cowok player macam Jordy!” Seira meralat ucapannya, sekarang ia sama sekali tidak peduli dengan si pengkhianat.

“Aku nggak ngerebut! Kami saling cinta!” balas Luna tidak mau disalahkan.

“Cih! Saling cinta!” Seira geli mendengarnya. “Terserah kamu mau ngomong apa. Kita nggak ada urusan lagi.”

Bibir Seira mungkin bisa berucap demikian, tapi sakit hati dan dendam masih membara. Tidak akan puas sebelum membalas.

Seira gegas masuk ke dalam lift yang terbuka, meninggalkan Luna yang masih berdiri dengan tatapan memuakkan.

Bisik-bisik mulai terdengar ketika Seira menyusuri koridor. Tatapan mencemooh terlihat jelas dari balik meja kubikel. Seira menyadari tapi memilih tidak memperdulikan, tetap berjalan menuju ruangannya.

‘Mereka pasti sudah termakan gosip,’ batin Seira menebak-nebak.

Tiba di depan pintu ruangannya, Seira melirik sekilas pintu ruangan lain yang ada di depannya. Ia malas bertemu dengan Jordy. ‘Mending buruan deh! Jangan sampai ketemu playboy sialan itu!’

Kening Seira berkerut. Ia mendapati Katty ada di ruangan ini.

“Oh kamu datang?” Katty yang tadinya sibuk, sejenak meninggalkan kegiatannya, lalu berdiri.

“Barang-barang milik mu sudah aku bereskan,” ucap Katty seraya menunjukkan dua kardus di sudut ruangan.

Seira mengangguk. Ia cukup tahu kalau posisinya saat ini sudah tergantikan oleh Katty.

Tanpa banyak kata, Seira mengangkat satu kardus berukuran sedang. Sisanya ia akan meminta tolong pada office boy untuk membantunya.

“Tunggu!” cegah Katty. Ia penasaran dengan gosip yang tengah beredar. “Apa berita itu benar? Kamu selingkuh?”

Seira menghela kasar. Malas sekali menjawab pertanyaan ini. Mereka sudah pasti tidak akan percaya padanya.

“Kurang apa, pak Jordy? Ganteng, kaya, cowok idaman. Kok bisa kamu selingkuh?” Katty tidak puas sebelum mendengar jawaban dari Seira.

“Mau tahu?” Seira berbalik menghadap Katty.

Katty mengangguk cepat.

“Menurut kamu dia nggak kurang apapun, tapi bagi aku, Jordy itu kurang ajar. Jangan termakan gosip. Belum tentu yang kamu dengar itu benar.” Seira sewot saat membalasnya. Kemudian segera pergi.

Tepat saat keluar dari ruangan, Jordy baru saja datang menuju ruangannya.

Sial!

Seira benci melihat wajah itu.

“Nggak malu kamu datang ke sini?!” Jordy berjalan mendekat.

Tatapan sama seperti yang Luna pancarkan, angkuh dan meremehkan.

Seira melengos. Ia bergerak ke samping, ingin melanjutkan langkah kakinya, tapi Jordy ikut bergeser, menghalangi Seira.

“Minggir!”

“Ck! Nggak usah sok galak!”

“Kita nggak ada urusan lagi. Nggak usah ganggu aku!”

Ketegangan menguar di sekitarnya. Suara Seira yang terdengar seperti bentakan mampu mengalihkan perhatian staff lain.

“Percaya diri sekali kamu! Aku mana sudi ngurusin kehidupan kamu!” sergah Jordy.

Jordy menatap Seira dari atas sampai ke bawah.

“Aku baru sadar, bodoh banget aku mau bertahan sama kamu selama dua tahun. Cewek cupu, kolot, sama sekali bukan tipeku.” Decakan kesal terdengar.

“Memangnya aku mau sama kamu?! Cowok playboy, murahan yang mau tidur sama banyak cewek! Dih amit-amit!”

Jordy terkekeh pelan. “Yakin selama ini kamu nggak cinta sama aku?”

Seira tidak bisa mengelak. Sebelum kebusukan Jordy terbongkar, Seira akui, ia sangat mencintai Jordy.

“Awas! Jangan halangi jalan aku!” Seira mengabaikan pertanyaan Jordy. Ia harus segera pergi dari sini sebelum kepalanya meledak karena marah.

“Aku cuma mau ingetin. Kamu, oh bukan kamu saja, tapi keluarga kamu harus balikin semua uang yang sudah kami berikan. Jangan pikir kami kasih dana cuma-cuma. Mengingat perjodohan kita batal, jadi kalian harus balikin modal yang pernah papa berikan.”

Jordy menyeringai melihat wajah Seira yang mendadak pucat.

“Keluarga kamu itu parasit! Terutama papa kamu yang selalu merepotkan!”

“Jaga mulut kamu!” bentak Seira. “Kedua orang tua kita itu partner bisnis. Papaku sama sekali nggak minta bantuan dana cuma-cuma!”

“Kamu tahu apa? Kalo nggak percaya, tanya sana sama papa kamu.”

Seira mematung. Mengetatkan rahang saking kesalnya.

“Aku kasih waktu paling lambat akhir bulan. Kembalikan semua uang yang sudah papaku kasih.” Jordy berlalu begitu saja setelah berhasil mempermalukan Seira untuk kedua kalinya.

Di sini, tempat Seira berdiri, banyak pasang mata dan telinga yang menyaksikan Jordy menghina habis-habisan keluarganya.

Bisik-bisik kembali terdengar. Seira menatap tajam pada dua wanita yang sedang menertawainya. Seketika keduanya berhenti dan kembali menyibukkan diri.

Seira bergegas pergi dari sana. Keinginan untuk membalas pengkhianatan dan penghinaan Jordy makin membara.

‘Tunggu pembalasanku, Jordy!’

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Latest chapter

  • Terjerat Gairah Dokter Alexander    Hasutan

    Alexander membawa Seira untuk menjauh sebelum pertengkaran mengacaukan pesta.“Meladeni orang seperti mereka harus dengan cara lain. Nggak usah adu mulut. Yang ada kamu capek sendiri,” ujar Alexander. “Tapi aku kesel! Jordy terus nuduh aku. Padahal mereka yang selingkuh!” sungut Seira. Alexander mengelus pipi merah muda Seira. “Biar aku urus. Mereka pasti nggak bisa ngelak lagi.” “Gimana caranya?” tanya Seira.“sebarkan bukti perselingkuhan mereka, apalagi?” Alexander bicara dengan tenang, menyesap anggur merah di tangannya.Seira lesu, ia pikir Alexander punya cara lain. Kalau menyebarkan bukti perselingkuhan mereka, Seira tahu, andai saja video itu tidak musnah.“Tapi, video yang aku punya sudah hilang,” lirih Seira.Alexander terkekeh. “Kenapa kamu selalu fokus sama bukti yang sudah hilang? Harusnya cari bukti baru. Gampang kan?” Seira terdiam. Masalahnya akan sulit menemukan bukti mereka sedang melakukan hubungan badan. “Jangan dipikirin, biar aku yang urus.” Alexander meyaki

  • Terjerat Gairah Dokter Alexander    Pesta

    Menikah?Alexander belum siap untuk menikahi Mauren. Ia masih ingin menikmati masa single nya. “Kenapa kamu nggak bilang kalau pertemuan ini untuk membahas pernikahan?” diluar, saat hanya ada mereka berdua, Alexander menyatakan keberatannya. Alexander mengusap kasar wajahnya. “Kamu tahu kan, kalo aku belum siap nikah! Kamu juga sudah setuju keputusanku?!” Mauren mengelus dada bidang Alexander, menenangkan pria itu. “Aku bisa apa, Alex? Mama sama papa aku minta kita nikah secepatnya.” “Tapi aku belum siap!” sentak Alexander.“Kenapa?” tanya Mauren. Usia sudah matang, finansial tidak perlu dikhawatirkan lagi. Meskipun mereka dijodohkan, nyatanya Alexander mau menjalaninya, hubungan mereka pun berjalan selayaknya kekasih pada umumnya. Sangat mesra.Alexander menggeleng. “Aku belum siap,” ucapnya. Entah kenapa hatinya mendadak ragu.Alexander pergi tanpa memberi alasan yang jelas pada sang tunangan. Mauren mengepalkan tangan, ia menyadari ada yang berbeda dari Alexander. “Aku harus

  • Terjerat Gairah Dokter Alexander    Harus mengakhiri

    “Kamu mulai nakal, keluyuran sampai pagi?” Alexander berjalan mendekat. Ia menarik pinggul Seira kasar. “Siapa cowok itu?” Kedua alis Seira menyatu. Bingung, pria mana yang Alexander maksud.“Cowok yang barusan antar kamu pulang?” Jemari Alexander meremas kuat pinggul Seira. “Cowok baru kamu?” Seira terkekeh. “Oh, itu? Dia teman aku yang kerja di resto.” jawab Seira. Kedua tangannya melingkar di leher Alexander. “kenapa marah, cemburu?” Alexander berdecih. “Ingat perjanjian?” ucapnya tegas. “Selama sama aku, kamu nggak boleh dekat dengan cowok mana pun.”“Apa iya?” Seira lupa. Cengkareng Alexander makin kuat. “Kamu pura-pura lupa?” Seira nyengir. “Udah ya lepas. Dia cuma anter aku doang. Aku ngantuk, mau tidur.” Seira berusaha melepaskan diri dari belitan Alexander. “Aku sudah di sini kamu mau tidur?” tangan Alexander tidak mau lepas. Bibirnya sudah mulai merayapi leher Seira. “Aku kangen,” bisiknya.Seira menjauh, “ke mana saja kamu? Nggak ada kabar apa apa, sekarang datang mal

  • Terjerat Gairah Dokter Alexander    Sulit dihubungi

    “Saya nggak sengaja mbak!” Seira membela diri. Ia memang salah tidak jalan hati-hati. Tapi dengan kesadaran diri, ia langsung meminta maaf. “Saya sudah minta maaf! Mbak juga nggak jatuh kan?” “Heh! Kamu panggil aku apa?!” serunya marah. Mauren Gilbert. Model papan atas yang tengah naik daun. Seringkali menjadi brand ambassador merk ternama. “Sudah Mauren, jangan cari masalah. Ingat ini di tempat umum, banyak orang. Nama kamu bisa tercemar,” bisik Elsa— asisten Mauren mengingatkan untuk menyudahi perselisihan ini. Namanya sedang melambung, tidak baik jika tersandung gosip. Meskipun masih marah, Mauren menurut, meninggalkan Seira yang juga kesal dengan tingkah arogan Mauren. “Model apa sih? Bad attitude banget! Harusnya tadi aku rekam biar viral kelakuannya!” Seira terus menggerutu. Seira sudah menemukan desain gaun yang ia inginkan. Minggu depan ia datang lagi untuk fitting. Sudah dua hari di Vallas, Seira masih belum bisa menemui Alexander. Entah kemana pria itu pergi. “Sei,

  • Terjerat Gairah Dokter Alexander    Alexander sulit ditemui

    Seira langsung menutup panggilan. “Siapa?” Seira meletakkan ponsel di dashboard. Ia pikir Alexander menghubungi balik setelah mengabaikan panggilan darinya. Tapi malah suara perempuan yang terdengar. “Mungkin temannya,” gumam Seira. Harusnya Seira pulang ke rumah, tapi ia teringat kalau stock pembalut di rumah habis. Seira sedang mendapat tamu bulanan. Seira berhenti di sebuah minimarket. Karena barang yang dibutuhkan tidak banyak, Seira tidak perlu berlama-lama. Ia segera mengantri di kasir. “Seira…” panggil seseorang yang berdiri di belakang Seira. Seira menolah. Sempat terkejut melihat mantan calon mertuanya. “Tante…” Diana memperhatikan Seira. “Ada yang mau tante bicarakan.”Seira mengangguk. Selesai membayar barang belanjaan, Seira dan Diana mencari tempat untuk bicara. Seira sudah siap bila Diana kembali mengungkit masalah yang menurutnya sudah usai meski Seira belum menemukan bukti untuk mengembalikan nama baiknya. “Ada apa tante?” Seira sudah duduk di hadapan Diana. D

  • Terjerat Gairah Dokter Alexander    Sulit bertemu

    “Akh… tunggu!” Seira memang menyukai kegiatan dewasa bersama Alexander. Tapi Seira masih ragu untuk memberikan hal yang paling berharga pada pria ini. Kadang menggebu-gebu ingin lepas perawan, tapi kalau sudah di depan mata, Seira mendadak takut. Kemarin malam, nyaris saja ia memberikan mahkotanya pada Alexander. “Kenapa, hem?” Alexander mengecupi leher Seira. Tangannya bergerak liar di bawah sana. “Ini sudah basah.” “Jessica dan kak Andrew bentar lagi datang. Kita harus berhenti,” bisik Seira dengan suara serak. Matanya masih terpejam, menikmati gerakan halus jari Alexander. Alexander mengabaikan ucapan Seira, malahan terus menikmati payudara Seira yang menggantung indah di depannya. Seira blingsatan. Meremas kuat rambut Alexander. Mulutnya minta berhenti, tapi gerakan tubuhnya justru menerima, seolah sangat menikmati lumatan Alexander. “Alex, stop!” Seira meriah kaosnya yang tergeletak di lantai. Suara pintu terbuka membuat Seira cepat-cepat menghentikan kegilaan ini.“sial!

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status