MasukRaja menggeser pandangan dan semakin tercengang melihat high heels pemberian Tari tergeletak di lantai, tepat di samping lelehan darah yang jumlahnya cukup banyak."Siapa yang melakukan ini semua, Aina?" tanya Raja setelah bisa mengeluarkan suaranya yang sebelumnya tersekat di tenggorokan.Aina hanya menatap Raja dengan mata berkaca-kaca. Lalu, dia jatuh tak sadarkan diri.Raja dengan sigap menopang tubuh Aina agar tidak membentur lantai yang dingin.Melihat telapak kaki Aina yang tak berhenti mengeluarkan darah, high heels yang sudah dipenuhi darah Aina, serta paku yang terlihat mengkilat dengan bagian yang lancipnya dilumuri darah. Raja jadi bisa mengambil kesimpulan dari itu semua.Ini pasti kerjaan Tari.Untuk apa istrinya itu mencelakai Aina sampai seperti ini?Tidak cukupkah bagi Tari menjual Aina jadi pelacur dan menyuruh-nyuruhnya seperti pembantu?Raja tidak akan menoleransi perbuatan Tari ini.Raja kira ketika dia tidak lagi menunjukkan perhatiannya pada Aina, menantunya itu
Malam ini gedung mewah milik Wisnu Group disulap menjadi tempat pesta ulang tahun perusahaan yang sangat meriah.Raja baru saja mendapatkan kabar dari Dodik kalau Chris, ayahnya akan datang ke Indonesia di waktu dekat ini.Tapi, Raja tak mau memusingkan diri dengan kabar tersebut.Karena acara istimewanya malam ini tidak boleh diganggu oleh siapa pun. Termasuk ayahnya sendiri.Raja kini berdiri di dalam gedung sambil menarik napas lega. Dia menatapi dekorasi mewah gedungnya dengan bangga.Sebelum para tamu pentingnya mulai berdatangan, dia ingin mengagumi hasil kerja kerasnya ini.Sudah sepuluh tahun Raja mendirikan perusahaan Wisnu Group.Dan akhirnya sekarang dia bisa menikmati kesuksesannya.Tidak mudah bagi Raja membangun perusahaan ini sendirian.Dia sudah pernah merasakan jatuh bangun dalam berbisnis. Pahit manisnya perjuangan. Ditipu rekan sendiri. Sampai nyaris gulung tikar.Namun, karena kegigihan dan kerja keras Raja. Dia berhasil membuat perusahaan Wisnu Group yang dulunya
"Mas Raja, kita ke butik sekarang kan?" Tari terlihat sangat senang saat diajak Raja pergi ke butik langganan keluarga Baskoro yang sangat terkenal di kota Jakarta.Tanpa Tari tahu, sebenarnya Raja sudah membelikan dress mahal dari butik tersebut untuk Aina kemarin."Iya, Tari. Kamu bebas pilih sepuas kamu nanti," jawab Raja lebih lunak dari biasanya.Raja sengaja memanjakan Tari hari ini agar istrinya itu tidak lagi mencurigainya.Sementara, Aina yang sedang menyapu rumah berusaha menahan perasaannya melihat kemesraan Raja dengan Tari.Tari tak henti-hentinya bergelayut manja di lengan Raja.Sepertinya ini karena bawaan janinnya, sehingga Aina juga ingin bermanja pada Raja.Tapi, Aina tidak bisa melakukan itu.Aina hanyalah simpanan ayah mertuanya yang harus menutupi statusnya baik-baik dari semua orang.Aina tidak bisa menunjukkan kedekatannya dengan Raja di depan umum.Beginilah nasib jadi seorang simpanan. Hanya bisa melihat dari kejauhan tanpa bisa bersentuhan.Aina hanya bisa be
Beruntung Dodik bisa segera menemukan Raja di hotel sebelum Tari sempat meneleponnya lagi.Dodik menyerahkan ponselnya pada Raja saat atasannya itu keluar dari kamar hotel dengan hanya memakai bathrobe."Dia bertanya apa saja?" tanya Raja sebelum menelepon Tari menggunakan ponsel Dodik."Kayaknya istri Anda cuma ingin memastikan kalau Anda beneran ada di kantor deh, Pak," balas Dodik dengan napas masih terengah-engah.Raja mengangguk paham, lalu menghubungi Tari.Karena Raja tadi memikirkan Aina terus, dia jadi melupakan ponselnya yang tertinggal di rumah. Tari pasti sudah mulai curiga. Apalagi ponsel Raja kini dia kunci dengan kata sandi rumit yang hanya diketahui oleh Raja."Mas Raja, kok buang air besarnya lama banget? Perut Mas lagi sakit ya?" Tari langsung memberondong Raja dengan pertanyaannya begitu panggilannya tersambung.Raja melirik Dodik tajam seolah bertanya kenapa alasannya harus itu.Tapi, Dodik hanya mengangkat kedua bahu dan memberikan isyarat lewat raut wajahnya kal
Sudah berhari-hari lamanya Raja menderita karena menahan hasrat besarnya yang gagal tersalurkan.Dia selalu berusaha menekan keinginannya bercinta dengan Aina setiap kali melihat tubuh menantunya itu.Dan malam ini akhirnya Raja akan bisa puas bermesraan dengan Aina di kamar hotel miliknya. Tanpa ketahuan Tari.Raja sengaja keluar rumah dengan alasan ada urusan mendadak di perusahaan, supaya dia bisa mengajak Aina pergi ke hotel.Namun, Raja menjadi kesal karena Aina tidak mau dia sentuh.Sejak tiba di kamar hotel ini sampai satu jam berlalu, Aina hanya diam berdiri di samping ranjang. Menantunya itu enggan bergabung dengan Raja di atas kasur."Mau sampai kapan kamu berdiri di sana, Aina? Kamu tidak mengantuk?" tanya Raja gusar.Yang ditanya cuma bergeleng pelan dengan mulut terkatup rapat.Raja benar-benar frustrasi. Bukan hanya tidak mau mendekat pada Raja, Aina bahkan tidak kunjung mengganti dressnya yang terlihat tidak nyaman dengan pakaian yang dibelikan Raja tadi.Padahal sebe
"Aina, Sorry. Aku barusan dari toilet. Mendadak perutku mulas," ucap Cassandra sambil memegangi perutnya begitu dia kembali ke sisi Aina.Entah apa yang Cassandra makan tadi sampai perutnya terasa melilit seperti ini.Aina mengangguk mengerti. "Iya, Cassandra. Tidak apa-apa. Bagaimana kalau kita pulang sekarang? Sudah jam delapan malam lebih. Ibu mertuaku pasti sudah menungguku.""Astaga! Aku lupa, Aina. Kamu kan tadi bilang harus pulang sebelum jam delapan malam," pekik Cassandra sambil menabok jidatnya sendiri.Cassandra semakin berteriak heboh saat melirik jam digital di tangannya. "Ya ampun sudah jam delapan lebih lima belas menit."Aina dan Cassandra kemudian bergegas pergi ke mobil tanpa sempat berpamitan pada teman-teman mereka.Cassandra menyuruh sopir pribadinya untuk mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi."Cepetan ya, Pak," tukas Cassandra yang dibalas anggukan oleh sopir pribadinya."Siap, Non." Setelahnya pria itu menginjak pedal gas yang membuat mobil melaju kencang







