Beranda / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 12 Kepedihan di Masa Lalu

Share

Bab 12 Kepedihan di Masa Lalu

Penulis: Tusya Ryma
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-03 08:05:40

Setelah Marissa pergi, Danendra terdiam di tempat sambil memikirkan banyak hal.

Entah mengapa, semakin lama Danendra semakin tertarik pada Marissa. Apalagi tadi saat wanita itu menggendong putranya sambil berjalan, itu membuatnya salut dan kagum.

Di zaman modern seperti sekarang ini, sudah jarang wanita muda yang mau melakukan hal itu demi anaknya. Mereka lebih memilih untuk membawa anak-anaknya pergi jalan-jalan dengan menggunakan mobil tanpa harus bersusah payah menggendongnya. Atau mengasuh anaknya menggunakan jasa babysitter. Tapi Marissa ... dia rela membawa anak itu di punggungnya tanpa malu sedikitpun.

Mengingat anak yang digendong oleh Marissa, tiba-tiba Danendra teringat sesuatu.

Kalau putranya masih ada, mungkin dia sudah sebesar anaknya Marissa.

Tapi ....

"Kenapa sorot mata anak itu sangat mirip dengan bayi Diego?"

"Apa di dunia ini ada banyak wajah anak yang sangat mirip dengan anak yang lainnya?"

Sambil memikirkan putra kecilnya—Diego, Danendra segera masu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 48 "Hah??? Ka-Karina?"

    "Sa! Masalah itu, kita bicarakan nanti di rumah, ya! Sekarang, ayo kita pulang! Ibu obati lukamu, ya?" Merina membujuknya, berharap putrinya mau pulang dan tidak lagi membuat onar di jalan. "Aku bilang, tidak, ya, tidak, Bu!" Marissa menghempaskan tangan ibunya. Ia kembali melihat ke arah Danendra tanpa mempedulikan kakinya yang sakit dan berdarah. "Aku akan tetap berada di sini sampai mantan bosku ini mengembalikan Mario kepadaku!" ucap Marissa dengan banyak penekanan. Apalagi saat mengatakan kata "Mantan Bos", Marissa mengatakannya dengan sangat tegas. Itu juga yang membuat kening di wajah tampan Danendra tiba-tiba mengerut. "Besok kami akan melakukan tes DNA pada anak itu! Silahkan kau tunggu di sini sampai hasilnya keluar! Kalau hasilnya sudah keluar dan anak itu bukanlah darah dagingku, maka Fandy akan segera mengantar anak itu kemari! Tapi, kalau DNA kami sangat cocok... silahkan kau menunggu dan berdiri di sini sampai kakimu lelah, karena sampai kapanpun anak itu tidak a

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 47 Ekspresi Wajahnya Begitu Dingin

    "Tuan, apa kita pergi sekarang?" tanya seseorang yang ada di depan roda kemudi. Dia belum mengendarai mobilnya, karena orang yang di tuannya belum memberinya perintah. "Tidak! Tunggu sebentar!" jawab Danendra yang duduk di kursi belakang. Ia masih enggan untuk pergi sebelum Marissa melihatnya ada di dalam mobil. Mulut berbicara pada seseorang yang ada di depannya, tapi pandangan matanya terfokus pada wanita yang ada di luar. "Fandy! Apa Diego dan yang lainnya sudah pergi?" Tadi, Danendra sudah berbicara pada Mario dan sudah membujuknya untuk tidak menangis. Malam ini, anak itu akan dibawa ke rumah Danendra karena besok mereka akan melakukan tes DNA. Walau awalnya Mario menolak, tapi setelah Merina ikut membujuknya dan berjanji akan mengajak Marissa menyusulnya ke Kota A, barulah dia tidak menangis lagi. Mario bersedia mengikuti orang-orang itu asalkan Danendra menjemput Marissa sekarang. "Sudah, Tuan! Mereka sudah berangkat," jawab Fandy dengan yakin. Mobil yang Mario tu

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 46 Pria itu Datang dan Bertanggungjawab

    "Seperti yang saya katakan tadi, ini memang terdengar sedikit aneh! Tapi itulah yang terjadi! Mario memang anak saya!" 'Wawwww ... ini sungguh luar biasa!' Para tetangga sangat terkejut dengan kehadiran Danendra yang gagah dan tampan itu. Apalagi ketika mendengar penjelasannya tentang putra Marissa yang katanya adalah anaknya. Mereka jadi berubah pikiran dan mulai menebak sesuatu. Dulu, Marissa bukannya hamil tanpa suami, lalu membesarkan bayinya sendiri tanpa tahu siapa ayahnya, seperti yang selalu mereka tuduhkan ketika Marissa membawa seorang bayi ke rumahnya. Tapi ternyata, ayah dari bayi itu masih ada dan bukan pria sembarangan. Ayah dari bayi Marissa itu seorang pria yang sangat hebat dan tampan. Dan sekarang, setelah lima tahun berlalu, pria yang merupakan ayah Mario datang ke rumah Merina untuk bertanggung jawab. Ini sangat bagus untuk Mario dan juga Marissa. Memikirkan tentang hal itu, para tetangga menjadi kagum pada Marissa. "Mer, pria yang menghamili Marissa it

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 45 Putra Saya yang Hilang

    Karena ibunya sudah berkata demikian, dengan terpaksa Mario mengikuti Merina pulang ke rumah. Ia duduk di dalam taksi tanpa berbicara, hanya memandang ke arah luar jendela dengan sedikit melamun. Melihat tingkah anak itu, Merina pun berkata dengan sedikit kesal, "Kenapa sedih? Jangan seperti ini terus! Walau masih kecil, kau jangan manja terus pada ibumu! Jangan susahkan ibumu dengan hal-hal yang tidak penting! Sekarang kau pulang itu pun denganku. Bukannya disuruh pulang sendiri! Kenapa harus sedih?" Mario mendengarnya. Ia menoleh sebentar ke arah neneknya, lalu kembali lagi melihat ke samping jendela. Ia tidak menjawab apapun perkataan Merina. "Lihatlah ibumu! Dia melakukan semua ini demi kita, demi perekonomian keluarga kita, juga demi mainan yang selalu ingin kau beli! Harusnya kau bersyukur, ibumu mau memperjuangkanmu sampai detik ini!" 'Lihatlah anak-anak yang lain di luaran sana, berkeliaran di jalanan, tidak ada yang memungut!' Ucapan itu hanya bisa dilanjutkan di dala

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 44 Mengidentifikasi Jasad

    Malam hari di Kota A, Danendra dan empat orang pria berpakaian hitam sedang duduk di salah satu meja restoran yang ada di kota itu. Salah satu dari mereka membuka laptop di atas meja sambil membacakan informasi yang ada di layar. "Jadi, pemilik rumah sewaan itu sekarang sudah meninggal?" tanya Danendra pada pria yang bernama Fandy itu setelah dia menjelaskan semuanya. "Apa kau tidak bisa memastikan, siapa orang yang menyimpan bayi itu di depan pintu rumah sewaannya? Dan, apa kau bisa memastikan, semua informasi ini benar?" tanya Danendra lagi masih belum puas. Ia menatap Fandy sambil menunggu jawaban darinya. Takutnya semua informasi itu hanya dugaannya saja. "Ya, Tuan! Tidak ada informasi tentang siapa orang yang menyimpan bayi itu di depan pintu rumah sewaan Nona Marissa! Tapi, dokter yang dulu merawat bayi itu memastikan, bahwa Nona Marissa membawa seorang bayi dengan beberapa luka di tubuhnya," jawab Fandy, masih dengan membaca informasi yang ada di layar laptop itu. Fand

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 43 Mencari Putrimu

    Keesokan harinya, Marissa, Mario dan Merina sudah siap pergi keluar untuk mencari kontrakan ruko. Ketika Marissa dan putranya berjalan keluar rumah, banyak para tetangga yang penasaran dengan kehidupan Marissa di kota bersama dengan anak haramnya. Mereka basa-basi menyapa Marissa dan ibunya, tapi di belakang mereka membicarakan. "Ternyata, bayi itu sekarang sudah besar, ya!" "Marissa sangat pintar merawat anak itu! Lihatlah, anaknya sangat sehat dan tampan! Juga sangat menggemaskan! Aku iri pada Merina. Punya anak satu-satunya yang terbiasa dimanja, tapi ketika punya anak sendiri dia sangat bertanggung jawab!" "Bbenar, bahkan Marissa sendiri pun semakin lama semakin cantik saja! Tidak terlihat kesusahan!" "Iya, menggemaskan sih menggemaskan, hebat, sih, hebat! Apa kau ingin seperti Merina juga? Punya anak satu-satunya, tapi tidak bisa menjaga diri. Niat pergi kuliah di kota, ehh malah melahirkan anak tanpa suami! Apa kau ingin anakmu seperti itu?" "Ih, amit-amit, deh! Aku tid

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status