ホーム / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 11 Masih Punya Utang

共有

Bab 11 Masih Punya Utang

作者: Tusya Ryma
last update 最終更新日: 2025-12-02 22:00:10

"Eh, Pak Danen? Anda ada di sini juga?" tunjuk Fanny pada pintu ruang kerjanya. Ia menatap Danendra dan Marissa silih berganti dengan rasa heran.

Fanny masih tidak percaya dengan apa yang dirinya lihat. Danendra—bos baru mereka di kantor—masuk ke ruangan yang gelap bersama dengan Marissa.

'Ada apa dengan mereka?'

Terdengar Marissa menjawab, "Pak Danen sedang membetulkan lampu yang mati! Ayo kita pergi saja! Jangan ganggu dia!"

'What?'

"Oh! Aku kira ada apa!" jawab Fanny dengan pelan. Ia tidak berkata apapun lagi.

Marissa segera mengajak sahabat dan putranya untuk pulang. Mereka meninggalkan Danendra yang masih berdiri mematung di sana sambil terus memikirkan ucapan wanita itu . "Membetulkan lampu yang mati?"

'Siapa yang sedang membetulkan lampu? Apa dia pikir aku ini adalah tukang listrik?'

Di halaman gedung perusahaan KJK Grup, Fanny berpamitan pada Marissa untuk pulang duluan. Dia sangat kelelahan setelah menempuh perjalanan dari luar kota lalu pergi ke rumah Marissa
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 36 Berpartisipasi

    Di sebuah night club terbesar di kota itu, Marissa masuk dan berjalan menuju meja Danendra yang ada di bagian tengah. Pria itu terlihat sedang duduk bersama dengan empat orang yang seusia dengannya. "Selamat malam!" sapa Marissa dengan sedikit canggung ketika sudah ada di depan meja. "Perkenalkan, saya Marissa, asisten pribadi Pak Danen! Boleh saya duduk di sini?" tanyanya. Tanpa menunggu jawaban dari orang-orang itu, Marissa segera menarik salah satu kursi yang kosong, lalu duduk di sana. "Oh, iya ... iya! Silahkan duduk!" balas Jhon, rekan bisnis Danendra sekaligus teman baiknya. "Terima kasih!" ucap Marissa. Danendra yang duduk agak jauh dari Marissa hanya melihat wanita itu sekilas, lalu melihat ke arah lain. Sama sekali tidak mempedulikan asisten pribadinya itu. "Oiya! Karena semuanya sudah berkumpul, sebaiknya kita pesan makanan dulu!" Jhon menyarankan. Ia segera memanggil pelayan, lalu memesan beberapa makanan untuk semuanya. Tidak lupa beberapa botol minuman un

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 35 Masa Lalu Danendra

    "Kalau tidak di sini, lalu di mana lagi? Apa di luar?" tanya Danendra dengan datar. Ia tidak ada pemikiran apapun selain itu. "Ya, bukan! Maksud saya, saya tidak yakin untuk mengganti pakaian di sini karena ...." Marissa melihat Danendra yang ada di sampingnya. Ia merasa canggung harus melepas pakaiannya di mobil.. "Karena apa?" tanya Danendra, balas menatap Marissa. Wanita itu menyilangkan kedua tangannya di depan sambil memegang pakaiannya yang baru dibeli Asisten Anas. Mengerti akan isyarat itu, Danendra segera berkata sambil mendekatkan wajahnya ke arah tubuh Marissa. "Aku ingin bertanya, bagian tubuhmu yang mana yang belum pernah aku lihat? Hemh?" Danendra menunduk, melihat tubuh wanita itu yang dihalangi oleh tangan. "Perasaan, semua bagian di tubuhmu sudah pernah aku lihat!" "Bahkan, tempat tersembunyi di sana pun sudah aku sentuh, kan!" Danendra menunjuknya dengan ekor matanya. Itu membuat Marissa salah tingkah. "Pak, Danen! Apa Anda semesum ini juga ketika b

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 34 Danen yang Selalu Berubah-Ubah

    Danendra masih membolak-balik buku menu di tangannya. Jemarinya berhenti di beberapa halaman, lalu menunjuk satu per satu dengan ekspresi datar. “Apa kau suka yang ini? Atau yang ini?” tanyanya. Marissa melirik sekilas, tetapi tidak benar-benar membaca. Matanya mengikuti gerak jari Danendra, sementara pikirannya melayang jauh. Ia hanya mengangguk pelan, seolah semua pilihan itu sama saja baginya.Sikap Danendra selalu seperti itu—kadang terlihat perhatian, kadang terasa dingin dan membuat Marissa bingung. Ia tak pernah tahu versi Danendra yang mana yang akan ia hadapi. “Baiklah,” ucapnya akhirnya. “Kita pesan ini saja!”Danendra menghela napas pendek. Tatapan pria itu menajam, seperti sedang menilai sesuatu yang tidak memuaskan. Ia menutup buku menu, memanggil pelayan, lalu memesan beberapa hidangan tanpa bertanya lagi pada Marissa. Hari ini, pekerjaan Marissa sangat mudah. Ia hanya pergi sambil membawa berkas yang diminta ke kafe, lalu makan sambil mendengar penjelasan Dane

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 33 Terkadang Baik Terkadang Jahat

    Di pagi hari, sinar matahari begitu terang masuk ke dalam kamar hotel yang sangat mewah. Di atas tempat tidur yang empuk, seorang wanita berbaring dengan nyaman di bawah selimut yang sangat lembut. Marissa menarik selimutnya ke atas dan mengubur dirinya di bawah selimut itu. Ia menghindari cahaya matahari yang menganggu matanya yang masih terpejam. Sambil tidur, Marissa merasakan sesuatu yang sangat nyaman di bawah tubuhnya. Padahal tadi malam itu dirinya tidur di atas sofa yang sempit dan tidak seempuk ini. "Tidur di mana aku?" Tiba-tiba Marissa menyibak selimutnya. Ia melihat tempat yang ditidurinya nampak sangat berbeda dari sebelumnya. Saat ini, Marissa tidur di atas tempat tidur milik Danendra. Tapi pria itu ... tidak ada di manapun. Menyadari hal itu, Marissa segera bangkit dari tidurnya. Ia duduk di atas tempat tidur dengan rambut yang masih sangat berantakan. Di sekeliling kamar itu tidak ada orang lain selain dirinya. "Di mana Pak Danen?" tanya Marissa sambil mengedar

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 32 Terus Menggodaku

    Danendra tidak menjawab pertanyaan dari pamannya. Ia malah berjalan masuk ke dalam ruangan itu sambil melihat ke arah tubuh polos Jonson yang tidak memakai baju, lalu beralih ke arah wanita yang ada di depannya. Tangan pria tua itu masih memegang tangan kecil Marissa. "Paman, apa yang kau lakukan pada asisten pribadiku?" Kali ini Danendra bertanya sambil mendekat. Ia tidak sungkan sama sekali pada pamannya yang saat ini menyakiti asisten pribadinya. "Dan, Marissa! Apa yang sedang kau lakukan? Bukankah aku memintamu untuk mengantar hasil pertemuan tadi ke kamarku? Kenapa sekarang malah berada di sini?" Danendra mendekat, lalu menarik tangan Jonson secara paksa dari tangan Marissa. Kalau tadi Danendra tidak mendengar percakapan Marissa dengan pelayan restoran di telepon, selamanya ia tidak bisa melacak keberadaan Marissa. Tadi, setelah mendengar nama ruangan di restoran itu, Danendra segera mencari tahu lewat ponselnya. Dengan mudah ia bisa menemukan nama dan alamat resto

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 31 Menyeretnya ke Dinding

    Jonson menatap Marissa dari ujung kaki hingga ujung kepala. Keinginannya semakin menjadi setelah melihat tubuh indah Marissa yang masih terbalut pakaian. Tanpa aba-aba, Jonson melepas jas miliknya sendiri dan membuka kemeja yang dipakainya tanpa rasa bersalah sedikit pun. Marissa semakin panik dibuatnya. Ia bingung harus berbuat apa. Untuk menghilangkan rasa paniknya, Marissa mengambil sebuah kalung dari dalam dompetnya. Lalu memegangnya erat sambil membayangkan wajah putranya yang lucu. Seketika perasaannya menjadi lebih tenang. Kalung itu merupakan sebuah kalung anak kecil yang selalu dibawa oleh Mario, juga dibawa oleh Marissa ketika mereka berjauhan. Kalung itu sudah ada di leher Mario sejak dia masih bayi. "Maaf, Pak! Kalau Anda ingin melakukan hal itu, Anda salah orang," tolak Marissa dengan tegas. Ia mundur ke belakang sambil mendorong pria tua yang sudah tidak memakai baju itu. "Walau saya seorang janda beranak satu yang ditinggal pergi oleh suaminya karena jatah um

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status