แชร์

Bab 128 Kesenangan

ผู้เขียน: Tusya Ryma
last update วันที่เผยแพร่: 2026-02-03 15:44:04

Pagi hari, di rumah keluarga Mahesa, Mario terus saja ke kamar mandi, dia muntah dan buang air. Makan sedikit saja perutnya langsung berbunyi. Tubuhnya menjadi lemas dan pucat.

Sudah dari kemarin anak itu seperti ini, sampai Tuan Besar Mahesa merasa cemas. Tapi Darius tidak tahu akan hal itu.

"Cepat! Telepon Darius! Suruh dia pulang," teriak Tuan Mahesa pada asisten pribadinya di rumah.

"Anak sakit dari kemarin, bukannya pulang malah pergi ke luar! Ayah macam apa dia itu?"

Tuan Mahesa s
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 323 Asing dengan Marisa yang Sekarang

    Ini pasti serius. Tidak mungkin Michael dan Marissa murung kalau masalahnya hanya masalah biasa. Berpikir demikian, Sinta pun segera bangkit berdiri. Ia menghampiri Marissa yang sedang berbincang dengan putranya. Dengan pelan, Sinta pun memanggil, "Marissa! Bisa kita bicara sebentar?" "Eh, ya! Ada apa Tante?" Marissa bangkit berdiri. Tapi berikutnya, Zain meraih tangan Marissa dan menariknya agar kembali duduk. "Mama, kalau ada yang ingin dibicarakan, bicara saja di sini!" ucap Zain pada ibunya. Ia khawatir ibunya akan membicarakan sesuatu hal yang menyangkut dengan dirinya. "Ah, tidak enak, lah! Mama ingin berbicara berdua saja dengan Marissa!" ucap Sinta dengan pelan. Ia pun tidak ingin membuat putranya salah paham. "Tidak apa-apa! Aku tidak apa-apa! Bicara saja di sini!" Zain masih tidak mengizinkan ibunya membawa Marissa. "Aish! Baiklah ...." Akhirnya Sinta mengalah. Ia pun berbicara di depan Zain. "Begini! Michael bilang, kau dimarahi oleh orang lain! Kalau boleh tahu,

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 322 Wanita yang Kucintai

    Danendra berteriak. Ia sudah tidak tahan dengan sikap ibunya yang kasar dan menyebalkan. Awalnya Danendra tidak ingin menjadi anak durhaka yang melawan dan membentak ibunya. Tapi sekarang, ibunya sudah keterlaluan. "Haha! Lucu sekali!" Ambar malah tertawa. "Kau bilang, dia cucuku? Hufttt... " Ambar menutup mulutnya dengan tangan, menahan tawa yang akan keluar. "Cucu dari mana? Bukankah kembaran Izela sudah meninggal saat bayi? Sekarang, tiba-tiba saja hidup lagi. Ini sungguh lucu!" "Hemmm, hebat sekali Marissa! Hobinya memungut anak orang lain. Dulu Diego, sekarang Michael! Tapi anak sendiri ditelantarkan! Adaaa, ya, di dunia ini ibu semacam itu?" Semakin didengarkan, ucapan Ambar semakin menyakitkan. Marissa tidak tahan kalau terus seperti ini. "Maaf, Nyonya! Untuk masalah guci yang Michael pecahkan, nanti saya akan menggantinya!" ucap Marissa dengan menahan semua gejolak pada dirinya. Tangannya terkepal erat sambil merangkul puncak putranya. "Baguslah! Ganti barangnya

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 321 Nenek tidak Suka

    Hari ini merupakan hari yang sangat menegangkan bagi Marissa. Untuk kedua kalinya setelah lima tahun, Marissa kembali lagi ke rumah keluarga Adipraja untuk bertemu orang tua Danendra. "Tidak apa-apa! Kau jangan takut!" ucap Danendra dengan pelan. Satu tangan memegang roda kemudi, dan tangan yang satunya lagi memegang tangan Marissa. "Enh! Aku tidak apa-apa, hanya sedikit gugup saja!" balas Marissa sambil menoleh ke arah Danendra. "Hmhm! Baguslah!" Pria itu pun tersenyum. Wajahnya terlihat berseri dan sangat bahagia. Bagaimana tidak bahagia? Ini adalah waktu yang sudah ditunggu-tunggu sangat lama. Di mana dia membawa Marissa lagi ke rumah orang tuanya dan akan memperkenalkan anak laki-lakinya juga. Bisa berkumpul dengan anak-anak dan istri merupakan kebahagiaan yang selalu dibayangkan oleh Danendra. Dan sekarang, menuju kebahagiaan itu tinggal satu langkah lagi. "O, iya! Tadi malam, kenapa kau pergi begitu saja? Kenapa tidak bilang padaku kalau kau mau kembali ke Kota A?" tanya

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 320 Bertemu Orang Tua

    Walau terkejut, tapi Marissa mencoba untuk menanggapinya dengan santai. Ia pun berkata dengan sedikit bercanda, "Aishhh, anak kecil! Usiamu baru 11 tahun! Burungmu masih belum bisa bangun, tapi kau sudah membahas masalah pernikahan! Lebih baik sekarang sekolah yang benar, jadi anak yang pintar, tumbuh menjadi pria dewasa sehebat Papa Darius! Buatlah Mama dan papamu bangga! Bukankah itu yang selalu Mario janjikan pada Mama?" Marissa masih ingat, anak itu selalu berkata seperti itu padanya. Mario berjanji akan menjadi pria hebat seperti Papa Danen, akan membuat ibu dan neneknya bangga. "Heemm, tapi aku—" Baru saja Mario ingin berbicara, tiba-tiba pintu unit milik Marissa terbuka. Dari dalam, terlihat Danendra bersama kedua putranya bersiap pergi ke luar. "Eh??? Danen! Ka-kapan kau kembali?" tanya Marissa dengan terkejut. Hari Minggu ini, seharusnya Danendra dan yang lainnya masih ada di Kota C. Ada acara lagi di siang nanti. Tapi sekarang, jam 9 pagi, pria itu sudah ada di a

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 319 Zain Sudah Sadar

    Di aula yang sangat luas, didekorasi layaknya sebuah pesta, Marissa masuk dan mencari Danendra. Pria itu sudah ditelepon beberapa kali, tapi tidak diangkat. Dicari ke tempat acara pun tidak ada. "Aishhh ... di mana Danen?" Marissa menatap kiri dan kanan, mencari sosok tampan yang tadi sudah berpakaian rapi lengkap dengan jas dan sepatunya. Selain Danendra, Marissa pun sudah memakai gaun cantik untuk menghadiri acara malam ini. Tapi sekarang, setelah adanya telepon dari Zain dan Darius, Marissa bergegas menghapus make up di wajah, lalu mengganti pakaiannya dengan pakaian miliknya yang sudah dicuci bersih. "Ah! Biar nanti kutelepon lagi, lah!" Marissa kembali keluar. Ia bergegas masuk ke dalam lift, lalu turun ke bawah menuju lantai satu. Kalau Marissa tetap berada di sana dan mencari Danendra, bisa-bisa dirinya ketinggalan pesawat. "Taksi!" panggil Marissa ketika ada taksi yang baru menurunkan penumpang. Sekarang taksi itu sudah kosong. "Bisa antar saya ke bandara?" tan

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 318 I Love You

    Di dalam kamar hotel berjenis Apartment-style yang sangat luas dan nyaman, Marissa masuk bersama Danendra. Ia pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dari pasir dan air laut yang menempel di tubuhnya. Sebelum pintu kamar mandinya ditutup, Danendra bertanya dengan cemas, "Kau tidak apa-apa, kan?" "Ya, aku tidak apa-apa!" jawab Marissa dengan pelan. "Karyawati tadi, siapa namanya?" tanya Danendra yang mulai penasaran dengan orang yang sudah berbuat jahil pada wanitanya itu. Namun sepertinya, saat ini Marissa tidak ingin membahas tentang Jesi. Perbuatan teman satu kantornya itu benar-benar membuatnya kecewa. Dikira Jesi teman yang baik, tapi ternyata dia serigala berbulu domba. Sangat berbahaya untuk orang-orang di sekitarnya juga. "Aku mau mandi dulu!" ucap Marissa tanpa menjawab pertanyaan dari pria di depannya. "Emh, baiklah!" Danendra pun mengerti. Ia tidak bertanya lagi. Sebelum pintu kamar mandinya benar-benar tertutup, tiba-tiba Marissa melihat tetesan air dari

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 76 Tanggal yang tidak Disukai

    Mengerti akan isyarat itu, Wilyam pun segera tertawa walau dengan perasaan bingung. "Aahh, ya ... haha! Marissa mantan karyawan kita di kantor! Dia seorang wanita yang mandiri dan pekerja keras! Kami sangat kehilangan setelah dia mengundurkan diri!" "Mengundurkan diri?" Ambar semakin tidak menger

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-24
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 73 Pelayan Hilang, Danendra Ikut Hilang

    "Tidak baik wanita berkeliaran di tengah malam seperti ini! Apalagi dengan penampilanmu yang berantakan! Bisa-bisa orang lain memanfaatkan 'mu! " Darius menatap Marissa dari ujung kaki hingga ujung kepala. Melihat penampilannya benar-benar sangat berantakan. Melihat make up di wajah berwarna gela

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-24
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 75 Apa Itu Salah

    "Kalau tidak membawa dompet, bagaimana dia bisa pulang? Arrgghh! Sangat sial!" geram Danendra lagi, semakin kesal membayangkan hal itu. Danendra tidak habis pikir, bagaimana bisa wanita itu pergi tanpa membawa apapun? Bahkan, tidak membawa ponselnya juga. Mengerti akan adanya kekacauan di rumah

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-24
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 72 Darius Ada di Kota Itu

    "Sepatu ini pemberian dari seseorang, bukan hasil curian!" balas Marissa dengan jujur. Mau mengaku membelinya pun Marissa tidak berani berbohong. Walaupun begitu, pria gendut itu tetap ragu. "Ya, sudah, begini saja, sepatu ini digadai dulu! Besok aku ambil lagi! Bagaimana?" sepatu ini menyaranka

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-24
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status