ホーム / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 58 Pelayan Lain Merasa Iri

共有

Bab 58 Pelayan Lain Merasa Iri

作者: Tusya Ryma
last update 公開日: 2026-01-08 23:23:30

"Mama! Apa benar Mama sakit karena memikirkan aku? Aku baik-baik saja di sini bersama bos Mama!"

  Yang Mario tahu hanya itu. Pria yang mengaku sebagai ayah kandungnya itu adalah bos ibunya di kantor. Mereka pernah bertemu sebelumnya dan mereka pernah menginap di apartemennya. Itulah yang membuat Mario tidak takut tinggal di rumah ini. Karena ada orang yang dia kenal.

  "Hem ... hem!" Marissa tersenyum. Ia menyeka air mata di wajahnya sambil menjawab, "Tidak! Mama sakit bukan karena memikirkanm
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 319 Zain Sudah Sadar

    Di aula yang sangat luas, didekorasi layaknya sebuah pesta, Marissa masuk dan mencari Danendra. Pria itu sudah ditelepon beberapa kali, tapi tidak diangkat. Dicari ke tempat acara pun tidak ada. "Aishhh ... di mana Danen?" Marissa menatap kiri dan kanan, mencari sosok tampan yang tadi sudah berpakaian rapi lengkap dengan jas dan sepatunya. Selain Danendra, Marissa pun sudah memakai gaun cantik untuk menghadiri acara malam ini. Tapi sekarang, setelah adanya telepon dari Zain dan Darius, Marissa bergegas menghapus make up di wajah, lalu mengganti pakaiannya dengan pakaian miliknya yang sudah dicuci bersih. "Ah! Biar nanti kutelepon lagi, lah!" Marissa kembali keluar. Ia bergegas masuk ke dalam lift, lalu turun ke bawah menuju lantai satu. Kalau Marissa tetap berada di sana dan mencari Danendra, bisa-bisa dirinya ketinggalan pesawat. "Taksi!" panggil Marissa ketika ada taksi yang baru menurunkan penumpang. Sekarang taksi itu sudah kosong. "Bisa antar saya ke bandara?" tan

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 318 I Love You

    Di dalam kamar hotel berjenis Apartment-style yang sangat luas dan nyaman, Marissa masuk bersama Danendra. Ia pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dari pasir dan air laut yang menempel di tubuhnya. Sebelum pintu kamar mandinya ditutup, Danendra bertanya dengan cemas, "Kau tidak apa-apa, kan?" "Ya, aku tidak apa-apa!" jawab Marissa dengan pelan. "Karyawati tadi, siapa namanya?" tanya Danendra yang mulai penasaran dengan orang yang sudah berbuat jahil pada wanitanya itu. Namun sepertinya, saat ini Marissa tidak ingin membahas tentang Jesi. Perbuatan teman satu kantornya itu benar-benar membuatnya kecewa. Dikira Jesi teman yang baik, tapi ternyata dia serigala berbulu domba. Sangat berbahaya untuk orang-orang di sekitarnya juga. "Aku mau mandi dulu!" ucap Marissa tanpa menjawab pertanyaan dari pria di depannya. "Emh, baiklah!" Danendra pun mengerti. Ia tidak bertanya lagi. Sebelum pintu kamar mandinya benar-benar tertutup, tiba-tiba Marissa melihat tetesan air dari

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 317 Gara-Gara Kau

    Di pantai yang sangat indah dan luas, juga cuaca yang tidak terlalu terik, air yang berwarna biru dengan gemuruh ombak dihiasi pasir putih, Marissa berdiri bersama timnya, bersiap untuk melakukan permainan mencari kerang. Para peserta sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian renang, tidak terkecuali dengan Marissa. Semua pakaian dan barang-barang yang Marissa pakai itu semua dari Danendra. Dirinya tidak membawa apa pun selain pakaian yang melekat pada tubuhnya. "Siap semuanya? Mulai!" "Frittt!" Semua orang berlari ke dalam air dan menerjang ombak yang tidak terlalu besar. Mereka harus mengumpulkan kerang sebanyak-banyaknya dalam waktu 15 menit. Permainan seperti itu, bukan hanya agar mereka semua bermain air, juga agar anggota tim bisa lebih mengenal dan lebih akrab satu sama lain. Di tim Jesi, Ara begitu kesal karena ketua tim mereka tidak ada. Jesi berpamitan pergi ke toilet dan sampai sekarang belum kembali. Dari tim mereka pun hanya empat orang yang mengumpulkan ker

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 316 Bersenang-Senang

    Di salah satu meja yang ada Marissa, Danendra, dan Jimy, Marissa menyimpan alat makannya di piring, lalu pergi ke wastafel untuk mencuci tangannya. Setelah selesai, barulah ia berpamitan untuk kembali ke kamarnya. "Ya, pergilah! Nanti aku menyusul," balas Danendra yang masih mengobrol dengan Jimy. Jimy pun tersenyum, lalu mempersilakan Marissa untuk beristirahat. Setelah itu, Marissa pergi dari sana, lalu berjalan melewati meja yang diduduki oleh beberapa karyawan. Marissa tidak menyadari, dari meja yang tidak jauh dari tempatnya, ada beberapa orang yang terus memperhatikan. Jesi dan yang lainnya terus memperhatikan Marissa sampai dia menghilang di balik pintu lift. Di kamar yang semalam sudah disewa oleh Danendra, Marissa masuk dan menutup pintunya dengan pelan. Namun, sebelum pintu itu benar-benar ditutup, tiba-tiba seseorang datang, lalu menahan pintunya agar tidak ditutup. "Eh ...." Tindakan orang itu membuat Marissa terkejut. "Hey! Ternyata, kau ikut juga ke Kota C!

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 315 Berlibur

    Betapa sakitnya waktu itu melihat Marissa yang habis melahirkan pergi bersama pria lain ke luar negeri meninggalkan bayi kecilnya tanpa perasaan. Kalau itu bukan di tempat umum, mungkin Danendra akan langsung menarik Marissa dan membawanya keluar dari bandara. Selain itu, ia pun akan menghajar pria yang berani membawa istrinya pergi. "Siapa suruh kau membawa Izela tanpa sepengetahuanku?" Marissa pun tidak mau kalah. Ia tidak ingin disalahkan dengan kejadian lima tahun yang lalu. "Selain itu, ibumu juga jahat terhadapku! Menuduhku berselingkuh dan meragukan janin yang ada di dalam perutku!" "Bukan hanya itu saja, pelayan di rumahmu juga sama jahatnya!" Marissa tidak akan lupa dengan semua itu. "Siapa?" tanya Danendra yang sangat penasaran dengan pelayan yang berani menyakiti istrinya itu. "Kalau tidak salah, namanya Seni!" jawab Marissa yang sudah mulai lupa dengan nama pelayan yang waktu itu begitu membencinya. "Sampai sekarang, bekas luka di kakiku masih belum hilang

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 314 Sampai Dia Sembuh

    "Apa kau masih tidak ingin berbicara? Kenapa marah dan mengabaikan aku?" tanya Danendra di sofa ruang tamu di kantornya. Sedangkan Marissa duduk di depannya. Setelah sekian lama, akhirnya Marissa menjawab, "Danen! Saat ini Zain masih berbaring lemah di rumah sakit! Aku tidak akan meninggalkan Zain dan berselingkuh denganmu! Kalau kau ingin kita bersama, tunggulah sampai aku dan Zain putus!" "Tapi itu kapan? Apa bisa besok, atau lusa?" tanya Danendra yang terdengar tidak sabar. "Tidak!" jawab Marissa dengan pelan. "Tidak besok tidak minggu depan, tidak pula bulan depan!" "Aku harus menunggu sampai Zain sembuh dari cederanya!" Itulah yang Marissa pikirkan. Marissa tidak bisa meninggalkan Zain aaat kondisinya masih lemah, juga tidak bisa meninggalkan Zain saat cedera di kakinya belum sembuh. Yang Marissa inginkan, ia meninggalkan Zain saat pria itu sudah sehat, sudah bisa melakukan aktifitas seperti biasa lagi. Kalau Marissa meninggalkan Zain dalam keadaan sakit pasca kecelakaan,

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 170 Sely Pembunuh

    Mendengar ejekan dari adiknya, Danendra pun segera merespon. Ia menegakan punggungnya dan menatap Wilyam dengan tajam. "Siapa yang tersesat? Kemarin itu aku kehilangan koper dan pasporku! Jadi tidak bisa pulang!" jelas Danendra dengan tegas. Ia tidak terima diejek seperti itu oleh Wilyam di dep

    last update最終更新日 : 2026-04-04
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 173 Paman Diego

    Di ruang perawatan yang sangat luas dan nyaman dengan pasilitas yang lengkap, Zain membawa Mario masuk ke dalam. Ia menuntun tangan anak itu menuju tempat tidur pasien. "Diego! Ayahmu ingin bertemu," ucap Zain dengan pelan saat mereka sudah berdiri di samping Darius. Pria lemah itu masih berbari

    last update最終更新日 : 2026-04-04
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 167 Tidak Merasa Bersalah

    Suasana di ruang IGD rumah sakit itu seketika menjadi ribut dan ramai. Semua orang melihat perkelahian antara Danendra dengan Ethan yang sama-sama saling serang. Tidak ada dari keduanya yang mau mengalah. Hingga para petugas keamanan datang dan memisahkan mereka. "Dasar brengsek! Kau Berani mengh

    last update最終更新日 : 2026-04-03
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 161 Luka Tusuk

    Di jalan yang cukup ramai, Danendra mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia terus memikirkan ucapan Zain tadi tentang Marissa dan Mario yang dibawa pergi oleh orang-orang asing. Saat Danendra menghubungi ponsel Marissa, awalnya terhubung, tapi, beberapa detik kemudian panggilannya ditut

    last update最終更新日 : 2026-04-03
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status