Home / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 97 Lebih Hangat dari Sebelumnya

Share

Bab 97 Lebih Hangat dari Sebelumnya

Author: Tusya Ryma
last update publish date: 2026-01-23 13:52:14

Semenjak kejadian malam itu, Fanny tidak pernah lagi menghubungi Marissa, tidak juga mengangkat teleponnya, bahkan tidak mau bertemu dengan Marissa lagi walau teman baiknya itu sudah datang ke rumah atau bahkan menjemputnya di kantor. Fanny benar-benar menghindar.

Sekarang, terasa ada jarak di antara mereka.

***

Di sebuah kafe yang ada di kota itu, Marissa dan Ray duduk di salah satu meja sambil makan dan minum. Mereka berbincang berdua tanpa adanya teman lagi—Fanny.

"Jadi, menurutmu, apa dia m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 401 Tidak Sudi

    "Eh ...." Marissa segera menoleh. Ia melihat seseorang yang bertanya padanya. Di samping orang itu, ada satu orang lagi yang merupakan ibunya. "Za-Zain?" 'Aishhh, kenapa malah bertemu dengan mereka di sini?' Marissa sungguh malu. Dirinya sangat berantakan dengan kaki yang tidak memakai alas, juga tidak bisa membayar ongkos taksi karena dirinya tidak ada uang. Bahkan, sang sopir taksi masih menunggunya di belakang. "Apa kau butuh bantuan?" tanya Zain lagi sambil menghampiri Marissa. Zain pun melihat Marissa dari atas hingga ke bawah, juga melihat tangan Marissa yang terus menarik pintu mobil. "Apa ini kendaraanmu?" Sebelum bertindak, Zain bertanya dulu pada Marissa. Setelah wanita itu menjawab, "Ya", barulah Zain menyimpan barang bawaannya ke dalam mobilnya, lalu meminta ibunya untuk menunggu di dalam mobil. "Ah, tidak ... tidak! Mama tidak mau menunggu di dalam mobil! Kebetulan di sini ada Marissa, Mama ingin membuat perhitungan dengannya!" ucap Sinta yang sudah memasukkan ta

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 400 Orang Gila

    "Maaf kalau ini membuatmu tidak nyaman!" ucap Marissa sambil bangkit berdiri. "Untuk masalah itu, kita tunggu sampai hasil tes DNA-nya keluar!" Marissa tidak ingin menjelaskan masalah ayahnya pada Ken. Ia pun tidak ingin membahas sesuatu yang belum jelas. Nanti, kalau hasil tes itu menunjukan bahwa Marissa dan Tuan Lim memiliki hubungan darah, barulah ia akan mengatakannya pada Ken dan Tuan Lim. "Hasil tes DNA? Hahaha... apa Anda yakin hasil itu akan keluar?" cibir Ken yang semakin tajam menatap Marissa. Bahkan, ia mengeratkan gigi sambil memandang wanita di depannya dari atas hingga ke bawah. Tanpa ragu, Marissa pun menjawab, "Ya, tentu saja! Kita tunggu sepuluh hari lagi sampai hasilnya keluar!" Marissa tidak sadar, Ken sudah bertindak sebelum hasil tes itu diambil oleh Asisten Anas. Benar saja, dari depannya, Ken mengambil sesuatu dari saku jasnya, lalu membuka selembar kertas putih yang terlipat. Ia memperlihatkan kertas itu kepada Marissa. "Ini... apa ini yang Anda tunggu

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 399 Jangan Bermimpi!

    Keesokan harinya, Marissa pergi ke supermarket untuk membeli beberapa bahan makanan. Di hari Sabtu ini, ia berencana memasak makanan yang lezat untuk Danendra. Suaminya itu sudah mulai ada nafsu makan setelah beberapa minggu mengalami mual karena ngidam. "Emmm ... sepertinya Danen akan suka ini!" Marissa mengambil beberapa daging, juga sayuran yang langsung dimasukkan ke dalam keranjang. Selain memasak untuk suaminya, Marissa juga ingin memberikan masakannya pada Fanny dan Darius. Jadi sekarang, ia membeli banyak bahan untuk diolah. Setelah membayar belanjaannya yang hampir sekeranjang penuh, Marissa bergegas membawa semua itu ke dalam mobilnya yang dibantu oleh petugas. "Terima kasih!" ucap Marissa pada orang itu setelah memberinya uang tip. Setelah itu, Marissa masuk ke dalam mobil. Ketika Marissa baru akan menutup pintunya, tiba-tiba seseorang datang, lalu membuka pintu mobil dengan paksa. "Eh ...." Belum sempat Marissa merespons, orang itu sudah menutup mulutnya de

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 398 Seperti Hantu

    "Emh ... baiklah! Sebagai gantinya, aku akan mengirim satu pelayan kemari untuk membantumu! Bagaimana?" tanya Darius yang tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Ia akan meminta pendapat Fanny sebelum bertindak. "Oh ... oke!" Fanny hanya mengangguk. Ia tidak menolak saran dari Darius. "Baiklah! Hari Selasanya, aku akan mengirim seseorang kemari. Jangan diusir, ya! Nanti dia tidak bisa pulang," canda Darius, membuat Fanny tersenyum. "Ya, enggak, lah! Aku tidak akan mengusir siapa pun yang datang ke kehidupanku!" "Termasuk bayi ini!" Tiba-tiba Fanny melamun. Ia meraba perutnya yang masih rata dengan perasaan yang amat sangat sedih. Fanny tidak menyangka, dirinya akan mengandung seorang anak tanpa adanya suami yang jelas. Ia tidak bisa memberikan keluarga yang utuh pada bayinya kelak. Dan, ia tidak bisa berumah tangga yang normal layaknya pasangan suami istri pada umumnya. "Ah ... sepertinya ini sudah sangat malam. Kau harus segera tidur! Jangan begadang, itu tidak baik untukmu da

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 397 Kesepakatan

    Di area luar restoran, Danendra berdiri sambil memegang ponselnya. Ia berbicara dengan orang yang ada di seberang telepon. "Maaf, kalau sekarang, aku tidak bisa! Waktunya ganti saja! Kalau lusa bagaimana?" tanya Danendra setelah berpikir beberapa saat. Dari seberang telepon, terdengar Luna berkata, "Lusa bagaimana, maksudmu? Sekarang ini kami sudah ada di tempatnya Nugi! Masa harus pulang lagi?" "Cepatlah datang! Kami tunggu!" ucapnya tanpa memedulikan penolakan Danendra. Acara mereka kali ini karena Luna dipindah ke WiFoods bersama Jimy. Jadi, mereka mengadakan pesta kecil sebagai perayaan. "Aishhh! Baiklah! Kalau ada waktu, nanti aku menyusul!" Danendra pun menjanjikan. "Oke! Kami tunggu!" balas Luna. Setelah itu, sambungan telepon ditutup. Danendra kembali ke mejanya. Melihat wajah suaminya yang sudah berubah menjadi aneh, Marissa pun bertanya, "Ada apa? Apa ada masalah?" "Eh ... tidak! Tidak ada apa-apa, kok! Jangan khawatir," balas Danendra dengan cepat. Ia pun kembali m

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 396 Akhirnya Fanny Menikah

    "Eh! Di-dipindah ke WiFoods? Siapa yang dipindah?" tanya Luna sambil melepaskan lingkaran tangannya di leher Danendra. Pria itu pun segera mendorong Luna agar menjauh. "Ya, kau, lah!" jawab Danendra tanpa basa-basi lagi. Daripada istrinya mengamuk lagi, lebih baik Danendra menuruti sarannya untuk memindahkan Luna ke perusahaan Danendra yang lain, bukan lagi di KJK Group. "Mulai hari Senin, kau akan dipindah ke WiFoods! Posisimu masih sama, sebagai sekretaris. Tapi bukan sekretarisku, melainkan sekretarisnya Jimy!" jelas Danendra dengan sangat serius. Danendra tidak sedang bercanda, bukan juga menakut-nakuti agar Luna turun dari pangkuannya. Ia berbicara serius dan bahkan sudah membicarakan hal itu dengan asisten pribadinya dan juga Jimy. "Tapi kenapa? Kenapa kau ingin memindahkan aku ke sana? Apa kau tidak suka dengan kinerjaku selama ini? Jika memang iya, apa yang tidak kau sukai dariku? Tinggal bilang saja. Nanti aku akan memperbaikinya!" Kali ini Luna mulai serius. Ia takut

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 71 Harus Rela Melepaskan

    Karena banyak tamu yang datang, gerbang besar dan tinggi yang biasanya tertutup rapat, kini terbuka lebar. Marissa bisa dengan mudah keluar melewati gerbang tersebut tanpa harus meminta izin pada petugas keamanan. Marissa pun keluar. Ia berjalan melewati komplek mewah itu yang nampak sepi dengan

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 73 Pelayan Hilang, Danendra Ikut Hilang

    "Tidak baik wanita berkeliaran di tengah malam seperti ini! Apalagi dengan penampilanmu yang berantakan! Bisa-bisa orang lain memanfaatkan 'mu! " Darius menatap Marissa dari ujung kaki hingga ujung kepala. Melihat penampilannya benar-benar sangat berantakan. Melihat make up di wajah berwarna gela

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 75 Apa Itu Salah

    "Kalau tidak membawa dompet, bagaimana dia bisa pulang? Arrgghh! Sangat sial!" geram Danendra lagi, semakin kesal membayangkan hal itu. Danendra tidak habis pikir, bagaimana bisa wanita itu pergi tanpa membawa apapun? Bahkan, tidak membawa ponselnya juga. Mengerti akan adanya kekacauan di rumah

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 72 Darius Ada di Kota Itu

    "Sepatu ini pemberian dari seseorang, bukan hasil curian!" balas Marissa dengan jujur. Mau mengaku membelinya pun Marissa tidak berani berbohong. Walaupun begitu, pria gendut itu tetap ragu. "Ya, sudah, begini saja, sepatu ini digadai dulu! Besok aku ambil lagi! Bagaimana?" sepatu ini menyaranka

    last updateLast Updated : 2026-03-24
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status