Share

Bab 127 Satu Sama

Author: Tusya Ryma
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-03 14:44:34

"Brengsek! Kau berani mengganggu wanitaku! Akan kubunuh, kau!" Danendra begitu emosi melihat Darius di atas sana. Ia segera menaiki tangga menghampiri Darius.

Pria yang ada di lantai dua itu hanya tersenyum penuh kepuasan melihat Danendra yang marah.

"Satu sama!" ejeknya tanpa rasa takut.

"Dulu kau merebut Lisa dariku! Sekarang, aku menculik wanitamu! Itu sangat adil, kan?"

Hahaha!

Darius tertawa penuh kepuasan melihat keberhasilannya membawa wanita yang dicintai Danendra ke tempatnya
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 312 Mana Cincin Pertunangan?

    "Ahhh ... Fanny! Kau sudah pulang?" Marissa sangat gugup. Ia bangkit dari tempat tidur, lalu berjalan menghampiri Fanny—melewati Danendra—yang berdiri di depan pintu. "Marissa! Apa yang kalian lakukan?" Fanny masih bertanya. Ia menatap Marissa, lalu Danendra yang masih duduk di lantai sambil memijat bokongnya yang terasa sakit. Fanny curiga dengan apa yang kedua orang itu lakukan di kamar. "Jangan bilang, kalian emmm—" Baru saja Fanny ingin berbicara, namun tiba-tiba Marissa menutup mulut Fanny dengan tangan, lalu mendorongnya berjalan ke ruang keluarga. "Kami tidak melakukan apapun! Kau jangan berpikir yang tidak-tidak!" ucap Marissa sambil berjalan menuju sofa. Kalau mereka ribut di depan pintu, bisa-bisa putranya bangun. Namun sepertinya Fanny tidak percaya dengan hal itu. Setelah Marissa melepaskan tangannya dari mulut, Fanny pun kembali bertanya, "Apa kalian balikan?" "Ingat, Sa! Saat ini Zain masih berbaring di rumah sakit! Dia membutuhkanmu, membutuhkan s

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 311 Masih Mencintainya

    Di dalam mobil, Danendra masih memeluk Michael di pangkuannya. Sedangkan di sampingnya, Marissa terdiam sambil melihat ke samping, menatap pemandangan luar yang nampak berjalan mundur. Entah mengapa, saat ini Marissa sedang tidak ingin berbicara dengan Danendra. Ia masih terbayang bagaimana dekatnya Danendra dengan Luna tadi di ruang kerjanya. Dan... itu membuatnya tidak nyaman. 'Haha! Ternyata, aku memang masih mencintai Danen! Buktinya, aku cemburu saat Danen dekat dengan wanita lain!' Marissa menertawakan dirinya sendiri. Ia tidak menyangka, dirinya akan menjadi budak cinta dan akan terus terikat dengan pria yang jelas-jelas sangat sulit untuk bisa bersama. "Marissa!" Dalam keheningan, tiba-tiba Danendra memanggil nama wanita di sampingnya. Ia pun bertanya sambil meraih tangan wanita itu. "Apa kau marah karena aku datang menjenguk Zain?" Padahal, kalau membahas masalah marah atau tidak, Danendra lah yang seharusnya marah pada Marissa. Wanita itu pergi begitu saja dari k

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 310 Bukan Wanita Biasa

    Marissa benar-benar terkejut, kenapa Danendra harus datang malam-malam seperti ini ke rumah sakit saat banyak orang? "Apa kau tidak lihat? Kami datang untuk menjenguk Zain!" balas Danendra dengan santai. Sudut bibirnya terangkat, ekor matanya menunjuk buket bunga yang sedang dipegangnya. Dari dalam, Sinta pun bertanya, "Siapa? Kenapa tidak dipersilakan masuk?" "Ah... ya, Tante!" Marissa menjadi bingung. Bagaimana kalau semua orang tahu, Danendra ini adalah mantan suaminya? 'Apa yang akan mereka pikirkan?' "Permisi!" Tanpa menunggu Marissa mempersilahkan, Danendra masuk dan berjalan melewati Marissa. Danendra dan Asisten Anas menghampiri semua orang yang ada di sofa. "Eh... Danen?" Darius pun melihat siapa orang yang datang. Ia segera bangkit berdiri lalu mengulurkan tangan untuk bersalaman. "Bagaimana kabarmu?" balas Danendra sambil meraih tangan Darius. "Kami baik! Kau sendiri?" "Aku juga baik!" "Haha! Syukurlah!" Sikap mereka berdua sangat santai dan te

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 309 Sedang Apa Kalian di Sini?

    Jam pulang kerja sudah tiba. Danendra pun bergegas meninggalkan ruangannya setelah membereskan meja. Bukannya turun ke lantai satu, Danendra malah turun di lantai empat, tempat Marissa bekerja. Di ruangan yang terdengar sangat ramai oleh suara obrolan diiringi tawa para karyawan yang sedang bersiap untuk pulang, Danendra mengetuk pintu, lalu membukanya dengan cepat. Semua orang pun segera terdiam sambil melihat bos besar datang ke ruangan mereka. "Ada Marissa?" tanya Danendra sambil mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan. Tidak nampak sedikit pun wanita yang sedang dicarinya di ruangan itu. "Maaf, Pak! Marissa?" tanya Ara, memastikan. Takutnya dirinya salah mendengar. "Iya! Di mana Marissa?" tanya Danendra lagi. "Oh! Marissa sudah pulang, Pak! Baruuu saja dia keluar!" jawab Ara dengan sedikit gugup. Pasalnya, selama dirinya bekerja di perusahaan itu, belum pernah ia berbicara dengan bos besarnya. Janganlah bertegur sapa, ada di hadapannya pun belum pernah. Jadi sekar

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 308 Tidak Suka

    "Aishhh, Danen! Kenapa kau bertanya begitu?" tanya Luna sambil berjalan menghampirinya ke sofa. Ia pun duduk di depan Danendra. "Ya, tidak! Aku hanya bertanya saja, kenapa kau datang kemari? Apa ada masalah di kantor?" tanya Danendra. Padahal sebelumnya, Danendra sudah meminta Wilyam untuk menggantikannya di kantor. Selain itu, ia pun sudah meminta Asisten Anas untuk menangani beberapa masalah. Tapi sekarang, kenapa sekretaris pribadinya itu malah mengikutinya ke perusahaan WiFoods sambil membawa dokumen yang harus ditandatangani? "Tentu saja karena ada hal penting," jawab Luna sambil menyodorkan map hitam yang dibawanya ke hadapan Danendra. "Ada berkas yang harus kau tinjau dan tandatangani langsung!" tambahnya lagi. Di depannya, Danendra mengambil dan melihat map tersebut. Ia membuka lembar demi lembar berkas yang dibawa oleh Luna itu, lalu menyimpannya di meja. Sepertinya Danendra bersiap untuk menandatangani berkas tersebut. "O, iya ... Danen! Apa kau yang memasukann

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 307 Oh, ya!

    Benar saja, kabar dipanggilnya Marissa ke ruang kerja bos besar karena seringnya bolos bekerja sudah menyebar ke semua karyawan yang satu divisi dengannya. Tidak terkecuali dengan Jesi. Dia tahu kabar itu dari grup karyawan di ponselnya. "Nah, kan! Aku bilang juga apa, Marissa tidak akan lolos begitu saja dari hukuman! Pak Jimy tidak apa-apa, tapi Bos Besar tidak mungkin membiarkannya begitu saja!" "Hemmm, benar juga! Tapi aku kasihan pada Marissa! Tidak seharusnya Bos Besar memanggilnya langsung ke ruangannya! Kalaupun harus dihukum, dipotong gaji selama dia tidak bekerja kan, sudah beres!" balas Ara di pantry ketika sedang mengambil kopi. Seringnya Marissa bolos bekerja dalam beberapa hari terakhir, membuat semua orang iri dan membicarakannya. Bahkan kabar itu sampai juga ke telinga Jimy selaku teman baik Danendra yang tahu apa hubungan Danendra dengan Marissa. Di ruang kerja yang nampak terang karena dindingnya terbuat dari kaca besar, Danendra duduk di sofa bersama Marissa. Me

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 170 Sely Pembunuh

    Mendengar ejekan dari adiknya, Danendra pun segera merespon. Ia menegakan punggungnya dan menatap Wilyam dengan tajam. "Siapa yang tersesat? Kemarin itu aku kehilangan koper dan pasporku! Jadi tidak bisa pulang!" jelas Danendra dengan tegas. Ia tidak terima diejek seperti itu oleh Wilyam di dep

    last updateHuling Na-update : 2026-04-04
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 173 Paman Diego

    Di ruang perawatan yang sangat luas dan nyaman dengan pasilitas yang lengkap, Zain membawa Mario masuk ke dalam. Ia menuntun tangan anak itu menuju tempat tidur pasien. "Diego! Ayahmu ingin bertemu," ucap Zain dengan pelan saat mereka sudah berdiri di samping Darius. Pria lemah itu masih berbari

    last updateHuling Na-update : 2026-04-04
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 167 Tidak Merasa Bersalah

    Suasana di ruang IGD rumah sakit itu seketika menjadi ribut dan ramai. Semua orang melihat perkelahian antara Danendra dengan Ethan yang sama-sama saling serang. Tidak ada dari keduanya yang mau mengalah. Hingga para petugas keamanan datang dan memisahkan mereka. "Dasar brengsek! Kau Berani mengh

    last updateHuling Na-update : 2026-04-03
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 161 Luka Tusuk

    Di jalan yang cukup ramai, Danendra mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia terus memikirkan ucapan Zain tadi tentang Marissa dan Mario yang dibawa pergi oleh orang-orang asing. Saat Danendra menghubungi ponsel Marissa, awalnya terhubung, tapi, beberapa detik kemudian panggilannya ditut

    last updateHuling Na-update : 2026-04-03
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status