Accueil / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 14 Tagihan Hutang

Share

Bab 14 Tagihan Hutang

Auteur: Tusya Ryma
last update Date de publication: 2025-12-04 21:19:51
"Aku ingin membicarakan masalah utangmu!" jawab Danendra tanpa basa-basi.

"Hah! Se-sekarang? Maaf, sekarang saya tidak bisa!" tolak marissa dengan cepat.

"Aku tidak mau tahu! Pokoknya kita harus membicarakannya sekarang," balas Danendra tidak peduli.

"Kau tinggal pilih saja, mau membicarakan utangmu di luar, atau mau membayarnya langsung di sini?" Danendra memberinya penawaran. Namun, penawarannya itu terdengar sangat menyebalkan.

Danendra mendekat, menghampiri Marissa, lalu berdiri di d
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 302 Sudah Baikan

    Tidak lama, terdengar suara ribut dari luar, juga teriakan dan candaan dari dua orang anak. Setelah itu, bel berbunyi. "Itu pasti anak-anak!" ucap Danendra sambil bangkit dari duduknya. Ia dan Marissa duduk di ruang keluarga sambil nonton acara di TV setelah makan. Benar saja, saat pintu dibuka, dua bocah yang masih ribut tiba-tiba masuk ke dalam apartemen. "Ih, ini punyaku! Kau jangan coba-coba untuk memintanya!" teriak Michael pada Drizela. "Tapi itu dari nenekku! Harusnya aku bagi sedikit," balas Drizela yang tidak mau kalah. Michael diberi uang, kenapa dia tidak? Dari belakangnya, Wilyam berjalan mengikuti. "Sudah-sudah! Jangan ribut terus! Kalau Izela mau uang, nanti Paman kasih," ucap Wilyam yang mulai pusing dengan kedua anak kembar itu. "Tidak mau! Aku maunya uang dari Nenek! Bukan dari Paman! Huhhh ...." jawab Drizela sambil melipat kedua tangannya di depan, mulut kecilnya dikerucutkan, menandakan bahwa dia sedang marah. Mereka pun masuk ke ruang keluarga. Melihat

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 301 Selingkuhan

    Napas keduanya masih tidak beraturan, posisi duduk mereka pun masih sama seperti sebelumnya, Danendra duduk di sofa, dan Marissa duduk di atas pangkuannya. "A-aku juga merindukanmu, Danen!" balas Marissa dengan pelan. Walau waktu sudah berlalu sangat lama, tapi perasaan nyaman ini, Marissa masih merasakannya sama seperti dulu. Ternyata dirinya masih sangat merindukan Danendra. "Apa kau tahu, juniorku mulai berkarat karena terlalu lama terkurung!" Danendra menunjuk sesuatu yang mengeras di bawah perutnya. Marissa yang duduk di atasnya bisa merasakan hal itu. "Tidak bisakah kau menyentuhnya sekali saja?" tanya Danendra dengan suara pelan nan serak. Ia menggenggam tangan Marissa, menuntunnya untuk menyentuh adik kecilnya yang sudah haus akan belaian. Awalnya mereka begitu serius, tapi mendengar ucapan Danendra, keseriusan itu berubah menjadi sedikit humor. "Berkarat? Memangnya ini besi, bisa berkarat?" tanya Marissa sambil benar-benar memegang benda panjang dan keras itu dengan

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 300 Terlihat Buruk di Depan Mereka

    "Tapi Zain—" "Sudahlah! Jangan mengatakan hal itu lagi. Mau bagaimanapun, aku tidak akan pernah setuju!" Zain mengatakannya dengan sangat tegas. Zain sudah memberi kebebasan pada Marissa yang sebelumnya tidak dia berikan. Ia menahan semua rasa cemburunya agar Marissa tidak pergi. "Mulai sekarang, aku tidak akan melarangmu menemui putrimu, menemui Danen, bersama dengan mereka, mengajak Michael menemui ayahnya. Aku tidak akan melarang semua itu! Tapi, aku hanya minta satu hal, jangan mengatakan putus lagi dan jangan menyalah gunakan kepercayaanku ini," lanjut Zain dengan pelan agar Marissa bisa mengerti. "Mulai sekarang, kau bebas melakukan apapun! Termasuk berdiskusi membahas masalah anak-anak dengan ayahnya, membahas pekerjaan, kalau ada. Tapi kau harus tahu batasan! Kau milikku, jangan mengkhianatiku dan jangan membuat keluargaku kecewa!" Itulah yang Zain inginkan. Dia tidak ingin putus, tidak ingin pula Marissa menjauh, jadi dia memberikan semua kebebasan itu dengan hati yang b

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 299 Benar, Dia Bos Besarnya

    Pria itu selalu ikut campur masalah izin di tempatnya bekerja. Ini bukan kali pertama. Sebelumnya pun, Marissa pernah bolos bekerja saat dirinya sedang bersama Danendra. Bosnya pun tidak menegur. Semua itu membuat teman-temannya di kantor merasa iri. "Sudahlah! Tidak perlu membahas hal itu! Yang jelas, bosmu itu adalah teman baikku! Jadi, kau tidak perlu khawatir!" ucap Danendra tanpa menjawab pertanyaan dari Marissa Namun wanita di sampingnya tetap saja memaksa. "Apa itu benar kau?" "Aku curiga, temanmu yang menjadi bosku itu, mau saja diperintah olehmu! Apalagi waktu kemarin, Pak Jimy meneleponku di tengah malam hanya untuk menyuruhku menjelaskan masalah tugas di rumah itu, padamu! Kalau dipikir-pikir, bosku itu sangat takut padamu!" jelas Marissa dengan kening yang mengkerut. Ia tidak akan berhenti berbicara sampai pria di sampingnya menjawab. "Sudahlah! Tidur lagi, sanah! Ini masih pagi! Penjaga kebersihan akan datang satu jam-an lagi! sebaiknya kau kembali ke tempat tidurmu!

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 298 Semakin Curiga dengan Status Danendra

    Di sebuah MPV termahal dan termewah milik Danendra yang dikendarai oleh Asisten Anas, kedua anak kecil berusia lima tahun duduk di kursi belakang sambil menatap ayah mereka yang berbaring di baris kedua. Di sampingnya, ada Marissa yang juga duduk sambil terus memperhatikan pria dewasa yang terlihat sangat lemah itu. "Mama, Papa Danen tidak apa-apa, kan?" tanya Michael dari belakang. Anak kecil itu terlihat sedih melihat orang dewasa yang dari kemarin bermain dengannya, sekarang berbaring lemah tak berdaya. Terdengar Danendra berkata pada anak-anak dan wanita di sampingnya, "Papa tidak apa-apa! Kalian jangan khawatir!" "Bagaimana kami tidak khawatir, kau demam seperti ini, bahkan hampir mencapai 40°! Apa semalam kau mandi?" tanya Marissa yang mulai curiga dengan sakitnya Danendra yang tiba-tiba itu. Padahal tadi malam dia masih baik-baik saja. Tidak mungkin pria gagah dan kuat yang selalu menjaga kesehatan dan pola makan seperti Danendra bisa sakit tiba-tiba. Itu pasti karena sema

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 297 Tidak Bisa Bersama

    Di balkon yang tidak terlalu luas, Marissa berdiri, melihat pemandangan kota sambil memegang ponselnya ke telinga. Dari seberang telepon, terdengar Zain marah lagi karena Marissa sudah tidak ada di tendanya. "Jangan bilang kau pergi bersama Danen lagi!" sergah Zain lagi yang entah sudah ke berapa kali dia marah pada Marissa setelah sambungan telepon terhubung. "Semalam aku sudah bilang, pagi ini kita pulang bersama! Aku akan mengantarmu dan Michael pulang! Tapi kenapa kau malah menghilang? Sebenarnya, dari kapan kau pergi? Jangan bilang, dari semalam kau pergi dari tempat ini!" Zain terus saja berbicara. Ia tidak membiarkan Marissa memotong ucapannya. "Cepat katakan! Sekarang kau ada di mana?" Hening beberapa saat, akhirnya Marissa bersuara. "Maaf!" Namun, Zain tidak puas dengan respon dari Marissa. Dia pun segera bertanya, "Maaf! Maaf karena apa? Apa karena kau bersama Danen?" Sebenarnya, bukan itu yang Marissa maksud. Dirinya meminta maaf pada Zain karena hal lain. "Sepert

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 135 Menikah Diam-Diam

    "Memangnya apa yang aku lakukan sekarang?" Danendra bertanya dengan tenang. Dia menyembunyikan perasaan gelisahnya mendengar ucapan Josep itu. "Kau ...." Ayahnya membentak. Lalu berkata dengan tegas, "Dua hari pergi ke Kota K untuk mencari si janda—Marissa—dan meninggalkan kewajibanmu di kantor! S

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-31
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 140 Istrinya Bahagia

    Beberapa bulan yang lalu, saat Marissa pergi dari rumah dan meninggalkan ibunya dengan keadaan —renovasi—ruko yang masih belum selesai, Marissa tidak tahu kalau Danendra selalu datang ke tempat ibunya dan membantu Merina menyelesaikan renovasi ruko. Danendra juga menjadikan rumah makan Merina itu m

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-31
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 127 Satu Sama

    "Brengsek! Kau berani mengganggu wanitaku! Akan kubunuh, kau!" Danendra begitu emosi melihat Darius di atas sana. Ia segera menaiki tangga menghampiri Darius. Pria yang ada di lantai dua itu hanya tersenyum penuh kepuasan melihat Danendra yang marah. "Satu sama!" ejeknya tanpa rasa takut. "Du

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-30
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 130 Menodai Kepercayaan

    "Iya! Tolonglah! Ajak Marissa kemari, sebentar saja! Ini demi nyawa Diego!" Darius ingin meyakinkan Danendra, bahwa ini semua demi keselamatan anak itu. Namun, Danendra tidak tertarik dengan alasan Darius. Jika dari awal Darius sangat menyayangi anak itu dan ingin menyelamatkan anak itu, harusny

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-30
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status