แชร์

Bab 148 Mencari Bantuan

ผู้เขียน: Tusya Ryma
last update วันที่เผยแพร่: 2026-02-11 16:40:31

Di rumah tua yang sangat sepi, samar terdengar suara hewan-hewan dari sekitaran rumah tersebut. Bukan hanya suara hewan-hewan kecil saja, hewan besar seperti long-longan anjing pun begitu jelas terdengar. Marissa yang dikurung di tempat yang sepi itu merasa merinding dan sedikit takut.

Marissa masih tidak habis pikir dengan orang-orang yang tega menculiknya itu, disuruh oleh orang lain pun mereka mau saja. Padahal, sebelumnya, mereka ada di rumah susun yang Marissa tinggali.

"Apa mereka sen
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 401 Tidak Sudi

    "Eh ...." Marissa segera menoleh. Ia melihat seseorang yang bertanya padanya. Di samping orang itu, ada satu orang lagi yang merupakan ibunya. "Za-Zain?" 'Aishhh, kenapa malah bertemu dengan mereka di sini?' Marissa sungguh malu. Dirinya sangat berantakan dengan kaki yang tidak memakai alas, juga tidak bisa membayar ongkos taksi karena dirinya tidak ada uang. Bahkan, sang sopir taksi masih menunggunya di belakang. "Apa kau butuh bantuan?" tanya Zain lagi sambil menghampiri Marissa. Zain pun melihat Marissa dari atas hingga ke bawah, juga melihat tangan Marissa yang terus menarik pintu mobil. "Apa ini kendaraanmu?" Sebelum bertindak, Zain bertanya dulu pada Marissa. Setelah wanita itu menjawab, "Ya", barulah Zain menyimpan barang bawaannya ke dalam mobilnya, lalu meminta ibunya untuk menunggu di dalam mobil. "Ah, tidak ... tidak! Mama tidak mau menunggu di dalam mobil! Kebetulan di sini ada Marissa, Mama ingin membuat perhitungan dengannya!" ucap Sinta yang sudah memasukkan ta

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 400 Orang Gila

    "Maaf kalau ini membuatmu tidak nyaman!" ucap Marissa sambil bangkit berdiri. "Untuk masalah itu, kita tunggu sampai hasil tes DNA-nya keluar!" Marissa tidak ingin menjelaskan masalah ayahnya pada Ken. Ia pun tidak ingin membahas sesuatu yang belum jelas. Nanti, kalau hasil tes itu menunjukan bahwa Marissa dan Tuan Lim memiliki hubungan darah, barulah ia akan mengatakannya pada Ken dan Tuan Lim. "Hasil tes DNA? Hahaha... apa Anda yakin hasil itu akan keluar?" cibir Ken yang semakin tajam menatap Marissa. Bahkan, ia mengeratkan gigi sambil memandang wanita di depannya dari atas hingga ke bawah. Tanpa ragu, Marissa pun menjawab, "Ya, tentu saja! Kita tunggu sepuluh hari lagi sampai hasilnya keluar!" Marissa tidak sadar, Ken sudah bertindak sebelum hasil tes itu diambil oleh Asisten Anas. Benar saja, dari depannya, Ken mengambil sesuatu dari saku jasnya, lalu membuka selembar kertas putih yang terlipat. Ia memperlihatkan kertas itu kepada Marissa. "Ini... apa ini yang Anda tunggu

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 399 Jangan Bermimpi!

    Keesokan harinya, Marissa pergi ke supermarket untuk membeli beberapa bahan makanan. Di hari Sabtu ini, ia berencana memasak makanan yang lezat untuk Danendra. Suaminya itu sudah mulai ada nafsu makan setelah beberapa minggu mengalami mual karena ngidam. "Emmm ... sepertinya Danen akan suka ini!" Marissa mengambil beberapa daging, juga sayuran yang langsung dimasukkan ke dalam keranjang. Selain memasak untuk suaminya, Marissa juga ingin memberikan masakannya pada Fanny dan Darius. Jadi sekarang, ia membeli banyak bahan untuk diolah. Setelah membayar belanjaannya yang hampir sekeranjang penuh, Marissa bergegas membawa semua itu ke dalam mobilnya yang dibantu oleh petugas. "Terima kasih!" ucap Marissa pada orang itu setelah memberinya uang tip. Setelah itu, Marissa masuk ke dalam mobil. Ketika Marissa baru akan menutup pintunya, tiba-tiba seseorang datang, lalu membuka pintu mobil dengan paksa. "Eh ...." Belum sempat Marissa merespons, orang itu sudah menutup mulutnya de

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 398 Seperti Hantu

    "Emh ... baiklah! Sebagai gantinya, aku akan mengirim satu pelayan kemari untuk membantumu! Bagaimana?" tanya Darius yang tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Ia akan meminta pendapat Fanny sebelum bertindak. "Oh ... oke!" Fanny hanya mengangguk. Ia tidak menolak saran dari Darius. "Baiklah! Hari Selasanya, aku akan mengirim seseorang kemari. Jangan diusir, ya! Nanti dia tidak bisa pulang," canda Darius, membuat Fanny tersenyum. "Ya, enggak, lah! Aku tidak akan mengusir siapa pun yang datang ke kehidupanku!" "Termasuk bayi ini!" Tiba-tiba Fanny melamun. Ia meraba perutnya yang masih rata dengan perasaan yang amat sangat sedih. Fanny tidak menyangka, dirinya akan mengandung seorang anak tanpa adanya suami yang jelas. Ia tidak bisa memberikan keluarga yang utuh pada bayinya kelak. Dan, ia tidak bisa berumah tangga yang normal layaknya pasangan suami istri pada umumnya. "Ah ... sepertinya ini sudah sangat malam. Kau harus segera tidur! Jangan begadang, itu tidak baik untukmu da

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 397 Kesepakatan

    Di area luar restoran, Danendra berdiri sambil memegang ponselnya. Ia berbicara dengan orang yang ada di seberang telepon. "Maaf, kalau sekarang, aku tidak bisa! Waktunya ganti saja! Kalau lusa bagaimana?" tanya Danendra setelah berpikir beberapa saat. Dari seberang telepon, terdengar Luna berkata, "Lusa bagaimana, maksudmu? Sekarang ini kami sudah ada di tempatnya Nugi! Masa harus pulang lagi?" "Cepatlah datang! Kami tunggu!" ucapnya tanpa memedulikan penolakan Danendra. Acara mereka kali ini karena Luna dipindah ke WiFoods bersama Jimy. Jadi, mereka mengadakan pesta kecil sebagai perayaan. "Aishhh! Baiklah! Kalau ada waktu, nanti aku menyusul!" Danendra pun menjanjikan. "Oke! Kami tunggu!" balas Luna. Setelah itu, sambungan telepon ditutup. Danendra kembali ke mejanya. Melihat wajah suaminya yang sudah berubah menjadi aneh, Marissa pun bertanya, "Ada apa? Apa ada masalah?" "Eh ... tidak! Tidak ada apa-apa, kok! Jangan khawatir," balas Danendra dengan cepat. Ia pun kembali m

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 396 Akhirnya Fanny Menikah

    "Eh! Di-dipindah ke WiFoods? Siapa yang dipindah?" tanya Luna sambil melepaskan lingkaran tangannya di leher Danendra. Pria itu pun segera mendorong Luna agar menjauh. "Ya, kau, lah!" jawab Danendra tanpa basa-basi lagi. Daripada istrinya mengamuk lagi, lebih baik Danendra menuruti sarannya untuk memindahkan Luna ke perusahaan Danendra yang lain, bukan lagi di KJK Group. "Mulai hari Senin, kau akan dipindah ke WiFoods! Posisimu masih sama, sebagai sekretaris. Tapi bukan sekretarisku, melainkan sekretarisnya Jimy!" jelas Danendra dengan sangat serius. Danendra tidak sedang bercanda, bukan juga menakut-nakuti agar Luna turun dari pangkuannya. Ia berbicara serius dan bahkan sudah membicarakan hal itu dengan asisten pribadinya dan juga Jimy. "Tapi kenapa? Kenapa kau ingin memindahkan aku ke sana? Apa kau tidak suka dengan kinerjaku selama ini? Jika memang iya, apa yang tidak kau sukai dariku? Tinggal bilang saja. Nanti aku akan memperbaikinya!" Kali ini Luna mulai serius. Ia takut

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 158 Memutar Balikan Fakta

    Langit sudah mulai gelap. Di ruangan yang cukup luas dan nyaman dengan dekorasi modern berwarna coklat dan putih, Sely duduk di sofa yang empuk bersama dengan seorang pria. Ia sengaja menyewa satu kamar hotel itu hanya untuk membahas hal yang sangat penting. Sely duduk di sofa sambil melipat kedu

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-02
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 151 Kepulangan Anak dan Suami

    "Mama!" Mario berteriak saat melihat Marissa. Ia memeluk kaki ibunya dan terus memanggil. "Mama!" Marissa terdiam. Putra yang selama ini dia rindukan, sekarang benar-benar ada di depan matanya, dan bahkan memeluk kedua kakinya dengan erat. Marissa tidak bisa berkata apapun. Ia terpaku, rasan

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-01
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 150 Aku baik-baik saja

    Setelah Marissa naik ke atas motor tinggi dan besar itu, bukannya membelokan motornya dan pergi dari sana, Zain malah berjalan lurus menuju rumah tua itu. Ia menghiraukan teriakan Marissa dari belakang. Dia terus saja berjalan. "Zain! Apa yang kau lakukan? Kenapa membawaku ke rumah tua itu lagi?

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-01
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 147 Dibawa Pergi

    Malam hari, Marissa baru turun dari bus setelah menempuh perjalanan selama sepuluh menit dari tempat kerja menuju rumahnya. Tubuhnya terasa capek dan lelah, untuk berjalan pun rasanya sangat sulit. Marissa ingin segera sampai di rumah dan tidur. Hari ini, pekerjaan Marissa di kedai mie cukup meng

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-01
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status