Home / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 147 Dibawa Pergi

Share

Bab 147 Dibawa Pergi

Author: Tusya Ryma
last update publish date: 2026-02-11 16:26:32

Malam hari, Marissa baru turun dari bus setelah menempuh perjalanan selama sepuluh menit dari tempat kerja menuju rumahnya. Tubuhnya terasa capek dan lelah, untuk berjalan pun rasanya sangat sulit. Marissa ingin segera sampai di rumah dan tidur.

Hari ini, pekerjaan Marissa di kedai mie cukup menguras tenaga. Mereka sangat kewalahan menangani pengunjung yang sebegitu banyaknya dari pagi sampai malam yang tak henti-hentinya berdatangan. Mungkin karena ini tanggal merah, jadi orang-orang pada ma
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 223 Kau Pasti Sengaja

    "Oh!" Danendra sudah tahu siapa pria yang mencarinya sekarang. Ia pun segera berkata, "Aku akan ke kantor dalam waktu satu jam! Kalau dia ingin menunggu, ya, silahkan!" Jika tidak pun, itu tidak masalah. Karena Danendra tidak akan rugi. "Baik! Nanti akan saya sampaikan!" balas Luna dengan singkat. Setelah itu, Danendra menutup teleponnya tanpa berbicara lagi.*** Tiba di apartemennya, Danendra bergegas masuk ke dalam rumah, lalu membuka pintu kamar yang tadi pagi ditempati oleh Marissa. Saat pintu kamar itu dibuka, alangkah terkejutnya ia ketika melihat kamar yang berantakan itu sudah kosong. Marissa tidak ada, tapi serpihan pakaiannya masih ada di lantai. Bahkan, saputangan yang tadi dipakai untuk mengikat tangannya pun, kini ada di tempat tidur. "Aishhh, sial!" Danendra tahu, saat ini Marissa sudah tidak ada. Ia pun segera mencarinya ke ruangan lain. Danendra mengelilingi rumahnya, dari mulai dapur, kamar mandi, lalu ke kamar satunya lagi. Dari sekian banyaknya ruangan di a

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 222 Diculik oleh Mantan Suami

    "Za-Zain? Kau belum berangkat ke kantor ayahmu?" tanya Marissa mengalihkan pembicaraan. Ia tidak ingin Zain membahas tentang ketidakpulangannya tadi malam, di sana. "Marissa ... apa yang kau pakai itu? Kenapa kau ...?" Zain menunjuk pakaian kebesaran di tubuhnya. Dengan penampilannya yang seperti itu, Marissa terlihat sangat aneh dan mencurigakan. "Ahhh ... kita bicara di rumah saja!" Marissa segera menarik tangan Zain menuju apartemen miliknya. Ia tidak ingin terus berada di luar, tidak ingin pula ada orang yang melihat penampilannya yang aneh ini. Di ruang tamu yang cukup luas nan nyaman, Fanny dan Zain sudah duduk di sofa sambil menunggu Marissa yang sedang mandi. Mereka menunggu penjelasan tentang hilangnya wanita itu tadi malam yang membuat semua orang panik. Di kamar mandi, Marissa segera membersihkan kepala dan tubuhnya dengan cepat. Ia terus menggosok kulitnya dengan keras agar jejak-jejak sentuhan Danendra di tubuhnya segera menghilang. Setelah selesai, Marissa be

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 221 Putri Drizela

    Tiba di sekolah taman kanak-kanak Harapan Bintang, Danendra keluar dari mobilnya, lalu masuk ke area sekolah yang cukup luas dengan langkah yang sangat cepat. Ia sangat khawatir setelah menerima telepon dari guru di sekolah putrinya, bahwa putrinya—Drizela—menangis dan meminta ayahnya untuk datang. Takut terjadi hal buruk pada anak itu, Danendra pun bergegas pergi ke sekolah walau sebenarnya ia enggan untuk pergi. Di ruang kelas yang sangat ramai dan berisik dengan dekorasi khas anak kecil, seorang anak laki-laki berdiri di depan kelas bersama satu anak perempuan. Satu guru wanita berjongkok sambil berbicara pelan pada mereka. Sedangkan murid lainnya duduk di bangku masing-masing sambil mengerjakan puzzle yang sudah dibagikan oleh guru lain. "Sayang... Ibu tanya satu kali lagi, Zee dapat ini dari mana?" Guru wanita yang bernama Mila memegang jepitan rambut yang katanya milik Drizela, tapi dipakai oleh Zee-Zee. "Aku tidak tahu, Bu Guru! Itu Michael yang memberikannya padaku seb

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 220 Sambutan Atas Kepulanganmu

    Marissa mundur ke belakang untuk menghindari Danendra. Pria itu sekarang membuka celana panjangnya, menyisakan celana dalam pendek berwarna navy. Otot-otot di tubuh dan pahanya begitu jelas terlihat, membuat Marissa semakin gugup. Ada ponsel dari saku celana, Danendra segera mengambilnya, lalu dilempar ke atas tempat tidur. "Marissa ... sepertinya kau tidak puas kalau hanya berhubungan dengan satu pria, ya?" cibir Danendra sambil mendekat. Ia mendorong kedua bahu putih dan polos Marissa hingga wanita itu terlentang di tempat tidur. Saat ini, Danendra benar-benar sangat emosi. Marissa mengaku tidur dengan pria lain karena Danendra juga tidur dengan Luna di kamar hotel. Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Malam itu, Danendra hanya mabuk, lalu dibawa ke kamar hotel oleh Luna. Setelah itu, mereka berciuman dan melakukan hal-hal yang biasa dilakukan oleh orang dewasa. Tapi untuk tidur, Danendra benar-benar tidak melakukannya. "Da-Danen ... apa yang kau lakukan? Menyingkirlah!"

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 219 Anak Papa

    "Tidak!" balas Michael sambil kembali meneguk susu yang tinggal setengahnya itu. "Sepertinya penumpang sebelumnya seorang om-om yang sangat galak!" "Eh, kenapa begitu?" Fanny pun bertanya. Ia sangat serius melihat anak kecil bercerita. "Iya! Matanya begini, nih ...." Michael langsung memperagakan ekspresi orang itu. Tatapannya begitu tajam dengan ekspresi yang sangat dingin. "Aishhh! Kau ini! Kebanyakan nonton TV, jadinya seperti itu!" Fanny mencubit pipinya yang bulat. Merasa gemas dan juga sangat lucu. "Sudahlah! Cepat bersiap! Sebentar lagi Papa Zain akan menjemputmu!" ucap Fanny sambil membawa piring dan gelas yang sudah kosong ke dapur. Ia tidak percaya begitu saja dengan ucapan anak itu. Sikapnya yang tidak mempercayai ucapan Michael membuat anak kecil itu sedikit kesal. "Benar, aku tidak berbohong! Om ganteng itu sangat galak! Kalau Tante melihatnya, Tante pasti akan dimarahi!" ucapnya dengan polos. Fanny malah ingin tertawa mendengarnya. "Memarahi Tante kare

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 218 Ibu tidak Bertanggung Jawab

    Selama beberapa detik berada di dalam lift, Marissa merasa itu sangat lama, rasanya seperti berjam-jam. Tekanan dari tatapan orang yang ada di belakangnya begitu berat, membuat seluruh tubuhnya bergetar. Belahan punggung dari gaunnya yang cukup terbuka itu membuat Marissa kedinginan. Aura pria itu benar-benar sangat kuat, membuat Marissa tidak bisa bernapas dengan bebas. "Ehem ...." Tiba-tiba pria di belakangnya berdehem. Marissa hanya terdiam sambil terus meremas gaun bagian depannya, tidak merespon sedikitpun suara pria itu. Ding! Pintu lift sudah tebuka di lantai dasar. Marissa yang sedari tadi ingin keluar, bergegas keluar sambil mengangkat gaun panjangnya agar dirinya bisa lebih mudah untuk berjalan. Tanpa menoleh ke belakang, Marissa terus berjalan sampai keluar dari gedung hotel tersebut. Di depan hotel itu sudah ada mobil hitam milik Zain yang sudah terparkir. Di samping mobil itu ada sopir yang tiba-tiba menyapa. "Nona! Silahkan!" Sopir itu membuka pintu baris kedua, m

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 24 Membawa Mario

    Marissa mulai berbicara santai. Sebutan untuk dirinya sendiri bukan lagi " Saya" seperti yang sering ia katakan ketika berbicara dengan Danendra. Sekarang tanpa sadar Marissa menyebut dirinya sendiri dengan kata "Aku". Itu membuatnya lebih santai dalam berbicara. "Oh, untuk masalah itu, kau tidak

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 9 Menyibukan Diri

    "Bukan!" tepis Danendra dengan cepat. "Begini, Paman!" Ia pun duduk di kursi kebesarannya sambil menatap Jonson. "Karena Foodis cabang Kota H akan dibuka bulan depan, Papa ingin Paman mengelola restoran tersebut! Kalau Paman bersedia, Asisten Anas akan segera menyiapkan tempat tinggal untuk Pa

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 23 Untuk Apa Pergi ke Hotel?

    Marissa hanya terdiam, tidak menunjukan ekspresi apapun di wajahnya. Hanya kesedihan yang nampak dari sorot matanya yang bening dan sedikit berair. Mengerti akan suasana hatinya yang buruk, Danendra pun tidak bercanda lagi. Ia membuka jaket hitam di tubuhnya, lalu membalut punggung Marissa deng

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 25 Tidak Pingsan

    "O, iya! Di mana nenekmu?" Danendra melihat ke dalam rumah yang nampak sepi. Ia mencari seseorang di rumah itu. "Kita harus berpamitan dulu padanya!" "Kalau tidak berpamitan dulu, nanti dia kaget melihatmu tidak ada di rumah!" tambah Danendra dengan khawatir. Juga merasa tidak sopan jika dirinya

    last updateLast Updated : 2026-03-18
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status