Home / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 15 Memaksa Marissa

Share

Bab 15 Memaksa Marissa

Author: Tusya Ryma
last update publish date: 2025-12-05 06:54:25

Suasana di sana pun menjadi hangat, Marissa dan Damian membicarakan banyak hal sampai mereka lupa waktu.

"Ini sudah jam berapa? Sepertinya, aku harus pulang." Marissa membuka tas kecilnya untuk melihat ponsel.

"Jam sepuluh!" jawab Damian. "Apa harus pulang sekarang?"

"Padahal aku masih ingin mengobrol denganmu!" tambah Damian tidak rela. Ia mengulurkan tangan, menggenggam tangan Marissa dengan tatapan yang begitu lembut.

Padahal, mereka baru pertama kali bertemu. Tapi, Damian sudah sang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 332 “Nenek jahat! Aku tidak mau!”

    Di kamar tidur yang tidak jauh berbeda dengan kamarnya sendiri karena ini unit apartemen tipe yang sama, Marissa membuka pintu, lalu masuk ke dalam kamar. Di dalam kamar, Zain sedang duduk di tempat tidur sambil memegang celananya. Terlihat dia baru selesai mandi dan sudah memakai baju. “Eh!” Marissa pun sedikit terkejut. Ia terdiam beberapa detik, lalu berbalik badan ketika Zain masih mengenakan celana dalam—boxer—berwarna hitam. Gerakan Marissa saat ini sama persis dengan gerakan Jimy ketika pria itu masuk dan melihat Marissa dan Danendra sedang melakukan sesuatu hal di sofa ruang kerja. “Ma-maaf!” ucap Marissa dengan pelan. Ia bingung harus bagaimana. Kalau keluar lagi, rasanya agak aneh karena pintunya sudah ditutup. Terpaksa Marissa diam sampai Zain memakai celananya. “Bisa kau membantuku? Aku kesulitan memasukan kaki kanan! Rasanya masih sangat sakit untuk digerakan!” ucap Zain ketika melihat Marissa sudah ada di kamarnya. Marissa semakin gugup dengan hal itu. Za

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 331 Tes DNA

    Baik Marissa maupun para dokter, semuanya tidak pernah menduga kalau bayi itu akan kembali bernyawa setelah dipeluk ibunya. Ini merupakan mukjizat dari Tuhan yang tidak bisa dijangkau oleh kemampuan akal manusia. “Kau sendiri ... apa kau tidak percaya kalau Michael itu adalah anakmu?” tanya Marissa pada Danendra. Mungkin saja keinginan tes DNA itu dari pria itu, bukan dari ibunya. “Tentu saja percaya!” jawab Danendra dengan serius. Ia pun semakin memeluk Marissa. “Kalau tidak percaya, untuk apa aku memberinya hadiah saat Michael ulang tahun, mengajaknya bermain, memberi kalian kartu bank? Itu semua aku lakukan karena percaya! Aku percaya kalau Michael itu darah dagingku!” jelasnya lagi. “Sekarang, tinggal melakukan tes DNA pada Michael agar Mama percaya. Setelah itu, kita adakan pesta pernikahan yang meriah! Bila perlu, tujuh hari tujuh malam tanpa henti!” ucap Danendra di samping telinga Marissa. Ia pun mencium telinganya, lalu menciumnya lagi sampai beberapa kali. “Haha!

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 330 Susah Diatur

    “Danen!” Marissa menatap kiri dan kanan, ia memperhatikan sekitar yang nampak sepi dan hening. Tapi, walaupun di lantai paling atas itu sangat sepi dan hening, tetap saja Marissa takut ada orang yang melihat. “Kita ini sedang bekerja, bukan di rumah! Mau seperti apapun hubungan kita, tetap saja, aku ini bawahanmu, dan kau atasanku! Aku tidak boleh masuk ke ruanganmu tanpa izin!” jelas Marissa dengan serius. Di depannya, Danendra malah menarik tangan Marissa hingga wanita itu masuk ke dalam. Lalu, pintu ditutup. Detik berikutnya, Danendra mendorong Marissa ke tembok, lalu mengurungnya agar tidak kabur. “Marissa! Mulai sekarang, aku mengizinkanmu masuk ke ruanganku dengan bebas! Apa kau mengerti?” ucap Danendra sambil menatap wanita yang menurutnya sangat nakal itu. Marissa susah diatur dan sering menghilang tanpa memberitahu. Sedari tadi pun, saat Danendra baru sampai di perusahaan itu, ia sudah menghubungi Marissa beberapa kali, tapi wanita itu tidak menjawab. Padahal Da

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 329 Piktor

    Jam makan siang, yang rencananya Marissa mau meminta izin untuk pulang lebih awal, ini malah harus ikut dengan Ara ke kantin kantor yang tidak dikunjungi oleh Jesi dan Yuna dan yang lainnya. Ara masih ingin membahas masalah foto seksi Marissa yang kemarin tersebar di media sosial Jesi. "Sa! Apa jangan-jangan... Bos Besar yang melakukannya?" tebak Ara sambil menyedot minumannya. "Kalau tidak, mana mungkin Jesi menghapus kembali foto yang banyak like dan share-nya itu? Ini pasti ada seseorang yang memaksa dia untuk menghapusnya!" "Emh, entahlah! Aku kurang tahu!" balas Marissa dengan pelan. Ia pun bingung dengan semua itu. Sebenarnya, dihapus atau tidaknya postingan Jesi, yang jelas sudah banyak akun yang menyebarkan foto tersebut. Bahkan, Zain—pria yang Marissa khawatirkan—pun sudah melihat foto itu. "Eh, Sa! Apa kau dan Bos Besar ada hubungan?" Tiba-tiba Ara berbisik. Ia mengalihkan pembicaraan, tidak lagi membahas foto yang hilang itu. "Enh!" Marissa mengangguk sambil menyan

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 328 Tidak Tahu

    Di ruang tamu yang cukup luas dan sepi, Marissa masih duduk di sofa bersama sang sopir. Marissa pun sesekali melirik ke arah sopir itu, tapi orang di sampingnya biasa saja. Dia tidak mengerti dengan kode dari Marissa. "Oh, ya, Pak! Terima kasih sudah mengantar saya kemari! Kalau Anda ingin pulang sekarang, silakan! Biar nanti saya pulang sendiri!" ucap Marissa pada sopir itu. Entah mengapa, sopir itu malah ikut duduk bersama Marissa. Padahal dia tidak ada kepentingan apapun di sana. Karena tadi, guci itu sudah diturunkan dan dimasukkan ke dalam rumah yang dibantu oleh beberapa orang. "Ya! Tidak apa-apa! Biar saya di sini dulu! Kata Nyonya, saya harus mengantar Anda pulang, Nona!" balas sopir itu, menolak untuk pergi. Sinta memang sudah berpesan seperti itu pada sopirnya. Tapi, Marissa ingin tinggal lebih lama di rumah itu dan ingin melihat putri kecilnya. Ia ingin memeluknya sebentar. "Oh ... tapi sepertinya saya masih lama di sini! Saya mau melihat putri saya dulu!" balas Mariss

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 327 Guci yang Sama

    Waktu sudah menunjukkan pukul 17.50. Marissa pun baru keluar dari restoran bersama Tuan Lim dan Ken. "Terima kasih, Tuan! Hati-hati di jalan," ucap Marissa sambil membungkuk. Ia menolak untuk ikut lagi ke mobil Tuan Lim karena sekarang suasana hatinya sudah jauh lebih baik. Tuan Lim pun masuk ke dalam mobil, lalu membuka kaca jendela. "Apa benar tidak mau kami antar?" tanya Tuan Lim pada Marissa. Wanita itu pun segera tersenyum. "Ah, tidak Tuan! Terima kasih! Saya bisa pulang sendiri!" "Baiklah! Tapi awas, jangan nekat loncat dari jembatan! Itu tidak baik, untukmu, juga untuk orang-orang yang ada di sekelilingmu," ucap Tuan Lim yang terdengar sangat mencemaskan Marissa. "Ya! Aku tidak akan melakukannya!" balasnya. Setelah itu, Ken berpamitan. Lalu pergi dari hadapan Marissa.*** Di jalan yang sudah semakin ramai, Marissa menghentikan taksi. Ia ingin kembali ke rumah sakit karena tadi Mama Zain memintanya untuk datang. Dia ingin membahas masalah guci yang pecah itu.

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 92 Kelemahan Marissa

    Pukul enak sore, langit di luar sudah mulai gelap. Marissa yang sedang duduk di dalam taksi, segera meminta sang sopir untuk menghentikan taksinya. Ia sudah sampai di kawasan sederhana—rumah sewaan Fanny yang baru.Sahabatnya itu baru pindah ke rumah susun di lantai tiga dengan dua kamar tidur. Di

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 97 Lebih Hangat dari Sebelumnya

    Semenjak kejadian malam itu, Fanny tidak pernah lagi menghubungi Marissa, tidak juga mengangkat teleponnya, bahkan tidak mau bertemu dengan Marissa lagi walau teman baiknya itu sudah datang ke rumah atau bahkan menjemputnya di kantor. Fanny benar-benar menghindar.Sekarang, terasa ada jarak di anta

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 89 Tidurlah di Kamarku

    Danendra terdiam. Ia melihat ke depan sambil memegang roda kemudinya dengan erat tanpa menjawab pertanyaan dari wanita di sampingnya."Aku tahu, kau tidak suka dengan perjodohan ini! Kau pun tidak suka aku terlalu menempel padamu! Walaupun begitu, cepat atau lambat kita akan menikah! Sudah seharusn

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 93 Membuatnya Kesal

    Tanpa berpikir lagi, Danendra membanting kotak itu ke lantai dan di depan Mario. Anak kecil itu ketakutan, langsung mundur ke belakang dengan taut wajah yang penuh dengan rasa trauma.Mario yang terbiasa hidup dimanja oleh Marissa, sekarang malah sering mendapatkan ancaman dan tekanan. Ia menerima

    last updateLast Updated : 2026-03-26
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status