Home / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 161 Luka Tusuk

Share

Bab 161 Luka Tusuk

Author: Tusya Ryma
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-20 12:55:43

Di jalan yang cukup ramai, Danendra mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia terus memikirkan ucapan Zain tadi tentang Marissa dan Mario yang dibawa pergi oleh orang-orang asing.

Saat Danendra menghubungi ponsel Marissa, awalnya terhubung, tapi, beberapa detik kemudian panggilannya ditutup. Dihubungi lagi, ponselnya sudah tidak aktif.

Antara percaya dan tidak, Danendra merasa ini benar-benar aneh. Marissa dan Mario tiba-tiba menghilang, padahal tadi pagi mereka masih ada di rumah.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 304 Sikapnya Aneh

    Di dalam mobil, Marissa duduk di depan sambil bertanya, "Kenapa tidak bilang kalau mau menjemput?" "Kalau mau ke sini, mungkin aku akan langsung menghampirimu, tidak perlu kau menungguku sampai empat puluh menit di dalam mobil," ucap Marissa lagi yang tidak tega melihat Zain menunggunya di tempat parkir lebih dari setengah jam. Namun, Zain tidak masalah dengan hal itu. "Tidak apa-apa! Aku bisa duduk dan istirahat dulu sambil menunggumu!" "Lain kali, kau tidak perlu menjemputku! Aku bisa pulang sendiri naik taksi!" ucap Marissa dengan spontan. Pikirnya, seharian ini Zain juga lelah bekerja, tapi pulangnya masih harus menjemput Marissa. Lebih baik Zain pulang dan istirahat di rumah. Namun, rasa tidak enaknya Marissa pada Zain malah membuat pria itu salah paham. Zain menanggapinya dengan sinis, "Kenapa? Apa kau tidak suka dijemput olehku?" Ekspresi wajahnya sudah berubah, tidak lagi sebaik sebelumnya. "Ah... bu-bukan itu maksudku! Bukannya aku tidak suka dijemput olehmu! Tapi, a

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 303 Kekasih Bos Besar

    "Eh, kenapa? Apa benar, bos memberi kalian tugas yang berat?" Marissa masih bertanya, namun dengan suara yang sedikit dipelankan. Ia masih penasaran, mengapa hari ini mereka semua nampak berbeda dari biasanya. "Nanti saja setelah jam istirahat aku ceritakan! Sekarang, cepat kembali ke tempat dudukmu," balasnya dengan setengah berbisik. Namun, walaupun begitu, semua orang masih bisa mendengarnya. Hari ini, suasana di tempat kerja benar-benar sangat berbeda. Tidak ada lagi canda tawa dan teriakan, mereka terdiam sambil mengerjakan semua tugas-tugasnya dengan serius. Di jam istirahat, Ara membawa Marissa ke kantin kantor yang ada di lantai paling bawah. Mereka berdua makan di sana tanpa mengajak teman-temannya yang lain. "Kenapa? Kenapa Jesi dan yang lainnya tidak diajak?" tanya Marissa sambil duduk berdua di salah satu meja. Marissa dan Ara sudah memesan makanan dan minuman. Sekarang tinggal menyantapnya saja. "Marissa, apa kau tahu, semua karyawan di kantor ini sangat iri

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 302 Sudah Baikan

    Tidak lama, terdengar suara ribut dari luar, juga teriakan dan candaan dari dua orang anak. Setelah itu, bel berbunyi. "Itu pasti anak-anak!" ucap Danendra sambil bangkit dari duduknya. Ia dan Marissa duduk di ruang keluarga sambil nonton acara di TV setelah makan. Benar saja, saat pintu dibuka, dua bocah yang masih ribut tiba-tiba masuk ke dalam apartemen. "Ih, ini punyaku! Kau jangan coba-coba untuk memintanya!" teriak Michael pada Drizela. "Tapi itu dari nenekku! Harusnya aku bagi sedikit," balas Drizela yang tidak mau kalah. Michael diberi uang, kenapa dia tidak? Dari belakangnya, Wilyam berjalan mengikuti. "Sudah-sudah! Jangan ribut terus! Kalau Izela mau uang, nanti Paman kasih," ucap Wilyam yang mulai pusing dengan kedua anak kembar itu. "Tidak mau! Aku maunya uang dari Nenek! Bukan dari Paman! Huhhh ...." jawab Drizela sambil melipat kedua tangannya di depan, mulut kecilnya dikerucutkan, menandakan bahwa dia sedang marah. Mereka pun masuk ke ruang keluarga. Melihat

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 301 Selingkuhan

    Napas keduanya masih tidak beraturan, posisi duduk mereka pun masih sama seperti sebelumnya, Danendra duduk di sofa, dan Marissa duduk di atas pangkuannya. "A-aku juga merindukanmu, Danen!" balas Marissa dengan pelan. Walau waktu sudah berlalu sangat lama, tapi perasaan nyaman ini, Marissa masih merasakannya sama seperti dulu. Ternyata dirinya masih sangat merindukan Danendra. "Apa kau tahu, juniorku mulai berkarat karena terlalu lama terkurung!" Danendra menunjuk sesuatu yang mengeras di bawah perutnya. Marissa yang duduk di atasnya bisa merasakan hal itu. "Tidak bisakah kau menyentuhnya sekali saja?" tanya Danendra dengan suara pelan nan serak. Ia menggenggam tangan Marissa, menuntunnya untuk menyentuh adik kecilnya yang sudah haus akan belaian. Awalnya mereka begitu serius, tapi mendengar ucapan Danendra, keseriusan itu berubah menjadi sedikit humor. "Berkarat? Memangnya ini besi, bisa berkarat?" tanya Marissa sambil benar-benar memegang benda panjang dan keras itu dengan

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 300 Terlihat Buruk di Depan Mereka

    "Tapi Zain—" "Sudahlah! Jangan mengatakan hal itu lagi. Mau bagaimanapun, aku tidak akan pernah setuju!" Zain mengatakannya dengan sangat tegas. Zain sudah memberi kebebasan pada Marissa yang sebelumnya tidak dia berikan. Ia menahan semua rasa cemburunya agar Marissa tidak pergi. "Mulai sekarang, aku tidak akan melarangmu menemui putrimu, menemui Danen, bersama dengan mereka, mengajak Michael menemui ayahnya. Aku tidak akan melarang semua itu! Tapi, aku hanya minta satu hal, jangan mengatakan putus lagi dan jangan menyalah gunakan kepercayaanku ini," lanjut Zain dengan pelan agar Marissa bisa mengerti. "Mulai sekarang, kau bebas melakukan apapun! Termasuk berdiskusi membahas masalah anak-anak dengan ayahnya, membahas pekerjaan, kalau ada. Tapi kau harus tahu batasan! Kau milikku, jangan mengkhianatiku dan jangan membuat keluargaku kecewa!" Itulah yang Zain inginkan. Dia tidak ingin putus, tidak ingin pula Marissa menjauh, jadi dia memberikan semua kebebasan itu dengan hati yang b

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 299 Benar, Dia Bos Besarnya

    Pria itu selalu ikut campur masalah izin di tempatnya bekerja. Ini bukan kali pertama. Sebelumnya pun, Marissa pernah bolos bekerja saat dirinya sedang bersama Danendra. Bosnya pun tidak menegur. Semua itu membuat teman-temannya di kantor merasa iri. "Sudahlah! Tidak perlu membahas hal itu! Yang jelas, bosmu itu adalah teman baikku! Jadi, kau tidak perlu khawatir!" ucap Danendra tanpa menjawab pertanyaan dari Marissa Namun wanita di sampingnya tetap saja memaksa. "Apa itu benar kau?" "Aku curiga, temanmu yang menjadi bosku itu, mau saja diperintah olehmu! Apalagi waktu kemarin, Pak Jimy meneleponku di tengah malam hanya untuk menyuruhku menjelaskan masalah tugas di rumah itu, padamu! Kalau dipikir-pikir, bosku itu sangat takut padamu!" jelas Marissa dengan kening yang mengkerut. Ia tidak akan berhenti berbicara sampai pria di sampingnya menjawab. "Sudahlah! Tidur lagi, sanah! Ini masih pagi! Penjaga kebersihan akan datang satu jam-an lagi! sebaiknya kau kembali ke tempat tidurmu!

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 130 Menodai Kepercayaan

    "Iya! Tolonglah! Ajak Marissa kemari, sebentar saja! Ini demi nyawa Diego!" Darius ingin meyakinkan Danendra, bahwa ini semua demi keselamatan anak itu. Namun, Danendra tidak tertarik dengan alasan Darius. Jika dari awal Darius sangat menyayangi anak itu dan ingin menyelamatkan anak itu, harusny

    last updateHuling Na-update : 2026-03-30
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 131 Pindah ke Luar Negeri

    Sudah lebih dari satu jam Marissa berada di ruang perawatan Mario. Ia pun berbicara banyak hal pada anak itu. Namun, Mario tetap tidak merespon. Anak itu menutup rapat matanya tanpa ada tanda-tanda untuk bangun. Beberapa saat kemudian, Danendra kembali masuk ke dalam ruang, lalu berjalan menghamp

    last updateHuling Na-update : 2026-03-30
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 125 Darius yang Gila

    Ini adalah sesuatu hal yang sudah lama tidak dia rasakan lagi setelah meninggalnya wanita pujaannya—Lisa. Darius kembali berfantasi dan mengenang hal indah itu setelah sekian tahun berlalu. Walau wanita di bawahnya itu terus menolak dan membantah, tapi Darius masih terus melakukannya. Hingga akhir

    last updateHuling Na-update : 2026-03-30
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 132 Dilamar

    Di dalam pesawat pribadi yang sangat nyaman, Danendra duduk bersama Marissa di kursi tengah. Pesawat itu tidak langsung terbang ke Kota A sesuai bayangan Marissa. Tapi, Danendra sengaja mengajak Marissa ke tempat yang sangat indah di pulau yang lumayan jauh. Pulau itu sangat tenang dan nyaman deng

    last updateHuling Na-update : 2026-03-30
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status