Home / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 196 Terguncang

Share

Bab 196 Terguncang

Author: Tusya Ryma
last update Petsa ng paglalathala: 2026-03-27 22:10:11

Di ruang tamu, ada tiga anggota kepolisian duduk di sofa dan berbicara dengan Marissa. Sedangkan di luar, para tetangga tidak henti-hentinya berkumpul dan bergosip tentang kedatangan polisi ke rumah itu.

"Maaf, Nona! Sore tadi pukul 16:30, kami menerima laporan dari seseorang, bahwa di rumah makan Ibu Merina ada pelanggan yang meninggal!"

"Apa??? Me-meninggal? Tapi kenapa?" Marissa, Ray, dan Fanny terkejut mendengar hal itu dari polisi. Mereka semakin serius mendengar kelanjutan ceritanya.

"
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 428 Kontraksi Palsu

    Pagi ini, dunia terasa sangat indah. Marissa bangun dari pelukan pria yang semalaman menemaninya. Mereka menghabiskan waktu bersama tanpa mengenal lelah. Entah mengapa, hari ini menjadi hari yang sangat istimewa bagi Marissa. Bukan hanya karena semalaman mereka menikmati kebersamaan sebagai suami istri, tetapi juga karena semua kendala dalam hidupnya sudah berhasil dilalui dengan baik. Sekarang, Marissa merasa hidupnya begitu damai. Ia punya suami yang sangat mencintainya, juga kedua anak kembar yang sangat lucu, serta satu calon bayi yang masih ada di dalam kandungannya. Belum lagi mertua yang kini sudah merestui hubungan mereka. Selain itu, ada kakek dari pihak ayah yang baru ditemuinya belum lama ini. Semua itu benar-benar membuat Marissa sangat bahagia. "Ennnh, Sayang! Mau ke mana?" ujar Danendra sambil memejamkan mata. Ia melingkarkan tangannya di perut buncit istrinya. "Jangan dulu bangun. Aku masih mau seperti ini!" ucap Danendra lagi tanpa membuka matanya. Marissa yang su

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 427 Istana Megah

    Di dalam mobil, Marissa terheran ketika melihat jalanan yang tidak sama dengan jalan menuju tempat tinggalnya. "Eh, kita mau ke mana dulu? Tidak langsung pulang, ya?" tanya Marissa pada suaminya yang duduk di sampingnya. Selain ada Danendra dan Marissa, ada juga Drizela yang duduk bersama mereka, sedangkan Michael duduk di kursi depan bersama Asisten Anas yang sedang mengendarai mobil. "Hehe!" Danendra tersenyum. Ia sangat bangga bisa mengajak Marissa dan anak-anaknya tinggal di rumah baru yang sudah dibuatnya dengan waktu pembangunan yang cukup lama. Mungkin rencana pembangunannya sudah ada saat Marissa hamil anak pertama. Hanya saja, saat itu Marissa dan Danendra ada masalah, jadi pembangunan rumah itu dihentikan sementara waktu. "Nanti juga Sayang akan tahu!" jawab Danendra masih dengan senyum lebarnya. "Apa kita akan pergi berbelanja dulu? Atau ... mengajak anak-anak bermain?" tebak Marissa sambil melihat ke arah anak-anaknya. Mereka pun balas melihat Marissa. Dari

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 426 Mama Pulang

    "Minggir! Minggir!" "Semuanya minggir!" Petugas kepolisian bergegas menahan orang-orang yang akan mendekat. Mereka semua memegang ponselnya masing-masing, lalu merekam kejadian tersebut, di mana tubuh seorang pria tergeletak di aspal dengan genangan darah yang terus keluar. "Ah ...." Melihat hal mengerikan itu, akhirnya Marissa tidak kuat lalu pingsan. Tuan Lim yang ada di sampingnya pun segera memeluk dan menahannya agar tidak terjatuh. Dari depannya, Danendra berlari, lalu menghampiri Marissa yang terlihat lemah. "Apa yang terjadi? Marissa kenapa?" tanyanya dengan cemas. Danendra melihat Marissa memejamkan mata. Ia semakin panik, lalu memanggil bawahannya dan memintanya untuk segera membawa Marissa ke rumah sakit. Di dalam mobil, Danendra begitu cemas, bukan hanya karena melihat kejadian mengerikan yang terjadi pada Ken, tetapi juga karena melihat istrinya yang saat ini tidak sadarkan diri. Tuan Lim sudah menceritakan kronologi kejadiannya pada Danendra, dan ia pun semakin

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 425 Itu ... Benar-Benar Ken!

    "Siapa yang tidak tahu diri? Aku atau kau?" Tuan Lim benar-benar tidak mengerti. Kenapa dia yang jahat, tapi dia sendiri yang merasa terzalimi? Bukannya menjawab, Ken malah menyeret Tuan Lim keluar dari apartemen itu. "Ahhh!" Tindakan Ken yang kasar itu membuat Tuan Lim hampir tersungkur. "Kemari, kita harus bicara!" Ken menutup pintu dengan keras hingga Marissa yang ada di dalam merasa terkejut. Ken menarik Tuan Lim ke dalam lift. "Eh, lepaskan! Apa yang kau lakukan? Dasar tidak tahu diri!" Tuan Lim menghempaskan tangannya dari genggaman Ken. Tuan Lim yang memang bukan pria tua yang lemah, mencoba melawan Ken yang pernah menganiayanya. Tuan Lim tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi. "Diam! Kita harus berbicara!" Ken masih saja memaksa. Ia bersiap menutup pintu lift. Sebelum pintunya benar-benar tertutup, tiba-tiba Marissa keluar dari unit apartemen, lalu berteriak pada Ken dan Tuan Lim. "Tunggu!" Marissa bergegas menghampiri mereka. Ken kembali membuka pintu. Ia terl

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 424 Seperti Orang Gila

    Benar saja, Ken yang masih dendam pada Marissa, juga pada Tuan Lim yang kabur entah ke mana, akhirnya datang ke tempat tinggal Danendra. Dia memakai pakaian serba hitam, juga topi hitam yang ditarik ke depan hingga menutupi hampir sebagian wajahnya. Orang-orang yang berpapasan dengannya pun tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Sebelum mencari Marissa, terlebih dahulu Ken menemui petugas keamanan. Dia meminta bantuan petugas itu untuk memanggil Marissa. "Tolong sampaikan pada Nona Marissa, ada paket dari seseorang! Suruh dia menemuiku di tempat parkir. Soalnya paketnya lumayan besar, masih ada di dalam mobil!" jelas Ken dengan sedikit berbohong. "Oh! Nona Marissa istrinya Pak Danendra, ya?" "Iya, itu!" "Baik! Tunggu sebentar! Akan saya panggilkan!" Setelah itu, petugas keamanan benar-benar pergi ke lantai atas. Dia segera ke unit apartemen milik Danendra. Di depan pintu apartemen, pelayan membuka pintu setelah ada bunyi bel. Petugas keamanan pun segera menyampaikan apa yang

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 423 Kakek Buyut

    "Oh, iya! Silakan!" Marissa pun mempersilakan Dokter Ma untuk keluar. Ia mengantar dokter itu sampai ke depan pintu. *** Sore hari, Danendra sudah kembali bersama anak-anaknya. Namun, ia langsung mengantar mereka ke rumah orang tuanya karena di apartemen ada Tuan Lim yang sedang sakit. Takutnya anak-anak mengganggu kakek Marissa yang sedang dalam masa pemulihan itu. "Bagaimana keadaan Tuan Lim sekarang? Apa dia mau makan?" tanya Danendra di ruang keluarga. Tadi siang Marissa bilang padanya kalau Tuan Lim tidak ingin makan. Dia hanya terdiam sambil memejamkan mata, padahal tidak tidur. "Ya! Sedikit demi sedikit sudah ada makanan yang masuk. Tapi Tuan Lim masih tidak mau berbicara!" balas Marissa yang terlihat sedih. Sesuai dengan apa yang Marissa dengar dari Bram, Tuan Lim sengaja berpura-pura gila di depan Alex. Padahal sebenarnya dia baik-baik saja. Hanya perasaannya saja yang sakit karena ditikam langsung dari belakang oleh orang yang sudah dianggapnya sebagai anak. Itu

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 149 Anak Orang Kaya

    Hari sudah sangat larut, suasana di tempat itu pun semakin malam semakin menyeramkan. Marissa tidak menyadari ponsel yang ada di dalam tasnya masih menyala, dan seseorang dari seberang telepon masih bisa mendengar dan mengetahui apa yang terjadi di tempatnya.

    last updateHuling Na-update : 2026-04-01
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 139 Pergi ke Luar Negeri

    Di ruangan yang tidak terlalu besar, seorang pria duduk di sofa ruang tamu sambil menatap sekeliling ruangan yang nampak sederhana sambil menunggu wanita yang dicarinya turun. Rumah keluarga Sony itu memang tidak terlalu besar dan mewah seperti rumah orang kaya pada umumnya. Dari luar pun sudah t

    last updateHuling Na-update : 2026-03-31
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 134 Buku Nikah

    Pintu yang ada di samping rumah Marissa adalah pintu rumah Zain. Dia sudah lebih dulu menyewa di sana tanpa adanya kompor dan alat rumah tangga. Entah sengaja atau tidak, pria itu memang enggan untuk membeli semua itu. Ia lebih suka menyusahkan orang lain dan meminta air panas pada Marissa setap ha

    last updateHuling Na-update : 2026-03-31
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 141 Jangan Bercanda

    Dari dulu, Merina tidak setuju saat putrinya merawat bayi itu. Ia juga tidak pernah menyukai anak itu sedikitpun. Apalagi sekarang Mario sudah dibawa oleh orang tua kandungnya, Merina semakin membenci anak itu. Merina bersikap seperti ini karena dia tidak ingin melihat putrinya murung. Dari dulu,

    last updateHuling Na-update : 2026-03-31
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status