Home / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 139 Pergi ke Luar Negeri

Share

Bab 139 Pergi ke Luar Negeri

Author: Tusya Ryma
last update publish date: 2026-02-09 18:00:10

Di ruangan yang tidak terlalu besar, seorang pria duduk di sofa ruang tamu sambil menatap sekeliling ruangan yang nampak sederhana sambil menunggu wanita yang dicarinya turun.

Rumah keluarga Sony itu memang tidak terlalu besar dan mewah seperti rumah orang kaya pada umumnya. Dari luar pun sudah terlihat kesederhanaan itu dengan cat dan dekorasi yang biasa saja.

Dari arah tangga berbentuk L, Sely yang sudah bersih dan wangi, memakai pakaian rapi, berjalan menuruni tangga menuju ruang tamu. K
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 222 Diculik oleh Mantan Suami

    "Za-Zain? Kau belum berangkat ke kantor ayahmu?" tanya Marissa mengalihkan pembicaraan. Ia tidak ingin Zain membahas tentang ketidakpulangannya tadi malam, di sana. "Marissa ... apa yang kau pakai itu? Kenapa kau ...?" Zain menunjuk pakaian kebesaran di tubuhnya. Dengan penampilannya yang seperti itu, Marissa terlihat sangat aneh dan mencurigakan. "Ahhh ... kita bicara di rumah saja!" Marissa segera menarik tangan Zain menuju apartemen miliknya. Ia tidak ingin terus berada di luar, tidak ingin pula ada orang yang melihat penampilannya yang aneh ini. Di ruang tamu yang cukup luas nan nyaman, Fanny dan Zain sudah duduk di sofa sambil menunggu Marissa yang sedang mandi. Mereka menunggu penjelasan tentang hilangnya wanita itu tadi malam yang membuat semua orang panik. Di kamar mandi, Marissa segera membersihkan kepala dan tubuhnya dengan cepat. Ia terus menggosok kulitnya dengan keras agar jejak-jejak sentuhan Danendra di tubuhnya segera menghilang. Setelah selesai, Marissa be

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 221 Putri Drizela

    Tiba di sekolah taman kanak-kanak Harapan Bintang, Danendra keluar dari mobilnya, lalu masuk ke area sekolah yang cukup luas dengan langkah yang sangat cepat. Ia sangat khawatir setelah menerima telepon dari guru di sekolah putrinya, bahwa putrinya—Drizela—menangis dan meminta ayahnya untuk datang. Takut terjadi hal buruk pada anak itu, Danendra pun bergegas pergi ke sekolah walau sebenarnya ia enggan untuk pergi. Di ruang kelas yang sangat ramai dan berisik dengan dekorasi khas anak kecil, seorang anak laki-laki berdiri di depan kelas bersama satu anak perempuan. Satu guru wanita berjongkok sambil berbicara pelan pada mereka. Sedangkan murid lainnya duduk di bangku masing-masing sambil mengerjakan puzzle yang sudah dibagikan oleh guru lain. "Sayang... Ibu tanya satu kali lagi, Zee dapat ini dari mana?" Guru wanita yang bernama Mila memegang jepitan rambut yang katanya milik Drizela, tapi dipakai oleh Zee-Zee. "Aku tidak tahu, Bu Guru! Itu Michael yang memberikannya padaku seb

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 220 Sambutan Atas Kepulanganmu

    Marissa mundur ke belakang untuk menghindari Danendra. Pria itu sekarang membuka celana panjangnya, menyisakan celana dalam pendek berwarna navy. Otot-otot di tubuh dan pahanya begitu jelas terlihat, membuat Marissa semakin gugup. Ada ponsel dari saku celana, Danendra segera mengambilnya, lalu dilempar ke atas tempat tidur. "Marissa ... sepertinya kau tidak puas kalau hanya berhubungan dengan satu pria, ya?" cibir Danendra sambil mendekat. Ia mendorong kedua bahu putih dan polos Marissa hingga wanita itu terlentang di tempat tidur. Saat ini, Danendra benar-benar sangat emosi. Marissa mengaku tidur dengan pria lain karena Danendra juga tidur dengan Luna di kamar hotel. Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Malam itu, Danendra hanya mabuk, lalu dibawa ke kamar hotel oleh Luna. Setelah itu, mereka berciuman dan melakukan hal-hal yang biasa dilakukan oleh orang dewasa. Tapi untuk tidur, Danendra benar-benar tidak melakukannya. "Da-Danen ... apa yang kau lakukan? Menyingkirlah!"

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 219 Anak Papa

    "Tidak!" balas Michael sambil kembali meneguk susu yang tinggal setengahnya itu. "Sepertinya penumpang sebelumnya seorang om-om yang sangat galak!" "Eh, kenapa begitu?" Fanny pun bertanya. Ia sangat serius melihat anak kecil bercerita. "Iya! Matanya begini, nih ...." Michael langsung memperagakan ekspresi orang itu. Tatapannya begitu tajam dengan ekspresi yang sangat dingin. "Aishhh! Kau ini! Kebanyakan nonton TV, jadinya seperti itu!" Fanny mencubit pipinya yang bulat. Merasa gemas dan juga sangat lucu. "Sudahlah! Cepat bersiap! Sebentar lagi Papa Zain akan menjemputmu!" ucap Fanny sambil membawa piring dan gelas yang sudah kosong ke dapur. Ia tidak percaya begitu saja dengan ucapan anak itu. Sikapnya yang tidak mempercayai ucapan Michael membuat anak kecil itu sedikit kesal. "Benar, aku tidak berbohong! Om ganteng itu sangat galak! Kalau Tante melihatnya, Tante pasti akan dimarahi!" ucapnya dengan polos. Fanny malah ingin tertawa mendengarnya. "Memarahi Tante kare

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 218 Ibu tidak Bertanggung Jawab

    Selama beberapa detik berada di dalam lift, Marissa merasa itu sangat lama, rasanya seperti berjam-jam. Tekanan dari tatapan orang yang ada di belakangnya begitu berat, membuat seluruh tubuhnya bergetar. Belahan punggung dari gaunnya yang cukup terbuka itu membuat Marissa kedinginan. Aura pria itu benar-benar sangat kuat, membuat Marissa tidak bisa bernapas dengan bebas. "Ehem ...." Tiba-tiba pria di belakangnya berdehem. Marissa hanya terdiam sambil terus meremas gaun bagian depannya, tidak merespon sedikitpun suara pria itu. Ding! Pintu lift sudah tebuka di lantai dasar. Marissa yang sedari tadi ingin keluar, bergegas keluar sambil mengangkat gaun panjangnya agar dirinya bisa lebih mudah untuk berjalan. Tanpa menoleh ke belakang, Marissa terus berjalan sampai keluar dari gedung hotel tersebut. Di depan hotel itu sudah ada mobil hitam milik Zain yang sudah terparkir. Di samping mobil itu ada sopir yang tiba-tiba menyapa. "Nona! Silahkan!" Sopir itu membuka pintu baris kedua, m

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 217 Orang yang Dikenal

    Namun Marissa segera mencegahnya. Ia menarik tangan Zain sambil berkata, "Tidak usah! Michael sedang tidur. Aku tidak tega membangunkannya! Besok kami akan mencari sekola baru, jadi sekarang dia harus istirahat dengan baik!" Zain pun mengurungkan niatnya untuk masuk ke apartemen Marissa. Ia menatap wanita di depannya dengan lembut, lalu menggenggam tangannya dengan erat. "Tapi, aku yang tidak tega meninggalkannya sendirian! Sedangkan kita pergi bersama ke acara jamuan makan malam!" balas Zain dengan pelan. Namun ia tidak akan memaksa jika Marissa tidak mengizinkan Zain membawa Michael. "Tidak apa-apa, di sini juga ada Fanny, kok! Michael tidak sendirian! Kalau sekarang dia tidak tidur, tentu aku akan mengajaknya!" "Emh, baiklah! Setelah makan, kita langsung pulang saja! Tidak perlu menunggu sampai acara selesai, karena itu bisa sampai larut malam!" "Enh, oke!" Marissa pun mengerti. Ia menganguk, tidak membahas hal itu lagi. "Ayo!" Zain menekuk satu tangan di pinggang, m

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 154 Berubah

    "Apa kau menyesal?" Danendra mengulangi ucapannya. Ia menoleh ke samping, melihat Marissa yang sedang melamun. Entah wanita itu kecewa karena dirinya sekarang tidak lagi menjabat sebagai wakil presdir di perusahaan KJK Grup, ataukah kecewa karena hal lain. Yang jelas, ekspresi wajah itu ia bisa m

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 153 Sentuhan

    "Apa? Diculik? Apa kau anak kecil, bisa diculik dan dimintai tebusan? Jangan mengada-ngada, itu sama sekali tidak masuk akal! Siapa juga yang mau menculik orang dewasa sepertimu?" Danendra tidak percaya dengan penjelasan Marissa. Mungkin saja istrinya mengarang cerita agar perselingkuhan mereka t

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 156 Terima Kasih Marissa

    "Ini!" Tiba-tiba Marissa menyodorkan satu piring pada Danendra, juga satu gelas susu hangat yang sama dengan Mario. "Untukmu!" "Hah? Untukku? Lalu kau?" Danendra menjadi bingung. Awalnya dia pikir, Marissa tidak akan memberinya sarapan karena sekarang dirinya tidak punya pekerjaan dan diusir

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 158 Memutar Balikan Fakta

    Langit sudah mulai gelap. Di ruangan yang cukup luas dan nyaman dengan dekorasi modern berwarna coklat dan putih, Sely duduk di sofa yang empuk bersama dengan seorang pria. Ia sengaja menyewa satu kamar hotel itu hanya untuk membahas hal yang sangat penting. Sely duduk di sofa sambil melipat kedu

    last updateLast Updated : 2026-04-02
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status