Home / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 141 Jangan Bercanda

Share

Bab 141 Jangan Bercanda

Author: Tusya Ryma
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-10 22:11:46

Dari dulu, Merina tidak setuju saat putrinya merawat bayi itu. Ia juga tidak pernah menyukai anak itu sedikitpun. Apalagi sekarang Mario sudah dibawa oleh orang tua kandungnya, Merina semakin membenci anak itu.

Merina bersikap seperti ini karena dia tidak ingin melihat putrinya murung. Dari dulu, Marissa selalu mendapat tekanan dari mana-mana. Putri semata wayangnya ini tidak pernah hidup bahagia setelah merawat bayi itu.

Dan sekarang, setelah Mario pergi, Merina hanya berharap putrinya bis
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 215 Mempersiapkan Pemberangkatan

    Siang hari, Darius keluar dari rumah sakit setelah mencari informasi tentang bayi pertama Marissa yang dipindah ke rumah sakit lain oleh Ambar. Benar saja, semua yang diucapkan oleh dokter itu ternyata benar, mereka telah membawa bayi pertama Marissa pergi dari rumah sakit itu. Di dalam taksi, Darius duduk dengan gelisah sambil meremas kertas putih di dalam saku celananya. Kertas putih itu merupakan surat perceraian yang dititipkan Ambar pada Darius saat Marissa dibawa ke ruang persalinan. "Sayang, aku tidak menyangka, mertuamu ternyata selicik itu! Apa kau dulu menderita selama menjadi menantu keluarga Adipraja?" tanya Darius pada Lisa yang sudah meninggal. Pandangan matanya tertuju ke atas, melihat langit yang cerah melalui jendela di sampingnya. "Dulu aku sempat marah pada Tuhan karena mengambilmu begitu cepat sebelum kita merasakan indahnya kebahagiaan! Tapi sekarang aku sadar ... itu semua terjadi karena Tuhan begitu sayang padamu! Tidak ingin kau menderita seperti Mariss

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 214 Bayi Pertama Dipindahkan

    Di ruang persalinan yang masih ada dokter dan suster, Marissa menangis tersedu sambil memeluk bayinya yang lemah. Dokter sudah memvonis kalau bayinya sudah meninggal, tidak terdeteksi detak jantung dan adanya nyawa di dalam tubuh bayi mungil itu. "Sayang! Bangunlah! Ini Mama ... bangunlah! Jangan tinggalin Mama ...." Marissa terus menangis sambil memeluk bayi 1,2 kg itu yang masih diawasi oleh dokter. Suara dan ucapannya penuh dengan kepiluan. Marissa merasakan dunianya kembali hancur. Cahaya yang baru saja akan muncul, kini kembali tenggelam. Ia tidak bisa menahan kesedihannya memikirkan bayi kedua yang berjenis kelamin laki-laki harus meninggal beberapa detik setelah dilahirkan. Bayi pertama sudah dipindah ke ruang NICU, sedangkan bayi kedua masih ada di pelukan Marissa. Mungkin sebentar lagi bayi itu harus segera dimakamkan. Dokter dan suster pun tidak mengganggu ibu yang sedang berbicara dengan putranya. Mereka membiarkan Marissa bersama bayi itu sebelum nanti akhirnya ber

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 213 Prematur

    Pukul tujuh malam, di apartemennya, Danendra keluar dari kamar mandi dengan balutan jubah putih. Rambutnya masih setengah basah, tetesan airnya jatuh perlahan, sementara tangannya sibuk menggosoknya dengan handuk kecil hingga agak mengering. Setelah berendam air hangat beberapa menit, rasa lelah yang tadi menguasai tubuhnya perlahan menghilang. Pikirannya yang semula kusut kini mulai terasa lebih ringan. Hangatnya air yang mengalir dari kepala hingga ujung kaki benar-benar memberinya ketenangan. Tiba-tiba, ponsel di atas nakas samping tempat tidur berdering. Nama ibunya muncul di layar. Danendra segera mengangkat panggilan itu sambil melangkah menuju balkon. “Sekarang Mama ada di rumah sakit? Untuk apa? Siapa yang memberi tahu Mama kalau Marissa dirawat di sana?” tanyanya heran. Ia benar-benar tidak mengerti. Tiba-tiba saja ibunya menyuruhnya datang ke rumah sakit—dan mengatakan kalau Marissa akan melahirkan. Bagaimana mungkin? Bukankah usia kandungannya belum cukup untuk pers

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 212 Hanya Tersenyum

    Sore hari, di ruang perawatan VVIP rumah sakit, Marissa masih berbaring di tempat tidur ditemani oleh Darius dan juga Mario. Ayah dan anak itu masih setia menunggu Marissa yang sekarang sudah tidak tidur lagi. Marissa berbaring tapi dengan mata yang terbuka, tidak lagi tidur seperti sebelumnya. Dari pintu masuk, datang Fanny sambil membawa tas belanjaan dan tas berisi makanan di tangannya. Ia pun masuk ke ruangan itu, lalu menghampiri Darius dan Mario yang sedang duduk di sofa. "Ini! Aku bawakan makanan untuk kalian! Cepat makanlah!" Fanny menyimpan barang bawaannya di lantai, lalu membuka kantong berisi makanan dan menyajikannya di atas meja. "Tante sudah makan, tadi! Jadi, ini untuk kalian berdua!" Fanny menggeser kotak makan di meja ke hadapan Mario yang duduk di sampingnya. Fanny berkata lagi, "Nanti malam, kalian kembalilah ke hotel! Biar aku yang menjaga Marissa di sini!" Tadi pagi, mereka berempat berangkat bersama ke Kota A, termasuk juga Fanny. Hanya saja, setelah s

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 211 Jangan Bergerak Sedikitpun

    Di rumah sakit tempat Marissa dirawat, Danendra keluar dari ruangan perawatan itu beberapa menit setelah dokter dan suster pergi. Danendra bergegas pergi dengan langkah cepat meninggalkan rumah sakit itu sambil menempelkan ponsel ke telinga. Ia terus berbicara dengan orang yang ada di seberang telepon. "Kau tetap di sana! Jangan sampai dia pergi! Aku akan segera datang!" ucap Danendra pada Fandy. Setelah itu, ia pergi mengendarai mobilnya meninggalkan tempat itu. *** Di atap gedung perusahaan KJK Group, beberapa orang berkumpul sambil melihat seorang wanita berdiri di ujung sana. Wanita itu mengancam akan loncat ke bawah kalau mereka semua mendekat. "Nona Sely! Kemarilah! Itu berbahaya, Anda bisa celaka!" bujuk Fandy sambil mendekat, langkah demi langkah. Ia sangat pelan berjalan mendekati wanita itu. "Iya, Nona! Cepat kemarilah! Masalah itu, nanti bisa kita bicarakan baik-baik," tambah yang lainnya. Mereka sangat khawatir dengan tingkah dan ancaman Sely yang akan lonca

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 210 Coba Jelaskan

    Setelah masuk ke dalam toilet wanita, Marissa tidak buang air kecil, tidak pula buang air besar seperti kebanyakan orang yang pergi ke sana. Ia hanya mencuci tangannya sambil menenangkan diri di depan meja wastafel. Ia berdiri dan menatap dirinya di balik cermin. Pertemuannya dengan Danendra kali ini benar-benar mengejutkan. Disangka Danendra akan senang dan bahagia saat bertemu dengan Marissa yang sudah lama tidak bertemu. Tapi kenyataannya, pria itu malah bersikap acuh seolah tidak peduli. Bahkan, dia membawa wanita lain ke restoran tersebut. Selain itu, Danendra dan wanita itu pun bermalam di hotel. Marissa tahu karena tadi wanita di samping Danendra mengatakannya. Saat Marissa sedang menebak-nebak apa yang mereka lakukan tadi malam, tiba-tiba seorang wanita datang menghampiri Marissa dan berdiri di sampingnya. Wanita itu tersenyum pada Marissa yang ada di balik cermin. "Hai... apa kau masih mengingatku?" tanya Luna pada Marissa sambil mencuci tangannya. "Sebelumnya kita pernah

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 184 Gelas Pecah

    Padahal, Danendra sendiri tahu itu dari ibunya. Foto itu dikirim oleh temannya yang juga ikut menghadiri acara tersebut. "Sudahlah! Jangan dipikirkan lagi! Kalau memang tidak melakukannya, kenapa harus marah? Aku pun tidak apa-apa, kan? Masalah Mama, jangan didengarkan! Abaikan saja! Nanti juga Ma

    last updateHuling Na-update : 2026-04-05
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 178 Menemui Mario

    Pukul dua belas siang, di rumah keluarga Adipraja, Marissa sudah mandi dan mengganti pakaiannya dengan pakaian rapi. Rambut panjangnya diikat ke atas, dan wajahnya dirias sedikit agar nampak lebih cantik dan segar. Dari nakas yang ada di samping tempat tidur, terdengar nada dering dari ponselnya.

    last updateHuling Na-update : 2026-04-04
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 173 Paman Diego

    Di ruang perawatan yang sangat luas dan nyaman dengan pasilitas yang lengkap, Zain membawa Mario masuk ke dalam. Ia menuntun tangan anak itu menuju tempat tidur pasien. "Diego! Ayahmu ingin bertemu," ucap Zain dengan pelan saat mereka sudah berdiri di samping Darius. Pria lemah itu masih berbari

    last updateHuling Na-update : 2026-04-04
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 170 Sely Pembunuh

    Mendengar ejekan dari adiknya, Danendra pun segera merespon. Ia menegakan punggungnya dan menatap Wilyam dengan tajam. "Siapa yang tersesat? Kemarin itu aku kehilangan koper dan pasporku! Jadi tidak bisa pulang!" jelas Danendra dengan tegas. Ia tidak terima diejek seperti itu oleh Wilyam di dep

    last updateHuling Na-update : 2026-04-04
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status