Home / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 382 Mangga Muda

Share

Bab 382 Mangga Muda

Author: Tusya Ryma
last update publish date: 2026-06-07 14:47:59

"Oh, baiklah! Nanti kalau jadi, kasih tau aku!" ucap Fanny.

Setelah itu, Fanny pergi dari tempat Marissa. Ia tidak ingin berhadapan dengan singa betina seperti Ambar.

Sampai pukul 8 malam, Ambar dan anak-anak masih ada di tempat itu. Mereka sudah makan, tapi belum juga ada tanda-tanda untuk pulang.

Mungkin karena kesal, Drizela merengek pada neneknya.

"Ayo, Nek! Kita pulang! Aku mau tidur, sudah mengantuk!"

"Eh, Kakak ngantuk, ya? Mau tidur di sini?" tanya Marissa dengan tulus.

Ia sangat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 389 Mencengangkan

    Di ruangan dokter, Fanny masuk ditemani oleh Marissa. Tanpa basa-basi, Marissa segera menjelaskan kondisi Fanny pada dokter wanita itu. Bahkan, ia meminta untuk dilakukan tes kehamilan. "Apa? Tes ... tes kehamilan? Sa, apa kau sudah gila? Siapa yang hamil?" tanya Fanny yang sangat terkejut dengan permintaan Marissa pada dokter. Namun, dokter itu mengerti. Dengan santainya dia membuka alat tes kehamilan, lalu memberikan benda bulat seperti gelas kecil pada Fanny. "Isi gelas kecil ini dengan setengah urin Anda! Nanti kita akan melakukan pengecekan kehamilan," jelas dokter sambil memakai sarung tangan karet. "Kamar mandinya ada di sebelah sana!" tambahnya lagi sambil menunjuk pintu kamar mandi yang ada di pojok ruangan. "Ayo, Fan! Sana pergi!" ucap Marissa dengan tampang seriusnya. Fanny pun tidak bisa membantah. Ia segera pergi ke kamar mandi, lalu mengisi gelas kecil itu dengan urinnya. Setelah selesai, Fanny membawanya pada dokter. "Cuci tangan Anda di sini, Nona!" Dokter menun

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 388 Aku Sudah Gila!

    "Eh, Wilyam, kau mau pergi ke mana?" Ambar berteriak. Tapi putra keduanya sudah pergi keluar. Dia mengendarai mobilnya meninggalkan rumah mewah tersebut. "Aishhh! Dosa apa aku ini? Punya anak dua laki-laki, semuanya tidak ada yang menurut! Hadeuh ...." Ambar masih mengoceh sendiri. Baik suami maupun anak-anaknya, tidak ada yang berani berbicara. Ambar mengoceh tanpa ada yang menanggapi. Di meja makan, Marissa menyantap makanannya yang tadi diberikan oleh Danendra dengan lahap. Ia begitu bersemangat saat makan seolah baru melihat makanan seenak itu. "Pelan-pelan, Sayang! Nanti tersedak!" ucap Danendra yang segera menyodorkan air minum pada Marissa. Pria itu masih terdiam sambil melihat istrinya makan. "Papa ... aku juga mau minum!" ucap Drizela yang langsung meminta air minum pada ayahnya. Sepertinya Drizela cemburu melihat ayah dan ibunya mesra walau mereka sedang berada di meja makan. "Ini Sayang!" Ambar mendahului. Ia memberikan masing-masing satu gelas air pada kedua cucu

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 387 Sindrom Aneh

    Berita pagi ini.Tadi malam, ada kejadian yang sangat memalukan, di mana seorang pria memanjat pohon, lalu terjatuh. Kejadian itu direkam oleh seseorang, lalu diunggah ke media sosial. "Haha .... Ini sangat lucu!" Danendra tertawa sambil melihat layar komputer di mejanya. "Tidak apa-apa, ini tidak buruk, kok! Nanti kau viral, terus terkenal! Hufttt!" Danendra menutup mulutnya dengan tangan. Ia menahan tawanya karena orang yang ada di depannya terlihat kesal. "Ta-tapi Tuan, itu sangat memalukan! Walau sakitnya tidak seberapa, tapi rasa malunya sangat besar! Saya jadi bahan tertawaan orang-orang!" balas Asisten Anas dengan murung. Hanya karena menuruti keinginan majikannya yang sedang ngidam, Asisten Anas harus rela ditertawakan oleh semua pengguna media sosial. Rasanya, harga dirinya sebagai seorang pria hancur berkeping-keping. Wibawanya pun turun drastis. "Ehem!" Kali ini Danendra mulai serius. Ia tidak lagi menertawakan Asisten Anas. "Kau tinggal urus saja, hapus semua video

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 386 Mencuri Buah

    "Sesuai dengan apa yang tadi dokter katakan, Tuan Lim kecapean! Dia kurang istirahat dan ada gangguan tidur juga. Kenapa kau terus bertanya pada kami? Seharusnya, yang lebih tahu tentang kondisi Tuan Lim itu adalah kau, bukannya kami!" balas Danendra dengan tegas. Danendra pun menahan tangan Marissa, mengisyaratkan wanita di sampingnya untuk tidak mengatakan apapun tentang kejadian tadi siang. Kalau sampai Ken tahu apa yang sebenarnya terjadi, dia pasti akan marah pada Marissa. Danendra tidak ingin istrinya dimarahi orang lain. "Ya, tapi, ini terjadi di tempatmu! Kau yang mengundang Tuan Lim, kau jugalah yang harus bertanggung jawab atas kondisi Tuan Lim!" Padahal, Ken lah orang terdekatnya, dia merupakan asisten pribadi Tuan Lim yang sudah mengabdikan dirinya lebih dari 20 tahun. Dan sekarang, melihat majikannya berbaring tak berdaya seperti ini, bukannya sedih, dia malah menyudutkan orang lain dan meminta orang lain untuk bertanggung jawab atas kesehatan Tuan Lim. Padahal, tida

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 385 Jangan Merasa Bersalah

    Mendengar hal itu, Tuan Lim malah tertawa. "Haha! Bukannya aku tidak mau berandai-andai. Tapi, itu sangat sulit terjadi! Kalau pun iya Ghio punya anak, seharusnya dia datang dan meminta restu dari kami! Bukan malah menghilang tanpa kabar selama puluhan tahun!" "Kalau dia pulang, tentu kami akan senang! Melihat dia hidup bahagia bersama anak dan istrinya, kami ikut bahagia. Tapi, ini tidak sama sekali!" "Emh ...." Marissa pun mengangguk. Ia mengerti dengan kekecewaan Tuan Lim yang mendapati putra sulungnya pergi meninggalkan rumah tanpa kabar. Mungkin, bisa dibilang, anaknya Tuan Lim itu termasuk anak yang durhaka. "Maaf!" Tiba-tiba Marissa mewakili ayahnya meminta maaf pada Tuan Lim. Ucapan dan kesedihannya itu membuat Danendra dan Tuan Lim merasa heran. "Kenapa harus meminta maaf? Aku tidak apa-apa dengan pembahasan kita ini, kau jangan merasa bersalah!" "Bukan ... bukan itu ...." Kali ini air mata Marissa sudah mulai menetes. Marissa tidak kuasa menahan perasaannya. Ia sanga

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 384 Berandai-Andai

    Danendra menjadikan hal itu sebagai alasan agar dirinya bisa berbincang dengan Tuan Lim di tempatnya. "Emh, masalah itu, saya sungguh berterima kasih atas tawarannya. Hanya saja, untuk saat ini kami belum bisa bekerja sama dengan pihak lain. Sudah ada beberapa distributor yang bekerja sama dengan kami. Saya pun tidak bisa memutus kerja sama dengan mereka begitu saja! Lain kali, kalau ada kesempatan di tempat lain, saya akan mempertimbangkan tawaran dari perusahaan Anda," jelas Tuan Lim dengan sangat sopan. Itu membuat Danendra yang mendengarnya merasa tidak enak. "Oh ... baiklah! Tidak apa-apa kalau memang tidak bisa. Tapi lain kali, kalau ada kesempatan lagi, jangan lupa untuk segera menghubungi kami, ya!" ucap Danendra sambil tersenyum. Dari depan pintu masuk, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu, lalu pintu dibuka tanpa mendengar jawaban "Ya!" dari dalam. Bukannya OB yang datang sambil membawa dua cangkir lemon tea hangat, tapi malah istrinya. Danendra pun sampai terheran.

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 170 Sely Pembunuh

    Mendengar ejekan dari adiknya, Danendra pun segera merespon. Ia menegakan punggungnya dan menatap Wilyam dengan tajam. "Siapa yang tersesat? Kemarin itu aku kehilangan koper dan pasporku! Jadi tidak bisa pulang!" jelas Danendra dengan tegas. Ia tidak terima diejek seperti itu oleh Wilyam di dep

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 167 Tidak Merasa Bersalah

    Suasana di ruang IGD rumah sakit itu seketika menjadi ribut dan ramai. Semua orang melihat perkelahian antara Danendra dengan Ethan yang sama-sama saling serang. Tidak ada dari keduanya yang mau mengalah. Hingga para petugas keamanan datang dan memisahkan mereka. "Dasar brengsek! Kau Berani mengh

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 8 Ini Punya Siapa?

    "Ti-tidak, Pak! Nanti saja saya kemari lagi!" balas Marissa sambil mundur ke belakang untuk menghindar. "Sa-saya permisi!" Marissa bergeser, lalu berjalan ke samping menuju lift. "Eitsss, tunggu!" Jonson menangkap tangan Marissa. Ia menariknya hingga wanita itu terseret dan masuk ke dalam peluk

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 16 Ancaman Ibunya

    Marissa ingin segera menyelesaikan semua urusannya dengan Danendra agar mereka tidak bertemu lagi—selain tentang pekerjaan di kantor. "Masalah itu, kita bicarakan nanti di rumah!" jawab Danendra. Tidak lagi sekeras dan setegas tadi pada saat di restoran. "Kenapa tidak sekarang saja? Ini sudah m

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status