แชร์

Bab 75 Apa Itu Salah

ผู้เขียน: Tusya Ryma
last update วันที่เผยแพร่: 2026-01-14 23:23:55

"Kalau tidak membawa dompet, bagaimana dia bisa pulang? Arrgghh! Sangat sial!" geram Danendra lagi, semakin kesal membayangkan hal itu.

Danendra tidak habis pikir, bagaimana bisa wanita itu pergi tanpa membawa apapun? Bahkan, tidak membawa ponselnya juga.

Mengerti akan adanya kekacauan di rumah, Danendra pun segera memutar mobilnya. Ia kembali ke jalan sebelumnya untuk pulang.

Baru juga berjalan beberapa menit, tiba-tiba ponselnya yang ada di bawah berdering lagi. Kali ini bukan dari Amba
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 414 Ancaman

    Pukul satu, setelah jam makan siang, Marissa diantar oleh suaminya ke rumah sakit tempat Ken dirawat. Selain melihat kondisi asisten pribadi Tuan Lim yang mengalami kelumpuhan, Marissa juga ingin bertemu dengan kakeknya. DING! Sampai di lantai atas, pintu lift sudah terbuka. Danendra memegang tangan Marissa, lalu membawanya ke ruang perawatan. Tok! Tok! Tok! Danendra mengetuk pintu tiga kali. Beberapa detik kemudian, seseorang membuka pintu, lalu mempersilakan mereka untuk masuk. "Terima kasih!" ucap Danendra pada Alex—pria yang tadi pagi datang ke tempatnya. Marissa dan Danendra pun segera masuk. "Selamat siang," sapa Danendra pada Tuan Lim dan juga Ken yang berbaring lemah di tempat tidur. Danendra masih memegang tangan istrinya. Mereka segera menghampiri Tuan Lim yang sedang duduk di kursi samping tempat tidur Ken. "Akhirnya kau datang juga!" ucap Tuan Lim sinis pada Marissa. Seharusnya, Marissa datang ke rumah sakit itu dari pagi, setelah Alex datang ke tempat

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 413 Seorang Pembunuh

    "Ba-baik!" Tanpa mempedulikan Marissa dan putranya yang berjalan mendekat, Bimo segera mengambil ponselnya, ia menghubungi seseorang untuk membawa ambulans ke sana. Setelah itu, Bimo kembali memperhatikan Ken. "Se-sebenarnya, apa yang terjadi? Kenapa kau seperti ini?" Bimo begitu panik. Dia mengangkat Ken dan membaringkannya di sofa. Tanpa mereka sadari, Marissa dan Michael sudah pergi. Marissa membawa putranya meninggalkan tempat itu tanpa mempedulikan Ken yang entah bagaimana kondisinya. Di dalam mobil, Marissa terdiam sambil mengendarai mobilnya. Ia terlihat aneh dan dingin pada Michael. "Ma! Mama kenapa? Apa mereka menyakiti Mama?" tanya Michael sambil menoleh ke samping, melihat ibunya yang nampak gelisah dan tidak tenang. Namun pertanyaan dari anaknya itu membuat Marissa tersadar. Ia pun balas menatap Michael beberapa detik. "Ah, tidak! Mama tidak apa-apa. Jangan khawatir, ya!" balas Marissa yang mencoba bersikap tenang. Ia menggosok kepala Michael dengan satu

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 412 Hati Busuk

    "Aku?" Ken menunjuk dirinya sendiri. Ia mengulangi ucapan Marissa tentang ayahnya. "Tahu tentang ayahmu?" "Tentu saja! Aku tahu semua hal tentang Ghio!" Dulu, Ken mencari tahu semua hal tentang Ghio Wijaya. Tapi ia tidak tahu kalau Ghio punya anak perempuan yang sedang kuliah di Kota A. Ken pun tidak tahu kalau Marissa ini adalah anaknya Ghio. "K-kau ... kau juga tahu ayahku kecelakaan?" tanya Marissa yang masih tidak mengerti. Marissa sangat terkejut mendengar kecelakaan ayahnya dari mulut Ken. Dulu, saat masih kuliah, Marissa menerima kabar dari ibunya kalau ayahnya kecelakaan. Ia pun tidak menyangka kalau ayahnya akan meninggal dalam kecelakaan itu. Dan sekarang, tiba-tiba saja Ken membahas hal itu. Marissa jadi curiga, Ken tahu sesuatu tentang kecelakaan ayahnya. "Hahaha!" Bukannya menjawab, Ken malah tertawa sambil mendekati Marissa. Dia menatap Marissa dari ujung kaki hingga ujung kepala, lalu mencengkeram rahang wanita itu sambil mengeratkan gigi. "Kau ... sama

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 411 Saling Diam

    Sore hari, Marissa benar-benar dihubungi oleh seseorang. Ia diminta datang ke suatu tempat sendiri, jangan memberitahu siapapun. "Awas saja! Kalau sampai kau membawa orang lain, putramu tidak akan selamat!" "O-oke! Aku ... aku tidak akan memberi tahu siapapun!" balas Marissa dengan gugup. Antara bahagia, takut, panik, dan khawatir, semua perasaan itu bercampur menjadi satu. Sekarang Marissa bisa bernapas dengan lega setelah orang itu memberi tahu keadaan putranya. Ya, walau ada sedikit rasa takut mendengar ancaman itu, tapi Marissa mencoba untuk tenang. "Bagus! Aku tunggu kedatanganmu sekarang juga!" ucap Bimo sebelum menutup teleponnya. Tanpa membuang waktu lagi, Marissa segera pergi ke alamat yang sudah dikatakan oleh Bimo. Ia tidak memberi tahu siapa pun, tidak pula memberi tahu suaminya karena takut putranya benar-benar akan disakiti. "Ke mana Marissa? Kenapa dia malah pergi?" tanya Fanny di tempat Danendra. Mereka sedang berkumpul membicarakan Michael yang hilang. "Mungk

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 410 Michael Dibawa Kabur

    Marissa memegang tangan Drizela dengan erat. Ia menenangkan anak itu agar tidak takut lagi. Dari depannya, pria itu melihat ke arah Marissa dan Drizela cukup lama. Setelah itu, lift berhenti. DING! Pintu lift terbuka. Pria yang terlihat aneh itu segera keluar dari sana, lalu pergi entah ke mana. "Ma! Aku takut ...." Drizela memeluk Marissa dengan erat. Ia tidak ingin lagi berkeliling setelah melihat pria aneh tadi. "Sebaiknya kita kembali ke atas, yuk, Ma! Aku tidak mau liat badut!" lirih Drizela dengan perasaan takut. Padahal saat ini mereka belum sampai di bawah. "Eh, kenapa tidak mau? Katanya tadi mau melihat badut?" tanya Marissa sambil menunduk. Ia melihat Drizela yang masih ketakutan sambil memeluknya. Sebelumnya, Drizela tidak pernah pergi ke manapun tanpa neneknya, juga tanpa keempat pelayan yang selalu menjaganya. Dan sekarang, ketika anak itu pergi ke tempat umum bersama ibunya, seseorang malah bersikap aneh di depannya. Jelas saja itu membuat Drizela ketakutan. "T

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bqb 409 Mencemaskanmu

    "Ahhh, tidak usah! Biar nanti saja! Sini!" Fanny merebut ponselnya kembali. Ia tidak berniat menerima panggilan dari Darius. "Kenapa? Apa kau marah padanya?" tanya Marissa, tidak mengerti. Tanpa Fanny sadari, Marissa sudah menggeser tombol hijau pada layar sehingga orang yang ada di seberang telepon bisa mendengar percakapan mereka. "Bukan! Bukan itu, Sa! Aku hanya kesal saja, pelayanku selalu memberi tahu apa yang aku lakukan pada Darius! Termasuk sekarang ini," balas Fanny yang terlihat sangat kesal. Sedari tadi, saat Fanny masih ada di dalam mobil, Darius terus mengirimnya pesan singkat. Pria itu menanyakan keberadaan Fanny yang kata pelayannya pergi keluar bersama Marissa dan anak-anak. Fanny sudah membalasnya, tapi Darius terus saja mengganggu. "Owh! Hemmm, itu bagus, Fan! Tandanya Darius sangat peduli padamu!" "Bukan peduli padaku, lebih tepatnya Darius peduli pada bayi yang ada di dalam perutku ini, Sa!" timpal Fanny yang mengerti dengan tindakan Darius. Pria it

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 9 Menyibukan Diri

    "Bukan!" tepis Danendra dengan cepat. "Begini, Paman!" Ia pun duduk di kursi kebesarannya sambil menatap Jonson. "Karena Foodis cabang Kota H akan dibuka bulan depan, Papa ingin Paman mengelola restoran tersebut! Kalau Paman bersedia, Asisten Anas akan segera menyiapkan tempat tinggal untuk Pa

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-17
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 12 Kepedihan di Masa Lalu

    Setelah Marissa pergi, Danendra terdiam di tempat sambil memikirkan banyak hal. Entah mengapa, semakin lama Danendra semakin tertarik pada Marissa. Apalagi tadi saat wanita itu menggendong putranya sambil berjalan, itu membuatnya salut dan kagum. Di zaman modern seperti sekarang ini, sudah jara

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-17
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 15 Memaksa Marissa

    Suasana di sana pun menjadi hangat, Marissa dan Damian membicarakan banyak hal sampai mereka lupa waktu. "Ini sudah jam berapa? Sepertinya, aku harus pulang." Marissa membuka tas kecilnya untuk melihat ponsel. "Jam sepuluh!" jawab Damian. "Apa harus pulang sekarang?" "Padahal aku masih ingin

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-17
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 10 Rasa Sakit

    "Eh, si-siapa kau?" tanya Marissa di dalam ruangan yang gelap itu. Hanya ada sedikit cahaya yang masuk dari lampu di luar.Marissa segera mundur ke belakang untuk menjauh. Ia tidak bisa melihat wajah pria itu dengan jelas. Namun, dari bau tubuhnya, ia sudah bisa menebak."Pa-pak Danen??? Sedang apa

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-17
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status