Home / Fantasi / Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani / {Bab 39} Pantas Menjadi Raja

Share

{Bab 39} Pantas Menjadi Raja

last update publish date: 2026-01-30 13:00:46

Kuda yang ditunggangi Alianne dan Hery terus berlari, meninggalkan tembok hitam istana Obsidian hingga lanskap di sekitar mereka perlahan berubah. Bangunan batu dan menara gelap tergantikan oleh kawasan pedesaan yang terbuka. Hamparan lahan pertanian terbentang sejauh mata memandang, disinari cahaya matahari pagi yang mulai naik, hangat namun tidak menyengat, seolah menyelimuti bumi dengan ketenangan yang asing bagi Alianne.

Deru langkah kuda akhirnya melambat, lalu berhenti sepenuhn
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 190} Tempat Aman

    "Dan akhirnya kalian diajarkan memanah, disuruh masuk ke dalam benda aneh tak terlihat yang bisa memindahkan manusia dari satu tempat ke tempat lainnya, dan disuruh menggigit pil yang diselipkan ke gigi kalian jika kalian tertangkap."Kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut Alianne, tanpa jeda, tanpa keraguan, seolah ia sedang menyebutkan sesuatu yang sudah sangat ia pahami. Nada suaranya datar, bahkan cenderung santai, tetapi isi ucapannya terasa seperti pisau yang menguliti lapisan demi lapisan rahasia.Ruangan itu mendadak terasa lebih sunyi.Truman dan Fidel menatap Alianne dengan mata yang membesar. Tidak ada kata yang langsung keluar. Hanya keterkejutan yang perlahan berubah menjadi kekaguman, bercampur dengan sedikit ketakutan yang sulit disembunyikan."Sampai tahu sedetail itu..." gumam Truman."Luar biasa..." komentar Fidel.Reaksi mereka jujur. Terlalu jujur.Alianne tidak langsung menanggapi pujian itu. Ia

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 189} Saudari

    Pengawal itu berdecak kesal pelan. Jelas ia tidak sepenuhnya setuju, tetapi posisinya tidak memberinya ruang untuk membantah lebih jauh. Setelah menarik napas singkat, ia akhirnya berbalik dan berjalan mendekati para pengawal lain yang berjaga."Kalian semua, tolong jaga Yang Mulia Ratu. Ingatlah! Jika ada goresan sedikit saja di tubuhnya, kalian akan dipenggal Yang Mulia Raja. Mengerti?!"Nada suaranya mengeras, penuh tekanan. Ancaman itu tidak terdengar berlebihan, justru terasa sangat mungkin terjadi."Mengerti!" jawab semua pengawal dengan tegas secara bersamaan.Suara mereka menggema di lorong penjara, serempak dan tanpa ragu. Disiplin yang kaku itu justru menambah kesan mencekam, seolah keselamatan Alianne bukan hanya tanggung jawab, tetapi juga beban hidup dan mati.Keringat imajiner sebesar kepalan tangan seakan menetes di belakang kepala Alianne."Aldren sejahat itukah di mata kalian?"Nada suaranya terdengar ringan, bahkan sedikit bercanda. Namun ada sesuatu di baliknya, sem

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 188} Ganjil

    Janji itu terdengar seperti harapan. Atau mungkin, jebakan yang dibungkus dengan sangat rapi. Namun berbeda dengan tawaran sang raja sebelumnya, kali ini Truman sama sekali tidak menolak. Keraguannya runtuh perlahan, digantikan oleh satu hal yang lebih kuat: keinginan untuk mengetahui kebenaran. Ia mengulurkan tangan ke arah Alianne, hendak meraih tangan wanita itu. Namun gerakannya terhenti. Rantai yang membelit pergelangan tangannya berderak pelan, menahan setiap upaya yang ia lakukan. Besi dingin itu menjadi pengingat yang kejam akan posisinya saat ini. Alianne menatap rantai itu dengan tatapan malas, seolah baru menyadari sesuatu yang seharusnya sudah jelas sejak awal. "Aku lupa." Nada suaranya datar, tanpa rasa bersalah. Dia menoleh ke arah pengawal di sampingnya, memberi perintah dengan ringan, seolah yang diminta hanyalah hal sepele. "Bukakan rantainya dulu, tolong!" Pengawal itu mengangguk singkat, menerima perintah tanpa banyak bicara. Ia segera berlari k

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 187} Biskuit Pengingat

    Malam itu pekat, seolah menelan segala cahaya yang berani muncul. Hanya sinar bulan yang redup, tertutup tipis oleh awan yang sesekali melintas, menjadi satu-satunya penerang di langit luas. Bayangan pepohonan memanjang di tanah, bergoyang pelan tertiup angin malam yang dingin, menciptakan suasana yang tidak nyaman bagi siapa pun yang melintasinya. Di bawah langit yang muram itu, beberapa kereta kencana bergerak perlahan memasuki wilayah Kerajaan Aurenthia. Roda-roda kayunya berdecit halus, hampir tenggelam oleh kesunyian malam. Tidak ada lambang, tidak ada ukiran khas yang menunjukkan asal-usulnya. Kereta-kereta itu tampak seperti milik rakyat biasa, menyatu dengan kegelapan, seakan sengaja menghindari perhatian siapa pun yang mungkin mengintai dari kejauhan. Padahal, di dalamnya, duduk para Ksatria dari pasukan istana Obsidian. Di salah satu kereta, seorang pria duduk dengan tubuh sedikit condong ke depan. Tatapannya lurus menembus celah tirai, mengamati deretan rumah yang m

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 186} Kompetisi

    "Kalau iya, kenapa?" jawab Alianne dengan santai. Nada suaranya datar. Tidak ada penyesalan. Tidak ada rasa takut. Bahkan tidak ada upaya untuk menjelaskan dirinya lebih lanjut. Seolah pertanyaan itu tidak memiliki bobot apa pun. Aldren membulatkan mata. Ia sudah menduga jawaban seperti itu. Sudah memperkirakan bahwa Alianne tidak akan mundur, tidak akan meminta maaf, tidak akan menunjukkan kelemahan. Namun tetap saja dadanya terasa sesak. Perasaan itu datang tiba-tiba, menekan dari dalam tanpa bisa ia kendalikan. Aldren menunduk. Tatapannya jatuh ke lantai, berusaha menyembunyikan sesuatu yang tidak ingin ia perlihatkan. Matanya berkaca-kaca, tetapi ia menahannya. Ia tidak ingin terlihat lemah. "Kau sudah membantuku untuk mempercepat proses menghancurkan pilar teleportasi. Jadi sekalian saja aku juga mempercepat proses interogasi para tahanan yang belum mengaku. Dan akhirnya sesuai dugaan. Mereka semua benar-benar mengaku—" Kalimat itu terpotong. Aldren bergerak lebi

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 185} Yes or No

    "Begitukah? Aku tidak boleh masuk?" Nada suara Alianne tetap ringan, namun matanya menatap lurus ke arah pengawal di depannya. Tatapan itu tidak sekadar bertanya, melainkan menekan. Ada sesuatu yang menantang di sana, sesuatu yang membuat suasana di sekitar pintu penjara bawah tanah itu terasa semakin tegang. Ia melangkah sedikit lebih dekat. Jarak di antara mereka menyempit. "Kau mau membiarkanku masuk dengan baik-baik atau aku akan melakukan sihir peledak?" Kalimat itu diucapkan tanpa peninggian suara. Justru karena itu, ancamannya terasa lebih nyata. Ia memanfaatkan sepenuhnya rumor yang telah menyebar tentang dirinya. Penyihir. Sebuah kata yang cukup untuk membuat banyak orang ragu. Kedua pengawal itu tidak langsung menjawab. Mereka berdiri tegak, namun sorot mata mereka berubah. Kewaspadaan meningkat, tetapi kaki mereka tetap tertanam di tempat. Di saat yang sama, langkah tergesa terdengar dari belakang. Marta dan Brina akhirnya tiba, napas mereka tidak teratur. Ta

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 172} Benda di Istana Silverkeep

    "Bisa dibilang... Ini pertama kalinya aku melihat salju," jawab Alianne.Suaranya terdengar jujur, tanpa dibuat-buat. Ia kembali menengadah, membiarkan beberapa butiran salju jatuh ke wajahnya. Rasa dingin itu membuatnya sedikit meringis, tetapi juga tersenyum di saat yang sama.

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 171} Salju Pertama

    Setelah sekitar satu jam perjalanan tanpa henti, kecepatan pasukan mulai melambat. Pepohonan yang rapat perlahan berganti dengan hamparan lahan terbuka. Di kejauhan, terlihat deretan rumah sederhana dengan atap jerami dan dinding kayu.Sebuah desa kecil. Terlalu tenang jika dibandingkan

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 169} Keputusan

    Caelum menunduk dalam diam, menatap kedua tangannya seolah-olah itu bukan miliknya sendiri. Jari-jarinya bergetar halus, sementara bayangan dari mimpi itu kembali menghantui benaknya dengan kejam. Dalam ingatannya, kedua tangannya dipenuhi darah pekat, hangat, dan tak terhapuskan. Darah itu bukan m

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 168} Mencoba Egois

    Setetes air mata kembali jatuh, membasahi pipi Alianne tanpa bisa ia tahan. Seolah bendungan yang selama ini ia bangun runtuh begitu saja.Aldren tidak mengatakan apa pun pada awalnya. Ia hanya mengangkat tangannya perlahan, lalu dengan sangat hati-hati menghapus air mata yang terus meng

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status