Compartir

169.

Autor: Bintangjatuh
last update Fecha de publicación: 2026-03-09 21:00:33
Hawa panas dan pengap memenuhi sebuah ruangan yang terlihat tak terawat. Asbak yang menggunung oleh puluhan puntung rokok begitu mencolok.

Di tepi ranjang yang berantakan, seorang pria duduk membungkuk. Tangan kirinya mengacak-acak rambutnya sendiri dengan kasar, sementara tangan kanannya menempelkan ponsel ke telinga. Matanya memerah, dilingkari warna hitam yang pekat akibat kurang tidur berhari-hari.

'Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan, silakan coba—'

"Ban
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Terjerat Takdir Cinta Sang Pangeran Aetherion   Bintang Jatuh di Langit Aetherland - End

    Aiden duduk di kursi tingginya, belepotan saus barbeque."Enak, Dad! Dagingnya empuk!" puji Aiden sok tahu."Jelas dong. Resep rahasia Daddy," sahut Rasya bangga.Sementara itu, Altair dan Lyra sudah tertidur pulas di dalam kamar karena kelelahan bermain seharian.Aurora melangkah mendekat membawa nampan berisi es kelapa muda. Ia meletakkannya di meja kecil, lalu berdiri di samping Rasya yang sedang mengolesi jagung."Anak-anak kembar sudah tidur?" tanya Rasya setengah berbisik."Sudah tepar. Baterainya habis total," jawab Aurora terkekeh.Kini tinggal mereka berdua, ditemani Aiden yang kini tengah sibuk mengunyah jagung bakar. Suasana menjadi jauh lebih romantis dan tenang.Rasya meletakkan kuas bumbunya. Pria itu menoleh, lalu menarik pinggang Aurora mendekat dalam satu gerakan halus. Cahaya api unggun memantul di wajah mereka, menciptakan siluet keemasan yang hangat."Sejak Papa Dar

  • Terjerat Takdir Cinta Sang Pangeran Aetherion   Little Family

    Aetherland Private Island - 3 Tahun Kemudian Langit di atas Aetherland bersih tanpa awan, menyatu dengan laut turquoise yang jernih. Angin sore bertiup lembut, membawa aroma garam yang familier. Di hamparan pasir putih itu, terdengar suara tawa yang nyaring. "Daddy! KEJAR AIDEN! WLEEE!" Seorang bocah laki-laki berusia tiga tahun, Rhaiden Aetherion Pradana—Aiden—berlari kencang dengan kaki-kaki kecilnya yang lincah. Dia mengenakan celana renang bermotif hiu dan kacamata hitam yang kebesaran. Di belakangnya, Rasya berlari mengejar. Sang CEO tidak lagi mengenakan jas mahal. Dia bertelanjang dada, hanya mengenakan celana pendek kargo, memamerkan tubuh atletisnya yang kini sedikit lebih tan karena sengatan matahari. "Awas ya kalau ketangkap! Daddy gelitikin sampai nyerah!" seru Rasya sambil tertawa. Hap! ​"Kena kamu, Jagoan Kecil!" seru Rasya sambil mengangkat tubuh Aiden tinggi-tinggi, lalu memutarnya. ​Aiden tertawa terbahak-bahak. "Ampuuun, Dad! Ampuuun!" ​Saat Aiden tertawa le

  • Terjerat Takdir Cinta Sang Pangeran Aetherion   200.

    Angin malam berembus lembut, membawa serta aroma khas kota Paris yang berpadu dengan udara segar dari Sungai Seine. Di atas perairan yang tenang itu, sebuah yacht pribadi mewah berwarna putih gading meluncur membelah arus, meninggalkan riak air yang memantulkan gemerlap lampu kota. Rasya benar-benar menepati janjinya. Di sisa waktu mereka sebelum kembali ke realita Jakarta, pria itu memastikan dunia hanya berputar untuk Aurora. Ia menyewa seluruh kapal pesiar tersebut secara eksklusif, meninggalkan Raka dan para bodyguard di dek bawah agar tak ada satu pun yang menginterupsi waktu mereka. Di dek atas yang terbuka, sebuah meja bundar telah ditata begitu elegan. Taplak meja berbahan linen putih bersih, hiasan bunga lily yang mekar sempurna, dan pendar cahaya keemasan dari lilin-lilin tinggi menciptakan suasana romantis yang pekat. Aurora berdiri di dekat pagar pembatas kapal, menatap takjub pada mahakarya arsitektur kota Paris yang melintas di depan matanya. Lampu-lampu jalanan kuno y

  • Terjerat Takdir Cinta Sang Pangeran Aetherion   199.

    Pagi itu, suasana di kamar utama terasa seperti ruang rawat VVIP. Setelah dua minggu bed rest total yang terasa seperti seumur hidup, hari penentuan itu akhirnya tiba. Dokter Emily bersama asisten dokter dan satu perawat, datang untuk melakukan evaluasi akhir. Ini adalah kunjungan ketiga sang dokter ke kediaman sementara mereka untuk memeriksa bekas luka operasi Aurora dan memantau perkembangan janin. Di atas ranjang, Aurora berbaring dengan gaun tidur sutra yang tersingkap di bagian perut. Di sisi kirinya, Rasya berdiri tegak bak komandan militer, sementara di sofa tak jauh dari ranjang, Bunda Martha dan Mama Miranda duduk mengawasi jalannya pemeriksaan. "Bagaimana, Dok?" tanya Rasya, terlihat tak sabaran. "Luar biasa, Monsieur," ucap Dokter Emily sambil tersenyum puas menatap layar monitor USG portabelnya. "Detak jantung petarung kecil sangat kuat dan stabil. Lukanya juga mengering dengan sempurna tanpa ada tanda infeksi sejak kunjungan terakhir saya. Ibu dan janin benar-benar

  • Terjerat Takdir Cinta Sang Pangeran Aetherion   198.

    Tawa rendah mengalun dari bibir Rasya melihat istrinya yang tampak kebingungan bagai detektif yang kehilangan jejak. Rasya menarik lengan Aurora dengan lembut, memaksa istrinya kembali berbaring di pelukannya. "Itu adalah fakta yang dipelintir, Baby," jawab Rasya santai, jemarinya mengusap lembut lengan Aurora. "Yang tewas dalam kecelakaan itu memang ayahnya Dio, tapi perempuan yang tewas bersamanya bukanlah ibu kandung Dio. Itu adalah ibu tirinya yang tak lain adalah mantan istri Ferdi yang berselingkuh itu. Mereka kecelakaan hanya satu bulan setelah menikah." Aurora mengerjap, menatap rahang tegas suaminya dari bawah. " Lalu... ibu kandung Dio ada di mana sekarang?" "Di sebuah shelter perawatan mental," ungkap Rasya tenang, seolah sedang menceritakan kisah dongeng yang tragis. "Pengkhianatan berlapis dari suami dan kakak iparnya sendiri membuat adik Ferdi itu kehilangan kewarasannya. Dan tebak siapa yang selama bertahun-tahun ini diam-d

  • Terjerat Takdir Cinta Sang Pangeran Aetherion   197.

    Begitu pintu kamar tertutup rapat dan bunyi klik dari kuncinya terdengar, pertahanan Aurora runtuh sepenuhnya. Alih-alih melangkah menuju ranjang untuk beristirahat seperti yang diperintahkan para ibu, Aurora justru langsung memutar tubuhnya menghadap Rasya. Tanpa permisi, kedua tangan mungilnya terulur, menangkup rahang tegas suaminya. "Mas, coba aku lihat," gumam Aurora cepat, matanya bergerak waspada meneliti setiap inci wajah Rasya. Rasya hanya diam tak berkutik. Ia membiarkan istrinya memutar wajahnya ke kiri dan ke kanan. Tidak berhenti di situ, tangan Aurora turun ke kerah jas navy Rasya. Dengan gerakan agak terburu-buru, ia menyingkap jas mahal itu hingga terongok begitu saja di lantai. Ia meraba dada, bahu, hingga turun ke sepanjang lengan suaminya. Matanya memindai dengan saksama kemeja putih Rasya, mencari apakah ada bercak darah, lebam, robekan, atau tanda-tanda kekerasan fisik apa pun yang mungk

  • Terjerat Takdir Cinta Sang Pangeran Aetherion   182.

    "Tumben sekali bro menelepon di jam sibuk. Ada gedung saingan yang mau gue ratakan dengan tanah?"Sudut bibir Rasya berkedut samar mendengar pertanyaan itu. Damar Aritama. Sahabat masa kecil sekaligus partner bisnisnya, dia adalah penguasa takhta industri konstruksi dan arsitek paling anda

  • Terjerat Takdir Cinta Sang Pangeran Aetherion   178.

    Langit malam Jakarta memayungi konvoi dua SUV antipeluru berwarna hitam pekat yang bergerak tanpa suara. Kendaraan itu menepi tepat di depan sebuah hunian mewah bergaya Eropa klasik di salah satu kawasan perumahan elit ibu kota.Namun, kontras dengan jejeran rumah tetangganya yang benderang dan asr

  • Terjerat Takdir Cinta Sang Pangeran Aetherion   177.

    Rasya mengerjap. Pria itu mengulum bibir sejenak, lalu menoel puncak hidung Aurora untuk menutupi rasa salah tingkahnya. "Aku tidak menyelidiki, Baby. Aku hanya mencari tahu," ralat Rasya dengan gengsinya yang khas. "Lagi pula, dulu yang aku fokuskan itu hanya kamu, segala yang terjadi sama kamu s

  • Terjerat Takdir Cinta Sang Pangeran Aetherion   176.

    Bagaimana bisa tidur? Baru juga empat jam lalu ia bangun. Mata Aurora tetap terbuka menatap lurus ke arah jendela kamar. Napasnya memang sudah berembus teratur, namun pikirannya masih berkecamuk. Ia menumpukan sebelah pipi pada kedua tangan yang terlipat nyaman di bantal.Sementara itu, lengan koko

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status