Share

Bab 2

Author: Nora
Vinnie tersenyum sinis, lalu berkata pada dua pengawal kekar di sampingnya.

“Beri dia pelajaran yang keras!”

Para pengawal itu segera maju dan mencengkeramku dengan kuat.

Salah satu dari mereka mencekik leherku dengan keras, memaksaku untuk berlutut.

Aku menggertakkan gigi dan berontak dengan seluruh tenagaku.

Namun, kekuatanku tak sebanding dengan dua pria kekar itu. Lututku menghantam lantai dengan keras, menimbulkan suara dentuman.

Kemudian, kepalaku dibenturkan ke lantai dengan kasar.

Sekali, dua kali….

Darah hangat mengalir dari kening, membuat pandanganku perlahan mulai kabur.

“Apa yang kalian lakukan?”

Suara Roy terdengar agak gemetar. Aku berusaha membuka mata. Di tengah bayangan merah darah, kulihat Roy berdiri di pintu sambil menggandeng Justin, menatapku tanpa bergerak sedikit pun.

Vinnie maju menghampiri dan merangkul lengan Roy, sambil berkata dengan nada sedih,

“Kak Sofia nggak mau mengaku dan nggak mau kasih tahu informasi pria itu. Demi keamananmu, aku nggak punya pilihan lain….”

Rasa iba yang sempat muncul di mata Roy, seketika digantikan oleh amarah yang meluap.

Suaranya pun berubah menjadi dingin, “Kak Sofia, aku beri kamu satu kesempatan lagi. Kasih tahu siapa pria itu!”

“Aku akan anggap kejadian ini nggak pernah ada dan kamu akan tetap jadi istriku!”

“Saat aku mewarisi keluarga ini nanti, kamu akan menjadi nyonyaku!”

Aku mendongak, berusaha sekuat tenaga menahan air mata agar tidak jatuh.

Padahal tinggal dua hari lagi, aku bisa menjalani hidup baru.

Kenapa dalam dua kehidupan berturut-turut, aku selalu terjatuh ke tangan Vinnie dan tak mampu lepas dari fitnah kejinya?

“Roy, sudah kubilang aku nggak berselingkuh. Aku difitnah.”

Justin yang berdiri di dekat pintu menjulurkan kepalanya dan berteriak padaku sambil menangis.

“Ibu, aku takut melihat kamu seperti ini. Cepatlah mengaku! Aku mau pulang….”

Hatiku terasa seperti disayat. Anak yang kusayangi selama lima tahun, ternyata tidak memercayaiku, bahkan memintaku mengakui dosa yang tak kulakukan….

“Lihat? Bahkan anakmu sendiri malu melihatmu! Sofia, sampai kapan kamu mau tetap keras kepala?”

Roy menatapku dengan kecewa, lalu berkata pada pengawal,

“Lanjutkan, sampai dia mau mengaku!”

Tepat di saat itu, tiba-tiba Justin berlari menghampiriku dan menendang punggungku sambil menangis.

“Dasar pembohong! Aku nggak mau mengakui kamu ibuku lagi!”

Tendangan itu tidak kuat, tapi rasanya seperti langsung menghantam jantungku, membuatku merasa sangat menyakitkan.

Di saat aku difitnah dan disakiti, anak kandungku bukan hanya tidak percaya padaku, tapi dia malah ikut menambah penderitaanku.

Seketika, hatiku benar-benar mati.

Roy juga tampak terkejut melihat aksi Justin. Melihat anaknya lari keluar sambil menangis, dia berkata padaku dengan dingin,

“Sofia, demi Justin, asalkan kamu mengaku, aku nggak akan mempermasalahkan pengkhianatanmu lagi!”

Setelah memberikan instruksi pada Vinnie, dia segera pergi mengejar Justin.

Tiba-tiba, rasa takut menyelimuti hatiku. Aku meronta sambil berusaha merangkak keluar pintu, lalu berteriak pada Roy,

“Roy! Kumohon jangan tinggalkan aku di sini!”

Sambil menyeringai sinis, Vinnie menyeretku kembali.

Aku melawan dan kuku jariku sempat melukai lengannya.

Dia mundur selangkah, memegang lengannya, lalu memberi perintah dingin pada pengawal,

“Karena tanganmu nggak bisa diatur, patahkan saja jarinya satu per satu!”

Mataku terbelalak, menatapnya dengan rasa tidak percaya.

“Kamu mau mematahkan jari-jariku?”

Tidak! Tidak boleh!

Aku tak boleh kehilangan tanganku. Aku harus masuk ke lembaga penelitian biologi milik dosenku. Aku masih punya masa depan yang cerah!

Aku meronta sekuat tenaga, tapi pengawal menindihku tanpa ampun.

“Vinnie, kamu nggak boleh melakukan ini… Roy nggak akan mengizinkannya!”

Teriakku dengan histeris. Seketika, keputusasaan menelan akal sehatku.

Vinnie menatapku dengan senyuman sinis, seolah-olah sedang menatap mayat.

“Tenang saja, dia nggak akan pernah tahu. Sejak awal, aku memang nggak berniat membiarkanmu pergi hidup-hidup dari sini!”

“Hanya dengan kematianmu, noda pada diri Kak Roy bisa terhapus dan aku baru bisa bersamanya secara terang-terangan!”

Mataku terbelalak, terlalu kaget sampai lupa untuk meronta.

Salah satu pengawal maju dan mencengkeram tangan kiriku dengan kasar.

“Jangan!”
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Terlahir Kembali, Aku Kembali Terjebak   Bab 10

    Aku memang tidak mati. Saat aku sedang menunggu ajal di sudut jalan, dosenku datang membawa pasukan bersenjata dan menemukanku.Melihat bentuk jari-jariku yang bengkok tak karuan, serta luka di kening yang belum sembuh, amarah luar biasa meledak di matanya.“Siapa yang melakukan ini? Berani sekali dia!”Akhirnya, air mataku tumpah saat melihat wajah dosenku.“Pak, maafkan aku. Aku nggak bisa menjaga tanganku dengan baik. Ke depannya… aku nggak akan bisa lagi melakukan eksperimen bersamamu….”Rasa iba yang mendalam terpancar di matanya. Setelah melepaskan mantelku yang kotor, dia sendiri yang menggendongku.“Tenang saja, kemampuanmu nggak akan terkubur hanya karena luka fisik seperti ini!”Dia membawaku pergi dari Ital menggunakan pesawat pribadi menuju rumah sakit terbaik di German. Pakar saraf terkemuka di dunia membantuku menangani luka di jari-jari, hingga fleksibilitas jariku pulih sampai sembilan puluh persen.Aku memutuskan untuk meninggalkan eksperimen sel yang sangat mendetail

  • Terlahir Kembali, Aku Kembali Terjebak   Bab 9

    Di hari pernikahan, Vinnie datang ke lokasi dengan gaun pengantinnya dan perasaan sukacita.Namun, yang menantinya di sana bukanlah janji suci, melainkan baku hantam yang sengit.Roy memimpin anak buahnya menghabisi semua orang kepercayaan Chandra.Chandra terduduk lemas di kursi, sambil terengah-engah memaki,“Dasar anak durhaka! Setelah hari ini, semua milikku akan menjadi milikmu. Kenapa kamu harus melakukan ini?”Roy menatapnya dengan raut wajah muram dan melangkah maju mendekatinya.“Aku melakukan semua ini hanya untuk memberitahumu, apapun yang kuinginkan bisa kudapatkan dengan usahaku sendiri. Aku nggak butuh belas kasihanmu!”Roy berbalik, lalu menatap Vinnie dengan tatapan seolah sedang menatap mayat.“Sedangkan kamu, aku akan membuatmu merasakan semua yang pernah dialami Sofia! Cepat, patahkan jari-jarinya satu per satu!”Wajah Vinnie dipenuhi ketakutan. Dia berlutut dan mencengkeram ujung celana Roy dengan erat.“Kak Roy, kamu nggak boleh memperlakukanku seperti ini… semua y

  • Terlahir Kembali, Aku Kembali Terjebak   Bab 8

    Roy tidak menyangka hal yang susah payah dirinya tutupi, malah dibongkar oleh Vinnie di hadapan ayahnya.Dia menahan rasa kesalnya pada Vinnie dan berkata dengan tenang pada ayahnya, “Tenang saja, ayah. Aku akan membiarkan Sofia tetap tinggal di kawasan kumuh. Aku nggak akan membiarkan dia merusak reputasi Keluarga Leis.”Chandra menyipitkan matanya.“Asalkan kamu resmi cerai dengannya, aku bisa menganggap kejadian ini nggak pernah ada dan kamu akan tetap menjadi pewaris mafia Leis satu-satunya!”Roy menggertakkan gigi, tapi tetap bersikeras berkata, “Justin masih kecil, usia yang masih butuh seorang ibu. Lagipula, Sofia merawatnya dengan sangat baik. Aku rasa cerai bukan pilihan yang tepat.”Chandra mendengus sinis, lalu melemparkan foto Justin dan Vinnie di acara sekolah ke arah Roy.“Anakmu jauh lebih dewasa darimu. Dia sudah menemukan ibu baru untuk dirinya sendiri. Cepat ceraikan Sofia dan nikahi Vinie. Itu adalah solusi paling sempurna.”“Kuperintahkan kamu, segera bereskan Sof

  • Terlahir Kembali, Aku Kembali Terjebak   Bab 7

    Justin yang baru berusia lima tahun sebenarnya sangat cerdas dan dia menyadari satu hal penting.Begitu sadar kembali, dia langsung menolak Vinnie untuk menjaganya.“Tante Vinnie, bisakah kamu panggilkan ibuku untuk datang menjagaku? Ibuku jauh lebih pandai dalam hal ini.”Alarm tanda bahaya berbunyi di kepala Vinnie.“Bukannya kamu mau menganggapku sebagai ibumu? Untuk apa memanggilnya ke sini lagi? Apa yang bisa dia lakukan, aku pun bisa melakukannya!”Justin merasa Vinnie sama sekali tak mampu.“Tante Vinnie, aku sudah memikirkannya baik-baik. Sebenarnya aku sudah punya ibu, jadi nggak butuh ibu yang lain lagi.” Kali ini, Vinnie benar-benar marah.“Aku sudah mengajakmu makan enak, menemanimu main dan saat kamu sakit pun, aku sudah bersusah payah menjagamu di rumah sakit tanpa mengeluh. Kok kamu masih memikirkan si umur pendek itu?! Dengarkan baik-baik, ibumu sudah mati! Sekarang hanya aku yang bisa jadi ibumu!”Justin mendongak kaget menatap Vinnie, matanya dipenuhi rasa tidak perc

  • Terlahir Kembali, Aku Kembali Terjebak   Bab 6

    Vinnie ketakutan setengah mati dan segera membawa Justin ke rumah sakit.Setelah melakukan serangkaian tindakan darurat, dokter menatap Vinnie dengan tatapan penuh kecaman.“Bagaimana caranya kamu jadi seorang ibu? Anakmu alergi susu, kedelai dan berbagai macam bahan pengawet. Apalagi pencernaannya nggak bisa menerima minuman yang terlalu dingin. Alergi makanan kali ini hampir merenggut nyawanya!”Wajah Vinnie pucat.“Dia bukan anakku… aku nggak tahu soal semua itu!”Dokter menghela napas.“Panggil orang tuanya ke sini, dia butuh pendampingan keluarga sekarang.”Kilatan panik muncul di mata Vinnie. Kondisi Justin sekarang jelas tak boleh sampai ketahuan oleh Roy.Otaknya berputar cepat, lalu berkata pada dokter,“Ibunya sudah meninggal, ayahnya sedang di luar negeri. Aku ibu tirinya. Tenang saja, aku yang akan menjaganya dengan baik.”Dokter tak punya pilihan lain, hanya bisa berpesan dengan sabar.“Setelah pertolongan darurat, kondisi anak ini masih sangat lemah. Harus dijaga dengan s

  • Terlahir Kembali, Aku Kembali Terjebak   Bab 5

    Sudut bibir Vinnie terangkat membentuk senyuman. Dengan suara lembut, dia menjawab, “Tentu saja boleh, besok aku temani kamu pergi, ya.”Baru saja dia berpikir bagaimana caranya agar bisa lebih dekat dengan Roy, Justin malah memberinya kesempatan.“Selama Justin menyukaiku dan memintaku menjadi ibunya, aku bisa bersama dengan Kak Roy! Di acara sekolah besok, aku harus tampil semaksimal mungkin!”Keesokan harinya, Vinnie mengenakan terusan rok pendek yang sangat cantik, dipadukan dengan sepatu hak tinggi 8 cm. Dia melangkah dengan gaya gemulai menuju rumah Roy untuk menjemput Justin.Justin menghampiri Vinnie sambil melompat kegirangan, matanya berbinar penuh kebahagiaan.“Tante Vinnie, kamu cantik sekali hari ini! Teman-temanku pasti bakal iri padaku. Coba saja kalau tante jadi ibuku.”Hati Vinnie berbunga-bunga dan mengambil kesempatan untuk bertanya, “Kalau begitu, bagaimana kalau tante jadi istri ayahmu? Dengan begitu, tante bisa jadi ibumu.”Tanpa ragu sedikit pun, Justin menyetu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status