Share

54. Memaksa

Author: CacaCici
last update publish date: 2026-03-17 11:31:03
"Kok kita ke hotel?" tanya Aeza, di mana saat ini mereka sudah di dalam hotel–lebih tepatnya di lift.

Lucas senyum tipis pada Aeza. Ekspresi cukup antusias dan tatapannya begitu berat. Lucas sangat senang karena rencananya kali ini pasti berhasil. Mereka sudah di hotel, kamar sudah di pesan, dan dia hanya tinggal membawa Aeza ke sana.

Dia yakin sekali kali ini dia akan mendapatkan Aeza. Perempuan ini masih sangat mencintainya dan hanya sedikit merayunya saja, Aeza pasti akan menyerahkan tu
CacaCici

Selamat membaca, MyRe.

| 13
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
CacaCici
Iya, Kak, semoga yah, Kak. (⁠〒⁠﹏⁠〒⁠)(⁠〒⁠﹏⁠〒⁠)
goodnovel comment avatar
CacaCici
Seven dalam perjalanan, Kak. (⁠〒⁠﹏⁠〒⁠)
goodnovel comment avatar
Juliana Kasmin
seven mana ni datang dong seven
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    239. Terluka Parah

    "Mas, akhirnya kamu pulang." Aeza langsung menghampiri suaminya yang baru pulang–setelah malam, "bagimana? Ada kabar Dominic ada di mana, Mas?" tanya Aeza dengan nada murung. Dia memeluk lengan suaminya lalu menggiringnya ke sofa. "Humm." Alaric berdehem sebagai jawaban. Setelah duduk di sofa, dia menghela napas lalu memijat pelipis. Ekspresi Aeza semakin murung. Suaminya sampai memijat pelipis, itu tandanya Dominic …-'Dominic bersama bersama Larisa?' batin Aeza, sangat kepikiran dan khawatir pada menantunya. Jika benar Dominic dengan Larisa, akan seperti apa kondisi Anaya yang sedang hamil? "Di mana Dominic, Mas?" tanya Aeza dengan suara pelan, "apa dengan … mantan kekasihnya?" tanyanya lagi dengan hati-hati. Alaric seketika mengerutkan kening. "Maksudmu, Darling?""Dominic pasti bersama Larisa yah?" Aeza berkata pelan, menampilkan ekspresi murung pada suaminya, "menantu kita mendapat pesan dari nomor tak dikenal. Nomor itu mengirim gambar Dominic yang sedang tidur tanpa baju d

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    238. Dominic Hilang

    Anaya sudah pulang dari tempat Domonic bertemu klien–di sebuah restoran yang dekat dengan pantai. Namun, Anaya pulang dengan tangan kosong. Suaminya tak ditemukan di sana dan mitra kerja suaminya yang mereka temui, mengatakan kalau Dominic pulang cepat untuk menemui istrinya. 'Tenangkan dirimu, Sayang. Mommy dan Daddy akan segera ke sana.' Suara bergetar di seberang sana terdengar, di mana Anaya tengah bertelponan dengan mommy mertuanya. Sekarang sudah tengah malam dan seharusnya Anaya tidak menghubungi mertuanya. Namun, Anaya di sini terlalu panik, dia tidak tahu harus meminta tolong ke siapa lagi. Reno pun terlihat bingung, tak tahu harus mencari kemana lagi. Maka dari itu, sekelipun tak enak hati, Anaya pada akhirnya mengubungi mertuanya. Sebab Anaya sudah tak tahu harus meminta tolong ke siapa lagi, dia juga tak tahu harus mengadu pada siapa. Dia dan Reno sama-sama panik di sini. "Iya, Mom," jawab Anaya dengan nada bergetar hebat, panik luar biasa. Kemana suaminya menghilan

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    237. Malu-malu Kucing

    "Apa itu Halo dek, Ana?" tanya Dominic. Anaya menggaruk pelipis lalu mengerjap bebarapa kali. "Ya … sejenis Mas dapat nomorku atau sosial mediaku dari seseorang habis itu Mas kirim pesan 'halo dek. Begitu, Mas," jelas Anaya. "Tujuannya?" Dominic menaikkan sebelah alis. "Awal mula pdkt." "Apa cara seperti itu berhasil?" "Tergantung." "Kau suka halo dek?" tanya Dominic tiba-tiba. Jangan-jangan Anaya suka tipe yang seperti itu makanya Anaya menyinggung. "Tergantung." Anaya menjawab seadanya. "Berapa banyak pria yang mengirim pesan seperti itu padamu?" Dominic bertanya dengan suara dingin. "Lumayan ba …-" Anaya ingin menjawab yang sejujurnya, akan tetapi melihat raut muka Dominic yang tak bersahabat, Anaya seketika buru-buru meralat, "lumayan dikit." "Ouh." Suara Dominic terkesan dingin dan menusuk, tatapannya berubah tajam dan mendadak ada aura mengerikan yang menguar dari dirinya. "Lumayan dikit, Mas!" pekik Anaya, sontak meletakkan tangan di dada bidang Dominic yan

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    236. Cara baik-baik (Mengobrol lebih dekat)

    Anaya diam sejenak dengan perasaan yang campur aduk. Ada senang mendengar ucapan Dominic, tetapi ada perasaan deg-degekan secara bersamaan juga. Pria ini seolah sangat menantikannya, tapi kenapa? "Itu … karena Kak Elma bilang kalau Perusahaan Mas Dominic sudah memblacklist-ku. Makanya aku tidak pernah melamar kerja ke sana atau ke perusahaan lainya juga. Karena … mungkin aku sudah masuk dalam daftar hitam King'Theo Grub, jadi bakalan sulit untukku menerima pekerjaan di manapun," ucap Anaya pada akhirnya. "Kenapa Mas Dominic menungguku? Apa sebelumnya kita saling … kenal?" tanyanya kemudian dengan ragu. Dominic menganggukkan kepala. "Lebih tepatnya, aku mengenalmu." "Mengenalku?" Anaya mengerutkan kening, "gimana caranya? Perasaan aku tidak magang di perusahaan Mas deh. Dan … bukannya kita saling kenal gara-gara novelku yah?" "Seminar di universitas-mu." Dominic berkata dengan nada rendah, "sejak saat itu aku mengenalmu." "Hah?" Anaya cengang mendengarnya. "Maksudnya, Mas?" "A

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    235. Ingin Lebih Dekat

    "Beristirahatlah." Anaya menganggukkan kepala, segera berjalan ke arah ranjang lalu membaringkan tubuhnya di sana. Saat ini dia berada di sebuah penginapan, di luar kota untuk menemani suaminya. Yah, pada akhirnya Anaya bersedia ikut ke sini karena paksaan Dominic. Dominic merapikan koper lalu setelah itu ikut bergabung ke ranjang dengan Anaya. Dia naik ke atas ranjang, memeluk pinggang Anaya lalu menelusup pada ceruk leher perempuan itu. "Aku tidak lapar tetapi aku sangat ingin memakanmu, Ana," ucap Dominic dengan nada serak dan rendah, menggigit pelan daun telinga Anaya. Anaya meringis, perlahan menarik kepala–berniat menjauhkan telinga dari Dominic. Dia merasa geli dan … terganggu. Tingkah Dominic yang seperti ini selalu berhasil membuat jantung Anaya berdebar kencang. "Sayang sekali kau sedang kelelahan, jika tidak … aku mungkin sudah memakanmu, Ana," ucap Dominic lagi, mengangkat kepala lalu bertopang pada tangannya sebagai sandaran setelah itu menatap istrinya dengan leka

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    234. Paksaan

    "Tadi siang kau makan banyak?" tanya Dominic, di mana saat ini dia ada di kamar, bersama dengan Anaya yang sedang merajut. Ck, istrinya ini memang serba bisa. Pantas saja seseorang menggilainya. Orang itu adalah …- "U'um." Anaya menganggukkan kepala sambil senyum manis pada Dominic, "aku makan banyak. Tenang saja, Mas." "Aku tidak." Dominic berkata datar, meraih gulungan benang wol lalu melempar pelan ke arah wajah Anaya. Anaya mendongak, menatap campur aduk pada Dominic. Ck, ada apalagi dengan pria ini? Perasaan Dominic sangat suka menggangunya, apapun kegiatan Anaya. Kemarin, saat Anaya membaca novel, Dominic merebut novelnya lalu menbolak-balik secara acak. Sekarang, saat Anaya merajut, pria ini juga mengganggu. "Kalau kau marah, berarti kau ingin kucium," ujar Dominic, menyunggingkan smirk tipis sambil menatap Anaya yang sedang memasang wajah kesal. Dominic menganbil gulungan benang wol warna lain kemudian kembali melemparnya ke arah Anaya. "Aku tidak marah kok, Mas. Ta

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status