Share

74. Hasutan Setan

Author: CacaCici
last update publish date: 2026-03-24 16:40:51
"Setelah di parkiran, Tuan Asher mulai meraung kesakitan. Jadi …-"

"Kau menyerahkan dirimu padanya?" Nada bicara Seven terdengar halus, tetapi menyimpan luka di baliknya.

Alisha mengangukkan kepala secara pelan. "Ya. A-aku yang salah jadi aku harus bertanggung jawab."

"Bagus." Seven berkata dengan nada kesal, "lanjutkan," tambahnya ketika Alisha mendongak padanya.

"Saat aku bangun aku sudah di apartemen dan Tuan Asher langsung memarahiku. Satu hari kami saling mendiami, mungkin dia kec
CacaCici

Selamat membaca dan semoga suka dengan 4 bab hari, MyRe. Dukung terus novel kita dengan cara vote gem, hadiah, dan ulasan manis. Sehat selalu buat kalian semua. Papai! IG:@deasta18

| 17
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
CacaCici
Seharusnya Alisha memang harus jujur kan yah, Kak. (⁠〒⁠﹏⁠〒⁠)
goodnovel comment avatar
lullaby dreamy
ini Alisha bklan jujur gak yah ke Aeza kalo dia adik Alaric ?! kalo ga cerita ke Aeza, fix bklan smakin salah paham . smoga Alisha jujur ke Aeza sblm Aeza malah ngambil kputusan yg salah efek salah paham .
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    188. Membawa Kekasih ke Rumah

    "Tu-Tuan membaca novelku?" gugup Anaya, berhenti menangis dan membiarkan pipinya basah. Masalahnya tangannya terikat ke belakang, jadi dia tidak bisa mengusap air mata di pipi. Dominic tiba-tiba berdiri dari kursi. Senyuman miring kembali menghias bibir pria itu, membuat Anaya merinding dan semakin takut. "Bukan hanya membaca, tetapi sekarang aku ingin memerankan karakter Dominic De Evil," ucap Dominic, tiba-tiba melepas alroji di pergelangan tangan lalu beralih membuka bajunya sendiri. Deg deg deg' Jantung Anaya berdebar tak karuan, tubuhnya sudah panas dingin, dan wajahnya pucat pasi. "Ma-maksud Tuan?" gugup Anaya, kembali menjatuhkan bulir kristal–ketakutan lagi-lagi menyelimuti, kali ini terasa lebih mencekik sehingga rasanya Anaya sulit bernapas dan kepalanya mulai sakit. "Kau akan berperan sebagai Aza." Dominic berkata rendah, naik ke atas ranjang dan mendekat pada Anaya yang sudah gugup dan tegang. "Sebagai penulis dari novel tersebut, seharusnya kau tahu, bukan, apa s

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    187. Tuan Membaca Novelku?

    "Kalau kalian ingin berbicara, yah silahkan," ucap Anaya dengan nada yang terkesan ketus, dia merampas kopernya dari Dominic–untungnya berhasil. Kemudian Anaya segera pergi dari sana. "Anaya," panggil Elma, akan tetapi Anaya sama sekali tidak mendengar dan malah terkesan mengabaikan. Adiknya tersebut malah mempercepat langkah. "Tuan, mohon maaf atas sikap adik saya. Dia memang kurang sopan dan mood-mood-an," ucap Elma, tak enak hati atas sikap adiknya tadi. Dominic tak mengatakan apa-apa, segera masuk ke mobil."Tuan, anda ingin ke mana, maksudku Tuan belum mengatakan tujuan Tuan datang ke sini. Takutnya ada hal penting," ucap Elma cepat, cukup cemas karena Dominic bergegas pergi. Padahal pria ini belum mengatakan satu kata pun padanya. Dominic yang sudah dalam mobil, menurunkan kaca mobil supaya bisa melihat Elma yang ada di luar. "Tujuanku datang ke sini sudah pergi dan kaulah yang membuatnya pergi," ketus Dominic, "mengganggu kesenanganku saja!" tambahnya sambil menaikkan kemb

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    186. Berciuman

    "Kau mau ke mana?" tanya Dominic, menatap sekilas pada koper Anaya laku mengamati wajah sendu perempuan itu. Anaya menoleh ke sekitar, memastikan kalau Dominic berbicara padanya. Setelah itu, dia menunjuk diri sendiri. "Aku, Tuan?" tanya Anaya pelan, takut kalau bukan dia yang Dominic ajak bicara. "Bukan. Tapi setan di belakangmu!" ketus Dominic. Anaya sontak menatap ke arah belakang, cukup merinding karena Domonic mengatakan setan."Kau, Stupid!" kesal Dominic. "O-oh." Anaya ber-oh-ria, dia menggaruk pipi karena canggung dan kikuk. 'Perasaan nih orang ada di mana-mana. Aku berasa seperti ditempeli dedemit saja. Soalnya nih orang bikin merinding.'"Aku ingin ke tempat kerjaku," jawab Anaya seadanya. "Ke tempat kerja membawa koper?" Dominic menyandar pada sisi mobil, bersedekap di dada sambil menatap datar ke arah Anaya. "Ada barang penting di sini," alibi Anaya. 'Selain kayak dedemit, nih orang kepo banget yah. Padahal yang dengar dari orang-orang, dia orang yang cuek banget. Ta

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    185. Pergi dari Rumah

    "O-oh." Anaya menggaruk tengkuk, ber-oh-ria dengan ekspresi muram dan masam. 'Apa coba maksudnya ngomong begitu?' batin Anaya, menahan rasa kesal pada Dominic. "Saya pamit, Tuan," ucap Anaya, membungkuk sejenak pada Dominic lalu segera pergi dari sana. Namun, tiba-tiba saja tangannya dicekal oleh Domonic. Pria itu menahan dirinya supaya tidak pergi. "Ada apa yah, Tuan?" tanya Anaya dengan raut muka masih menahan dongkol. "Kurasa keluarga Yodian tidak semiskin itu sampai kau harus mengenakan pakaian orang lain," ucap Dominic dengan nada mencekam, menatap dingin ke arah Anaya. Tatapannya seolah menelanjangi Anaya, membuat Anaya merasa terancam dan gugup. "Aku yang miskin, Tuan," dongkol Anaya, melepas kasar cekalan tangan Dominic dari pergelangan tangannya lalu segera pergi dari sana dengan ekspresi kesal setengah mati. Namun, lagi-lagi Dominic menahannya. Kali ini pria itu menghadangnya. Anaya menghela napas lalu memutar bola mata secara malas. "Ada apalagi, Tuan?"

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    184. Kau Tak Pantas Untuknya

    "Wei!" Anaya memberontak, melepas pelukan dari pria aneh ini. Setelah lepas dari pria itu, Anaya menyilangkan tangan di depan dada sambil menatap marah pada pria tersebut. "Apa-apaan kamu!" kesal Anaya. Wajah Anaya sudah merah, geram sebab tak terima pria ini memeluknya. Namun, saat dia memperhatikan lebih teliti pria yang mengenakan topi, Anaya seketika melebarkan mata dan wajahnya seketika pucat pasi. Awalnya Anaya kurang mengenali karena pria ini mengenakan topi dan membelakangi lampu jalan–pria ini menghalangi cahaya sehingga wajahnya kurang jelas. Namun, saat Anaya perhatikan lebih teliti, dia mengenali siapa pria ini. "Tu-Tuan Dominic?" gugup Anaya, menjauhkan tangan yang menyilang dari dada sambil menoleh ke sana kemari. Dominic tiba-tiba memeluknya. Tapi kalau Anaya pikir lagi rasanya tidak mungkin, pria ini membencinya. Pasti Dominic salah orang. "Apa yang kau lakukan di sini?" dingin Dominic, menutupi wajah cemas dengan ekspresi flat dan tatapan tajam. "Aku, Tuan?" An

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    183. Sebuah Kekhawatiran Domonic

    "Yang kau sebut Kakek nenek itu orang tuaku. Jadi sama saja!" ketus Luke. "Hahaha … Ayah lucu yah," respon Anaya, lagi-lagi tertawa hambar dan getir. "Udahal, aku cape. Kalau memang Ayah tidak mau bantu aku, tidak masalah. Toh, aku sudah biasa menyelesaikan masalahku sendirian. Aku kan …-" Anaya mengedikkan pundak, berkata dengan parau dan lagi-lagi dengan air mata yang berjatuhan. Anaya tak melanjutkan perkataannya, segara beranjak dari sana sambil tertawa getir. "Anaya, kalau kamu memohon dan bicara baik-baik ke Ayah, mungkin Ayah mau mempertimbangkan," seru Tifany, cukup kasihan pada putri ke-duanya tersebut. "Aku tidak sudi menolong anak sialan itu!" ucap Luke dengan nada ketus dan kesal. Anaya yang masih mendengar, seketika berhenti melangkah. Dia membalik tubuh, menatap ke arah seluruh keluarganya lalu berakhir menatap ke arah ayahnya. "Tenang saja, Pak Luke Yodian, sekalipun aku mati karena masalah ini, aku juga tidak akan mau meminta tolong padamu. Percuma soalny

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status