Home / Romansa / Terlena! Tusukan Mas Juki / Bab 164 ternyata masih normal

Share

Bab 164 ternyata masih normal

Author: Miss Luxy
last update publish date: 2026-08-27 19:02:42

Ana langsung mengajak suaminya menemui dokter obgyn dan kesuburan. Kebetulan sekali dokter itu juga teman Julian. Namanya dokter Boynche.

"Selamat siang, dokter!" sapa Ana pada dokter Boynche yang masih menundukkan kepalanya melihat beberapa hasil tes lab beberapa pasiennya.

Mendengar suara Ana, dokter Hendra segera menegakkan kepalanya. Pria itu melihat laki-laki dan perempuan datang kepadanya. Namun ia terkejut saat melihat pria yang datang bersama wanita itu.

"Selamat siang, Nyonya!" jawab
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 176 itunya juga sama

    Hampir saja jantung Julian copot. Susah payah dirinya berusaha keluar dari rumah Soraya. Justru ada yang memergokinya. Pria itu terdiam sesaaat, ia belum berani membalikkan badannya. Hingga akhirnya, pria itu dibuat lega ketika ia mendengar suara wanita yang sangat dikenalinya."Mas, kamu masih di sini?"Ya, itu adalah suara Nadine. Julian spontan menoleh dan akhirnya ia melihat Carlota yang sedang berdiri di samping Nadine."Carlota! Kamu kok ada di sini?" tanya Julian nampak gugup dan sedikit malu."Ya saya ke sini karena saya resign jadi pelayan Bapak, saya udah nggak cocok lagi bekerja untuk Nyonya Ana. Maaf Pak, saya belum pamitan dulu sama Bapak, saya langsung ke sini aja, Bu Soraya bersedia kok menampung saya!" jawab Carlota apa adanya."Oh, jadi begitu! Nggak masalah, kamu boleh bekerja di sini, selagi Soraya bersedia, aku sih terserah kalian. Senyamanmu saja!"Julian nampak manggut-manggut. Lalu, Carlota bertanya lagi kepada pria itu. Tapi kali ini pertanyaanya cukup membuat

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 175 ditelanjangi Pak Julian

    Ana langsung memaki-maki Soraya saat wanita itu menyindirnya minta sumbangan."Hei perempuan gatal! Minta sumbangan pala lu! Di mana Mas Julian kamu sembunyikan? Cepat bawa dia padaku!" seru Ana dengan paksa. Soraya tertawa kecil mendengarnya."Suamimu hilang kok datang padaku? Mana aku tahu dia ada di mana!" jawab Soraya dengan santainya."Cuih! KAmu pikir aku percaya? MInggir! Biar aku yang cari sendiri!" Ana memaksa untuk masuk ke dalam rumah Soraya. Namun segera Carlota menarik tangan wanita itu."Nyonya, sebaiknya Anda pulang! Jangan bikin malu. Pak Julian nggak ada di sini!" ucap Carlota sambil terus menahan tangan Ana. Spontan Ana menepis tangan Carlota dengan ketus."Ck! Pelayan nggak tahu diri! Kamu pasti sudah bersekongkol dengan perempuan ini, iya, kan?" umpat Ana dengan menatap Carlota dan Soraya secara bergantian.Carlota benar-benar melindungi Nadine dari serangan Ana. Wanita itu berdiri di depan Nadine dan tidak akan membiarkan Ana menyakiti sang majikan."Saya tidak ak

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 174 melabrak

    Akhirnya Carlota tahu kenapa suara Nadine yang terdengar mendesah seperti sorang yang sedang kepedasan. Ia yakin sekali jika Julian bersama wanita itu. Benar saja, saat Ana sudah tiba di rumah Soraya, wanita itu langsung menggedor pintu rumah Soraya tanpa memerdulikan keberadaan Carlota di sana. "Woi, Soraya! Cepat suruh keluar suamiku! Aku tahu dia ada di dalam. Kembalikan suamiku dasar lonte!" teriak Ana dengan keras. Carlota yang berada di sana, wanita itu pun lebih membela Nadine daripada Ana, karena sudah jelas jika Soraya adalah Nadine. "Nyonya nyari Pak Julian? Pak Julian nggak ada di rumah Bu Soraya!1" sahut Carlota. Ana menoleh dengan penuh emosi. "Aku nggak nanya kamu!" sahut Ana dengan ketus. "Anda memang nggak nanya, tapi dari tadi saya ada di sini dan Pak Julian memang nggak ke mari!" imbuh Carlota lagi. "Halah! Nggak usah kamu menutupi kebusukan wanita itu. Aku sangat yakin sekali jika suamiku ada di rumah perempuan sialan ini!" kata Ana yakin. "Memangnya Nyon

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 173 kepedasan

    Julian mengentikan gerakannya sejenak saat mendengar dering ponsel Soraya yang ada di samping wanita itu. Soraya langsung meraih ponselnya dengan satu tangannya. Sedangkan tangan lainnya mencengkeram tangan Julian dengan kuat karena Julian masih melanjutkan aktivitasnya.Sambil menahan nikmat, Soraya melihat ke layar ponelnya siapa yang sedang menghubungi dirinya."Carlota!"Julian semakin cepat menggerakkan pinggulnya saat nama Carlota disebut, pelayannya itu tidak akan peduli dengan apa yang sedang dilakukannya. Justru, Carlota pasti akan mendukung perelingkuhan Julian dan Soraya."Ah, Mas. Pelan-pelan, aku mau angkat telepon dulu. Carlota meneleponku!" ucap Soraya sambil menggigit bibirnya. Di sisi lain, Julian cuma tersenyum. Wajahnya yang bergairah tidak bisa membuat pria itu berhenti."Angkat saja!" jawab Julian dengan suara mendesah. Soraya tersenyum dan mengikuti perintah suaminya.Sementara itu Carlota masih sabar menunggu Nadine mengangkat teleponnya. Karena ia sangat yain s

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 172 masih mencintai istri pertamanya

    Julian mengikuti perintah Soraya. Pria itu mempercepat ritme gerakan pinggulnya. Bahkan sesekali ia memutar lalu menghujam dasar rahim Soraya yang berkedut. "Ah, ya...begitu, sayang!" sahut Soraya disela-sela kenikmatan yang diberikan oleh suaminya. Di tempat lain, Nyonya Ratih mulai berkemas untuk pergi ke rumah anak dan menantunya. Hal itu dilkukaannya karena wanita itu mendapatkan laporan dari sang menantu tentang tetangga baru mereka yang genit. Pak Andi, suaminya nampak bertanya kemana sang istri akan pergi. "Mama mau ke mana?"Tanpa menoleh dan masih sibuk mengemasi bajunya, NYonya Ratih menjawab dengan nada kesal."Mama mau nginep di rumah Julian. Tadi mantu kita telepon kalau ada tetangga baru mereka sengaja ingin mengganggu suaminya. Nggak mungkin dong mama diam saja. Mama pasti damprat tuh perempuan biar rumah tangga anak kita tidak diganggunya."Rupanya pengakuan sang istri tidak serta merta membuat Pak Andi percaya. Karena pria itu lebih percaya dengan sang anak. Memang

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 171 jangan terlalu dekat

    "Kamu tunggu di sana dan jangan datang ke sini!" kata Julian lagi sebelum pria itu benar-benar pergi ke rumah Soraya. "Aku akan terus menunggumu!" Jawab Soraya dengan suara manjanya. Setelah itu, Julian memastikan dulu sang istri tidak mengetahui kepergiannya. Pria itu pergi secara diam-diam dengan melewati jendela kamarnya. Kebetulan jarak kamar Julian dengan kamar Soraya cuma lima meter saja dan terhalang tembok rendah. JUlian memastikan di luar tidak ada yang melihatnya. Setelah dirasa aman, pria itu mulai membuka jendela kamarnya. Ia memperhatikan sekeliling terlebih dahulu sebelum melngkah lebih jauh. "Sepertinya sudah aman, Ana pasti ada di kamarnya!" Segera, Julian pergi ke rumh Soraya dengan melompat pagar terlebih dahulu. Suasana sangat sepi, sangat mendukung aksi Julian untuk mendatangi Soraya. Semenetara iru Ana sudah berada di kamarnya, wanita itu terlihat begitu kesal dengan perlkuan Julian kepadanya. "Hah! Sialan. Aku nggak bisa biarkan perempuan itu menang. Aku pas

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 1 tusuk aku saja

    "Aduhhh, susah amat nusuknya, alot bener nih daging sampai pegel tangan!" Juki menggerutu saat ia sedang menusuk daging kambing yang teksturnya cukup keras. Seperti biasa Juki selalu membuat puluhan tusuk daging sapi dan kambing untuk dagangannya sebagai tukang sate. Namun tiba-tiba... "Daripada

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 4 bawa ular ke kamar

    Juki hampir saja keceplosan. Pemuda itu segera meralat jawabannya pada pelanggan setianya."Eh maaf, maksudnya saya sedang sibuk bikin sate di rumah Tante Nadine. Jadi, mohon dimaklumi. Besok saya udah jualan lagi kok!"Akhirnya pelanggan Juki mengerti. Pemuda itu hampir saja mengatakan sesuatu yan

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 3 sibuk nusuk

    "Ba-baik, Tante!" jawab Juki. Nadine sendiri juga bingung. Sungguh, wanita itu nampak gusar seolah ia juga sangat gugup."Ya ampun, bisa kah aku melakukannya? Aku takut sekali. Hah, kalau saja Oma nggak maksain aku buat punya anak. Aku nggak bakalan ngelakuin hal gila kayak ini. Apalagi sama cowok

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 2 lampu kamar harus mati

    “Diafff kamfu!” teriak Nadine lagi. Kali ini Juki berusaha untuk tidak tertawa meskipun ia ingin sekali tertawa mendengar jawaban wanita itu. Konyol, ini sangat konyol. Bagaimana nanti jika dirinya jadi hidup serumah dengan wanita itu, pasti hari-harinya dipenuhi dengan kegilaan. “Iya, iya, maafk

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status