Home / Romansa / Ternyata Suami Orang / Dafa kecelakaan

Share

Dafa kecelakaan

Author: Riani
last update Last Updated: 2025-11-25 16:00:00

“Oke sekali lagi terima kasih,” ucap Dafa

Ia melihat evelyn yang mulai menjauh, awalnya Dafa ingin menolak ajakan Evelyn untuk bertemu tapi entah kenapa hatinya mengatakan bahwa dirinya harus menerima tawaran gadis itu.

Dan ternyata Evelyn membawa surprise untuknya.

“Sial! Awas saja kau Kayla!” Kemarahan memuncak dalam diri Dafa. Genggaman tangannya mengeras, mencengkeram kekosongan di udara saat bayangan kelakuan bejat Kayla melintas. Minuman yang dingin itu terabaikan, tak disentuh sedikitpun di atas meja.

Suara nyaring dari kafe itu dentuman musik dan tawa para pengunjung melayang, tak tertangkap oleh indra pendengarannya. Fokus Dafa telah sepenuhnya ditarik masuk ke dalam pusaran ingatannya yang pahit.

Dafa segera menyambar kunci motornya dan tanpa pikir panjang, ia meninggalkan kafe itu. Jalanan malam yang lenggang memberinya izin ia memacu motornya dengan kecepatan penuh, membiarkan angin membelah amara
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ternyata Suami Orang   Rasa sesak Kayla

    Evelyn melotot geram. Tatapannya seolah ingin mengusir Bima yang tiba-tiba datang mengganggu, padahal ia sedang berada di tengah percakapan krusial dengan Dafa. Bima membalas tatapan tajam itu dengan senyum serba salah. Menyadari dirinya adalah pengganggu, ia segera berbalik dan melangkah pergi tanpa kata. Setelah gangguan itu pergi, mendung di wajah Evelyn berganti cerah. Tatapan tajamnya yang tadi menghujam Bima kini melunak, kembali menyiratkan kehangatan khusus hanya untuk Dafa. “Emm Dafa aku harap kamu mau terima tawaran aku karena kalau enggak kamu pasti nyesel,” ucap Evelyn. Dafa mengernyitkan dahi, “Kenapa nyesel?” “Karena kapan lagi kamu bisa kerja sama cewek secantik aku hehe,” Sambil memainkan ujung rambutnya dengan jemari, Evelyn mengerlingkan sebelah matanya ke arah Dafa. Aksi spontan itu begitu manis sekaligus menggoda, hingga sukses membuat Dafa terbengong di tempa

  • Ternyata Suami Orang   Penolakan Dafa

    “Dafa aku minta maaf sebelumnya tapi aku cuma pengen kamu,” Evelyn tak membiarkan jarak tercipta di antara mereka. Tatapannya begitu dalam, menghujam langsung ke netra Dafa dengan permohonan yang tulus. Tangannya masih mengunci jemari pria tampan itu. Evelyn terpaku saat Dafa langsung melepaskan genggamannya dengan gerakan kaku. Pria itu sedikit bergeser, menghindari sentuhannya seolah-olah tangan Evelyn adalah sesuatu yang asing, meninggalkan rasa dingin yang mendadak di jemari Evelyn. “Aku gak bisa dan aku harap kamu ngerti aku bukan orang yang bisa diandalkan,” tegas Dafa. “Dafa please aku gak mau yang lain aku cuma minta kamu dan daddy udah nunggu janji aku, aku gak mungkin bikin daddy kecewa Dafa, aku mohon sama kamu. Kamu mau ya pleaseee…” ucap Evelyn dengan nada memohon. Ia mengatupkan kedua tangannya di depan dada, sebuah gestur pengharapan yang tulus agar Dafa bersedia menerima tawarannya. “Kamu bisa cari kandidat

  • Ternyata Suami Orang   Genggaman tangan

    Dafa terdiam sejenak mendengar permintaan Evelyn yang aneh menurutnya. Keheningan tiba-tiba menyergap di antara mereka, menyisakan suara detak jantung Dafa yang mulai berpacu karena rasa ragu yang mendalam. “Kenapa? Maksudnya kenapa kamu tiba-tiba minta aku jadi sekertaris kamu?” Tanya Dafa. “Waduhh iya juga ya aku lupa kalau aku punya informasi Dafa, dia pasti heran aku minta dia jadi sekertaris aku kenapa aku bego banget sih,” gumam Evelyn dalam hatinya. Sekarang Evelyn merasa kikuk ia merutuki kegugupan yang kini membuatnya ingin menghilang dari sana. “Ehm begini Dafa, aku hanya ingin membantu kamu aja kok itu aja iya gitu maksud aku.” Namun, di balik kegugupan itu, sesuatu tampak sangat jelas di mata Dafa. Ia menyipitkan matanya, menatap Evelyn dengan tajam seolah sedang berusaha menembus topeng yang coba gadis itu pertahankan. “Kamu pikir aku percaya?” Melihat wajah Dafa yang mendadak serius, nyali Evelyn menciut. Kegugupannya naik dua kali lipat, membuatnya merasa

  • Ternyata Suami Orang   Keterkejutan Dafa

    Awalnya Dafa berniat menghabiskan waktu lebih lama di luar, tapi rencana itu batal saat Evelyn meneleponnya. Evelyn memintanya segera pulang karena ada hal penting yang harus dibicarakan. Dafa menepuk pelan motornya, “Ck! Baru aja mau cari duit udah disuruh balik lagi.” “Kenapa lo Daf?” Tanya Cecep yang duduk disamping Dafa. “Gak apa-apa Cep, gue balik lagi deh ada perlu.”“Wahh lo gak asik nih masa gue sendirian lagi,” keluh Cecep.“Nanti kalau urusan selesai gua balik lagi deh,” Dafa segera beranjak dan berdiri dari tempat duduknya. Tanpa membuang waktu, ia melangkah lebar menuju parkiran, menaiki motornya, dan menyalakan mesin yang menderu.Hanya dalam hitungan menit, Dafa sudah tiba di rumah. Di sana, matanya langsung tertuju pada sebuah mobil mewah yang terparkir tepat di depan pintu utama. Kehadiran kendaraan mahal itu seolah menjelaskan mengapa suara Evelyn di telepon tadi terdengar begitu mendesak.

  • Ternyata Suami Orang   Keputusan Evelyn

    “Kenapa kamu senyum-senyum?” Tanya daddy Jason. “Soal sekertaris daddy tenang aja biar aku cari sendiri,” ucap Evelyn sembari senyum-senyum sendiri yang tersungging di bibir Evelyn sukses membuat Daddy-nya merasa heran sekaligus curiga. “Daddy tidak yakin,” ucap daddy Jason. “Please dad kali ini percaya pada Eve, jika daddy tidak menuruti Eve maka Eve pun tidak akan menuruti daddy,” Evelyn segera memasang wajah serius. Ia memberikan jawaban yang begitu tegas pada Daddynya.Sambil memijat pangkal hidungnya, Daddy Jason membuang napas kasar. Meski hatinya menolak keras keputusan Eve, ia tahu kali ini ia harus menurunkan egonya dan memilih untuk mengalah.“Oke, tapi jika pilihanmu mengecewakan kau harus ikut apa mau daddy,” ucap daddy Jason.“Kali ini daddy harus percaya pada Eve, karena pilihan Eve gak akan mengecewakan daddy,” ujar Evelyn dengan pongahnya.Daddy Jason tidak menjawab. Ia hanya menyandarka

  • Ternyata Suami Orang   Perhatian bi Asih

    Sang surya mulai terbangun dari peraduannya, menyelinap di antara celah awan untuk menghangatkan dunia yang baru saja terjaga. Setelah selesai membersihkan diri, Dafa segera mengenakan pakaiannya. Meski rasa perih masih terasa di beberapa bagian tubuh, ia tetap memaksakan diri untuk berangkat bekerja. Tepat saat Dafa merapikan pakaiannya, notifikasi di ponselnya berbunyi. Ia mengecek layar dan mendapati nama Evelyn di sana. [Selamat pagi Dafa, bagaimana lukamu apa kamu butuh sesuatu?] Senyum tipis tersungging di wajah Dafa saat ia membaca pesan dari Evelyn. [Pagi Evelyn, Aku baik-baik aja kok.] Dafa memasukkan ponsel ke dalam sakunya, lalu melangkah keluar. Begitu membuka pintu, ia terkejut mendapati Bi Asih sudah be

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status