Home / Romansa / Terpaksa Dinikahi Duda Anak Dua / 2. Dipenjara atau menikah

Share

2. Dipenjara atau menikah

Author: Maisa Queen
last update Last Updated: 2025-12-02 06:08:17

Happy Reading 🎈

••••

‎"APA?! Menikah dengan Bos Papa?! Tidak mau! Papa, ini lelucon, kan?! Aku masih kuliah Pa! Aku bahkan sudah punya pacar! Papa tidak bisa melakukan ini padaku!" Virly menolak mentah-mentah.

‎Reaksi Virly sama sekali tidak menggoyahkan Arsen. Ia bangkit dari sofa, menjulang tinggi di atas keluarga yang sedang hancur itu.

‎"Aku tidak peduli kau punya pacar atau masih kuliah. Kau punya waktu satu hari untuk memutuskan, Nona Virly." Arsen berkata dengan suara dingin, tegas, dan menindas.

‎Ia melangkah maju, memaksa Virly mendongak untuk menatapnya.

‎"Menikah denganku, dan hutang ayahmu lunas. Atau, ayahmu masuk penjara besok, dan semua asetmu akan kuserahkan ke bank. Aku hanya butuh ibu untuk kedua anakku. Aku tidak butuh drama cintamu."

‎"Kau tidak boleh seenaknya! Kau tidak bisa membeli hidup orang lain seperti ini! Ini tidak adil!" Teriak Virly marah.

‎"Keadilan? Keadilan adalah hutang yang harus dibayar. Sekarang pilihan pembayaran ada di tanganmu. Pikirkan baik-baik. Waktu terus berjalan, Nona." Arsen menatap Virly tanpa ekspresi.

‎"Aku tidak mau menikah dengan mu. Lagian kau sudah tua." Virly berucap sarkas karena kesal.

‎"Jaga ucapan mu. Umurku masih 30 tahun, matamu saja yang rabun." balas Arsen tak terima dikatai tua.

‎"Pokoknya aku tidak mau. Cari saja perempuan di luaran sana yang jauh lebih cantik dan yang mau dengan mu." Virly tetap menolak dengan keras.

‎"Yang mempunyai hutang kepadaku hanya keluarga mu. Jadi, jangan mengatur ku jika tidak bisa membayar utang papa mu." Arsen menatap Virly dengan sorot mata yang tajam.

‎"Virly, sudah nak. Jangan berdebat dengan tuan Arsen." Bu Anisa mencoba menenangkan Virly.

‎"Tapi aku tidak mau mama! Aku tidak mau menikah dengan orang yang tidak ku kenal." Virly menatap Mama nya memelas.

‎"Mama minta maaf nak, harusnya Mama tidak sakit, agar tidak menyusahkan keluarga kita."

‎"Mama jangan ngomong gitu!" Virly memeluk mama nya sedih.

‎Karena malas dengan drama yang di depannya, Arsen menoleh sekilas ke arah Pak Bagas dan Bu Anisa, memberikan tatapan final.

‎"Besok saya akan ke sini lagi."

‎"Jangan pernah datang kesini lagi. Aku tidak menerima tamu sombong seperti mu." Virly langsung menjawab ucapan Arsen, ia tidak tidak mau lagi melihat muka Arsen yang pongah menurutnya.

‎"Berani sekali kau. Kalau tidak mau aku datang ke sini lagi, bayar semua hutang papa mu sekarang juga." jawab Arsen menantang.

‎"Aku akan membayar semuanya, tapi beri aku waktu." Virly mencoba bernegosiasi.

‎Arsen menatap Virly datar, merasa tertantang dengan keberanian gadis di depannya.

‎"Baiklah! Aku beri waktu untuk mu melunasi nya. Jika kau mampu maka pernikahan nya akan dibatalkan"

‎"Benarkah? Aku akan berusaha semaksimal mungkin. Aku janji Tuan Arsen yang terhormat." Virly seketika tersenyum, karena merasa mendapatkan kesempatan untuk menghindari pernikahan yang Arsen katakan tadi.

‎"Besok saya kesini, dan uang harus ada semuanya tanpa kurang sedikitpun. Jangan hanya membual kalau tidak mampu." Arsen menatap Virly meremehkan.

‎Dengan kata-kata itu, Arsen melangkah pergi. Ia keluar rumah, meninggalkan keheningan mencekik. Raungan mesin mobilnya yang mewah terdengar, kontras dengan isakan Bu Anisa yang kini memeluk Virly erat-erat.

‎Virly berdiri di tengah ruang tamu, tubuhnya kaku. Ia adalah seorang gadis yang baru saja dicabut dari kehidupannya, dipaksa memilih antara kebebasannya atau kehancuran keluarganya.

‎Virly mendorong ibunya pelan, menatap ayahnya.

‎"Pa... tolong katakan ini tidak benar. Papa tidak akan mengorbankan aku, kan? Aku tidak mau menikahi pria itu! Dia dingin dan kejam! Aku tidak mau jadi 'ibu' untuk anak-anaknya!" Mohon Virly.

‎Rasanya dunia hancur seketika ketika mendapatkan kejadian yang baru saja terjadi, rasanya seperti mimpi.

‎Pak Bagas menutup wajah dengan kedua tangan, merasa gagal sebagai kepala keluarga.

‎"Maafkan Papa, Nak... Maafkan Papa. Ini satu-satunya jalan. Kalau tidak, Papa dipenjara, dan Mama... Mama tidak akan kuat kalau Papa tidak ada..."

‎"Tapi aku sudah punya pacar Ma! Pa! Bagaimana dengan pacarku?" Virly menghapus Air matanya merasa pusing dengan semuanya.

‎Dalam hitungan menit, semuanya langsung berubah. Ia yang baru saja merasakan salah tingkah karena pacaran dengan orang yang ia taksir, tapi seketika keadaan menjungkir balikkan semuanya tanpa meminta persetujuan darinya.

‎Virly menoleh ke ibunya. Air mata mengalir di pipi ibunya yang sakit. Dalam tatapan Bu Anisa, Virly melihat cinta dan ketakutan yang mendalam. Ia menyadari, ayahnya tidak punya pilihan.

‎Pilihan itu sepenuhnya ada padanya, dan pilihan itu akan menghancurkan salah satu dari dua hal, dirinya atau keluarganya.

‎"Maafin papa nak. Papa tidak becus jadi orang tua." Pak bagas menunduk lemah.

‎"Sial! Kenapa hidupku harus berakhir seperti ini?!" Virly berteriak frustrasi, menggenggam rambutnya.

‎Gadis itu berlari kembali ke kamarnya, meninggalkan kedua orang tuanya yang hanya bisa menangis dan memohon maaf dalam keheningan rumah sederhana itu.

‎"Ini tidak mungkin." Virly menggelengkan kepalanya tak percaya.

‎"Reno! Aku harus bagaimana." Ia kembali menangis mengingat hubungan mereka yang baru menetas.

‎•••••••√

Setelah urusan transaksionalnya dengan keluarga Pak Bagas, Arsen kembali ke rumah. Begitu pintu tertutup, keheningan mencekiknya.

‎Arsen tidak ingin berlarut dalam jurang kepedihan dan amarah akibat konfrontasinya dengan Vina. Ia mendongak, merasakan tanggung jawab yang lebih besar memanggilnya, yaitu anak-anaknya.

‎Ia segera melangkah cepat menuju tangga, naik ke lantai atas. Bahkan sebelum mencapai pintu kamar, ia masih bisa mendengar suara isakan kecil yang belum juga berhenti.

‎Hatinya mencelos. Rasa bersalah karena membiarkan anak-anaknya menderita karena pertengkarannya dengan Vina semakin membebani pundaknya.

‎Ia membuka pintu kamar tidur anak-anak dengan sangat perlahan. Di dalam, suasana lebih hangat dan tenang dibandingkan dinginnya ruang tamu. Kayla, sudah tertidur pulas di ranjangnya, wajahnya masih menyisakan jejak air mata, terlihat lelah setelah menangis terlalu lama.

‎Di ranjang sebelah, Kayvan yang sedang ditimang pelan oleh Bi Lastri. Balita itu tampak lesu, matanya merah, dan ia bersandar lemah di bahu wanita paruh baya itu.

‎Ya, Kayvan sedang demam. Dan jika ada yang bertanya apakah Vina peduli? Tentu saja tidak.

‎Melihat kedatangan papanya, Kayvan yang sedari tadi merengek pelan tiba-tiba mengeluarkan isakan yang lebih keras. Ia mengangkat tangan kecilnya ke arah Arsen, matanya memohon.

‎"P-Papa... Pa-pa..." Kayvan merengek, suaranya terdengar serak.

‎Rasa benci dan amarah Arsen menguap seketika, digantikan oleh gelombang kasih sayang dan rasa kasihan. Ia segera melangkah, meraih Kayvan dari gendongan Bi Lastri.

‎Arsen mengambil Kayvan dan menimang anak bungsunya itu. Ia menyadari betapa kaku dirinya. Ia memang jarang berinteraksi dengan anak-anaknya secara intim, selalu merasa canggung. Malam ini, ia harus meruntuhkan dinding kecanggungan itu.

‎Arsen menimang perlahan, suaranya berusaha selembut mungkin. "Shhh... Papa di sini, Nak. Sudah, jangan menangis lagi. Ada Papa."

‎Arsen menyentuh kening Kayvan dengan punggung tangannya. Hangat. Kayvan demam cukup tinggi.

‎Arsen mngusap dahi Kayvan lembut. "Di mana yang sakit? Jagoan papa! Bilang sama Papa."

‎Kayvan memegang tangan kecilnya ke dahi Arsen, lalu menunjuk dahi nya sendiri, menunjukkan tempat yang sakit.

‎"Di sini... berat, Papa. Kayvan capek..." Kayvan mendekap leher Arsen dengan isakan kecil.

‎•••√√√√

‎Jangan lupa vote dan komentar yaa

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Terpaksa Dinikahi Duda Anak Dua    20. Om-om

    Hai🔥💙Ayok bantu votee dan komenn yang buaanyakkk🥳🥳 Bantuin Promosiinn juga boleh yaa😋😋Happy Reading 🎈 ••••"Sudah, pulang sana!" Desak Virly.Reno mengangguk. "Bye, Sayang!"Virly melambaikan tangan setelah kepergian Reno.Jantung Virly berdegup kencang saat matanya menangkap mobil Arsen yang sudah terparkir di depan pagar. "Sial, semoga Mas Arsen tidak melihat adegan pelukan tadi. Matilah aku!" Ia segera berjalan mendekati mobil itu, membuka pintu depan, dan duduk di samping Arsen."Mas." Virly mencoba tersenyum.Ia mengulurkan tangannya untuk salim pada Arsen. Arsen menerima uluran tangan Virly. Virly menempelkan punggung tangan suaminya ke pipinya, melirik Arsen yang menatap nya datar, lalu melepaskan tasnya.Arsen menjalankan mobil tanpa berkata apa-apa.Virly melepaskan dasi yang mencekik lehernya."Mas, ada air minum? Aku haus. Airku habis."Arsen mengambil tumbler yang tersedia di mobilnya dan menyerahkan ke Virly. Virly minum dengan hati-hati dan mengembalikan tumb

  • Terpaksa Dinikahi Duda Anak Dua    19. Double Date

    ‎Hai💙💙‎Ayok bantu votee dan komenn yang buaanyakkk🥳🥳 Bantuin Promosiinn juga boleh yaa😋😋‎••••••Arsen mengedikkan bahu, pura-pura tidak mengerti. "Terus aku harus apa? Sebagai seorang ibu, harusnya kau bisa mengurus anakmu.""Aku sebentar lagi akan terlambat!"Virly berharap Arsen mengerti."Aku juga mau pergi bekerja. Bukan cuma kamu yang ada kegiatan." Jawab Arsen sarkas.Mendengar jawaban Arsen yang seolah tak mau membantunya, Virly hanya diam saja. Rasanya percuma meminta tolong kepada manusia seperti Arsen.Ia kembali menjauh dari Arsen, duduk di meja makan, dan menepuk-nepuk punggung Kayvan dengan pelan."Baiklah. Kalau Kay tidak mau ditinggal, aku libur saja hari ini. Arsen, kau memang menyebalkan, tapi aku tidak akan membiarkan anakmu menderita karenamu." Batinnya.Keputusannya telah bulat. Virly pasrah melewatkan kuliah, demi menenangkan anak yang ia jaga.Melihat Virly hanya diam di meja makan, memeluk Kayvan, Arsen menghela napas. Ia berjalan mendekati Virly.Arsen b

  • Terpaksa Dinikahi Duda Anak Dua    18. Drama Pagi

    ‎Hai💙💙‎Ayok bantu votee dan komenn yang buaanyakkk🥳🥳 Bantuin Promosiinn juga boleh yaa😋😋‎‎Selamat membaca bagi yaa gaysss. Votee dan komen yang banyak ya! Spam dengan emot ini dulu biar semangat 💙💙 💙 💙 💙 ‎‎💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙‎‎••••••Pagi hari, sekitar pukul 05:30, sebelum anak-anaknya bangun, Virly sudah terbangun terlebih dahulu. Ia meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku karena harus berbagi ranjang dengan Kayvan dan Kayla. Ia menatap kedua anak itu dengan dalam, merasa iba melihat mereka harus menjalani hidup tanpa kasih sayang orang tua yang utuh.Ia segera menuruni ranjang dan berjalan menuju kamar utama. Ia memutar knop pintu dengan malas, tetapi pintu itu terkunci."Mas... Mas Arsen, buka!" Virly mengetuk pelan.Tak ada jawaban. Virly kembali mengetuk pintu dengan kencang, mulai panik karena takut terlambat sekolah."Mas Arsen! Buka! Aku mau mandi! Aku harus berangkat kuliah!"Tak lama, pintu terbuka. Arsen berdiri di sana dengan wajah baru bangun tid

  • Terpaksa Dinikahi Duda Anak Dua    17. Pulang

    ‎Hai💙💙‎‎Ayok bantu votee dan komenn yang buaanyakkk🥳🥳 Bantuin Promosiinn juga boleh yaa😋😋‎‎💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙‎‎•••••••Selesai dengan tablet-nya, Arsen memutuskan untuk keluar menuju kamar anak-anak. Begitu ia membuka pintu, ia melihat Kayvan dan Kayla yang sibuk menggambar. Matanya menoleh ke arah ranjang, di sana ada Virly yang membalut tubuhnya dengan selimut." Apakah dia sudah tidur? Ini bahkan baru pukul 7 malam. Apakah istriku merajuk? "Arsen kemudian mendekati kedua anaknya dan duduk di samping Kayla. "Sedang apa, Nak? Gambar apa itu?"Bukannya menjawab, Kayla malah menatap ayahnya dengan serius.Kayla berkata dengan suara polos namun menyentuh. "Papa... Papa tadi memarahi Mama, ya?"Arsen terdiam. Ia tidak menyangka Kayla memperhatikan."Tidak, Sayang. Papa tidak memarahi Mama. Papa hanya bicara tegas." Jawab Arsen."Tapi Mama terlihat murung. Mama sudah capek sekolah dari pagi, dan begitu pulang harus mengurus aku dan Adek lagi. Jadi... bisakah Papa jang

  • Terpaksa Dinikahi Duda Anak Dua    16. Kucing haus belaian

    ‎Hai💙💙‎‎Ayok bantu votee dan komenn yang buaanyakkk🥳🥳 Bantuin Promosiinn juga boleh yaa😋😋‎‎💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙‎‎••••••Follow Ig: wang_shineeHappy Reading 🎈 •••"Halo, Sayang! Sibuk ya? Nanti malam kita jadi keluar kan? Aku kangen banget nih." Suara Reno yang ceria, terdengar jelas.Virly terkejut total. Ia segera melihat layar ponselnya—ternyata memang Reno yang menelpon. Ia langsung mematikan loudspeaker dan berjalan menjauh ke arah balkon, sementara mata Arsen menatap tajam ke punggungnya."Reno, aku tidak bisa untuk malam ini. Ada acara mendadak. Sangat penting." Virly berbisik, suaranya tegang.Reno terdengar menghela napas. "Yah... padahal aku sudah siapkan kejutan. Kalau begitu, kapan Virly bisa? Besok?""Nanti aku kabari. Aku tutup dulu ya. Sampai jumpa." Virly langsung menyudahi panggilan tersebut.••••Virly kembali masuk ke dalam kamar dan langsung mendapatkan tatapan tajam, menusuk, dan penuh amarah dari Arsen.Virly, meskipun gentar, berusaha tidak

  • Terpaksa Dinikahi Duda Anak Dua    15. Tua Bodoh

    ‎Hai💙💙 ‎Ayok bantu votee dan komenn yang buaanyakkk🥳🥳 Bantuin Promosiinn juga boleh yaa😋😋 ‎Selamat membaca bagi yaa gaysss. Votee dan komen yang banyak ya! Spam dengan emot ini dulu biar semangat 💙💙 💙 💙 💙 ‎ ‎•••••• • Kayvan menggeleng. "Kay mau menunggu Mama." Virly menghela napas panjang. Ia menatap Arsen dengan sinis, matanya memancarkan kekesalan luar biasa. "Kenapa kau menatapku sinis begitu?" Ucap Arsen merasa terganggu dengan tatapan itu. Virly mendengus kesal. "Kau tidak punya hati." Arsen langsung memasang wajah tak terima. "Apa maksudmu, Virly? Jaga ucapanmu!" Virly, yang sedari tadi menahan kekesalannya, akhirnya meluapkannya. "Bagaimana bisa kau dengan santainya duduk tadi di bawah, membiarkan Kay menangis sampai sesegukan?! Bahkan sampai sekarang, sudah hampir jam empat sore, Kay belum makan sama sekali! Di mana hati nuranimu, Arsen?!" Ucap Virly, nada nya meninggi karena emosi. "Kayvan yang nakal! Aku sudah bilang dia harus diam dan men

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status