Share

4. Mama baru

Penulis: Maisa Queen
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-02 06:10:49

Happy Reading 🎈 

••••••

‎"Bagaimana para saksi, sah?"

‎"Sah!"

‎Virly tidak dapat menahan tangisnya. Ia kini resmi menjadi istri dari pria yang ia benci dan takuti, seorang pria yang membelinya untuk melunasi hutang ayahnya.

‎Begitu akad selesai, Arsen langsung menyela, memotong waktu untuk doa dan salam.

‎"Virly, sekarang kamu harus ikut ke rumahku. Sekarang juga."

‎Virly menatap Arsen tajam, melampiaskan sisa perlawanannya. "Tidak mau! Aku tidak mau ikut! Kau tidak bisa memaksaku!"

‎"Jangan membantah! Segera pamit kepada keluargamu! Kita akan pergi sekarang."

‎Virly tetap keras kepala, ia tetap menggeleng. Arsen yang mulai kehilangan kesaaran, meninggikan suaranya, memperingatkan. "Aku bukan orang yang sabar, Virly. "

‎"Satu..."

‎"Dua..."

‎"Ti__"

‎Tepat sebelum kata 'tiga' keluar, Mama Arsen, Diana, yang sedari tadi diam dan mengamati drama itu dengan wajah prihatin, menegur putranya.

‎Diana menarik lengan Arsen dengan lembut.  "Arsen! Jangan seperti itu. Dia baru saja menikah."

‎Diana kemudian mendekati Virly, tatapannya lembut, tidak sekejam putranya.

‎Diana menggenggam tangan Virly.

‎"Sayang, Nak. Jangan takut. Nak Arsen memang sedikit kasar. Sekarang pamitlah. Nak Arsen sedang ada urusan penting. Kami sebagai orang tuanya juga harus pulang ke rumah sendiri, tidak bisa mengantarmu."

‎Mendengar nada lembut dari calon mertuanya itu, yang berbeda dengan kekejaman Arsen, hati Virly sedikit melunak. Ia tidak punya pilihan.

‎Dengan air mata yang tak terbendung, Virly memeluk kedua orang tuanya, Tante, dan Omnya, mengucapkan selamat tinggal pada kehidupan lamanya. Pengorbanan telah selesai. Sekarang, ia harus menjalani konsekuensinya.

‎••••••

‎Di dalam mobil mewah Arsen, keheningan mencekik. Vano duduk di depan, berusaha bersikap profesional, meskipun punggungnya terasa panas. Di kursi belakang, Arsen duduk kaku, sementara Virly di sampingnya tidak berhenti meneteskan air mata.

‎Akhirnya, Arsen yang jengah dengan suara isakan pelan itu angkat bicara.

‎"Berhenti menangis, Virly." Arsen menghela napas panjang, suaranya terdengar dingin.

‎Virly menoleh, matanya merah dan sembab. Ia sudah terlalu lelah dan kesal untuk bersikap sopan.

‎"Tidak mau! Apa untungnya buatmu kalau aku berhenti menangis?" Ucap Virly jengkel.

‎"Emang apa untungnya menangis terus? Buang-buang tenaga saja. Kau harus hemat energi untuk tugas barumu."

‎Virly tersentak. Ia menoleh ke arah Arsen dengan mata merah dan tatapan kesal.

‎"Aku tidak mau! Aku menangis karena sedih! Kau pikir apa yang ku lakukan ini lucu?!"

‎"Sedih apa? Semuanya sudah berlalu. Ayahmu selamat. Itu yang terpenting, bukan? Sekarang kamu tinggal menjalani kewajibanmu" Arsen sangat santai, seolah membicarakan cuaca hari ini.

‎"Aku menangis karena sedih! Aku sedih harus berpisah dengan orang tuaku! Dan aku sedih di usiaku yang masih kuliah harus dipaksa menikah dengan pria kejam yang tak punya hati!" Ucap Virly kesal.

‎"Kalau mau menyindir, tidak usah berbelit-belit. Langsung sebut nama saja." Arsen menyandarkan kepalanya santai.

‎Virly sudah di ambang batas. Ia menatap Arsen penuh kebencian.

‎"Arsen! TAI."

‎Arsen langsung menoleh, matanya tajam dan menusuk. Wajahnya mengeras. "Apa yang baru saja kau katakan?"

‎Virly yang tiba-tiba merasa takut dengan tatapan itu, segera membuang muka ke jendela.

‎"Ucapkan lagi apa yang kamu bilang tadi, Virly." Nadanya terdengar mengancam.

‎Virly, yang merasa kesal dengan dominasi Arsen, mengambil risiko. Ia menoleh ke arah Arsen, meskipun suaranya lebih lirih

‎"Diamlah, duda! Aku lagi pusing!"

‎Arsen terperangah. Ejekan itu berhasil menusuk harga dirinya. "Aku tidak duda! Aku baru saja menikah! Dan jangan lupa, sekarang kau adalah istriku, Virly!"

‎Di kursi depan, Vano berusaha keras menahan tawanya. Bahunya bergetar.

‎Arsen memperingati Vano lewat kaca spion. "Vano! Jangan tertawa!"

‎•••••‎

‎Tak terasa, mobil sudah berhenti di depan rumah megah Arsen. Arsen keluar, dan Virly mengikutinya masuk ke dalam. Di ruang tamu hanya ada Bi Lastri yang sedang bersih-bersih.

‎"Bi Lastri, anak-anak di mana?"

‎"Ada di kamar, Tuan. Baru selesai main di balkon."

‎"Baik. Virly, ikut aku."

‎Virly tidak menjawab, hanya mengikuti langkah kaki Arsen yang cepat menuju lantai atas. Sesampainya di depan kamar, Arsen membuka pintu dan masuk.

‎Kayla dan Kay yang sedang bermain mobil-mobilan dan boneka langsung menoleh. Arsen mendekati anaknya, merendahkan tubuhnya di depan mereka, dan memaksakan senyum tulus.

‎"Hai, Sayang..."

‎"Papa..." Kay memanggil pelan.

‎Arsen menjawab dengan lembut dan segera membawa Kay ke pelukannya. "Anak pintar. Papa rindu."

‎Arsen melepaskan pelukannya dan menatap kedua anaknya.

‎"Coba tebak, Papa bawa siapa?"

‎Kayla dan Kay langsung menoleh ke arah Virly yang berdiri canggung di belakang Arsen. Virly yang merasa ditatap oleh dua pasang mata polos itu langsung membuang mukanya ke arah lain, kembali merasa tertekan.

‎Arsen menegur Virly dengan suara rendah dan tajam. "Virly! Jaga sikapmu. Tatap anak-anakmu!"

‎Virly memaksakan diri untuk kembali menatap mereka.

‎Arsen kembali tersenyum pada anak-anaknya. "Papa bawa Mama baru untuk kalian. Mama yang baik. Mama yang akan peluk dan temani kalian setiap hari."

‎"Serius, Papa? Mama baru?" Kay menatap Arsen dengan mata berbinar, penuh harap.

‎"Serius, Sayang." Jawab Arsen tersenyum.

‎Kayla hanya melirik sekilas, tidak tertarik dan kembali fokus pada mainannya, menunjukkan ketidakpercayaan dan keengganan.

‎Sedangkan Kay menatap Virly lekat-lekat. "Tapi... kenapa Mama baru terlihat tidak senang dengan Kakak dan Kay?"

‎Perkataan polos itu membuat Arsen terdiam sejenak. Ia tahu Kay benar.

‎"Tidak, Nak. Mama senang. Cuma malu. Kalau begitu, Kay sama Kakak harus kenalan dulu dengan Mama baru." Ucap Arsen.

‎Arsen melepaskan pelukan pada Kay, mendorongnya pelan ke arah Virly. Kay mendekati Virly dan dengan hati-hati memegang ujung dress pernikahan Virly yang masih melekat di tubuhnya.

‎"Ma-mama..." Kay dengan gugup memanggil pelan.

‎Virly menoleh ke arah Kay, yang menatapnya dengan mata polos dan penuh harap. Melihat Kayvan dan merasakan tatapan tajam Arsen di punggungnya, Virly akhirnya berjongkok, menyamakan tinggi mereka. Ia memaksa dirinya tersenyum.

‎"Halo! Nama Kakak Virly, dan sekarang Kakak akan menjadi Mama untuk kalian. Siapa namamu, Nak?" Virly berusaha seramah mungkin.

‎Kay tersenyum senang mendengar konfirmasi bahwa wanita di depannya adalah ibu barunya.

‎"Aku Kayvan! Dan itu Kakak Kayla!"  Jawab Kay bersemangat

‎"Nama yang bagus! Kayvan, kamu tampan sekali." Puji Virly.

‎Kay tersenyum lebar, merasa bangga. Virly kemudian menoleh ke arah Kayla yang sibuk sendiri

‎"Kayla, Sayang... kemari, Nak." Virly mencoba memanggil Kayla.

‎Kayla hanya diam. Virly tidak menyerah. Ia mendekati Kayla dan memberanikan diri mengelus rambut Kayla dengan sangat lembut.

‎Kayla mendongak, terkejut mendapat sentuhan lembut yang jarang ia rasakan.

‎Virly tersenyum ramah. "Kakak cantik ini lagi ngapain?"

‎"Main." Kayla menjawab singkat.

‎"Boleh Mama Virly ikut main?"

‎Kayla hanya mengangguk, kali ini tanpa rasa takut. Sentuhan lembut dan senyum Virly telah meruntuhkan sedikit pertahanan dingin yang dibangun Kayla.

Melihat interaksi yang tak terduga berhasil dan suasana mulai cair, Arsen merasa rencananya berhasil.

‎"Bagus. Papa ada urusan penting sebentar di bawah. Virly, kamu harus temani anak-anak. Jangan tinggalkan mereka sendiri. Aku akan kembali sebentar lagi."

Arsen berbalik dan meninggalkan kamar. Virly menatap punggung Arsen dengan kesal, tetapi begitu menoleh ke Kayvan yang menatapnya penuh harap, Virly tahu perannya yang berat telah dimulai.

‎Tugas Virly sebagai 'ibu' yang dibeli telah dimulai.

‎•••

Jangan lupa untuk vote dan  tinggalkan komentar yaaa biar semangat hehehe 💙💙💙💙

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Terpaksa Dinikahi Duda Anak Dua    20. Om-om

    Hai🔥💙Ayok bantu votee dan komenn yang buaanyakkk🥳🥳 Bantuin Promosiinn juga boleh yaa😋😋Happy Reading 🎈 ••••"Sudah, pulang sana!" Desak Virly.Reno mengangguk. "Bye, Sayang!"Virly melambaikan tangan setelah kepergian Reno.Jantung Virly berdegup kencang saat matanya menangkap mobil Arsen yang sudah terparkir di depan pagar. "Sial, semoga Mas Arsen tidak melihat adegan pelukan tadi. Matilah aku!" Ia segera berjalan mendekati mobil itu, membuka pintu depan, dan duduk di samping Arsen."Mas." Virly mencoba tersenyum.Ia mengulurkan tangannya untuk salim pada Arsen. Arsen menerima uluran tangan Virly. Virly menempelkan punggung tangan suaminya ke pipinya, melirik Arsen yang menatap nya datar, lalu melepaskan tasnya.Arsen menjalankan mobil tanpa berkata apa-apa.Virly melepaskan dasi yang mencekik lehernya."Mas, ada air minum? Aku haus. Airku habis."Arsen mengambil tumbler yang tersedia di mobilnya dan menyerahkan ke Virly. Virly minum dengan hati-hati dan mengembalikan tumb

  • Terpaksa Dinikahi Duda Anak Dua    19. Double Date

    ‎Hai💙💙‎Ayok bantu votee dan komenn yang buaanyakkk🥳🥳 Bantuin Promosiinn juga boleh yaa😋😋‎••••••Arsen mengedikkan bahu, pura-pura tidak mengerti. "Terus aku harus apa? Sebagai seorang ibu, harusnya kau bisa mengurus anakmu.""Aku sebentar lagi akan terlambat!"Virly berharap Arsen mengerti."Aku juga mau pergi bekerja. Bukan cuma kamu yang ada kegiatan." Jawab Arsen sarkas.Mendengar jawaban Arsen yang seolah tak mau membantunya, Virly hanya diam saja. Rasanya percuma meminta tolong kepada manusia seperti Arsen.Ia kembali menjauh dari Arsen, duduk di meja makan, dan menepuk-nepuk punggung Kayvan dengan pelan."Baiklah. Kalau Kay tidak mau ditinggal, aku libur saja hari ini. Arsen, kau memang menyebalkan, tapi aku tidak akan membiarkan anakmu menderita karenamu." Batinnya.Keputusannya telah bulat. Virly pasrah melewatkan kuliah, demi menenangkan anak yang ia jaga.Melihat Virly hanya diam di meja makan, memeluk Kayvan, Arsen menghela napas. Ia berjalan mendekati Virly.Arsen b

  • Terpaksa Dinikahi Duda Anak Dua    18. Drama Pagi

    ‎Hai💙💙‎Ayok bantu votee dan komenn yang buaanyakkk🥳🥳 Bantuin Promosiinn juga boleh yaa😋😋‎‎Selamat membaca bagi yaa gaysss. Votee dan komen yang banyak ya! Spam dengan emot ini dulu biar semangat 💙💙 💙 💙 💙 ‎‎💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙‎‎••••••Pagi hari, sekitar pukul 05:30, sebelum anak-anaknya bangun, Virly sudah terbangun terlebih dahulu. Ia meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku karena harus berbagi ranjang dengan Kayvan dan Kayla. Ia menatap kedua anak itu dengan dalam, merasa iba melihat mereka harus menjalani hidup tanpa kasih sayang orang tua yang utuh.Ia segera menuruni ranjang dan berjalan menuju kamar utama. Ia memutar knop pintu dengan malas, tetapi pintu itu terkunci."Mas... Mas Arsen, buka!" Virly mengetuk pelan.Tak ada jawaban. Virly kembali mengetuk pintu dengan kencang, mulai panik karena takut terlambat sekolah."Mas Arsen! Buka! Aku mau mandi! Aku harus berangkat kuliah!"Tak lama, pintu terbuka. Arsen berdiri di sana dengan wajah baru bangun tid

  • Terpaksa Dinikahi Duda Anak Dua    17. Pulang

    ‎Hai💙💙‎‎Ayok bantu votee dan komenn yang buaanyakkk🥳🥳 Bantuin Promosiinn juga boleh yaa😋😋‎‎💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙‎‎•••••••Selesai dengan tablet-nya, Arsen memutuskan untuk keluar menuju kamar anak-anak. Begitu ia membuka pintu, ia melihat Kayvan dan Kayla yang sibuk menggambar. Matanya menoleh ke arah ranjang, di sana ada Virly yang membalut tubuhnya dengan selimut." Apakah dia sudah tidur? Ini bahkan baru pukul 7 malam. Apakah istriku merajuk? "Arsen kemudian mendekati kedua anaknya dan duduk di samping Kayla. "Sedang apa, Nak? Gambar apa itu?"Bukannya menjawab, Kayla malah menatap ayahnya dengan serius.Kayla berkata dengan suara polos namun menyentuh. "Papa... Papa tadi memarahi Mama, ya?"Arsen terdiam. Ia tidak menyangka Kayla memperhatikan."Tidak, Sayang. Papa tidak memarahi Mama. Papa hanya bicara tegas." Jawab Arsen."Tapi Mama terlihat murung. Mama sudah capek sekolah dari pagi, dan begitu pulang harus mengurus aku dan Adek lagi. Jadi... bisakah Papa jang

  • Terpaksa Dinikahi Duda Anak Dua    16. Kucing haus belaian

    ‎Hai💙💙‎‎Ayok bantu votee dan komenn yang buaanyakkk🥳🥳 Bantuin Promosiinn juga boleh yaa😋😋‎‎💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙‎‎••••••Follow Ig: wang_shineeHappy Reading 🎈 •••"Halo, Sayang! Sibuk ya? Nanti malam kita jadi keluar kan? Aku kangen banget nih." Suara Reno yang ceria, terdengar jelas.Virly terkejut total. Ia segera melihat layar ponselnya—ternyata memang Reno yang menelpon. Ia langsung mematikan loudspeaker dan berjalan menjauh ke arah balkon, sementara mata Arsen menatap tajam ke punggungnya."Reno, aku tidak bisa untuk malam ini. Ada acara mendadak. Sangat penting." Virly berbisik, suaranya tegang.Reno terdengar menghela napas. "Yah... padahal aku sudah siapkan kejutan. Kalau begitu, kapan Virly bisa? Besok?""Nanti aku kabari. Aku tutup dulu ya. Sampai jumpa." Virly langsung menyudahi panggilan tersebut.••••Virly kembali masuk ke dalam kamar dan langsung mendapatkan tatapan tajam, menusuk, dan penuh amarah dari Arsen.Virly, meskipun gentar, berusaha tidak

  • Terpaksa Dinikahi Duda Anak Dua    15. Tua Bodoh

    ‎Hai💙💙 ‎Ayok bantu votee dan komenn yang buaanyakkk🥳🥳 Bantuin Promosiinn juga boleh yaa😋😋 ‎Selamat membaca bagi yaa gaysss. Votee dan komen yang banyak ya! Spam dengan emot ini dulu biar semangat 💙💙 💙 💙 💙 ‎ ‎•••••• • Kayvan menggeleng. "Kay mau menunggu Mama." Virly menghela napas panjang. Ia menatap Arsen dengan sinis, matanya memancarkan kekesalan luar biasa. "Kenapa kau menatapku sinis begitu?" Ucap Arsen merasa terganggu dengan tatapan itu. Virly mendengus kesal. "Kau tidak punya hati." Arsen langsung memasang wajah tak terima. "Apa maksudmu, Virly? Jaga ucapanmu!" Virly, yang sedari tadi menahan kekesalannya, akhirnya meluapkannya. "Bagaimana bisa kau dengan santainya duduk tadi di bawah, membiarkan Kay menangis sampai sesegukan?! Bahkan sampai sekarang, sudah hampir jam empat sore, Kay belum makan sama sekali! Di mana hati nuranimu, Arsen?!" Ucap Virly, nada nya meninggi karena emosi. "Kayvan yang nakal! Aku sudah bilang dia harus diam dan men

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status