Compartir

Bab 98

last update Fecha de publicación: 2024-05-01 19:43:35

Kompetisi dance tingkat kota yang sangat dinantikan di gelar hari ini. Kompetisi antar sekolah ini adalah kompetisi paling bergengsi di antara kompetisi-kompetisi yang lain. Pasalnya pemenang kompetisi ini akan menentukan prestasi dari sebuah sekolah.

Antusiasme sekolah-sekolah lain juga sangat tinggi. Tiap tahunnya peserta kompetisi dance selalu bertambah. Bahkan tahun ini juga. Maka persaingan akan semakin ketat.

"Gara bagaimana dengan riasan wajahku?" Tanya Bella begitu suaminya memasuki rua
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 136

    Grep! Gara memeluk Bella dari belakang saat perempuan itu sibuk bersolek di depan cermin. "Aku harus ke sekolah Ra," ucap Bella saat laki-laki yang menjadi suaminya itu meletakkan dagunya di atas pundak Bella. "Aku tau," jawab Gara. "Kalau tau menyingkir dong." Gara tetap tak bergeming. Ia tetap memeluk Bella dengan posesif. "Oh ya aku sudah meminta supir di rumah Papa untuk mengantarkan pakaian untukmu. Mungkin tidak lama lagi datang." Bella memberitahu. "Aku suka begini padahal. Apalagi kalau nempel sama kamu." "Kita sudah nempel semalaman. Sekarang aku mau sekolah jadi lepaskan dulu pelukanmu." Bella sudah menyelesaikan riasan tipisnya. Ia sibuk merapikan alat-alat make up-nya, memasukkan ke dalam laci meja rias. "Aku masih kangen sama kamu," ucap Gara manja. Bella melihat

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 135

    "Tak kusangka selama ini kamu ada di sini," kata Gara sambil meletakkan beberapa barang belanjaan berisi sayur-mayur. "Kenapa, kamu sudah memberikan rumah ini untukku kan?" Tanya Bella. Perempuan itu kemudian membungkar belanjaan yang tadi Gara bawa. "Yah, rumah ini memang milikmu. Sudah jadi hakmu. Tidak ada salahnya kalau kamu menempatinya," kata Gara. "Kamu mau masak apa?" Tanya Gara setelah beberapa saat. Bella masih tak menoleh karena sibuk memisahkan beberapa sayur untuk di simpan ke dalam kulkas. "Kamu mau dimasakin apa? Kamu udah lama kan nggak makan masakanku." Gara mengangguk. "Apapun yang kamu masak aku tetep makan. Kamu masak apa yang menurutmu paling pandai kamu buat." "Aku paling pandai masak mie instan pake telur," gurau Bella sambil terkekeh. "Iya, buat itu aja nggak apa-apa. Cari yang praktis. Kalau kelamaan masak nanti aku bisa kela

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 134

    "Bel, ketemuan di mall ya. Kita nonton bioskop. Pokoknya kamu harus dateng. Aku sama Vano udah nunggu. Kalo kamu nggak dateng bakal ngambek." Begitu ucap Vanilla sore itu melalui sambungan telepon.Bella yang sebenarnya ingin bersantai sedikit malam ini jadi tak memiliki memiliki pilihan lain selain datang ke mall tempat Vanilla dan Vano menunggu.Bella mengenakan kaos oversize dipadukan dengan celana pendek selutut. Rambutnya diikat biasa ke belakang. Sapuan make up tipis selalu mampu memberikan tampilan fresh di wajahnya.Dengan mengendarai mobilnya ia pergi menuju sebuah mall. Ketika hampir sampai Bella menelepon Vanilla."Kalian dimana?" Tanya Bella."Masuk dari lobby utara aja yang tempat parkirnya luas. Kita masih di parkiran," jawab Vanilla."Oke, aku muter dulu," jawab Bella singkat.Bella pun mengambil jalan memutar untuk bisa masuk dari lobby utara. Hanya berselang lima menit saja Vano dan Vanilla sudah melihat

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 133

    Gara kembali ke rumah kedua orangtuanya karena ia berpikir Bella tidak ada di kediaman keluarga Hyuugo."Apa yang kamu lakukan Ra?" Tanya Ibunya Gara bingung mendapati anaknya itu duduk di atas sofa dengan kaki ditekuk."Buk, Ibuk tau kan dimana Bella? Kasih tau Gara dong Buk. Gara mau nemuin dia. Mau berbaikan sama dia," rengek Gara. Ia sudah mirip bocah kecil yang merengek pada Ibunya untuk dibelikan coklat kesukaannya."Ibuk nggak tau Gara," jawab Ibunya Gara menyusul anaknya duduk di sofa."Bohong," cerca Gara. Ia tak percaya pada Ibunya. "Ibuk pasti tau dimana Bella dan sedang berkongsi untuk tidak memberitahu Gara. Buk, ayolah Gara ini anak Ibuk loh.""Cari tahu sendirilah. Perempuan itu kadang ingin melihat perjuanganmu Ra, bukan sekedar rengekanmu."Gara malah merebah kepalanya ke lengan sofa. Matanya memandang ke atas plafon yang didekorasi begitu cantik."Buk, percaya sama Gara. Semua yang terjadi diantara aku

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 132

    Setelah satu minggu lebih terus menerus tak sadarkan diri hari ini pukul tujuh pagi tepat, saat hujan mengguyur bumi Leo membuka matanya. Laki-laki pemilik wajah baby face itu terbengong untuk beberapa saat lamanya. Ia telah sadar dari tidur panjang yang mengkhawatirkan nyawanya lunas. "A-aku..." Suara Leo begitu lemah. Tapi meskipun lemah suara mampu di dengar oleh Lina. Melihat Leo yang sudah sadarkan diri wanita itu tersenyum. Wajahnya begitu sumringah seolah tak bisa membendung perasaan bahagianya. Lina segera memanggil Dokter Sean untuk mengecek kondisi Leo. "Sudah kubilang sama Dokter bahwa anak ini akan siuman kembali. Dia terlihat kuat dengan cidera seperti itu mana mungkin ia akan berakhir tanpa pernah membuka matanya lagi," celoteh Lina panjang begitu Dokter Sean masuk ke ruangan Leo. Dokter itu hanya menanggapi dengan senyuman sekilas saja. Ia segera mengecek tanda-tanda vital Leo, mulai dari suhu tubuh, detak jantung, tekanan

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 131

    Gara baru saja keluar dari lift. Ia berjalan gontai menuju pintu apartemennya. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, kedatangannya ke apartemen ini tidak lagi membuatnya bersemangat. Pikiran Gara penuh dengan masalah-masalah yang rasanya hampir membuat kepalanya meledak."Huuuffftttt..." Berkali-kali Gara menghembuskan nafas panjang.Ceklek!Gara memutar kenop pintu. Ia masuk ke apartemen dan langsung menuju ke arah balkon. Laki-laki itu membuka jendela sedikit agar udara bisa masuk. Namun Gara tak sengaja mendengar obrolan serius Leticia dengan seseorang melalui telepon. Gadis itu sedang berada di balkon apartemennya yang memang bersebelahan dengan balkon apartemen Gara."Sudah kulakukan dengan baik Sonya. Yah, sepertinya aku mendapatkan keberuntungan. Karena hanya dengan salah paham sedikit saja mereka jadi bertengkar hebat hahahaha..."Gara menajamkan pendengarannya."Sonya? Maksudnya Sonya Rudolf?" Tanya Gara bermonolog di dal

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 31

    Bella membuka matanya. Tidak ada kantuk yang tersisa. Tidur berkualitas memang membuat tubuh menjadi segar.Bella menoleh. Gara masih terlelap. Tangannya setia melingkar memeluk pinggang Bella. Sepertinya laki-laki itu tetap memeluk Bella sepanjang malam yang tersisa."Jam berapa sih?" Bella meraih ga

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 30

    Pukul sembilan malam saat Gara selesai belajar Bella sudah terlihat tidur terlelap. Memang gadis itu selalu tidur lebih dulu daripada Gara. Ia selalu melewatkan belajar. Bella tidak akan membuka buku jika tidak sedang ada PR. Sementara Gara sangat rutin belajar sebelum tidur. Gara disiplin membagi w

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 28

    "Bella pulang. Bi... Bibi Ina. Oh, hai si Putih." Bella menyapa kucing anggora Turki berwarna putih yang sedang duduk di atas sofa."Meoonggg..." Kucing itu melompat turun. Ia mengesekkan kepalanya ke kaki Bella. Bella langsung berjongkok untuk membelai si Putih."Oh, Nona Bella sudah pulang?" Tanya

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 26

    "Kenapa sih Van, La, ngebet banget ngajak ke kantin?" Tanya Bella yang heran karena ditarik oleh Vanilla ke kantin. Bahkan kesannya sangat memaksa. Ini terlihat seperti tidak biasa."Nggak apa-apa sih Bel. Laper banget aku tuh." Vanilla beralasan.Jika bukan karena dipaksa Vanilla dan Vano mungkin Bel

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status