Compartir

Bab 72

last update Fecha de publicación: 2024-04-12 00:14:16

"Aku akan ke markas sekarang juga!" Potong Bella tak sabaran untuk segera mengetahui detail lengkap informasi itu.

Sambungan telepon dimatikan. Bella melepaskan jas Gara dan mengembalikannya pada suaminya.

"Kamu mau kemana?" Tanya Gara.

"Ke markas."

"Malam begini Bel?"

"Iya. Aku tidak bisa menunda hingga esok hari Gara. Aku akan pergi."

"Ayo pergi denganku." Gara meraih tangan istrinya untuk di gandeng.

"Tapi acaranya?"

"Aku akan pikiran alasan untuk membawamu pergi dengan normal."

Bella mengan
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 142

    Persidangan dua kasus besar kembali dibuka. Kasus-kasus yang dulunya sempat tenggelam dan dianggap telah terselesaikan kini kembali diungkap di hadapan hakim. Bukti-bukti dikumpulkan. Tersangka baru dari dua kasus ini di hadirkan. Termasuk Rosna yang awalnya menghindar akhirnya rumah sakit jiwa tempat persembunyiannya selama ini di grebek oleh polisi. Kini wanita itu tertunduk tak berdaya di hadapan hakim. Ia mencoba berkelit saat mendengar pembacaan tuduhan. Tapi bukti pemeriksaan dari dokter kejiwaan membuktikan ia tidaklah menderita gangguan jiwa. Dia sehat. Sebab itu pengakuannya pada Leo bisa menjadi bukti yang kuat. Dulu ia mengatakan semua itu pada Leo untuk sekedar bermain-main karena yakin bisa menangani bocah itu. Tapi Rosna sungguh tidak tahu siapa yang dia hadapi. Akhirnya, kini ia terjebak dengan permainannya sendiri. Selain itu Edo juga bermandikan air mata karena tindakan yang diambil Sabia. Tapi mau bagaiman

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 141

    Gara dan Bella datang ke rumah sakit telat saat Sabia sedang menggendong bayinya. "Gercep banget meluncurknya Ra?" Tanya Edo begitu melihat sahabatnya itu datang. "Sengaja, biar kamu nggak nanya kapan dateng mulu," jawab Gara dengan nada gurauan. Ia menyerahkan sebuah bingkisan besar pada Edo, dan laki-laki itu menerimanya dengan bahagia. "Wahh, Kak Edo, Kak Sabia, selamat ya atas kelahiran bayinya," ucap Bella tulus. "Terimakasih ya Bella," jawab Sabia diikuti senyuman. Bella mendekat untuk melihat bayi mungil itu. Tapi tidak dengan Gara. Hanya melihat Bella tersenyum saat menjawil pipi bayi itu saja tiba-tiba dada Gara menjadi sesak. Andai bayinya tak keguguran mungkin tak lama lagi dia juga bisa merasakan kebahagiaan yang sama dengan Edo dan Sabia saat ini. Sebab itu Gara tak sanggup setiap kali melihat Bella tersenyum pada bayi. Itu sama saja mengingatkan Gara betapa bodohnya dia kala itu.

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 140

    Kumandang adzan Edo terdengar beberapa kali tersensat. Suaranya yang parau itu timbul tenggelam dalam tangisan. Saat kumandang adzan dan iqamahnya selesai wajah Edo benar-benar telah banjir air mata. Ia tak menyangka jika sekarang telah menjadi seorang Papa. Seorang bayi mungil telah hadir di hadapannya begitu nyata. Ya, ini bukan lagi mimpi atau sekedar khayalan. Edo takut-takut menyentuh tangan mungil bayinya yang masih mengepal. Lalu ia mencium pipi anaknya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Bayi itu tampak mengeliat bibirnya bergerak-gerak lucu. Ia pasti mengira ciuman Edo dipipinya adalah asi pertama yang ingin ia hisap. "Selamat datang di dunia jagoan kecil Papa," ucap Edo pelan. "Ya, ampun Papa malah nangis. Harusnya Papa seneng karena sudah bisa bertemu kamu. Maafin Papa ya sayang." Edo tersenyum bahagia saat melihat jari telunjuknya digenggam oleh anaknya. Edo kemudian teringat pada satu-satun

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 138

    Faktanya kepulangan Leo ke markas Hell Devil memang membuat kebahagiaan tersendiri meskipun ada sedikit yang disayangkan. Yaitu Leo tak bisa dimintai keterangan terkait peristiwa yang menyebabkan dirinya celaka. "Coba diingat-ingat lagi Leo. Bukankah kala itu kau pergi untuk menyelidiki tentang ibunya Sabia untuk kasus pembunuhan mamanya Bella?" Tanya Pak Freddy. "Apa yang terjadi padamu? Kenapa jejak penyeranganmu ditemukan di pinggiran kota? Apa yang kau temukan disana?" Leo tertunduk di depan Pak Freddy. Ia memegangi kepalanya dengan kedua tangan. Berusaha benar mengingat terakhir kali yang terjadi dengan dirinya. "Pak Freddy, sepertinya Leo memang tidak bisa mengingat apapun. Jangan dipaksakan. Nanti dia bisa sakit," kata Gara. "Sepertinya tidak ada orang lain yang bisa diharapkan untuk menuntaskan kasus ini. Kalau begitu aku sendiri yang harus turun tangan untuk menuntaskann

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 139

    "Aku sudah launching Om, ditunggu kadonya." Gara tersenyum setelah membaca pesan singkat itu. "Kenapa Ra?" Tanya Bella. Gara masih tersenyum lebar saat menyerahkan gawainya pada Bella. "Apaan sih yang bikin kamu senyam-senyum nggak jelas begini?" Bella penasaran. Ia pun mengambil gawai Gara dan melihat foto yang dikirimkan oleh sahabat Gara itu. "Ini..." Bella mengamati baik-baik foto itu. "Ini anak Kak Edo?" Tanya Bella tak percaya. "Kecuali kalau Edo nyulik anak orang bisa jadi foto itu bukan anaknya. Ya iyalah itu anaknya Edo, sayang," jawab Gara. "Ih, Gara neyebelin banget sih orang aku nanya baik-baik juga. Aku tuh kaget aja kok Sabia udah lahiran aja. Dia yang lahirannya cepet apa kita yang terlalu sibuk sih?" "Kita yang terlalu sibuk deh kayaknya. Gimana, mau nengokin sekarang atau besok aja?" Tanya Gara. "Kalau besok keburu pul

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 137

    "Leo?" Refleks Gara menyebut nama itu. Leo menatap Gara dengan lekat. "Aduh, kayak nggak asing sama wajahnya. Tapi siapa ya?" Tanya Leo mencoba membenamkan wajah Gara ke dalam ingatannya. "Gara," ucap Gara. "Sagara Rihanda." "Oh, ya benar. Aku baru ingat!" Seru Leo. Ingatannya memang agak buruk setelah kejadian itu. Terutama untuk kejadian-kejadian yang baru saja terjadi. Justru jika kejadian itu telah lama berlalu Leo sangat ingat betul. Seperti bagaimana ayahnya meninggal dan bagaimana ia bergabung dengan kelompok mafia Hell Devil. Gara meletakkan air mineral yang dibawanya ke meja kasir. "Kau jangan pergi. Aku ingin bicara denganmu." "Oke, aku tunggu di luar," jawab Leo. Kebetulan di luar minimarket memang ada meja dan kursi yang sengaja di sediakan untuk pengunjung. Gara menyelesaikan pembelian air mineralnya kemudian buru-buru keluar untuk menyusul Leo.

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 32

    Gara masih menggandeng tangan Bella saat mereka melewati wahana ice skating. Gara menoleh."Mau nyoba main?" Tanya Gara."Aku nggak bisa Ra. Nanti malah jadi tontonan orang. Malu-maluin yang ada.""Aku ajarin.""Kamu bisa?""Dikit." Gara main tarik tangan Bella saja. Mereka berbelok ke wahana itu."Duduk

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 31

    Bella membuka matanya. Tidak ada kantuk yang tersisa. Tidur berkualitas memang membuat tubuh menjadi segar.Bella menoleh. Gara masih terlelap. Tangannya setia melingkar memeluk pinggang Bella. Sepertinya laki-laki itu tetap memeluk Bella sepanjang malam yang tersisa."Jam berapa sih?" Bella meraih ga

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 28

    "Bella pulang. Bi... Bibi Ina. Oh, hai si Putih." Bella menyapa kucing anggora Turki berwarna putih yang sedang duduk di atas sofa."Meoonggg..." Kucing itu melompat turun. Ia mengesekkan kepalanya ke kaki Bella. Bella langsung berjongkok untuk membelai si Putih."Oh, Nona Bella sudah pulang?" Tanya

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 23

    "Lama banget sih Ra?" Keluh Bella yang sejak tadi menunggu Gara."Ya, nggak enak sama Edo kan Bel kalo aku keliatan langsung ngejar kamu."Gara menutup pintu mobil. Ia mulai menghidupi mesin mobilnya."Dia tu suka sama kamu." Gara memberitahu."Aku tau kok kalo Kak Edo suka sama aku. Ya, kan aku udah bi

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status