Share

Bab 52. TMIS

Author: Asri Faris
last update Last Updated: 2026-02-27 17:16:22

Sebenarnya keputusan apa pun tidak ada yang menguntungkan bagi Jena. Dia tidak ingin menjadi bayang-bayang orang ketiga. Dan lebih lagi menjalani rumah tangga setengah hati dengan orang yang sama sekali tidak dia harapkan. Apa pun yang terjadi nanti, dia tidak tahu harus bersikap seperti apa.

"Arlo, Jena, mama dan papa ini selalu menginginkan kalian hidup rukun. Kami berharap rumah tangga kalian langgeng dan bahagia. Tidak apa-apa kalau memang awalnya berat, asal jangan ada yang berkhianat."

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (7)
goodnovel comment avatar
mamafahnan
pokoknya harus Arlo duluan yg bucin ke Jena
goodnovel comment avatar
Liyan Damiyanti
mudahan cepet ketauan jahatnya s raisa trus jena udh pergi tau rasa s arlo
goodnovel comment avatar
Baim Ibrahim
ku harap ada masalah meledak oleh Risa meminta janji Arlo nunggu 5 bulan,nah biar Arlo di depak orangtuanya dari waris dan KK
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Terpaksa Menjadi Istri Sepupuku   Bab 60. TMIS

    "Kak, cepet sarapannya dimakan, terus minum obat. Biar cepat sembuh," kata Jena melihat Arlo diam saja. "Tanganku lemes, kepalaku pusing," keluh pria itu seolah tak berdaya sama sekali. Wajahnya memang tanpa pucat. "Ya makannya minum obat biar nggak pusing.""Aku lemes sayang," jawabnya lunglai. "Aku minta tolong bawa mama ke rumah sakit aja deh, takutnya nanti Kak Arlo parah," ujar Jena beranjak. "Nggak usah, aku minum obat dari rumah aja." Arlo menahan tangan istrinya yang hampir beranjak. "Ya udah minum, ini sarapannya dimakan dulu. Kak Arlo ini kaya anak kecil.""Tapi aku lemes, minta tolong suapin," pinta pria itu akhirnya terang-terangan. Daripada sedari tadi ngode otak nggak jalan-jalan. "Disuapin aku?" tanya Jena menunjuk diri sendiri. Arlo mengangguk penuh harap, membuat Jena ragu. "Oke, aku suapin," jawab Jena mengiyakan. Mau terpaksa, tapi kasihan juga kalau tidak makan dan minum obat bagaimana caranya pulih. "Kamu ngampus jam berapa?" tanya Arlo disela makan. Kena

  • Terpaksa Menjadi Istri Sepupuku   Bab 59. TMIS

    "Teriak aja yang kenceng Jen, aku nggak akan melepaskanmu," jawab Arlo tidak akan membiarkan istrinya berlari meninggalkan dirinya. "Mama, Kak Arlo nakal nih," adu Jena kebetulan ada Bu Najwa. "Mana ada Ma, aku sedang menangkap istriku yang nakal," sanggah Arlo mencari pembelaan. "Kalau soal itu, kalian lanjutin di kamar saja, mama nggak ikut-ikutan," kata Bu Najwa tersenyum meninggalkan tempat. Hatinya menghangat melihat kebersamaan mereka yang makin akrab. "Baik Ma, laksanakan," jawab Arlo bersemangat. "Ayo sayang!" ujar pria itu semakin menjadi. "Mama, Kak Arlo nakal," seru Jena tak didengar sama sekali. "Pelan Arlo, istrimu sedang hamil.""Aman Ma," sahut Arlo berlalu menggiring istrinya masuk ke kamar. "Kak Arlo ini apaan sih, mama jadi salah paham.""Salah paham apanya, memangnya salahnya di mana suami istri masuk kamar.""Ya jangan gitu, orang kita nggak ngapa-ngapain juga.""Ya udah, bagaimana kalau kita ngapa-ngapain.""Kak Arlo! Macam-macam aku mau pisah kamar," anca

  • Terpaksa Menjadi Istri Sepupuku   Bab 58. TMIS

    "Gaes, aku pulang dulu ya, terima kasih hari ini," ucap Jena pamit. Padahal masih seru makan jajan bareng gini, tapi ya sudah lah, toh besok boleh keluar lagi. Berarti masih ada banyak waktu untuk seru-seruan kembali. "Oke, hati-hati Jena!" balas Chika mengiyakan dengan senyuman. "Ini martabaknya Jen, mau dibawa atau gimana?" seru Regit sambil ngemil. Lagi nanggung malah digangguin aja. Dasar Bang Arlo tidak pengertian. "Tinggal dimakan aja, aku udah kenyang. Duluan ya," ujarnya pamit. Arlo sudah lebih dulu masuk ke mobilnya, menunggu Jena yang masih pamitan agak lama. Sabar, berasa kaya lagi momong adik yang bandel suruh pulang karena sudah lewat malam. Jena langsung menyusul masuk ke mobil dengan aura bahagia yang masih terpancar. Jarang-jarang memang Jena keluar, mungkin lusa ada hari bebas lagi. Semoga saja, biar hidup ini ada warnanya. Sejak kejadian malam itu, ditambah hamil dan menikah, rasanya hidup Jena gelap gulita. Ini baru sedikit nemu cahayanya kembali. Mungkin

  • Terpaksa Menjadi Istri Sepupuku   Bab 57. TMIS

    "Ck, pakai acara dititipin segala. Emangnya aku barang," batin Jena antara kesal dan tidak setuju. Untungnya pria itu akhirnya memberi izin walaupun harus mendrama dianterin. "Hati-hati ya, jaga diri, kalau ada perlu telfon segera. Kalau udah minta dijemput telfon atau ngirim pesan. Jangan kemalaman, di sini ramai banget, jangan aneh-aneh.""Oke boss," jawab Jena membuat Arlo seketika ingin menjitaknya. Lagi mode serius juga, ternyata Jena mempunyai selera humor juga. Please lah, ini wejangan sungguh-sungguh, bukan petunjuk atasan ke bawahan. Jadi, sebutan tadi jelas membuatnya gemas. "Ya ampun Jen, Kak Arlo ternyata sesayang itu sama kamu. Kukira nggak bakalan datang, eh malah dianterin sampai tujuan." Chika langsung berkomentar begitu orangnya pergi. "Tapi aku tetep nggak boleh nginep, padahal udah semangat banget.""Tidak apa, yang penting kan berhasil keluar, kita nikmati suasana malam ini dengan tontonan.""Oke, makasih ya Chik, eh ada Shasa juga." Shasa adalah tetangga kost

  • Terpaksa Menjadi Istri Sepupuku   Bab 56. TMIS

    "Duh, gimana ngomongnya ya, apa aku izinnya ke mama aja," batin Jena galau. Entah kenapa jadi ribet sendiri, biasanya tidak harus se drama ini. Tetapi berhubung ini malam dan pasti endingnya bakalan dicariin, jadi dia harus bilang kalau mau keluar. Kena masih mikir keras sembari nyari alasan agar suaminya memberikan izin. Jujur, dia pingin banget keluar, mumpung lagi ada waktunya juga. "Kak, aku mau izin keluar," kata Jena menghampiri Arlo yang sedang fokus dengan laptopnya. Akhirnya kata yang sedari tadi tertahan meluncur juga. Walaupun kini harus menunggu jawabannya dengan was-was. Sebenarnya pria itu sedari tadi sudah curiga dengan gelagat Jena yang tidak biasa. Tetapi menunggu tindakan istrinya mau apa, ternyata beneran nyamperin dan ini kali pertama sepertinya Jena pamitan. Ada kemajuan yang membuat hatinya menghangat, setidaknya ucapan pamit itu menghargai dirinya sebagai suami, ya walaupun kembali kesal karena ternyata mau main malam-malam. "Mau ke mana? Ini kan sudah

  • Terpaksa Menjadi Istri Sepupuku   Bab 55. TMIS

    Jalani saja dulu, karena Jena juga tidak tahu endingnya bagaimana. Selagi pria itu tidak berulah, mungkin Jena bisa bertahan sampai waktu yang disepakati. Karena untuk menjadi suami istri selamanya, rasanya seperti tidak mungkin. "Jen, serius ini, kok malah ngelamun." "Iya, aku dengar. Kamu cerewet ya sekarang." "Aku cuma nggak mau sahabatku yang cantik ini sakit hati. Bodo amatlah Jen dengan masa lalu mereka, yang penting kan sekarang Bang Arlo sayang dan cinta sama kamu. Biarlah masa lalu mereka terkubur menjadi kenangan saja." Andai saja Chika tahu kebersamaan mereka diawali dengan sebuah peristiwa, bukan karena perjodohan yang dia ceritakan, apakah mungkin Chika masih mau mengatakan demikian. Jena justru tidak yakin, karena hidup dengan pelaku nyatanya begitu berat. "Huhu ... makasih beb, aku terharu. Btw jam terakhir masih lama, kantin dulu yuk! Aku lapar lagi," ajak Jena mulai doyan makan. "Jena, sory aku harus ngomong jujur, entah itu perasaan aku saja atau kamu ngeras

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status