Share

Bab 8. TMIS

Auteur: Asri Faris
last update Dernière mise à jour: 2026-01-21 10:18:24

"Cika, jangan tarik-tarik, perutku sakit," keluh Jena benar-benar ingin kabur dari penglihatan abang sepupunya. Jangan sampai pria itu menemukan dirinya. Kampus ini luas, seharusnya tidak mudah pria itu melihatnya. Kenapa di mana-mana jadi ada dia. Hidup Jena serasa tidak aman.

"Jen! Jena tunggu, jangan lari!" seru Cika membuat atensi seorang pria langsung memutar tubuhnya.

Seruan Cika justru menarik perhatian Arlo yang saat itu belum melihat istrinya. Dia terperangah mendapati betapa lin
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (11)
goodnovel comment avatar
Asri Faris
Baru up Kak, silahkan merapat
goodnovel comment avatar
Baim Ibrahim
kak asri kapan lanjut
goodnovel comment avatar
Asri Faris
Belum kak, masih nulis buat up hari ini
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Latest chapter

  • Terpaksa Menjadi Istri Sepupuku   Bab 40. TMIS

    "Kita masih bisa berteman kan walaupun kamu sudah menikah." "Tentu saja Git, kita masih berteman. Kamu kemarin kenapa hindarin aku?"Jena merasa Regit jadi bersikap dingin sejak munculnya vidio viral itu. Dia memang tidak bisa mengalahkan pihak mana pun dalam kasus ini, walaupun dirinya korban, tetap saja ada pihak tertentu yang masih menyudutkan. Bahkan terang-terangan mengatasinya lewat komentar pedas. "Jujur aku agak kaget sih denger berita viral itu. Aku kira karena pacar Kak Arlo cemburu aja jadi nyerang kamu. Eh, ternyata malah beneran kalau kalian udah nikah. Emang sejak kapan nikahnya Jen? Aku tetangga kok nggak tahu kalau di rumah kamu ada pernikahan.""Sudah sekitar tiga bulan ini sih, kami memang melangsungkan secara tertutup. Hanya mengundang kerabat saja dan pernikahannya juga dilakukan di lain tempat."Gegara Regit banyak nanya, akhirnya Jena spil juga masalah pernikahan mereka walaupun tidak sedetail kenyataannya. "Pantesan sikap Bang Arlo aneh gitu, aku ke rumah ka

  • Terpaksa Menjadi Istri Sepupuku   Bab 39. TMIS

    "Semoga saja pas, tubuh Jena kan kira-kira segitu kan ya," gumam pria itu sembari perjalanan pulang. Sedari tadi handphone Arlo terus berisik sebab Risa yang menghubungi, dia tidak tahan lagi dan akhirnya mengangkatnya juga. *** "Arlo, di mana? Berapa kali aku menghubungimu, kenapa nggak diangkat?" "Sedang perjalanan pulang, aku sibuk maaf." "Sibuk belanja buat si jalang itu?" "Jangan ngomong gitu Ris, jaga ucapan kamu." "Iya, terus aja belain, siapa lagi sebutannya buat orang yang suka merebut laki orang." "Kita belum menikah, tidak ada yang merebut. Kalau telfon cuma mau marah tutup aja." "Berani ya kamu sekarang main tutup saja, aku belum selesai ngomong." Sebenarnya Arlo bisa saja langsung memutus panggilan, hanya saja dia malas memperpanjang urusan. Ditambah Risa pasti akan menerornya melalui pesan. Dia bukan orang yang super tegaan setelah tidak suka lalu buang. Perasaannya cenderung kasihan kalau memang tidak membuat kesalahan. Dengan Arlo bersikap demikian, biarlah

  • Terpaksa Menjadi Istri Sepupuku   Bab 38. TMIS

    "Nugas, apa nugas?" tanya Arlo di sebrang telepon. "Beneran nugas lah, kalau tidak percaya bisa tanya sendiri sama Chika." "Oke, pulangnya jangan kesorean. Ngabari juga," kata, Arlo berpesan. "Hmm, semoga tidak lupa." "Semua tergantung niat Jena, tinggal kamunya aja yang mau apa nggak. Ingat, jangan aneh-aneh kamu lagi hamil." "Iya tahu, bawel." "Kamu ngatain suami kamu?" "Dikit, udah dulu Kak, nanggung ini." Jena langsung menutup telponnya, padahal Arlo belum selesai berbicara. Ya sudahlah, biarkan Jena melakukan kegiatannya dulu. Sebenarnya Arlo sengaja jemput mau ngajak Jena keluar untuk belanja. Membeli gaun untuk pertemuan dengan Pak Wilis besok. Tetapi berhubung istrinya sedang sangat sibuk, biarkan Arlo membelikan saja. "Selera Jena yang kaya mana ya," gumam pria itu tidak begitu paham. Namanya juga suami dadakan, mana pernah dia nanya detail kesukaan istrinya. Sebelumnya juga tidak pernah dekat sama sekali. Hanya mengenal sebagai kerabat dekat. "Tanya ma

  • Terpaksa Menjadi Istri Sepupuku   Bab 37. TMIS

    "Di mana sih, bukannya tadi aku sudah bawa dari lemari. Nggak mungkin lupa kan?" gumam Jena mencari benda penting miliknya yang entah nyangkut di mana. "Duh ... beneran nggak bawa, ah sial, masa nggak pakai. Mana nyaman, lupa sungguh sangat merepotkan." Akibat bergaduh dulu dengan pak suami, jadi barang yang begitu penting sampai ketinggalan. Harusnya tidak boleh sampai terlewat, mana jadi tidak nyaman harus bolak-balik mengambil lagi. "Kak Arlo masih di kamar nggak ya," batin Jena berharap pria itu sudah minggat dari tadi. Seharusnya berangkat kerja lebih awal. Biar tidak membuat Jena repot karena kelupaan barang penting. Keluar kamar mandi sudah membaca doa, tetapi yang dijumpai pertama tetap wajah Kak Arlo yang belum beranjak dari sana, menyebalkan sekali. "Kak Arlo kok belum berangkat, bukannya ini sudah siang?" tanya Jena sedikit berbasa-basi. Dia perlu mengambil sesuatu, hanya saja malu kalau ketahuan. "Kan sudah bilang mau anter jemput, jadi ya lagi nungguin kamu lah

  • Terpaksa Menjadi Istri Sepupuku   Bab 36. TMSI

    "Nggak apa Ma, buat Kak Arlo saja," kata Jena tidak keberatan sama sekali. Dia belum terlalu lapar juga, nanti bisa sarapan di kantin fakultas atau warung sekitaran kampus. "Kan bisa berbagi, mau nggak Jen, enak loh," kata Arlo berinisiatif barengan. Ngerasa enak aja, tidak tahu kenapa Arlo mulai nyaman. Apa gegara semalam tidurnya barengan. "Ngawur kamu, sudah sisamu itu." Bu Najwa menggeplak kepalanya pelan. "Aduh Ma, jangan terlalu kejam. Lagian kenapa emang kalau barengan, namanya juga suami istri yang nggak apa berbagi. Jangankan makanan, lainnya aja berbagi. Iya kan Pa? Papa juga gitu kan sama Mama?" Arlo meminta pembelaan, jelas lah Pak Arlan tidak menjawab, dia juga tidak merasa hubungan putra dan menantunya sudah baikan. Memang mereka sekamar, tapi bukan tidak mungkin saling memberi jarak. Sampai ada tragedi mengeluarkan sofa segala. "Biar kamu mikirnya beneran dikit.""Ini udah paling bener kok Ma, kita berdua sedang belajar." Arlo ini lagaknya kaya sudah berumah tan

  • Terpaksa Menjadi Istri Sepupuku   Bab 35. TMIS

    Perdana bobo satu ranjang, kenapa malah tidak bisa tidur. Padahal mata mulai ngantuk berat, tetapi pikiran melayang entah ke mana. Arlo masih terjaga, sementara Jena mulai terkantuk-kantuk. "Jen, sudah tidur?" tanya Arlo memastikan. Jdna terbaring dengan posisi memunggunginya. "Beneran udah tidur? Syukurlah, akhirnya bisa merem juga. Ibu hamil itu tidak boleh begadang," kata Arlo mengintip lebih dekat. Mau tahu saja kalau istrinya beneran lelap. "Eh, eh," kata pria itu tergeragsp kaget waktu Jena berpindah posisi hampir ambruk ke tubuhnya. Untungnya Arlo secepat kilat bergeser, jadi masih terselamatkan. "Ya ampun ... katanya jangan dekat-dekat, tapi kenapa malah mendekat. Hampir saja aku jantungan," ucap pria itu sedikit kaget. Jena sudah lelap, dia hanya pindah posisi tanpa terusik. Bahkan tidak menyadari kalau saat ini jarak mereka begitu dekat. Hampir tak ada pembatas malah, Jena melampau tempat yang seharusnya menjadi bagiannya. "Jen! Kamu udah nggak takut lagi ka

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status