Share

bab 19

Penulis: Peach.peachies_
last update Tanggal publikasi: 2026-06-22 10:41:45

Tanpa berkata apa-apa, Dewa melangkah maju dan langsung menarik Diana ke dalam pelukannya. Pria itu mendekap putrinya dengan sangat erat dan hangat. Diana tersentak, tubuhnya menegang. Ia mencoba memberontak dan mendorong dada bidang ayahnya.

"Lepasin, Yah! Apa-apaan sih? Lepas!"

Namun, Dewa tidak melepaskannya. Ia justru mengeratkan pelukannya, mengusap punggung dan rambut Diana dengan penuh kasih sayang seorang ayah yang teramat sangat.

"Dengerin Ayah sebentar, Diana... Ayah mohon," bisik Dew
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terpaksa menikah dengan ayah sahabatku   114

    Beberapa jam kemudian, Dewa kembali ke rumah melihat rumahnya terlihat sepi. Kakinya melangkah ke kamarnya senyum nya mengembang saat melihat Istrinya tertidur pulas.CupDewa mengecup dahi Istrinya dan melihat-lihat kesegala arah kamar."Cepet juga kerjanya Bi Sari." Batin Dewa yang melihat tumpukan baju dan juga beberapa barang milik mereka.Tanpa banyak bicara Dewa memilih mengganti pakaiannya dahulu lalu merapihkan semua barang itu.Ia menata baju-baju yang digantung di dalam lemari baru, menyusun alat-alat mandi di wastafel kamar mandi bawah, hingga merapikan laptop dan sisa tumpukan kertas revisian Nabila di atas meja belajar yang baru dipindahkan.Saat Dewa sedang sibuk menyusun buku-buku tebal milik istrinya, sebuah lenguhan kecil terdengar dari arah tempat tidur. Dewa menghentikan kesibukannya, melangkah pelan mendekati ranjang."Mas...?" gumam Nabila pelan, matanya perlahan membuka."Udah bangun sayang." bisik Dewa seraya duduk di tepi ranjang. Ia mengusap dahinya yang sedik

  • Terpaksa menikah dengan ayah sahabatku   113

    Nabila yang baru pulang dari kampus langsung di sambut oleh Mama mertua nya yang sedang duduk santai di ruang keluarga."Yaampun, perutnya udah besar banget ini, duh Mama lihatnya jadi makin gak sabar mau gendong cucu lagi." Riang Mama Saras."Diana kemana Ma? Tumben ada Mama tapi dia gak manja-manja sama Mama?" Tanya Nabila."Baru tadi dia pergi katanya mau refreshing cari angin mungkin mau beli makanan atau sekedar nongkrong di cafe kali Bil." Jawab Mama Saras sambil mengusap perut menantunya.Nabila hanya mengangguk."Ayo sini duduk, kamu gak pegel apa berdiri gitu. Kamu pulang sama Dewa kan, kemana dia?""Mas Dewa langsung balik ke kantor Ma, soalnya dari pagi dia tungguin aku di kampus.""Hah... Alasan aja itu, aslinya dia tuh ngehindar dari Mama, emang aneh anak itu.""Nggak gitu Ma, Mas Dewa cuma bentar kok ke kantornya ambil berkas terus balik lagi.""Punya anak satu tapi bandel nya ngalah-ngalahin anak puber." Gerutu Mama Saras yang membuat Nabila tersenyum tipis, Mama mertua

  • Terpaksa menikah dengan ayah sahabatku   112

    "Maaf ya, Mas. Aku marah-marah terus akhir-akhir ini," adu Nabila pelan di dada Dewa."Iya, Mas yang harusnya minta maaf. Mas tadi masuk-masuk langsung bentak, gak nanya baik-baik dulu," balas Dewa seraya mengusap punggung Nabila perlahan. Ia melepaskan pelukan sedikit, lalu menatap wajah istrinya."hmm... kamu nyebelin banget kalo udah kaya tadi. aku tuh jadi ngerasa gak di sayang sama kamu kalo kamu bentak-bentak gitu" "iya maaf ya sayang,""buat kali ini aku maafin karena aku juga merasa bersalah. tapi kalo kamu bentak-bentak aku gak ada masalah baru aku gak akan maafin kamu." "iya, Mas usahakan itu gak akan terjadi sayang. Sekarang makan dulu, yuk. Habis itu baru disambung lagi. Satu suapan lagi, ayo buka mulutnya."Nabila menurut, menerima suapan demi suapan hingga piring itu benar-benar bersih. Ia meneguk air putih yang disodorkan Dewa sampai habis.Besok paginya, Nabila sudah rapih dengan pakaian untuk berangkat ke kampus semalam ia berhasil menyelesaikan revisian tentunya de

  • Terpaksa menikah dengan ayah sahabatku   111

    2 bulan kemudian,Nabila selalu di pusing kan oleh revisian skripsi nya. Usia kandungan nya yang semakin besar. Malam ini Nabila yang sedang berkutat dengan tumpukan kertas revisian itu mesti berhadapan Dengan Dewa yang tiba-tiba masuk kamar dengan wajah yang terlihat tegang.Dewa menatap piring makan yang ia bawakan tadi belum juga dimakan oleh Nabila."Nabila, kamu itu mikirin gak anak yang di kandungan kamu?" Marah Dewa yang melihat istrinya itu seperti mengabaikan kesehatan nya.Nabila yang mendengar itu pun langsung menghentikan kegiatan nya lalu menatap suaminya."Kok kamu marah-marah sih Mas. Kamu gak sayang lagi sama aku?"Dewa menarik napas panjang, berusaha menahan emosi yang hampir meledak. Ia menatap piring makan di meja samping laptop Nabila."Bukan gak sayang, Nabila! Justru karena Mas sayang makanya Mas kasih tau kamu," suara Dewa meninggi, walau matanya menyiratkan rasa cemas yang amat sangat."Ini udah jam 11 malam. Kamu dari tadi sore duduk di depan laptop terus, bel

  • Terpaksa menikah dengan ayah sahabatku   110

    Nabila tertawa kecil di selang ciuman mereka, berusaha menahan dada Dewa sejenak agar bisa bicara."Satu ronde lagi aja ya, Mas... Habis ini beneran harus mandi, badan aku udah lengket banget keringetan," bisik Nabila napasnya sedikit memburu, menatap suaminya penuh harap.Dewa tersenyum manis, membelai pipi istrinya yang merona merah."Oke, Sayang. Satu kali aja, habis itu Mas mandiin kamu sampai bersih," jawab Dewa mantap, menatap penuh gairah.Dewa langsung memiringkan posisi Nabila kembali membelakanginya, memeluknya erat dari belakang. Tanpa membuang waktu, ia kembali menyusupkan intinya perlahan dan dalam."Aahh! M-Mas... pelan-pelan..." jerit Nabila tertahan, kepalanya mendongak menikmati sensasi penuh yang kembali memenuhi dirinya."Ssshh... iya, Sayang. Enak banget kan?" desah Dewa serak tepat di telinga Nabila, mulai mengayunkan pinggulnya dengan ritme yang makin bergelora."Eunghh... ahh! Iya, Mas... ah, di situ... hhnggh!" desah Nabila tak sanggup menahan rasa nikmat yang

  • Terpaksa menikah dengan ayah sahabatku   109

    Dewa tak lagi membuang waktu. Bibirnya langsung menyambar bibir Nabila dengan lumatan yang menuntut namun tetap lembut. Nabila menyambut pagutan itu, mengalungkan kedua tangannya di leher Dewa."Nghh... Mas..." lenguh Nabila pelan begitu ciuman mereka terlepas, menyisakan saliva tipis di antara bibir mereka. Matanya kian sayu menatap wajah Dewa yang sudah dipenuhi hasrat.Dewa tersenyum tipis. Jemarinya dengan telaten memosisikan tubuh Nabila agar miring membelakanginya posisi paling aman dan nyaman untuk ibu hamil. Dari belakang, Dewa merapatkan tubuhnya, menyatukan dada kekarnya dengan punggung mulus Nabila."Ssshh... pelan-pelan ya, Sayang," bisik Dewa tepat di daun telinga Nabila sebelum menyusupkan intinya perlahan dari belakang."Aah! M-Mas... pelan, hnggh..." Nabila mendongakkan kepala, meremas seprei kuat-kuat saat merasakan kepenuhan yang menghangat di area sensitifnya."Iya, Sayang... ini pelan-pelan banget," gumam Dewa dengan suara serak yang berat. Tangannya mengelus lembu

  • Terpaksa menikah dengan ayah sahabatku   bab 6

    Dewa melangkah kembali ke dalam kamar rawat inap dengan langkah yang lebih mantap. Di tangannya, ia membawa sekotak bubur ayam hangat yang sempat ia beli di dekat rumah sakit. Nabila masih setia di posisinya, membelakangi pintu sambil menatap kosong ke luar jendela. "Makan dulu. Saya belikan bubu

  • Terpaksa menikah dengan ayah sahabatku   bab 5

    Nabila terbangun dalam dekapan hangat Dewa yang mengunci tubuhnya dengan erat. Namun, rasa nyaman itu seketika sirna saat rasa mual luar biasa mendadak naik dari perutnya."Huekkk!" Nabila mendadak mual dan memuntahkan sisa makanan tepat di atas kemeja Dewa."Astaga, Nabila?! Kamu nggak apa-apa? Ma

  • Terpaksa menikah dengan ayah sahabatku   bab 2

    Dua Minggu berlalu sejak malam itu. Nabila selalu mencoba menjalani hari-harinya seperti biasa kuliah lalu di lanjut bekerja, namun tubuhnya seolah berkhianat.Setiap pagi, Nabila selalu di sambut mual yang hebat. Aroma kopi, parfum menyengat, Bahkan aroma kantin kampus yang biasanya ia sukai kini

  • Terpaksa menikah dengan ayah sahabatku   bab 1

    "Ahhh... Om, jangan..." desis Nabila dengan napas yang memburu. Tangannya berusaha mendorong dada bidang Dewa yang menghimpitnya. Di balik aroma alkohol yang tercium dari tubuh pria berusia 41 tahun itu, ada intensitas yang membuat pertahanan Nabila goyah. Dewa menatapnya dengan pandangan yang dal

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status